Senin, 16 Februari 2026
  • Login
  • Register
Keadilan dan Kesetaraan Gender - Mubadalah
Dukung kami dengan donasi melalui
Bank Syariah Indonesia 7004-0536-58
a.n. Yayasan Fahmina
  • Home
  • Aktual
    RUU PPRT dan

    Nyai Badriyah Fayumi: Penundaan RUU PPRT Bukti Negara Mengabaikan Hak Pekerja

    RUU PPRT

    KUPI Desak Pemerintah Segera Sahkan RUU PPRT

    Board Of Peace

    Mengapa KUPI Menolak Board of Peace?

    Board Of Peace

    Board of Peace dalam Perspektif KUPI: Ketika Perdamaian Tidak Bisa Diwakilkan

    Soekarno dan Palestina

    Soekarno dan Palestina: Hubungan Romansa dalam Diplomasi Tanah Jajahan

    Tragedi Anak NTT

    Tragedi Anak NTT, Simbol Kemewahan, dan Imam Al-Ghazali

    Harlah 100 Tahun

    Pesan-pesan Penting dalam Perayaan Harlah 100 Tahun Masehi NU

    Nikah Muda

    Romantisasi Nikah Muda dan Sunyinya Bangku Pendidikan

    Tertawa

    Tertawa, Tapi Tidak Setara: Mens Rea, Komedi, dan Ruang Bicara Publik

  • Kolom
    • All
    • Disabilitas
    • Keluarga
    • Lingkungan
    • Personal
    • Publik
    Anas Fauzie

    Filosofi Pernikahan dalam Wejangan Penghulu Viral Anas Fauzie

    Awal Ramadan

    Kita Tidak Lagi Relevan untuk Bersikap Sektarian dalam Menentukan Awal Ramadan dan Syawal

    Usia Baligh

    Metode Mudah Menghitung Usia Baligh Dalam Kalender Hijriyah

    Valentine Bukan Budaya Kita

    Valentine Bukan Budaya Kita: Lalu, Budaya Kita Apa?

    Perda Inklusi

    Perda Inklusi dan Kekerasan Struktural

    Menjadi Dewasa

    Ternyata Menjadi Dewasa Terlalu Mahal untuk Dibayangkan

    Solidaritas

    Solidaritas yang Berkeadilan: Belajar dari Gaza dan Jeffrey Epstein

    Feminist Political Ecology

    Feminist Political Ecology: Strategi Melawan Eksploitasi Lingkungan yang Merugikan Perempuan

    Pembangunan

    Pembangunan, Dialog, dan Masa Depan Papua

    • Keluarga
    • Personal
    • Publik
    • Disabilitas
    • Lingkungan
  • Khazanah
    • All
    • Hikmah
    • Pernak-pernik
    • Sastra
    Mawaddah dan Rahmah

    Mawaddah dan Rahmah dalam Perkawinan

    Tarhib Ramadan

    Tarhib Ramadan: Berbagai Persiapan Yang Dianjurkan Rasulullah

    Nabi Ibrahim

    Keteladanan Keluarga Nabi Ibrahim dalam Membangun Relasi Orang Tua dan Anak

    Puasa dan Cara Kita Memandang Sesama

    Puasa dan Cara Kita Memandang Sesama

    Visi Keluarga

    Tanpa Visi Keluarga, Struktur Relasi Rumah Tangga Rentan Rapuh

    Konsep Keluarga

    Konsep Keluarga dalam Islam

    Mawaddah dan Rahmah

    Makna Mawaddah dan Rahmah

    qurrata a’yun

    Konsep Qurrata A’yun dan Landasan Keluarga Sakinah

    Sakinah Mawaddah

    Konsep Sakinah, Mawaddah, dan Rahmah

    • Hikmah
    • Pernak-pernik
    • Sastra
  • Rujukan
    • All
    • Ayat Quran
    • Hadits
    • Metodologi
    • Mubapedia
    Tafsir Mubadalah

    Metode Tafsir Mubadalah

    Mubadalah yang

    Makna Mubadalah

    SDGs

    Maqashid, SDGs, dan Pendekatan Mubadalah: Menuju Keadilan Relasional

    Perempuan Fitnah

    Perempuan Fitnah Laki-laki? Menimbang Ulang dalam Perspektif Mubadalah

    Idul Fitri

    Teks Khutbah Idul Fitri 1446 H: Menjadi Insan Bertakwa dan Mewujudkan Masyarakat Berkeadaban di Hari Kemenangan

    Idul Fitri

    Teks Khutbah Idul Fitri 1446 H: Merayakan Kemenangan dengan Syukur, Solidaritas, dan Kepedulian

    Membayar Zakat Fitrah

    Masihkah Kita Membayar Zakat Fitrah dengan Beras 2,5 Kg atau Uang Seharganya?

