Selasa, 13 Januari 2026
  • Login
  • Register
Keadilan dan Kesetaraan Gender - Mubadalah
Dukung kami dengan donasi melalui
Bank Syariah Indonesia 7004-0536-58
a.n. Yayasan Fahmina
  • Home
  • Aktual
    Nikah Muda

    Romantisasi Nikah Muda dan Sunyinya Bangku Pendidikan

    Tertawa

    Tertawa, Tapi Tidak Setara: Mens Rea, Komedi, dan Ruang Bicara Publik

    Laras Faizati

    Kritik Laras Faizati Menjadi Suara Etika Kepedulian Perempuan

    Natal

    Makna Natal Perspektif Mubadalah: Feminis Maria Serta Makna Reproduksi dan Ketubuhan

    Kekerasan di Kampus

    IMM Ciputat Dorong Peran Mahasiswa Perkuat Sistem Pelaporan Kekerasan di Kampus

    Kekerasan di Kampus

    Peringati Hari Ibu: PSIPP ITB Ahmad Dahlan dan Gen Z Perkuat Pencegahan Kekerasan Berbasis Gender di Kampus

    KUPI yang

    KUPI Jadi Ruang Konsolidasi Para Ulama Perempuan

    gerakan peradaban

    Peran Ulama Perempuan KUPI dalam Membangun Gerakan Peradaban

    Kemiskinan Perempuan

    KUPI Dorong Peran Ulama Perempuan Merespons Kemiskinan Struktural dan Krisis Lingkungan

  • Kolom
    • All
    • Keluarga
    • Personal
    • Publik
    Tingkat Kultural

    KUPI Dorong Pembumian Fatwa di Tingkat Kultural

    UU TPKS

    UU TPKS Perkuat Perlindungan Perempuan di Ruang Publik

    Pencatatan Perkawinan

    Pentingnya Pencatatan Perkawinan sebagai Bentuk Perlindungan Hak Anak dan Perempuan

    Fatwa KUPI

    Peran Fatwa KUPI dalam Perubahan UU Usia Pernikahan

    Pandji Pragiwaksono

    Pandji Pragiwaksono, Gus Dur, dan Ketakutan pada Tawa

    Jaringan KUPI

    Jaringan KUPI Dorong Implementasi Fatwa hingga Tingkat Kebijakan

    Perbedaan

    Mengapa Perbedaan Perlu Dikenalkan Sejak Dini?

    Pernikahan anak

    KUPI Tegaskan Bahaya Pernikahan yang Membahayakan Anak, Terutama Perempuan

    Kenapa Masih Ada Perceraian

    Kenapa Masih Ada Perceraian? Bukankah Allah Berjanji, Orang Baik untuk Orang Baik?

    • Keluarga
    • Personal
    • Publik
  • Khazanah
    • All
    • Hikmah
    • Hukum Syariat
    • Pernak-pernik
    • Sastra
    Kitab Ta'limul Muta'allim

    Relevansi Pemikiran Syaikh Az-Zarnuji dalam Kitab Ta’limul Muta’allim

    Penciptaan Manusia

    Logika Penciptaan Manusia dari Tanah: Bumi adalah Saudara “Kita” yang Seharusnya Dijaga dan Dirawat

    Mimi Monalisa

    Aku, Mama, dan Mimi Monalisa

    Romantika Asmara

    Romantika Asmara dalam Al-Qur’an: Jalan Hidup dan Menjaga Fitrah

    Binatang

    Animal Stories From The Qur’an: Menyelami Bagaimana Al-Qur’an Merayakan Biodiversitas Binatang

    Ujung Sajadah

    Tangis di Ujung Sajadah

    Surga

    Menyingkap Lemahnya Hadis-hadis Seksualitas tentang Kenikmatan Surga

    Surga

    Surga dalam Logika Mubadalah

    Kenikmatan Surga

    Kenikmatan Surga adalah Azwāj Muṭahharah

    • Hikmah
    • Hukum Syariat
    • Pernak-pernik
    • Sastra
  • Rujukan
    • All
    • Ayat Quran
    • Hadits
    • Metodologi
    • Mubapedia
    Perempuan Fitnah

