Kamis, 8 Januari 2026
  • Login
  • Register
Keadilan dan Kesetaraan Gender - Mubadalah
Dukung kami dengan donasi melalui
Bank Syariah Indonesia 7004-0536-58
a.n. Yayasan Fahmina
  • Home
  • Aktual
    Tertawa

    Tertawa, Tapi Tidak Setara: Mens Rea, Komedi, dan Ruang Bicara Publik

    Laras Faizati

    Kritik Laras Faizati Menjadi Suara Etika Kepedulian Perempuan

    Natal

    Makna Natal Perspektif Mubadalah: Feminis Maria Serta Makna Reproduksi dan Ketubuhan

    Kekerasan di Kampus

    IMM Ciputat Dorong Peran Mahasiswa Perkuat Sistem Pelaporan Kekerasan di Kampus

    Kekerasan di Kampus

    Peringati Hari Ibu: PSIPP ITB Ahmad Dahlan dan Gen Z Perkuat Pencegahan Kekerasan Berbasis Gender di Kampus

    KUPI yang

    KUPI Jadi Ruang Konsolidasi Para Ulama Perempuan

    gerakan peradaban

    Peran Ulama Perempuan KUPI dalam Membangun Gerakan Peradaban

    Kemiskinan Perempuan

    KUPI Dorong Peran Ulama Perempuan Merespons Kemiskinan Struktural dan Krisis Lingkungan

    Kekerasan Seksual

    Forum Halaqah Kubra KUPI Bahas Kekerasan Seksual, KDRT, dan KBGO terhadap Perempuan

  • Kolom
    • All
    • Keluarga
    • Personal
    • Publik
    Fikih Darah

    Fikih Darah; Menentukan Haid dan Istihadhah bagi Perempuan Tunanetra

    Manusia yang layak

    Tidak Ada Manusia yang Layak Dipertuhankan

    Masyarakat jahiliyah

    Mengapa Al-Qur’an Mengkritik Perilaku Masyarakat Jahiliyah?

    Kesehatan Mental

    Pentingnya Circle of Trust dan Kesehatan Mental Aktivis Kemanusiaan

    Memanusiakan

    Tauhid yang Membebaskan dan Memanusiakan

    Pendidikan Tinggi Perempuan

    Membuka Akses dan Meruntuhkan Bias Pendidikan Tinggi Perempuan

    Islam dan Kemanusiaan

    Islam dan Fondasi Kemanusiaan Universal

    Nikah Muda

    Konten Romantisasi Nikah Muda: Mengapa Memicu Kontroversi?

    Pembaruan

    Peran KUPI dalam Pembaruan Islam Berbasis Pengalaman Perempuan

    • Keluarga
    • Personal
    • Publik
  • Khazanah
    • All
    • Hikmah
    • Hukum Syariat
    • Pernak-pernik
    • Sastra
    Penciptaan Manusia

    Logika Penciptaan Manusia dari Tanah: Bumi adalah Saudara “Kita” yang Seharusnya Dijaga dan Dirawat

    Mimi Monalisa

    Aku, Mama, dan Mimi Monalisa

    Romantika Asmara

    Romantika Asmara dalam Al-Qur’an: Jalan Hidup dan Menjaga Fitrah

    Binatang

    Animal Stories From The Qur’an: Menyelami Bagaimana Al-Qur’an Merayakan Biodiversitas Binatang

    Ujung Sajadah

    Tangis di Ujung Sajadah

    Surga

    Menyingkap Lemahnya Hadis-hadis Seksualitas tentang Kenikmatan Surga

    Surga

    Surga dalam Logika Mubadalah

    Kenikmatan Surga

    Kenikmatan Surga adalah Azwāj Muṭahharah

    Surga Perempuan

    Di mana Tempat Perempuan Ketika di Surga?

