Rabu, 4 Maret 2026
  • Login
  • Register
Keadilan dan Kesetaraan Gender - Mubadalah
Dukung kami dengan donasi melalui
Bank Syariah Indonesia 7004-0536-58
a.n. Yayasan Fahmina
  • Home
  • Aktual
    Ali Khamenei

    Ali Khamenei; Menjaga Agama, Melawan Kezaliman, Menutup Hidup dengan Kehormatan

    Femisida

    Stop Narasi “Bukannya Membela Pelaku”, tapi Menyalahkan Korban dan Mendukung Femisida

    Sayyidah Nafisah

    Sayyidah Nafisah: Ulama Perempuan yang Berani Menegur Penguasa Zalim

    Sayyidah Nafisah binti al-Hasan

    Sayyidah Nafisah binti al-Hasan, Ulama Perempuan yang Diakui Para Imam Mazhab

    Sayyidah Nafisah

    Menelusuri Jejak Keilmuan Perempuan dalam Tradisi Islam: Pembacaan atas Sosok Sayyidah Nafisah

    Pesantren

    Dua Mahasiswa Ajukan Uji Materi UU Pesantren, Soroti Kepastian Jaminan Hak Pendidikan

    Sejarah Perempuan

    Membaca Ulang Jejak Perempuan dalam Sejarah Islam

    Sejarah Perempuan atas

    Menggugat Sejarah Perempuan: Pembacaan Kritis atas Jejak Sayyidah Sukainah

    Over Think Club

    Mubadalah.id Gelar Over Think Club Selama Ramadan, Angkat Isu Pernikahan, Disabilitas, hingga Kesehatan Mental

  • Kolom
    • All
    • Disabilitas
    • Keluarga
    • Lingkungan
    • Personal
    • Publik
    Life After Campus

    Life After Campus: Ternyata Pintar Saja Tak Cukup!

    Difabel di Sektor Formal

    Difabel di Sektor Formal: Kabar yang Harus Dirayakan

    Ideologi Kenormalan

    Kebijakan Publik dan Ideologi Kenormalan

    Industri Perfilman

    Mengapa Industri Perfilman Rentan Menjadi Sarang Predator Seksual?

    Membaca MBG

    Membaca MBG dari Kacamata Mubadalah

    Alteritas Disabilitas

    Alteritas Disabilitas dan Makna Kesalingan Etis

    Negara dan Zakat

    Negara dan Zakat; Garis Demarkasi yang Harus Dijaga

    Perempuan Salihah

    Mendefinisikan Ulang Perempuan Salihah di Era Kesetaraan

    Obsessive Love Disorder

    Obsessive Love Disorder: Antara Ketulusan Emosional dan Ancaman Psikososial

    • Keluarga
    • Personal
    • Publik
    • Disabilitas
    • Lingkungan
  • Khazanah
    • All
    • Hikmah
    • Pernak-pernik
    • Sastra
    Timbal Balik dalam

    QS. Al-Baqarah 187 dan 232 Tegaskan Prinsip Timbal Balik dan Kerelaan dalam Pernikahan

    Kemitraan

    Al-Qur’an Tegaskan Fondasi Kemitraan Suami Istri dalam QS ar-Rum 21 dan an-Nisa 19

    Hijrah

    Makna Luas Hijrah dan Jihad Menuju Kehidupan Lebih Adil

    Hijrah dan Jihad

    “Min Dzakarin aw Untsā”: Prinsip Kesetaraan dalam Hijrah dan Jihad

    Hijrah

    Al-Qur’an Tegaskan Hijrah dan Jihad untuk Laki-laki dan Perempuan

    Ayat Aurat

    QS. At-Taubah 71 Jadi Landasan Mubadalah Memaknai Aurat sebagai Tanggung Jawab Bersama

