Mubadalah.id – Luka, bisul, atau bibir pecah-pecah (sering disebut bisul demam) dapat disebabkan oleh virus herpes. Orang yang sehat juga dapat mengalaminya, terutama setelah mengalami masuk angin atau demam.
Namun, pada orang yang hidup dengan AIDS, gangguan ini cenderung lebih sering muncul dan dapat terjadi kapan saja. Umumnya luka dapat sembuh dengan sendirinya tanpa pengobatan, meskipun pada sebagian orang dapat bertahan cukup lama.
Yang dapat dilakukan adalah mencegah terjadinya infeksi. Caranya, oleskan gentian violet pada bagian yang mengalami luka, bisul, atau pecah-pecah.
Apabila tersedia, Anda juga dapat menggunakan acyclovir sesuai petunjuk tenaga kesehatan. Setiap kali selesai menyentuh luka atau bisul tersebut, cucilah tangan menggunakan air bersih dan sabun.
Bercak-Bercak Putih di Mulut dan Sekitarnya
Munculnya bercak-bercak putih yang terasa perih pada bagian dalam mulut, permukaan lidah, atau bahkan pada saluran yang menghubungkan mulut dengan lambung (esofagus), umumnya disebabkan oleh infeksi jamur. Kondisi ini juga dapat menimbulkan rasa nyeri di dada.
Bercak-bercak tersebut tampak seperti susu yang menggumpal dan menempel pada bagian dalam pipi, lidah, atau bagian mulut lainnya. Apabila bercak dapat terkelupas atau Anda kerok, kemungkinan penyebabnya adalah penggunaan antibiotik.
Perawatan
Pertama, keroklah lidah dan gusi secara perlahan menggunakan sikat gigi berbulu lembut atau seka dengan kain bersih sebanyak tiga hingga empat kali sehari.
Setelah itu, kedua, berkumurlah menggunakan air garam atau air jeruk, kemudian ludahkan cairannya dan jangan Anda telan.
Selain itu, Anda dapat memilih salah satu cara pengobatan berikut.
Pertama, apabila mampu menahan rasa perih, isaplah sebuah jeruk. Kandungan asam pada jeruk dapat membantu memperlambat pertumbuhan jamur.
Kedua, berkumurlah menggunakan larutan gentian violet 1% sebanyak dua kali sehari. Setelah berkumur, ludahkan cairannya dan jangan Anda telan.
Ketiga, masukkan larutan nystatin sebanyak 1 ml ke dalam mulut, tahan selama sekitar satu menit, kemudian telan. Lakukan tiga hingga empat kali sehari selama lima hari.
Keempat, apabila luka sangat berat dan terasa nyeri, Anda dapat mengonsumsi ketoconazole tablet 200 mg sebanyak dua kali sehari selama 14 hari. Obat ini tidak boleh dikonsumsi oleh perempuan yang sedang hamil. []
*)Sumber Tulisan: Buku Bila Perempuan Tidak Ada Dokter karya A. August Bruns dkk hlm 395.





