    • Hikmah
    • Hukum Syariat
    • Pernak-pernik
    • Sastra
  • Rujukan
    • All
    • Ayat Quran
    • Hadits
    • Metodologi
    • Mubapedia
    Perempuan Fitnah

    Perempuan Fitnah Laki-laki? Menimbang Ulang dalam Perspektif Mubadalah

    Idul Fitri

    Teks Khutbah Idul Fitri 1446 H: Menjadi Insan Bertakwa dan Mewujudkan Masyarakat Berkeadaban di Hari Kemenangan

    Idul Fitri

    Teks Khutbah Idul Fitri 1446 H: Merayakan Kemenangan dengan Syukur, Solidaritas, dan Kepedulian

    Membayar Zakat Fitrah

    Masihkah Kita Membayar Zakat Fitrah dengan Beras 2,5 Kg atau Uang Seharganya?

    Ibu menyusui tidak puasa apa hukumnya?

    Ibu Menyusui Tidak Puasa Apa Hukumnya?

    kerja domestik adalah tanggung jawab suami dan istri

    5 Dalil Kerja Domestik adalah Tanggung Jawab Suami dan Istri

    Menghindari Zina

    Jika Ingin Menghindari Zina, Jangan dengan Pernikahan yang Toxic

    Makna Ghaddul Bashar

    Makna Ghaddul Bashar, Benarkah Menundukkan Mata Secara Fisik?

    Makna Isti'faf

    Makna Isti’faf, Benarkah hanya Menjauhi Zina?

    • Ayat Quran
    • Hadits
    • Metodologi
    • Mubapedia
  • Tokoh
    • All
    • Profil
    Kebudayaan

    Pidato Kebudayaan dalam Ulang Tahun Fahmina Institute Ke 25

    Fazlur Rahman

    Fazlur Rahman: Memahami Spirit Kesetaraan dan Keadilan Gender dalam Al-Qur’an

    Idulfitri

    Khutbah Idulfitri: Mulai Kehidupan Baru di Bulan Syawal

    Sa'adah

    Sa’adah: Sosok Pendamping Korban Kekerasan Terhadap Perempuan dan Anak  

    Tahun Baru 2025

    Do’a Tahun Baru 2025

    Umi Nyai Sintho' Nabilah Asrori

    Umi Nyai Sintho’ Nabilah Asrori : Ulama Perempuan yang Mengajar Santri Sepuh

    Rabi'ah Al-'Adawiyah

    Sufi Perempuan: Rabi’ah Al-‘Adawiyah

    Ning Imaz

    Ning Imaz Fatimatuz Zahra: Ulama Perempuan Muda Berdakwah Melalui Medsos

    Siti Hanifah Soehaimi

    Siti Hanifah Soehaimi: Penyelamat Foto Perobekan Bendera Belanda di Hotel Yamato yang Sempat Hilang

  • Monumen
  • Zawiyah
No Result
View All Result
Keadilan dan Kesetaraan Gender - Mubadalah
  • Home
  • Aktual
    Tertawa

    Tertawa, Tapi Tidak Setara: Mens Rea, Komedi, dan Ruang Bicara Publik

    Laras Faizati

    Kritik Laras Faizati Menjadi Suara Etika Kepedulian Perempuan

    Natal

    Makna Natal Perspektif Mubadalah: Feminis Maria Serta Makna Reproduksi dan Ketubuhan

    Kekerasan di Kampus

    IMM Ciputat Dorong Peran Mahasiswa Perkuat Sistem Pelaporan Kekerasan di Kampus

    Kekerasan di Kampus

    Peringati Hari Ibu: PSIPP ITB Ahmad Dahlan dan Gen Z Perkuat Pencegahan Kekerasan Berbasis Gender di Kampus

    KUPI yang

    KUPI Jadi Ruang Konsolidasi Para Ulama Perempuan

    gerakan peradaban

    Peran Ulama Perempuan KUPI dalam Membangun Gerakan Peradaban

    Kemiskinan Perempuan

    KUPI Dorong Peran Ulama Perempuan Merespons Kemiskinan Struktural dan Krisis Lingkungan

    Kekerasan Seksual

    Forum Halaqah Kubra KUPI Bahas Kekerasan Seksual, KDRT, dan KBGO terhadap Perempuan

  • Kolom
    • All
    • Keluarga
    • Personal
    • Publik
    Fikih Darah

    Fikih Darah; Menentukan Haid dan Istihadhah bagi Perempuan Tunanetra

    Manusia yang layak

    Tidak Ada Manusia yang Layak Dipertuhankan

    Masyarakat jahiliyah

    Mengapa Al-Qur’an Mengkritik Perilaku Masyarakat Jahiliyah?