    Perempuan Fitnah Laki-laki? Menimbang Ulang dalam Perspektif Mubadalah

    Idul Fitri

    Teks Khutbah Idul Fitri 1446 H: Menjadi Insan Bertakwa dan Mewujudkan Masyarakat Berkeadaban di Hari Kemenangan

    Idul Fitri

    Teks Khutbah Idul Fitri 1446 H: Merayakan Kemenangan dengan Syukur, Solidaritas, dan Kepedulian

    Membayar Zakat Fitrah

    Masihkah Kita Membayar Zakat Fitrah dengan Beras 2,5 Kg atau Uang Seharganya?

    Ibu menyusui tidak puasa apa hukumnya?

    Ibu Menyusui Tidak Puasa Apa Hukumnya?

    kerja domestik adalah tanggung jawab suami dan istri

    5 Dalil Kerja Domestik adalah Tanggung Jawab Suami dan Istri

    Menghindari Zina

    Jika Ingin Menghindari Zina, Jangan dengan Pernikahan yang Toxic

    Makna Ghaddul Bashar

    Makna Ghaddul Bashar, Benarkah Menundukkan Mata Secara Fisik?

    Makna Isti'faf

    Makna Isti’faf, Benarkah hanya Menjauhi Zina?

    • Ayat Quran
    • Hadits
    • Metodologi
    • Mubapedia
  • Tokoh
    • All
    • Profil
    Kebudayaan

    Pidato Kebudayaan dalam Ulang Tahun Fahmina Institute Ke 25

    Fazlur Rahman

    Fazlur Rahman: Memahami Spirit Kesetaraan dan Keadilan Gender dalam Al-Qur’an

    Idulfitri

    Khutbah Idulfitri: Mulai Kehidupan Baru di Bulan Syawal

    Sa'adah

    Sa’adah: Sosok Pendamping Korban Kekerasan Terhadap Perempuan dan Anak  

    Tahun Baru 2025

    Do’a Tahun Baru 2025

    Umi Nyai Sintho' Nabilah Asrori

    Umi Nyai Sintho’ Nabilah Asrori : Ulama Perempuan yang Mengajar Santri Sepuh

    Rabi'ah Al-'Adawiyah

    Sufi Perempuan: Rabi’ah Al-‘Adawiyah

    Ning Imaz

    Ning Imaz Fatimatuz Zahra: Ulama Perempuan Muda Berdakwah Melalui Medsos

    Siti Hanifah Soehaimi

    Siti Hanifah Soehaimi: Penyelamat Foto Perobekan Bendera Belanda di Hotel Yamato yang Sempat Hilang

  • Monumen
  • Zawiyah
No Result
View All Result
Keadilan dan Kesetaraan Gender - Mubadalah
  • Home
  • Aktual
    Nikah Muda

    Romantisasi Nikah Muda dan Sunyinya Bangku Pendidikan

    Tertawa

    Tertawa, Tapi Tidak Setara: Mens Rea, Komedi, dan Ruang Bicara Publik

    Laras Faizati

    Kritik Laras Faizati Menjadi Suara Etika Kepedulian Perempuan

    Natal

    Makna Natal Perspektif Mubadalah: Feminis Maria Serta Makna Reproduksi dan Ketubuhan

    Kekerasan di Kampus

    IMM Ciputat Dorong Peran Mahasiswa Perkuat Sistem Pelaporan Kekerasan di Kampus

    Kekerasan di Kampus

    Peringati Hari Ibu: PSIPP ITB Ahmad Dahlan dan Gen Z Perkuat Pencegahan Kekerasan Berbasis Gender di Kampus

    KUPI yang

    KUPI Jadi Ruang Konsolidasi Para Ulama Perempuan

    gerakan peradaban

    Peran Ulama Perempuan KUPI dalam Membangun Gerakan Peradaban

    Kemiskinan Perempuan

    KUPI Dorong Peran Ulama Perempuan Merespons Kemiskinan Struktural dan Krisis Lingkungan

  • Kolom
    • All
    • Keluarga
    • Personal
    • Publik
    Tingkat Kultural