    Ibu menyusui tidak puasa apa hukumnya?

    Ibu Menyusui Tidak Puasa Apa Hukumnya?

    kerja domestik adalah tanggung jawab suami dan istri

    5 Dalil Kerja Domestik adalah Tanggung Jawab Suami dan Istri

    • Ayat Quran
    • Hadits
    • Metodologi
    • Mubapedia
  • Tokoh
    • All
    • Profil
    Fazlur Rahman

    Fazlur Rahman: Memahami Spirit Kesetaraan dan Keadilan Gender dalam Al-Qur’an

    Idulfitri

    Khutbah Idulfitri: Mulai Kehidupan Baru di Bulan Syawal

    Sa'adah

    Sa’adah: Sosok Pendamping Korban Kekerasan Terhadap Perempuan dan Anak  

    Tahun Baru 2025

    Do’a Tahun Baru 2025

    Umi Nyai Sintho' Nabilah Asrori

    Umi Nyai Sintho’ Nabilah Asrori : Ulama Perempuan yang Mengajar Santri Sepuh

    Rabi'ah Al-'Adawiyah

    Sufi Perempuan: Rabi’ah Al-‘Adawiyah

    Ning Imaz

    Ning Imaz Fatimatuz Zahra: Ulama Perempuan Muda Berdakwah Melalui Medsos

    Siti Hanifah Soehaimi

    Siti Hanifah Soehaimi: Penyelamat Foto Perobekan Bendera Belanda di Hotel Yamato yang Sempat Hilang

    Teungku Fakinah

    Teungku Fakinah Ulama Perempuan dan Panglima Perang

  • Monumen
  • Zawiyah
No Result
View All Result
Keadilan dan Kesetaraan Gender - Mubadalah
  • Home
  • Aktual
    RUU PPRT dan

    Nyai Badriyah Fayumi: Penundaan RUU PPRT Bukti Negara Mengabaikan Hak Pekerja

    RUU PPRT

    KUPI Desak Pemerintah Segera Sahkan RUU PPRT

    Board Of Peace

    Mengapa KUPI Menolak Board of Peace?

    Board Of Peace

    Board of Peace dalam Perspektif KUPI: Ketika Perdamaian Tidak Bisa Diwakilkan

    Soekarno dan Palestina

    Soekarno dan Palestina: Hubungan Romansa dalam Diplomasi Tanah Jajahan

    Tragedi Anak NTT

    Tragedi Anak NTT, Simbol Kemewahan, dan Imam Al-Ghazali

    Harlah 100 Tahun

    Pesan-pesan Penting dalam Perayaan Harlah 100 Tahun Masehi NU

    Nikah Muda

    Romantisasi Nikah Muda dan Sunyinya Bangku Pendidikan

    Tertawa

    Tertawa, Tapi Tidak Setara: Mens Rea, Komedi, dan Ruang Bicara Publik

  • Kolom
    • All
    • Disabilitas
    • Keluarga
    • Lingkungan
    • Personal
    • Publik
    Anas Fauzie

    Filosofi Pernikahan dalam Wejangan Penghulu Viral Anas Fauzie

    Awal Ramadan

    Kita Tidak Lagi Relevan untuk Bersikap Sektarian dalam Menentukan Awal Ramadan dan Syawal

    Usia Baligh

    Metode Mudah Menghitung Usia Baligh Dalam Kalender Hijriyah

    Valentine Bukan Budaya Kita

    Valentine Bukan Budaya Kita: Lalu, Budaya Kita Apa?