    Kesehatan Mental

    Pentingnya Circle of Trust dan Kesehatan Mental Aktivis Kemanusiaan

    Memanusiakan

    Tauhid yang Membebaskan dan Memanusiakan

    Pendidikan Tinggi Perempuan

    Membuka Akses dan Meruntuhkan Bias Pendidikan Tinggi Perempuan

    Islam dan Kemanusiaan

    Islam dan Fondasi Kemanusiaan Universal

    Nikah Muda

    Konten Romantisasi Nikah Muda: Mengapa Memicu Kontroversi?

    Pembaruan

    Peran KUPI dalam Pembaruan Islam Berbasis Pengalaman Perempuan

    • Keluarga
    • Personal
    • Publik
  • Khazanah
    • All
    • Hikmah
    • Hukum Syariat
    • Pernak-pernik
    • Sastra
    Penciptaan Manusia

    Logika Penciptaan Manusia dari Tanah: Bumi adalah Saudara “Kita” yang Seharusnya Dijaga dan Dirawat

    Mimi Monalisa

    Aku, Mama, dan Mimi Monalisa

    Romantika Asmara

    Romantika Asmara dalam Al-Qur’an: Jalan Hidup dan Menjaga Fitrah

    Binatang

    Animal Stories From The Qur’an: Menyelami Bagaimana Al-Qur’an Merayakan Biodiversitas Binatang

    Ujung Sajadah

    Tangis di Ujung Sajadah

    Surga

    Menyingkap Lemahnya Hadis-hadis Seksualitas tentang Kenikmatan Surga

    Surga

    Surga dalam Logika Mubadalah

    Kenikmatan Surga

    Kenikmatan Surga adalah Azwāj Muṭahharah

    Surga Perempuan

    Di mana Tempat Perempuan Ketika di Surga?

    • Hikmah
    • Hukum Syariat
    • Pernak-pernik
    • Sastra
  • Rujukan
    • All
    • Ayat Quran
    • Hadits
    • Metodologi
    • Mubapedia
    Perempuan Fitnah

    Perempuan Fitnah Laki-laki? Menimbang Ulang dalam Perspektif Mubadalah

    Idul Fitri

    Teks Khutbah Idul Fitri 1446 H: Menjadi Insan Bertakwa dan Mewujudkan Masyarakat Berkeadaban di Hari Kemenangan

    Idul Fitri

    Teks Khutbah Idul Fitri 1446 H: Merayakan Kemenangan dengan Syukur, Solidaritas, dan Kepedulian

    Membayar Zakat Fitrah

    Masihkah Kita Membayar Zakat Fitrah dengan Beras 2,5 Kg atau Uang Seharganya?

    Ibu menyusui tidak puasa apa hukumnya?

    Ibu Menyusui Tidak Puasa Apa Hukumnya?

    kerja domestik adalah tanggung jawab suami dan istri

    5 Dalil Kerja Domestik adalah Tanggung Jawab Suami dan Istri

    Menghindari Zina

    Jika Ingin Menghindari Zina, Jangan dengan Pernikahan yang Toxic

    Makna Ghaddul Bashar

    Makna Ghaddul Bashar, Benarkah Menundukkan Mata Secara Fisik?

    Makna Isti'faf

    Makna Isti’faf, Benarkah hanya Menjauhi Zina?

    • Ayat Quran
    • Hadits
    • Metodologi
    • Mubapedia
  • Tokoh
    • All
    • Profil
    Kebudayaan