    KUPI Dorong Pembumian Fatwa di Tingkat Kultural

    UU TPKS

    UU TPKS Perkuat Perlindungan Perempuan di Ruang Publik

    Pencatatan Perkawinan

    Pentingnya Pencatatan Perkawinan sebagai Bentuk Perlindungan Hak Anak dan Perempuan

    Fatwa KUPI

    Peran Fatwa KUPI dalam Perubahan UU Usia Pernikahan

    Pandji Pragiwaksono

    Pandji Pragiwaksono, Gus Dur, dan Ketakutan pada Tawa

    Jaringan KUPI

    Jaringan KUPI Dorong Implementasi Fatwa hingga Tingkat Kebijakan

    Perbedaan

    Mengapa Perbedaan Perlu Dikenalkan Sejak Dini?

    Pernikahan anak

    KUPI Tegaskan Bahaya Pernikahan yang Membahayakan Anak, Terutama Perempuan

    Kenapa Masih Ada Perceraian

    Kenapa Masih Ada Perceraian? Bukankah Allah Berjanji, Orang Baik untuk Orang Baik?

    • Keluarga
    • Personal
    • Publik
  • Khazanah
    • All
    • Hikmah
    • Hukum Syariat
    • Pernak-pernik
    • Sastra
    Kitab Ta'limul Muta'allim

    Relevansi Pemikiran Syaikh Az-Zarnuji dalam Kitab Ta’limul Muta’allim

    Penciptaan Manusia

    Logika Penciptaan Manusia dari Tanah: Bumi adalah Saudara “Kita” yang Seharusnya Dijaga dan Dirawat

    Mimi Monalisa

    Aku, Mama, dan Mimi Monalisa

    Romantika Asmara

    Romantika Asmara dalam Al-Qur’an: Jalan Hidup dan Menjaga Fitrah

    Binatang

    Animal Stories From The Qur’an: Menyelami Bagaimana Al-Qur’an Merayakan Biodiversitas Binatang

    Ujung Sajadah

    Tangis di Ujung Sajadah

    Surga

    Menyingkap Lemahnya Hadis-hadis Seksualitas tentang Kenikmatan Surga

    Surga

    Surga dalam Logika Mubadalah

    Kenikmatan Surga

    Kenikmatan Surga adalah Azwāj Muṭahharah

    • Hikmah
    • Hukum Syariat
    • Pernak-pernik
    • Sastra
  • Rujukan
    • All
    • Ayat Quran
    • Hadits
    • Metodologi
    • Mubapedia
    Perempuan Fitnah

    Perempuan Fitnah Laki-laki? Menimbang Ulang dalam Perspektif Mubadalah

    Idul Fitri

    Teks Khutbah Idul Fitri 1446 H: Menjadi Insan Bertakwa dan Mewujudkan Masyarakat Berkeadaban di Hari Kemenangan

    Idul Fitri

    Teks Khutbah Idul Fitri 1446 H: Merayakan Kemenangan dengan Syukur, Solidaritas, dan Kepedulian

    Membayar Zakat Fitrah

    Masihkah Kita Membayar Zakat Fitrah dengan Beras 2,5 Kg atau Uang Seharganya?

    Ibu menyusui tidak puasa apa hukumnya?

    Ibu Menyusui Tidak Puasa Apa Hukumnya?

    kerja domestik adalah tanggung jawab suami dan istri

    5 Dalil Kerja Domestik adalah Tanggung Jawab Suami dan Istri

    Menghindari Zina

    Jika Ingin Menghindari Zina, Jangan dengan Pernikahan yang Toxic

    Makna Ghaddul Bashar

    Makna Ghaddul Bashar, Benarkah Menundukkan Mata Secara Fisik?

    Makna Isti'faf

    Makna Isti’faf, Benarkah hanya Menjauhi Zina?