    Suara Perempuan sebagai

    Menimbang Ulang Anggapan Suara Perempuan sebagai Aurat

    Hadis Aurat

    Hadis tentang Perempuan sebagai Aurat Ditafsirkan secara Kontekstual

    Aurat sebagai Kerentanan

    Perspektif Mubadalah Memaknai Aurat sebagai Kerentanan Sosial

    • Hikmah
    • Pernak-pernik
    • Sastra
  • Rujukan
    • Ayat Quran
    • Hadits
    • Metodologi
    • Mubapedia
  • Tokoh
    • All
    • Profil
    Fazlur Rahman

    Fazlur Rahman: Memahami Spirit Kesetaraan dan Keadilan Gender dalam Al-Qur’an

    Idulfitri

    Khutbah Idulfitri: Mulai Kehidupan Baru di Bulan Syawal

    Sa'adah

    Sa’adah: Sosok Pendamping Korban Kekerasan Terhadap Perempuan dan Anak  

    Tahun Baru 2025

    Do’a Tahun Baru 2025

    Umi Nyai Sintho' Nabilah Asrori

    Umi Nyai Sintho’ Nabilah Asrori : Ulama Perempuan yang Mengajar Santri Sepuh

    Rabi'ah Al-'Adawiyah

    Sufi Perempuan: Rabi’ah Al-‘Adawiyah

    Ning Imaz

    Ning Imaz Fatimatuz Zahra: Ulama Perempuan Muda Berdakwah Melalui Medsos

    Siti Hanifah Soehaimi

    Siti Hanifah Soehaimi: Penyelamat Foto Perobekan Bendera Belanda di Hotel Yamato yang Sempat Hilang

    Teungku Fakinah

    Teungku Fakinah Ulama Perempuan dan Panglima Perang

  • Monumen
  • Zawiyah
No Result
View All Result
Keadilan dan Kesetaraan Gender - Mubadalah
  • Home
  • Aktual
    Ali Khamenei

    Ali Khamenei; Menjaga Agama, Melawan Kezaliman, Menutup Hidup dengan Kehormatan

    Femisida

    Stop Narasi “Bukannya Membela Pelaku”, tapi Menyalahkan Korban dan Mendukung Femisida

    Sayyidah Nafisah

    Sayyidah Nafisah: Ulama Perempuan yang Berani Menegur Penguasa Zalim

    Sayyidah Nafisah binti al-Hasan

    Sayyidah Nafisah binti al-Hasan, Ulama Perempuan yang Diakui Para Imam Mazhab

    Sayyidah Nafisah

    Menelusuri Jejak Keilmuan Perempuan dalam Tradisi Islam: Pembacaan atas Sosok Sayyidah Nafisah

    Pesantren

    Dua Mahasiswa Ajukan Uji Materi UU Pesantren, Soroti Kepastian Jaminan Hak Pendidikan

    Sejarah Perempuan

    Membaca Ulang Jejak Perempuan dalam Sejarah Islam

    Sejarah Perempuan atas

    Menggugat Sejarah Perempuan: Pembacaan Kritis atas Jejak Sayyidah Sukainah

    Over Think Club

    Mubadalah.id Gelar Over Think Club Selama Ramadan, Angkat Isu Pernikahan, Disabilitas, hingga Kesehatan Mental

  • Kolom
    • All
    • Disabilitas
    • Keluarga
    • Lingkungan
    • Personal
    • Publik
    Life After Campus

    Life After Campus: Ternyata Pintar Saja Tak Cukup!

    Difabel di Sektor Formal

    Difabel di Sektor Formal: Kabar yang Harus Dirayakan

    Ideologi Kenormalan

    Kebijakan Publik dan Ideologi Kenormalan

    Industri Perfilman

    Mengapa Industri Perfilman Rentan Menjadi Sarang Predator Seksual?