    Perda Inklusi

    Perda Inklusi dan Kekerasan Struktural

    Menjadi Dewasa

    Ternyata Menjadi Dewasa Terlalu Mahal untuk Dibayangkan

    Solidaritas

    Solidaritas yang Berkeadilan: Belajar dari Gaza dan Jeffrey Epstein

    Feminist Political Ecology

    Feminist Political Ecology: Strategi Melawan Eksploitasi Lingkungan yang Merugikan Perempuan

    Pembangunan

    Pembangunan, Dialog, dan Masa Depan Papua

    • Keluarga
    • Personal
    • Publik
    • Disabilitas
    • Lingkungan
  • Khazanah
    • All
    • Hikmah
    • Pernak-pernik
    • Sastra
    Mawaddah dan Rahmah

    Mawaddah dan Rahmah dalam Perkawinan

    Tarhib Ramadan

    Tarhib Ramadan: Berbagai Persiapan Yang Dianjurkan Rasulullah

    Nabi Ibrahim

    Keteladanan Keluarga Nabi Ibrahim dalam Membangun Relasi Orang Tua dan Anak

    Puasa dan Cara Kita Memandang Sesama

    Puasa dan Cara Kita Memandang Sesama

    Visi Keluarga

    Tanpa Visi Keluarga, Struktur Relasi Rumah Tangga Rentan Rapuh

    Konsep Keluarga

    Konsep Keluarga dalam Islam

    Mawaddah dan Rahmah

    Makna Mawaddah dan Rahmah

    qurrata a’yun

    Konsep Qurrata A’yun dan Landasan Keluarga Sakinah

    Sakinah Mawaddah

    Konsep Sakinah, Mawaddah, dan Rahmah

    • Hikmah
    • Pernak-pernik
    • Sastra
  • Rujukan
    • All
    • Ayat Quran
    • Hadits
    • Metodologi
    • Mubapedia
    Tafsir Mubadalah

    Metode Tafsir Mubadalah

    Mubadalah yang

    Makna Mubadalah

    SDGs

    Maqashid, SDGs, dan Pendekatan Mubadalah: Menuju Keadilan Relasional

    Perempuan Fitnah

    Perempuan Fitnah Laki-laki? Menimbang Ulang dalam Perspektif Mubadalah

    Idul Fitri

    Teks Khutbah Idul Fitri 1446 H: Menjadi Insan Bertakwa dan Mewujudkan Masyarakat Berkeadaban di Hari Kemenangan

    Idul Fitri

    Teks Khutbah Idul Fitri 1446 H: Merayakan Kemenangan dengan Syukur, Solidaritas, dan Kepedulian

    Membayar Zakat Fitrah

    Masihkah Kita Membayar Zakat Fitrah dengan Beras 2,5 Kg atau Uang Seharganya?

    Ibu menyusui tidak puasa apa hukumnya?

    Ibu Menyusui Tidak Puasa Apa Hukumnya?

    kerja domestik adalah tanggung jawab suami dan istri

    5 Dalil Kerja Domestik adalah Tanggung Jawab Suami dan Istri

    • Ayat Quran
    • Hadits
    • Metodologi
    • Mubapedia
  • Tokoh
    • All
    • Profil
    Fazlur Rahman

    Fazlur Rahman: Memahami Spirit Kesetaraan dan Keadilan Gender dalam Al-Qur’an

    Idulfitri

    Khutbah Idulfitri: Mulai Kehidupan Baru di Bulan Syawal

    Sa'adah

    Sa’adah: Sosok Pendamping Korban Kekerasan Terhadap Perempuan dan Anak  

    Tahun Baru 2025

    Do’a Tahun Baru 2025

    Umi Nyai Sintho' Nabilah Asrori

    Umi Nyai Sintho’ Nabilah Asrori : Ulama Perempuan yang Mengajar Santri Sepuh

    Rabi'ah Al-'Adawiyah

    Sufi Perempuan: Rabi’ah Al-‘Adawiyah

    Ning Imaz

    Ning Imaz Fatimatuz Zahra: Ulama Perempuan Muda Berdakwah Melalui Medsos

    Siti Hanifah Soehaimi

    Siti Hanifah Soehaimi: Penyelamat Foto Perobekan Bendera Belanda di Hotel Yamato yang Sempat Hilang

    Teungku Fakinah

    Teungku Fakinah Ulama Perempuan dan Panglima Perang

  • Monumen
  • Zawiyah
No Result
View All Result
Keadilan dan Kesetaraan Gender - Mubadalah
No Result
View All Result
Home Kolom Personal

Spiritual Awakening : Kisah Maia dan Maya untuk Bangkit dari Keterpurukan

Setiap manusia berhak bangkit, setiap kegagalan adalah batu loncatan menuju kesuksesan.