    • Ayat Quran
    • Hadits
    • Metodologi
    • Mubapedia
  • Tokoh
    • All
    • Profil
    Kebudayaan

    Pidato Kebudayaan dalam Ulang Tahun Fahmina Institute Ke 25

    Fazlur Rahman

    Fazlur Rahman: Memahami Spirit Kesetaraan dan Keadilan Gender dalam Al-Qur’an

    Idulfitri

    Khutbah Idulfitri: Mulai Kehidupan Baru di Bulan Syawal

    Sa'adah

    Sa’adah: Sosok Pendamping Korban Kekerasan Terhadap Perempuan dan Anak  

    Tahun Baru 2025

    Do’a Tahun Baru 2025

    Umi Nyai Sintho' Nabilah Asrori

    Umi Nyai Sintho’ Nabilah Asrori : Ulama Perempuan yang Mengajar Santri Sepuh

    Rabi'ah Al-'Adawiyah

    Sufi Perempuan: Rabi’ah Al-‘Adawiyah

    Ning Imaz

    Ning Imaz Fatimatuz Zahra: Ulama Perempuan Muda Berdakwah Melalui Medsos

    Siti Hanifah Soehaimi

    Siti Hanifah Soehaimi: Penyelamat Foto Perobekan Bendera Belanda di Hotel Yamato yang Sempat Hilang

  • Monumen
  • Zawiyah
No Result
View All Result
Keadilan dan Kesetaraan Gender - Mubadalah
No Result
View All Result
Home Film

Urgensi Menjaga Alam dalam Film Banyuraga

Film Banyuraga berawal dari kisah suami istri yang risau akan tunggakan pembelian air. Meski hidup di desa, mereka harus membeli air PDAM

Firda Rodliyah Firda Rodliyah
20 Juni 2024
in Film, Rekomendasi
0
Film Banyuraga

Film Banyuraga

1.1k
VIEWS
Share on FacebookShare on TwitterShare on Whatsapp

Mubadalah.id – Banyuraga merupakan sebuah judul film yang menekankan pentingnya menjaga alam demi anak cucu di masa mendatang. Film Banyuraga ini ditulis oleh Dwi Apriliyanto dan Topek Setiawan sebagai sutradaranya. Sebuah film pendek karya rumah produksi prouductive ID ini telah ditayangkan dalam Festival Film Gunung Kidul pada 2021 dan bisa kita akses gratis melalui YouTube.

Desa Tanpa Sumber Air

Film Banyuraga ini berawal dari kisah sepasang suami istri yang risau akan tunggakan pembelian air. Meskipun hidup di desa, mereka harus tetap membeli air PDAM. Lantas keresahan ini menjadi beban sendiri bagi Raga, sang suami. Mengapa mereka tidak bisa menikmati sumber mata airnya sendiri? padahal air adalah sumber penghidupan, lantas mengapa mereka harus susah-susah membelinya?

Raga pun merenungi nasibnya tepat berdekatan dengan sebuah sumber air yang hampir mati di dekat hutan. Sumber yang sejak dulu telah ada sedari ia masih kecil. Di tengah perenungannya, ia pun tertidur.

Dalam alam bawah sadarnya, Raga bermimpi berada dalam sebuah ruang gelap yang hanya memiliki seluet cahaya. Di sana ada seorang nenek yang tengah duduk lemas dan meminta tolong kepada Raga. Memohon kepadanya akan sesuatu yang ia tidak pahami. Lantas kemudian, Raga terbangun.

Raga merasa, bahwa nenek yang berada dalam mimpinya, merupakan gambaran dari sumber mata air yang kini berada di depannya. Sebuah sumber mata air yang hampir habis, airnya begitu dangkal, tak lain karena sebuah pohon besar yang menyokongnya selama ini telah hampir mati.

Menjaga Air Untuk Anak Cucu

Akhirnya Raga secara pribadi berinisiatif untuk kembali membangkitkan sumber air mata tersebut. Mula-mula, ia meletakkan sesajen kepada pohon tua yang telah sudi menyokong keberlanjutan sumber mata air sejak lama. Lalu ia pun membersihkan sumber tersebut dari sampah dedaunan. Tak sampai di situ, ia pun mengukir simbol yang menandakan adanya tanaman-tanaman yang akan ia tanami di sekitar pohon tua.