    Pidato Kebudayaan dalam Ulang Tahun Fahmina Institute Ke 25

    Fazlur Rahman

    Fazlur Rahman: Memahami Spirit Kesetaraan dan Keadilan Gender dalam Al-Qur’an

    Idulfitri

    Khutbah Idulfitri: Mulai Kehidupan Baru di Bulan Syawal

    Sa'adah

    Sa’adah: Sosok Pendamping Korban Kekerasan Terhadap Perempuan dan Anak  

    Tahun Baru 2025

    Do’a Tahun Baru 2025

    Umi Nyai Sintho' Nabilah Asrori

    Umi Nyai Sintho’ Nabilah Asrori : Ulama Perempuan yang Mengajar Santri Sepuh

    Rabi'ah Al-'Adawiyah

    Sufi Perempuan: Rabi’ah Al-‘Adawiyah

    Ning Imaz

    Ning Imaz Fatimatuz Zahra: Ulama Perempuan Muda Berdakwah Melalui Medsos

    Siti Hanifah Soehaimi

    Siti Hanifah Soehaimi: Penyelamat Foto Perobekan Bendera Belanda di Hotel Yamato yang Sempat Hilang

  • Monumen
  • Zawiyah
No Result
View All Result
Keadilan dan Kesetaraan Gender - Mubadalah
No Result
View All Result
Home Khazanah Pernak-pernik

Penyebab dan Cara Mengatasi Intoleransi Di Indonesia yang Perlu Diketahui

Ada beberapa penyebab dan cara mengatasi intoleransi di Indonesia, sehingga kita harapkan tidak akan menimbulkan permusuhan dan kebencian dalam menghadapi perbedaan

Karimah Iffia Rahman Karimah Iffia Rahman
31 Oktober 2022
in Pernak-pernik
0
Cara Mengatasi Intoleransi

Cara Mengatasi Intoleransi

4.7k
VIEWS
Share on FacebookShare on TwitterShare on Whatsapp

Mubadalah.id – Intoleransi adalah suatu sikap yang tak seharusnya ada dalam diri karena memiliki makna negatif, intoleransi menjadi lawan kata toleransi dan terdapat di negara Indonesia. Sejatinya, ada beberapa penyebab dan cara mengatasi intoleransi di Indonesia, sehingga kita harapkan tidak akan menimbulkan permusuhan dan kebencian dalam menghadapi perbedaan.

Seseorang yang memiliki sikap intoleransi cenderung lebih mudah merendahkan orang lain. Alasannya karena memiliki sikap egois yang membuatnya tak bersedia mendengarkan orang lain. Karena hanya ingin dia yang kita dengarkan. Hal tersebut menjadi penyebab intoleransi di Indonesia semakin luas di berbagai daerah dan sulit kita kendalikan.

Daftar Penyebab Intoleransi Di Negara Indonesia

Sejatinya, negara Indonesia termasuk negara yang kaya perbedaan dan beraneka ragam. Hal tersebut bisa kita lihat dari suku di Indonesia maupun perbedaan gaya hidup. Walaupun banyak masyarakat yang hidup berdampingan tanpa membedakan suku, ada oknum yang bersikap intoleransi.

Penyebab intoleransi di Indonesia marak memicu kebencian terhadap saudara maupun orang lain. Diantaranya mengejek agama lain, hanya berteman dengan orang seagama, mengejek teman karena perbedaan warna kulit. Sebagai penambah wawasan, berikut ada penyebab sikap intoleransi yang wajib kita ketahui:

Globalisasi

Penyebab intoleransi di negara Indonesia terjadi karena globalisasi. Perkembangan situasi global mampu memudarkan nilai-nilai kebajikan dalam kehidupan, salah satunya adalah sikap  toleransi. Perang antar negara, konflik antar suku, ras, kepercayaan, dan agama dapat memicu terjadinya intoleransi.

Demokrasi Didominasi Low Class

Penyebab kedua adalah demokrasi yang didominasi oleh low class atau disebut iklim demokrasi yang kurang ideal yang mana demokrasi yang terjadi cenderung didominasi oleh kondisi sosial masyarakat kelas menengah ke bawah.

Sayangnya, kondisi di Indonesia didominasi masyarakat kelas bawah atau low class sehingga masyarakat kelas bawah tersebut digolongkan sebagai masyarakat yang tak beruntung mendapatkan berbagai hal positif. Diantaranya, pendidikan, ekonomi, sosial dan lainnya.

Karena merasa tertekan dengan faktor sosial, ekonomi, pendidikan dan sejenisnya yang tak bisa seperti masyarakat kelas atas, masyarakat kelas bawah cenderung melakukan perubahan yang cepat dan kritis namun tidak rasional yang akan menimbulkan nilai primordialisme sehingga intoleransi semakin merajalela menurut Kepala Satgas Nusantara Irjen Pol Gatot Eddy Pramono.