Halimatus Sa'dyah by Halimatus Sa'dyah
23 Juni 2025
in Personal
A A
0
Spiritual Awakening

Spiritual Awakening

27
SHARES
1.3k
VIEWS
Share on FacebookShare on TwitterShare on Whatsapp

Mubadalah.id – Luna Maya dan Maia Estianti menjadi sorotan publik. Masyarakat Indonesia turut bahagia dan turut merayakan momen kebahagiaan mereka. Netizen dibuat baper pada sosok pasangan Maia dan Maya. Netizen mengikuti perjalanan kisah hidup keduanya sejak dulu.

Pernah jatuh dan terpuruk, kemudian bisa bangkit dan bahagia. Maia san Maya kini mendapat kemenangan dalam proses melewati hidupnya usai menghadapi ujiannya.

Keterpurukan bisa jadi momen untuk refleksi, tumbuh, dan mengubah arah hidup. Keterpurukan bukan akhir dari segalanya. Setiap manusia memiliki hak untuk pulih. Hak secara fisiologi dan spiritual untuk merasakan, menyembuhkan, dan melanjutkan perjalanan hidup.

Dalam Islam menyebutnya sabar dan tawakal sebagai landasan kuat untuk bangkit dari keterpurukan. Mari kita bahas bagaimana cara bangkit dari keterpurukan dari kisah mereka berdua.

Kisah Luna Maya

Luna Maya pernah mengalami titik terendah dalam hidupnya. Dari kejadian yang menjerat namanya dalam sebuah kasus, menyebabkan Luna kehilangan kontrak iklan. Dia terkucilkan di industri hiburan, stigma negatif yang melekat padanya, putus cinta, hingga mengalami tekanan mental yang berat. Dia mengungkapkan bahwa saat itu mengalami post-power syndrome, merasa kehilangan identitas, dan sempat berpikir bahwa kariernya berakhir.

Luna memulai kembali dari nol dengan berjualan tas, melakukan perjalanan ke Eropa untuk mendapatkan barang dagangan. Dari usaha tersebut, perlahan membangun kembali kepercayaan diri. Luna berdamai dengan hal yang menimpanya, memulai perlahan pekerjaannya, dan berserah kepada Tuhan. Dia menemukan ketenangan dan kebahagiaan dalam hidup.

Seiring waktu, Luna kembali ke dunia hiburan dengan peran-peran penting di filmnya. Meski sempat terpuruk kedua kalinya karena putus cinta, ditinggalkan kekasihnya, dan terpojokkan melalui statemen mantannya, dia tetap berdiri tegak dan tetap kuat. Selain sukses sebagai pengusaha dengan mendirikan bisnis di bidang fesyen dan kecantikan, dia juga menjadi pembawa acara “Indonesia’s Next Top Model”.

Langkah Luna dalam menghadapi kesedihan adalah mengambil jeda untuk istirahat. Luna rajin berolah raga sebagai bentuk perawatan diri, pola tidur sehat, pola makan yang terjaga. Luna memiliki mindset positif, rencana hidup, self-care, support system dari orang di sekelilingnya.

Saat prosesi pernikahan terlihat siapa saja yang selama ini menemaninya bangkit dari keterpurukan, ada kawan artis, keluarga, dan pasangan. Luna memiliki sikap konsistensi dalam pemulihan diri, apresiasi diri, dan kerelaan berubah. Dia juga bersikap pasrah, ikhlas, dan berserah kepada Tuhan saat takdir jodoh belum berpihak padanya.

Luna akhirnya menemukan tambatan hatinya, yang tulus mencintai. Dia baru saja melangsungkan pernikahan dengan aktor Maxime Bouttier. Kini Luna memiliki babak baru dalam kehidupannya.

Kisah Maia Estianti

Maia juga pernah mengalami titik paling rendah setelah perceraian dengan Ahmad Dhani. Netizen mengikuti kisah pasca perceraiannya yang saat itu terusir dari rumah dan merasakan kondisi bagai “dimiskinkan”. Netizen bahkan bisa mengulang cuplikan video wawancaranya pada masa lalu. sehingga mudah mengulik jika masih penasaran.

Maia memiliki kisah sedih saat tidak mendapatkan hak asuh anak dan dipersulit untuk bertemu dengan ketiga buah hatinya. Seorang ibu akan terasa hancur saat terpisah dari buah hatinya, apalagi di fase tumbuh kembang anaknya yang lucu dan menggemaskan.

Saking sedihnya, Maia sempat tidak bisa menangis dan harus menjalani psikoterapi karena rasa hancur yang mendalam. Suaminya menikah dengan teman duetnya, yang tentu membuatnya semakin kecewa pada hal yang menimpanya.