Di tengah pekerjaannya, ada beberapa anak datang kepadanya. Salah seorang dari padanya menanyakan apa yang sedang Raga lakukan. Lantas ia pun menertawakan Raga dengan mengatakan, “Lha ngasih aku duwe putu, rung gedhe-gedhe wit e iki, lek!” (Lah sampai aku punya cucu, belum besar-besar pohonnya ini, lek!)

Raga pun tidak menanggapi tertawaan anak-anak kecil itu, namun ia memilih untuk menjelaskan bagaimana pohon besar yang menjaga sumber air kini hampir mati. Bahkan ia pun mengajak anak-anak tersebut untuk menanami bibit pohon di sekitar sumber sebagai pengganti dalam mempertahankan air tersebut tak sampai mati.

Ambang Kerusakan

Sayangnya niat baik Raga untuk menjaga alam agar tetap lestari mendapatkan respon buruk dari orang-orang yang serakah dengan bumi. Mereka yang tidak bertanggungjawab telah menggunduli hutan demi kepentingan materi. Mereka yang tidak memikirkan keberlanjutan alam sebagai warisan anak cucu.

Kemudian esoknya, ketika Raga kembali ke tempat pohon tua itu bersemayam, ia melihat bahwa tanaman-tanaman yang baru ia tanam telah rusak dan berceceran. Seakan ada orang yang telah mencabutnya dari tanah, dan membuangnya sembarangan.

Ketika rasa sedihnya belum pulih, ada seorang tetangga mengabari kondisi istrinya yang sebelumnya sakit di rumah, kini telah menghembuskan napas terakhir, dan tidak bisa ia selamatkan lagi. Kehancuran Raga pun makin menjadi-jadi.

Serasa beban saling bertempur padanya. Nahasnya, di luar rumah para banyak orang yang membicarakannya. Menggunjing Raga bahwa ia telah melakukan pesugihan di pohon tua tengah hutan dan membuat istrinya menjadi korban tumbal.

Provokator gunjingan antar warga ini tidak lain adalah orang-orang serakah untuk memperebutkan pohon besar penyokong sumber air. Niat mereka melakukan ini adalah agar bisa menebang pohon tua tanpa mendapatkan penolakan warga. Di sisi lain juga bisa meraih keuntungan sebesar-besarnya, karena pohon tersebut dinilai langka dan punya keuntungan lebih.

Kidung Alam

Saya melihat Raga sebagai seorang pemahat batu, warga desa biasa, namun punya kesadaran tinggi untuk menjaga alamnya demi anak cucu. Ia sadar bahwa masa kecilnya masih merasakan segarnya air yang bisa ia peroleh cuma-cuma. Lantas, saat ia telah tumbuh dewasa, mengapa air tersebut tak bisa ia nikmati lagi.

Ia memilih menjaga sumber mata air ketimbang membelinya secara praktis. Ia menyayangkan pepohonan yang harus habis tebang dan menyurutkan sumber-sumber di sekitarnya. Selayaknya keinginan sosok nenek dalam mimpinya yang menyanyikan kidung Jawa, Raga berusaha menjaga air maupun pohon yang menyokong alirannya untuk tetap lestari.

Manungsa tan liya mustik aning banyu (Manusia tak lain mustikanya air)

Raga rinumpaka kapti (Raganya tersusun oleh ingin)

Warih wreksa wijil kahyun (Sang air dan sang pohon anaknya)

Kekarone sira rukti (Keduanya engkau jaga)

Ngunduh Wohing Pakarti

Kesadaran Raga yang demikian inilah jarang orang sekarang miliki. Masyarakat lebih mementingkan keuntungan pribadinya ketimbang menimbang bagaimana alam akan memberikan konsekuensi pedas kedepannya. Sifat serakah dan duniawi telah banyak menelan manusia ke dalam jurang kerusakan.

Mereka yang tamak, telah menggali lubang kuburannya sendiri. Mendekatkannya pada kematian yang sesungguhnya. Penuh kebencian dan balas dendam dari tanah yang ia pijak, seperti halnya sebuah Pepatah Jawa sampaikan bahwa setiap orang ngunduh wohing pakarti, atau memetih buah perbuatannya sendiri.