    Membaca MBG

    Membaca MBG dari Kacamata Mubadalah

    Alteritas Disabilitas

    Alteritas Disabilitas dan Makna Kesalingan Etis

    Negara dan Zakat

    Negara dan Zakat; Garis Demarkasi yang Harus Dijaga

    Perempuan Salihah

    Mendefinisikan Ulang Perempuan Salihah di Era Kesetaraan

    Obsessive Love Disorder

    Obsessive Love Disorder: Antara Ketulusan Emosional dan Ancaman Psikososial

    • Keluarga
    • Personal
    • Publik
    • Disabilitas
    • Lingkungan
  • Khazanah
    • All
    • Hikmah
    • Pernak-pernik
    • Sastra
    Timbal Balik dalam

    QS. Al-Baqarah 187 dan 232 Tegaskan Prinsip Timbal Balik dan Kerelaan dalam Pernikahan

    Kemitraan

    Al-Qur’an Tegaskan Fondasi Kemitraan Suami Istri dalam QS ar-Rum 21 dan an-Nisa 19

    Hijrah

    Makna Luas Hijrah dan Jihad Menuju Kehidupan Lebih Adil

    Hijrah dan Jihad

    “Min Dzakarin aw Untsā”: Prinsip Kesetaraan dalam Hijrah dan Jihad

    Hijrah

    Al-Qur’an Tegaskan Hijrah dan Jihad untuk Laki-laki dan Perempuan

    Ayat Aurat

    QS. At-Taubah 71 Jadi Landasan Mubadalah Memaknai Aurat sebagai Tanggung Jawab Bersama

    Suara Perempuan sebagai

    Menimbang Ulang Anggapan Suara Perempuan sebagai Aurat

    Hadis Aurat

    Hadis tentang Perempuan sebagai Aurat Ditafsirkan secara Kontekstual

    Aurat sebagai Kerentanan

    Perspektif Mubadalah Memaknai Aurat sebagai Kerentanan Sosial

    • Hikmah
    • Pernak-pernik
    • Sastra
  • Rujukan
    • Ayat Quran
    • Hadits
    • Metodologi
    • Mubapedia
  • Tokoh
    • All
    • Profil
    Fazlur Rahman

    Fazlur Rahman: Memahami Spirit Kesetaraan dan Keadilan Gender dalam Al-Qur’an

    Idulfitri

    Khutbah Idulfitri: Mulai Kehidupan Baru di Bulan Syawal

    Sa'adah

    Sa’adah: Sosok Pendamping Korban Kekerasan Terhadap Perempuan dan Anak  

    Tahun Baru 2025

    Do’a Tahun Baru 2025

    Umi Nyai Sintho' Nabilah Asrori

    Umi Nyai Sintho’ Nabilah Asrori : Ulama Perempuan yang Mengajar Santri Sepuh

    Rabi'ah Al-'Adawiyah

    Sufi Perempuan: Rabi’ah Al-‘Adawiyah

    Ning Imaz

    Ning Imaz Fatimatuz Zahra: Ulama Perempuan Muda Berdakwah Melalui Medsos

    Siti Hanifah Soehaimi

    Siti Hanifah Soehaimi: Penyelamat Foto Perobekan Bendera Belanda di Hotel Yamato yang Sempat Hilang

    Teungku Fakinah

    Teungku Fakinah Ulama Perempuan dan Panglima Perang

  • Monumen
  • Zawiyah
No Result
View All Result
Keadilan dan Kesetaraan Gender - Mubadalah
No Result
View All Result
Home Film

Film CODA (2021): Potret Keluarga Ala Perspektif Mubadalah

Cinta tidak harus dengan perkataan “aku cinta kamu”. Memberikan cinta berarti saling mengasihi satu sama lain

Zenit Miung by Zenit Miung
2 Februari 2026
in Film, Rekomendasi
A A
0
Film Coda (2021)

Film Coda (2021)

24
SHARES
1.2k
VIEWS
Share on FacebookShare on TwitterShare on Whatsapp

Mubadalah.id – Film CODA (2021) alias Child of Deaf Adults menceritakan seorang anak remaja, Ruby Rossi (Emilia Jones), dibesarkan oleh orang tua Tuli. Ayahnya adalah Frank Rossi (Troy Kotsur) dan ibunya Jackie Rossi (Marlee Matlin). Saudaranya bernama Leo Rossi (Daniel Durant) pun mempunyai kondisi  sama dengan orang tuanya.