Maia Estianty adalah contoh nyata sosok perempuan yang mampu bangkit dari keterpurukan terdalam. Membuktikan bahwa  seseorang bisa bangkit, melalui penerimaan, usaha pemulihan psikologis, serta fokus membangun ulang kehidupan dan relasi. Kini ia menikmati masa stabil yang harmonis dalam keluarga, karier, dan pola hidup yang bahagia.

Maia mengungkapkan bahwa setelah melewati masa perceraian, kehilangan harta, rumah, bahkan hak asuh anak, dia melakukan transformasi spiritual. Ia menyebut proses tersebut sebagai upaya bertawakal, ikhlas, dan melepaskan keterikatan duniawi, hingga akhirnya berhasil pulih dan bangkit membangun kembali karier serta kehidupan pribadinya.

Sekarang, Maia tampil bahagia. Pasangan hidupnya adalah Irwan Mussry, seorang pengusaha sukses dan romantis. Kehidupannya berisi aktivitas menemani suami bekerja di Amerika dan Jepang. Dia memiliki saluran YouTube yang membahas topik luka, harapan, serta keberanian bangkit dari keterpurukan untuk memberikan support pada sesama.

Spiritual Awakening

Kisah dua sosok yaitu Maia dan Maya,  mengingatkan pada istilah spiritual awakening. Spiritual awakening atau kebangkitan spiritual adalah proses transformasi batin yang mendalam, di mana seseorang mengalami peningkatan kesadaran tentang dirinya.

Seseorang menjadi mampu memaknai hidup, dan membangun keterhubungan dengan sesuatu yang lebih besar dari diri sendiri. Proses ini sering kali tertandai dengan perubahan cara pandang terhadap kehidupan, nilai-nilai, dan tujuan hidup dirinya.

Spiritual awakening melibatkan pergeseran realisasi akan siapa dirinya dan perah hidup yang sesungguhnya. Dalam mengungkap realitas baru, sering kali terpicu krisis atau pencarian mendalam. Keterhubungan dengan alam dan semesta, membuat seseorang yang mengalaminya menjadi merasa dekat dengan semua makhluk dan lingkungan.

Proses spiritual awakening tersebut meningkatkan kepekaan dan empati. Mampu menerima perasaan orang lain dan merasakan kasih sayang lebih dalam. Pertanyaan yang sering tersampaikan pada dirinya adalah kalimat “Siapa saya?”, “Apa tujuan hidup saya?”. Momen dalam merenung tersebut adalah waktu untuk refleksi, dan menjadikan hati merasa damai. Dalam SIlam disebut dengan istilah tafakur.

Pola tersebut adalah suatu tahapan saat krisis hidup seperti mengalami trauma, kehilangan orang, perceraian, hampir mati, yang kemudian akal dan pikiran mengalami pergolakan dan mengajak refleksi batin.  Menerima dengan ikhlas pada kejadian buruk yang menimpa, menerima kenyataan dengan sadar.

Suatu proses kesadaran yang membawa perubahan dalam cara pandang terhadap diri sendiri, orang lain, dan dunia. Ini merupakan transformasi kesadaran spiritual, di mana seseorang mulai menyadari akan eksistensi diri mereka, tujuan hidup, dan keterhubungan dengan sesuatu yang lebih besar, seperti alam semesta dan kekuatan Maha Kuasa.

Maia dan Maya Tidak Menurunkan Standar

Meskipun pernah mengalami kegagalan dalam membangun hubungan dan keterpurukan dalam pekerjaan. Maia dan Maya tetap mempertahankan standar dalam memilih pasangan hidup, menekankan pentingnya memiliki visi dan misi yang sejalan dalam hubungan.

Mereka menetapkan tujuan realistis secara bertahap, tanpa menghilangkan nilai aslinya. Dalam kondisi jatuh, keduanya mampu mengatur ulang standar diri tanpa harus merendahkan target dalam pencapaian visi besar dalam hidup, termasuk kriteria memilih pasangan.

Sikap keduanya mencerminkan spiritual awakening, kemandirian dan kesadaran akan pentingnya persiapan mental dalam kehidupan. Menurunkan standar berarti menyerah pada kualitas hidup, impian, atau penghormatan terhadap diri sendiri.