Perkembangan Media Sosial

Penyebab ketiga adalah perkembangan media sosial atau internet yang semakin signifikan. Penggunaan internet bak dua mata sisi uang. Jika kita gunakan dengan bijak, media sosial akan berdampak positif.

Namun jika tidak kita gunakan dengan bijak, masih dalam penuturan Kepala Satgas Nusantara Irjen Pol Gatot Eddy Pramono, internet membuat intoleransi semakin tinggi dan mampu memicu berbagai masalah tanpa ada serangan fisik.

Misal, banyak permasalahan ke jalur hukum walaupun satu sama lain tidak saling mengenal lantaran beradu ujaran kebencian di media sosial.

Cara Mengatasi Intoleransi di Indonesia agar Tak Berujung Masalah

Sikap intoleransi yang kita biarkan, menjadi momok menakutkan pada diri sendiri dan orang lain. Imbasnya, negara Indonesia semakin tinggi permasalahan dan bisa dipandang sebelah mata oleh negara lain.

Sebagai masyarakat yang bijak dan menyukai perdamaian, kita harus bijak menggunakan media sosial untuk menghindari penyebab intoleransi di Indonesia semakin tinggi dan menggerus nilai toleransi di generasi masa depan.

Untuk itulah, masyarakat harus memerangi sikap intoleransi. Berikut ada cara yang bisa kita lakukan untuk memerangi intoleransi, antara lain:

Tidak memaksakan kehendak diri sendiri

Setiap orang memang memiliki keinginan dan ingin tercapai, banyak yang mengupayakan berbagai hal agar keinginannya terwujud. Sayangnya, tak semua keinginan tersebut baik dan bisa orang lain terima. Untuk mencegah sikap intoleransi, kita harus mengelola keinginan dengan cara tak memaksakan diri sendiri unggul atau dinilai baik oleh orang lain.

Peduli terhadap lingkungan sekitar

Untuk mencegah intoleransi di Indonesia, kita sebagai orang yang memahami pentingnya kerukunan, harapannya dapat menjadi sosok yang peduli terhadap lingkungan sekitar. Tujuannya agar dapat menghadirkan lingkungan yang sehat, tentram dan  saling menghormati di antara sesama masyarakat.

Moderasi lintas suku bangsa, ras, kepercayaan, dan agama

Banyak masyarakat berbeda suku bangsa tinggal di lingkungan komplek yang sama, walaupun banyak perbedaan kegiatan, sebagai warga yang baik, kita harus bijak dan saling menghargai.

Jangan sampai menganggap suku bangsa sendiri lebih unggul dan merasa paling baik sampai menganggap suku bangsa lain buruk karena hal tersebut dapat memicu pertengkaran. Imbasnya, intoleransi di daerah tempat tinggal semakin marak dan kehilangan kehidupan yang tentram.

Oleh karena itu, penting bagi kita untuk melakukan moderasi lintas suku bangsa, ras, kepercayaan, dan agama. Karena sejatinya seluruh suku, ras, kepercayaan, dan agama sama-sama mengajarkan nilai perdamaian dan cinta kasih.

Tidak melakukan tindakan yang melanggar norma untuk mencapai tujuan

Terakhir bagaimana cara mengatasi intoleransi di Indonesia, sebagai warga negara yang baik, sebisa mungkin kita dapat bertindak dengan bijak untuk mencapai keinginan individu maupun kolektif. Misal dalam hal peribadatan. Beribadah kepada Tuhan adalah hal yang wajib bagi setiap penganut agama, keyakinan, maupun kepercayaannya. Namun kita harus beribadah dengan mengikuti norma yang berlaku agar tidak mengganggu kenyamanan orang lain dan tidak menimbulkan permasalahan.