Ia yang telah terjun dalam ruang destruksi. Tidak memahami bahwa alam juga memiliki batas ruang. Tidak peduli bagaimana nasib anak turunnya nanti, akan mendapatkan dampak dari apa yang telah ia tanam.

Sebaliknya, selayaknya Raga, begitupun orang-orang yang sadar. Mereka yang paham akan keadaan bumi. Betapa tanah yang telah mereka pijak begitu tua dan ringkih. Sehingga penting bagi kita untuk merawat dan menjaganya agar tetap bisa memberikan kebermanfaatan, baik bagi kita, maupun anak cucu mendatang. []

 

 

Tags: Air BersihFilm BanyuragaGunung KidulKeberlanjutan LingkunganKrisis AirMenjaga alam
Firda Rodliyah

Firda Rodliyah

Anggota Puan Menulis

Terkait Posts

Relasi dengan Bumi
Publik

Tahun Berganti, Tata Kembali Relasi dengan Bumi

3 Januari 2026
Darurat Bencana Alam
Publik

Indonesia Darurat Kebijakan, Bukan Sekedar Darurat Bencana Alam

3 Desember 2025
Silabus Lingkungan
Publik

Silabus Lingkungan untuk Pejabat dan Pemilik Modal, Mengapa Ini Penting?

2 Desember 2025
Retno Marsudi
Figur

Retno Marsudi: PBB dan Air sebagai Perjuangan Keadilan Ekologi

9 Agustus 2025
Menjaga Alam
Hikmah

Perintah Menjaga Alam dari Berbagai Kerusakan

21 Januari 2025
Resolusi Hijau
Featured

Mengapa Resolusi Hijau Harus Menjadi Prioritas di Tahun Baru?

27 Desember 2025

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

No Result
View All Result

TERPOPULER

  • Pandji Pragiwaksono

    Pandji Pragiwaksono, Gus Dur, dan Ketakutan pada Tawa

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Mengapa Perbedaan Perlu Dikenalkan Sejak Dini?

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Peran Fatwa KUPI dalam Perubahan UU Usia Pernikahan

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Jaringan KUPI Dorong Implementasi Fatwa hingga Tingkat Kebijakan

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Masak Bukan Kodrat: Kampanye Kesetaraan Gender

    0 shares
    Share 0 Tweet 0

TERBARU

  • KUPI Dorong Pembumian Fatwa di Tingkat Kultural
  • Visi Ekosentrisme Al-Qur’an
  • UU TPKS Perkuat Perlindungan Perempuan di Ruang Publik
  • Pentingnya Pencatatan Perkawinan sebagai Bentuk Perlindungan Hak Anak dan Perempuan
  • Peran Fatwa KUPI dalam Perubahan UU Usia Pernikahan

Komentar Terbaru

  • dul pada Mitokondria: Kerja Sunyi Perempuan yang Menghidupkan
  • Refleksi Hari Pahlawan: Tiga Rahim Penyangga Dunia pada Menolak Gelar Pahlawan: Catatan Hijroatul Maghfiroh atas Dosa Ekologis Soeharto
  • M. Khoirul Imamil M pada Amalan Muharram: Melampaui “Revenue” Individual
  • Asma binti Hamad dan Hilangnya Harapan Hidup pada Mengapa Tuhan Tak Bergeming dalam Pembantaian di Palestina?
  • Usaha, Privilege, dan Kehendak Tuhan pada Mengenalkan Palestina pada Anak
  • Tentang
  • Redaksi
  • Kontributor
  • Kirim Tulisan
Kontak kami:
redaksi@mubadalah.id

© 2025 MUBADALAH.ID

Selamat Datang!

Login to your account below

Forgotten Password? Sign Up

Create New Account!

Fill the forms bellow to register

All fields are required. Log In

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In

Add New Playlist

No Result
View All Result
  • Account
  • Home
  • Khazanah
  • Kirim Tulisan
  • Kolom Buya Husein
  • Kontributor
  • Monumen
  • Privacy Policy
  • Redaksi
  • Rujukan
  • Tentang Mubadalah
  • Zawiyah
  • Login
  • Sign Up

© 2025 MUBADALAH.ID