Ruby adalah siswa kelas 12 SMA yang pendiam. Dia mempunyai bakat terpendam. Pandai menyanyi dan merdu sekali. Ayah dan kakak laki-lakinya berprofesi sebagai nelayan. Ibunya seorang ibu rumah tangga.

Film ini mengadaptasi dari Film Prancis La Familie Bélier tahun 2014. Sutradaranya mendapatkan penghargaan dengan nominee Penulis Naskah Adaptasi terbaik di Academy Awards (Oscars) ke-94.

Film berdurasi 1 jam 51 menit ini menyajikan bagaimana peran dan relasi keluarga dari perspektif mubadalah. Masing-masing anggota keluarga mempunyai ikatan kesalingan.

Keluarga Menurut Perspektif Mubadalah

Dalam buku Qira’ah Mubadalah, Faqihuddin Abdul Kodir menuliskan bahwa Mubadalah berasal dari Bahasa Arab. Kata itu dari suku kata Ba’ Dal Lam (badala). Artinya mengganti, mengubah, menukar.

Makna lain, mubadalah merupakan bentuk kesalingan (mufa’alah) dan kerja sama antar dua pihak (musyarakah). Artinya saling mengganti, saling mengubah, saling menukar satu sama lain. Ada nilai kesalingan, kerja sama, dan timbal balik.

Pada menit 8.41 sampai 9.48 memperlihatkan Frank bekerja sama dengan istrinya menyajikan makan malam. Istrinya menyiapkan piring di atas meja. Sederhana tapi ini perilaku bahasa kasih suami istri. Musyarakah berbagi tugas domestik dalam sebuah rumah tangga.

Ruby membantu ayah dan kakaknya menangkap ikan di laut. Dia pula yang menjualkan hasil tangkapannya ke tengkulak. Ya, Ruby adalah jembatan komunikasi antara keluarga dengan orang-orang “mendengar”.

Ruby merasa ayahnya sedang membutuhkan dirinya ketika situasi guncangan finansial. Dia sebagai media komunikasi antar penjaga pantai dengan radio di kapal untuk memperingatkan batas teritorial hasil tangkapan laut. Dia memutuskan untuk membatalkan mendaftar beasiswa sekolah musik.

Kakaknya yang tahu Ruby punya bakat menyanyi menentang adiknya membatalkan melanjutkan sekolah tinggi. Leo tidak mau cita-cita adiknya terhambat hanya untuk interpreter bahasa isyarat orang tuanya saja.

Sang kakak mendukung 100 persen adiknya untuk meraih mimpinya. Melanjutkan pendidikan ke sekolah musik. Dia tahu adiknya mempunyai talenta menyanyi yang luar biasa.  Orang tua dan dirinya mampu  menangkap hasil laut sendiri  dan mengurus bisnis perikanan.

Komunikasi Kunci Resiliensi Keluarga

Ruby: Ibu pernah ingin aku Tuli?

Jackie: (Berbahasa isyarat) Saat kau lahir di rumah sakit, kamu diberi tes pendengaran. Kamu kecil dan manis dengan elektroda di seluruh tubuhmu. Dan aku berdoa kamu akan menjadi tunarungu. Para tim medis mengatakan kamu bisa mendengar. Aku merasa hatiku sangat sedih.

Ruby: Kenapa?

Jackie: (Bahasa isyarat) Aku cemas kita tidak bisa akrab. Seperti aku dan ibuku. Kami tidak bisa akrab.