Penyebab dan cara mengatasi intoleransi di Indonesia memang beragam dan kerap memicu berbagai masalah. Tetapi jika kita dapat menghadapinya dengan bijak, hal ini dapat kita cegah. Yang terpenting, baik aparat penegak hukum maupun masyarakat memiliki sikap rendah hati dan tak menganggap diri dia berkuasa. Dengan begitu, sikap intoleran bisa kita cegah dan bisa teratasi. Sekian, semoga ulasan ini bermanfaat. []

Tags: IndonesiaintoleransikeberagamanPerdamaiantoleransi
Karimah Iffia Rahman

Karimah Iffia Rahman

Santri dan Sanitarian. Alumni Kesehatan Lingkungan Poltekkes Kemenkes Yogyakarta dan Kebijakan Publik SGPP Indonesia. Karya pertamanya yang dibukukan ada pada antologi Menyongsong Society 5.0 dan telah menulis lebih dari 5 buku antologi. Founder Ibuku Content Creator (ICC) dan menulis di Iffiarahman.com. Terbuka untuk menerima kerja sama dan korespondensi melalui iffiarahman@gmail.com.

Terkait Posts

KUPI Indonesia
Publik

Mengapa KUPI Dipandang sebagai Penegasan Islam Indonesia?

6 Januari 2026
KUPI Indonesia
Publik

Kontribusi KUPI Bagi Indonesia dan Dunia

5 Januari 2026
Tertawa
Aktual

Tertawa, Tapi Tidak Setara: Mens Rea, Komedi, dan Ruang Bicara Publik

5 Januari 2026
ulama perempuan di Indonesia
Publik

Eksistensi Ulama Perempuan di Indonesia Kian Menguat Meski Masih Terpinggirkan

31 Desember 2025
Pancasila di Kota Salatiga
Publik

Melihat Pancasila di Kota Salatiga

31 Desember 2025
Toleransi
Publik

Toleransi dan Pluralisme: Mengapa Keduanya Tidak Sama?

31 Desember 2025

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

No Result
View All Result

TERPOPULER

  • Nikah Muda

    Konten Romantisasi Nikah Muda: Mengapa Memicu Kontroversi?

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Pentingnya Circle of Trust dan Kesehatan Mental Aktivis Kemanusiaan

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Islam dan Fondasi Kemanusiaan Universal

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Tauhid yang Membebaskan dan Memanusiakan

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Perempuan di Titik Nol: Kisah Perlawanan Perempuan dari Padang Pasir

    0 shares
    Share 0 Tweet 0

TERBARU

  • Fikih Darah; Menentukan Haid dan Istihadhah bagi Perempuan Tunanetra
  • Tidak Ada Manusia yang Layak Dipertuhankan
  • Perempuan di Titik Nol: Kisah Perlawanan Perempuan dari Padang Pasir
  • Mengapa Al-Qur’an Mengkritik Perilaku Masyarakat Jahiliyah?
  • Pentingnya Circle of Trust dan Kesehatan Mental Aktivis Kemanusiaan

Komentar Terbaru

  • dul pada Mitokondria: Kerja Sunyi Perempuan yang Menghidupkan
  • Refleksi Hari Pahlawan: Tiga Rahim Penyangga Dunia pada Menolak Gelar Pahlawan: Catatan Hijroatul Maghfiroh atas Dosa Ekologis Soeharto
  • M. Khoirul Imamil M pada Amalan Muharram: Melampaui “Revenue” Individual
  • Asma binti Hamad dan Hilangnya Harapan Hidup pada Mengapa Tuhan Tak Bergeming dalam Pembantaian di Palestina?
  • Usaha, Privilege, dan Kehendak Tuhan pada Mengenalkan Palestina pada Anak
  • Tentang
  • Redaksi
  • Kontributor
  • Kirim Tulisan
Kontak kami:
redaksi@mubadalah.id

© 2025 MUBADALAH.ID

Selamat Datang!

Login to your account below

Forgotten Password? Sign Up

Create New Account!

Fill the forms bellow to register

All fields are required. Log In

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In

Add New Playlist

No Result
View All Result
  • Account
  • Home
  • Khazanah
  • Kirim Tulisan
  • Kolom Buya Husein
  • Kontributor
  • Monumen
  • Privacy Policy
  • Redaksi
  • Rujukan
  • Tentang Mubadalah
  • Zawiyah
  • Login
  • Sign Up

© 2025 MUBADALAH.ID