Dari kisah kedua sosok tersebut, kita dapat menyimpulkan bahwa, “Setiap manusia berhak bangkit, setiap kegagalan adalah batu loncatan menuju kesuksesan”. Sebagaimana dalam Surat Al-Baqarah ayat 269 berbunyi:

“يُؤْتِى الْحِكْمَةَ مَنْ يَّشَاۤءُۚ وَمَنْ يُّؤْتَ الْحِكْمَةَ فَقَدْ اُوْتِيَ خَيْرًا كَثِيْرًاۗ وَمَا يَذَّكَّرُ اِلَّآ اُولُوا الْاَلْبَابِ”

“Allah menganugerahkan hikmah kepada siapa yang Dia kehendaki. Barangsiapa diberi hikmah, sesungguhnya dia telah diberi kebaikan yang banyak. Dan tidak ada yang dapat mengambil pelajaran kecuali orang-orang yang berakal.” []

 

Tags: Kemandirian SpiritualitasLuna MayaLuna Maya MenikahPerempuan InspiratifSpiritual AwakeningSpiritualitas Perempuan
Konten ini dilisensikan di bawah CC BY-ND 4.0
Previous Post

Islam Menolak Kekerasan, Mengajarkan Kasih Sayang

Next Post

Membongkar Konstruksi Seksualitas Perempuan dalam Pemikiran Keagamaan

Halimatus Sa'dyah

Halimatus Sa'dyah

Penulis adalah ketua Forum Daiyah Fatayat NU Tulungagung, IG : Halimatus_konsultanhukum 2123038506

Related Posts

Kisah Luna Maya
Personal

Kisah Luna Maya, Merayakan Perempuan yang Dicintai dan Mencintai

9 Mei 2025
Luna Maya Menikah
Personal

Luna Maya Menikah, Berbahagialah!

26 April 2025
Fenomena All-Male Panels
Pernak-pernik

Menolak Fenomena All-Male Panels

31 Juli 2024
Kemandirian Spiritualitas
Hikmah

Kemandirian Spiritualitas  Perempuan: Para Perempuan dalam Surat At-Tahrim

9 November 2023
Sayyidah Aisyah
Figur

5 Fun Fact tentang Sayyidah Aisyah, Sosok Perempuan Inspiratif dalam Panggung Sejarah Kenabian

3 Oktober 2023
Mengapa Gambaran Buraq Menggunakan Kepala Perempuan
Featured

Mengapa Gambar Buraq Menggunakan Kepala Perempuan?

18 Februari 2023
Next Post
Seksualitas Perempuan

Membongkar Konstruksi Seksualitas Perempuan dalam Pemikiran Keagamaan

Please login to join discussion
No Result
View All Result

TERBARU

  • Filosofi Pernikahan dalam Wejangan Penghulu Viral Anas Fauzie
  • Mawaddah dan Rahmah dalam Perkawinan
  • Tarhib Ramadan: Berbagai Persiapan Yang Dianjurkan Rasulullah
  • Keteladanan Keluarga Nabi Ibrahim dalam Membangun Relasi Orang Tua dan Anak
  • Kita Tidak Lagi Relevan untuk Bersikap Sektarian dalam Menentukan Awal Ramadan dan Syawal

Komentar Terbaru

  • M. Khoirul Imamil M pada Amalan Muharram: Melampaui “Revenue” Individual
  • Asma binti Hamad dan Hilangnya Harapan Hidup pada Mengapa Tuhan Tak Bergeming dalam Pembantaian di Palestina?
  • Usaha, Privilege, dan Kehendak Tuhan pada Mengenalkan Palestina pada Anak
  • Salsabila Septi pada Memaknai Perjalanan Hidup di Usia 25 tahun; Antara Kegagalan, Kesalahan dan Optimisme
  • Zahra Amin pada Perbincangan Soal Jilbab
  • Tentang
  • Redaksi
  • Kontributor
  • Kirim Tulisan
Kontak kami:
[email protected]

Mubadalah.id © 2026 by Mubadalah is licensed under CC BY-ND 4.0

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password? Sign Up

Create New Account!

Fill the forms below to register

All fields are required. Log In

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
No Result
View All Result
  • Home
  • Aktual
  • Kolom
    • Keluarga
    • Personal
    • Publik
    • Disabilitas
    • Lingkungan
  • Khazanah
    • Hikmah
    • Pernak-pernik
    • Sastra
  • Rujukan
    • Ayat Quran
    • Hadits
    • Metodologi
    • Mubapedia
  • Tokoh
  • Monumen
  • Zawiyah
  • Login
  • Sign Up

Mubadalah.id © 2026 by Mubadalah is licensed under CC BY-ND 4.0