Dialog singkat yang menyentuh hati antara ibu dan anak perempuannya. Ibunya berpikir jika menjadi tunarungu akan menjadi ibu yang buruk dan selalu mengecewakan putrinya. Anak perempuan itu justru merasa bersyukur mempunyai ibu hebat tunarungu.

Keluarga Rossi selalu bermusyawarah dalam situasi apapun. Mereka membincang soal masalah keuangan, awal mula ingin mendirikan koperasi ikan, dan keinginan anak perempuannya melanjutkan pendidikan tinggi.

Dalam mengimplementasikan pilar rumah tangga, keluarga yang harmonis bukan berarti lepas dari sebuah konflik. Anggota keluarga mampu mengelola konflik dengan prinsip-prinsip mubadalah: saling memahami dan saling berkomunikasi.

Komunikasi dapat menjadi resiliensi keluarga. Proses berkomunikasi menghasilkan sikap saling mengungkapkan perasaan masing-masing, saling berbagi, dan berempati. (Sri Lestari, Psikologi Keluarga).

Fungsi berbicara antar anggota berkolaborasi untuk menyelesaikan masalah. Beban anggota keluarga dapat dipikul bersama-sama. Pola komunikasi dalam Film CODA (2021) mengimplementasikan adanya nilai mubadalah.

Ruby dan Mekarnya Kepercayaan Dirinya

Latar belakang keluarga Ruby yang Tuli membuatnya menjadi bahan olokan di sekolah. Dia pernah berbicara seperti orang Tuli. Teman-temannya mengejeknya. Dampaknya dia tidak yakin dan percaya diri bahwa dia mempunyai suara menyanyi yang indah.

Ruby tidak malu mempunyai keluarga Tuli. Hanya saja dia tidak ingin kondisi ayah-ibu serta kakaknya menjadi bahan olokan di depan umum.

Bernardo Villalobos (Eugenio Derbez) adalah pelatih ekskul paduan suara di sekolah. Orang yang menyakinkan Ruby  menemukan jati dirinya memiliki suara emas. Dari situ, percaya diri dalam dirinya mekar kembali. Dia berani bernyanyi di depan teman-temannya dan ikut serta dalam paduan suara.

Bernardo mendorong anak didiknya yang tomboy itu untuk mendaftar beasiswa sekolah musik. Dia dapat melihat potensi bahwa Ruby layak untuk mendapatkan pengetahuan tentang musik lebih mendalam.

Eksklusivitas Ruby, Frank, Jackie, dan Leo

“Film adalah refleksi dari realita itu sendiri,” kata Reza Rahadian di Kita Kumpul Online Bersama FFI yang diselenggarakan Komunitas Narasi 2021 silam.

Perkataan Reza ini maksudnya cerita atau adegan pembuatan film diambil dari kenyataan sosial yang acap kali terjadi di sekitar kita. Salah satu realitanya adalah disabilitas tidak mendapatkan akses inklusif saat di ruang publik.

Melalui film CODA (2021), menggambarkan eksklusivitas Teman Tuli ketika sedang menonton paduan suara. Juru bahasa isyarat atau layar tulisan tida ada .

Mereka bertiga hanya melihat terpaku dalam sunyi sambil senyum tipis. Barulah mereka tersenyum lebar ketika Greetie, teman karib Ruby sekaligus pacar Leo, mengatakan suara Ruby sangat bagus.

Penonton lain menikmati suara-suara merdu dari koor paduan suara. Orang tua Ruby hanya duduk tanpa ekspresi. Terkadang mereka berbicara sendiri membahas menu makan malam. Wajar saja mereka tidak bisa mendengar  suara merdu sang putrinya.

Mereka  hanya bisa menirukan apa yang orang-orang lain lakukan, seperti: tepuk tangan dan berdiri sebagai apresiasi terhadap penampil di atas panggung.

Sang sutradara pula menggambarkan non disabilitas mengalami eksklusivitas. Ketika sedang makan malam, Jackie melarang Ruby mendengarkan musik. Itu melukai harga diri seorang Tuli.

Selang beberapa detik, Leo memainkan Tinder di meja makan. Ruby protes. Mengapa dia tidak boleh mendengarkan musik? Jackie dan Frank mendukung Leo bermain Tinder. Ibunya menjawab satu keluarga bisa merasakan bermain Tinder. Musik tidak bisa dirasakan bersama.

Tidak hanya itu, sesama disabilitas merasakan stigma bahwa dia tidak mampu berbuat apa- apa. Ceritanya Frank dan Jackie tidak mempercayakan urusan bisnis perikanan kepada Leo. Anak laki-lakinya ini sebenarnya  mampu menjadi interpreter orang tuanya.  dia mampu membaca bahasa bibir. Dia cakap mengurus bisnis keluarga. Ide mendirikan koperasi adalah Leo.

Ya, gambaran-gambaran di atas mengungkapkan bahwa eksklusivitas terjadi pada disabilitas, non disabilitas atau dan antar disabilitas sendiri.

Film Coda Memotret Disabilitas Sebagai Subjek Utuh

Di film Coda (2021) sutradara membentuk karakter disabilitas tidak menjadi “objek kasihan”. Mereka sebagai subjek utuh. Artinya Teman Tuli ini dapat menjalani kehidupan layaknya manusia non disabilitas.

Frank dan Jackie sebagai orang tua mampu mengasuh anak-anaknya. Mereka bekerja, mengumpat, saling cinta satu sama lain. Frank terkadang melakukan “jokes bapak-bapak”. Leo memadu kasih dengan Greetie. Jago mengelola koperasi ikan. Mampu bersosialisasi. Pergi ke bar. Melindungi adiknya.

Ketika pertemuan antara komunitas nelayan, Frank bersuara dengan bahasa isyarat (interpreter: anak perempuannya) tentang ketidakadilan harga ikan di tempat lelang. Hasil tangkapan lautnya selalu dibeli tengkulak dengan harga rendah.

Dia mengusulkan akan mendirikan koperasi. Pembeli akan membeli ikan dari nelayan. Dengan begitu, para nelayan mendaptkan harga yang seimbang dari jualan ikan.

Sang sutradara dan penulis naskah, Sian Herder, berhasil menggambarkan perspektif mubadalah dimana disabilitas setara dengan non disabilitas. Maknanya disabilitas dianggap manusia yang utuh.

Bahasa Cinta Tanpa Suara

Cinta tidak harus dengan perkataan “aku cinta kamu”. Memberikan cinta berarti saling mengasihi satu sama lain. Saling mendengar pendapat tanpa berpikir pendapat siapa yang benar atau salah. Saling merelakan, menghargai, menghormati, memahami, mendukung, dan bekerjasama.

Dalam scene audisi beasiswa musik, Ruby menyanyikan lagu Both Sides, Now oleh Joni Mitchell. Keluarganya turut menjadi penonton. Melihat kehadiran mereka, dia bernyanyi sambil berbahasa isyarat. Mereka terharu  “mendengar” Ruby bernyanyi.

Setelah melihat potensi diri anaknya, Frank dan Jackie mulai mendengarkan apa pendapat Ruby. Mereka sebenarnya tidak mau berinteraksi dengan orang-orang yang mendengar. Frank merasa ribet. Jackie merasa tidak berani bersosialisasi. Leo berani bersosialisasi.  Dia bisa membaca bahasa bibir.

Frank mempekerjakan orang rungu di kapalnya. Jackie mulai membuka diri untuk berinteraksi dengan orang-orang rungu. Leo mendapatkan kepercayaan untuk mengurus bisnis koperasi ikan.

Jackie dan Frank merelakan Ruby untuk menempuh pendidikan musik di kota lain. Mereka berempat berpelukan erat melepas kepergian Ruby.

Mereka saling menunjukkan rasa cinta satu sama lain melalui bahasa isyarat Amerika atau  ASL- American Sign Language. Jari kelingking, telunjuk, dan ibu jari ke atas, jari manis menekuk ke telapak tangan dan jari tengah menunggangi jari telunjuk. Salam inklusi! []

Tags: AksesibilitasFilm Coda (2021)Hak Penyandang DisabilitasInklusi SosialIsu Disabilitas
Konten ini dilisensikan di bawah CC BY-ND 4.0
Previous Post

Strategi Rahmah El-Yunusiyah Memajukan Pendidikan Perempuan

Next Post

Di Balik Cinta dan Kebencian kepada Gus Dur

Zenit Miung

Zenit Miung

Kunci menulis adalah membaca

Related Posts

Difabel di Sektor Formal
Disabilitas

Difabel di Sektor Formal: Kabar yang Harus Dirayakan

3 Maret 2026
Transportasi Publik
Disabilitas

Pengalaman Pertama Naik Bis dan Membayangkan Transportasi Publik Ramah Disabilitas

27 Februari 2026
Perempuan Tunanetra Transjakarta
Disabilitas

Perempuan Tunanetra Transjakarta: Empati yang Tidak Sampai ke Halte

26 Februari 2026
Difabilitas
Disabilitas

Merebut Makna: Disabilitas ke Difabilitas

24 Februari 2026
Masjid
Disabilitas

Ekslusi Masjid: Cara Pandang yang Membatasi

18 Februari 2026
Post-Disabilitas
Disabilitas

Post-Disabilitas: “Kandang Emas” dan Kebutuhan Hakiki

18 Februari 2026
Next Post
Gus Dur yang

Di Balik Cinta dan Kebencian kepada Gus Dur

Please login to join discussion
No Result
View All Result

TERBARU

  • QS. Al-Baqarah 187 dan 232 Tegaskan Prinsip Timbal Balik dan Kerelaan dalam Pernikahan
  • Life After Campus: Ternyata Pintar Saja Tak Cukup!
  • Al-Qur’an Tegaskan Fondasi Kemitraan Suami Istri dalam QS ar-Rum 21 dan an-Nisa 19
  • Antara Perintis dan Pewaris: Dualisme di Panggung Kabuki dalam Film Kokuho (2025)
  • Makna Luas Hijrah dan Jihad Menuju Kehidupan Lebih Adil

Komentar Terbaru

  • M. Khoirul Imamil M pada Amalan Muharram: Melampaui “Revenue” Individual
  • Asma binti Hamad dan Hilangnya Harapan Hidup pada Mengapa Tuhan Tak Bergeming dalam Pembantaian di Palestina?
  • Usaha, Privilege, dan Kehendak Tuhan pada Mengenalkan Palestina pada Anak
  • Salsabila Septi pada Memaknai Perjalanan Hidup di Usia 25 tahun; Antara Kegagalan, Kesalahan dan Optimisme
  • Zahra Amin pada Perbincangan Soal Jilbab
  • Tentang
  • Redaksi
  • Kontributor
  • Kirim Tulisan
Kontak kami:
[email protected]

Mubadalah.id © 2026 by Mubadalah is licensed under CC BY-ND 4.0

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password? Sign Up

Create New Account!

Fill the forms below to register

All fields are required. Log In

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
No Result
View All Result
  • Home
  • Aktual
  • Kolom
    • Keluarga
    • Personal
    • Publik
    • Disabilitas
    • Lingkungan
  • Khazanah
    • Hikmah
    • Pernak-pernik
    • Sastra
  • Rujukan
    • Ayat Quran
    • Hadits
    • Metodologi
    • Mubapedia
  • Tokoh
  • Monumen
  • Zawiyah
  • Login
  • Sign Up

Mubadalah.id © 2026 by Mubadalah is licensed under CC BY-ND 4.0