Mubadalah.id – Sejarah awal Islam mencatat bahwa dakwah Nabi Muhammad Saw. tidak hanya ditopang oleh umat Islam, tetapi juga oleh individu-individu non-Muslim. Dukungan tersebut hadir dalam berbagai fase penting, termasuk pada masa-masa paling krusial dalam perjalanan dakwah Nabi.
Salah satu tokoh awal yang mendukung Nabi adalah Waraqah bin Naufal, seorang pendeta Nasrani sekaligus paman Khadijah Ra. Ia menjadi sosok yang meneguhkan Nabi Muhammad Saw. setelah menerima wahyu pertama.
Selain itu, Abu Thalib, paman Nabi, memainkan peran sentral dalam melindungi dakwah Islam di Makkah. Meski dalam pandangan Sunni Abu Thalib tidak memeluk Islam hingga akhir hayatnya, seluruh pengaruh sosial dan politik yang ia miliki digunakan untuk melindungi Nabi dari tekanan Quraisy.
Dukungan signifikan lainnya datang dari Raja Najasyi di Habasyah (Etiopia). Raja beragama Kristen tersebut memberikan suaka politik, perlindungan hukum. Serta dukungan ekonomi kepada lebih dari 70 Muslim yang hijrah karena tekanan di Makkah.
Sebagian dari mereka menetap di Habasyah selama lebih dari 14 tahun, hidup di bawah hukum Kristen yang berlaku saat itu, jauh dari komunitas Muslim di Madinah.
Relasi kepercayaan ini mendapat apresiasi langsung dari Nabi Muhammad Saw. Salah satunya Nabi tunjukkan ketika ia mewakilkan pernikahannya dengan Ramlah binti Abu Sufyan Ra. kepada Raja Najasyi. Tindakan ini dipandang sebagai bentuk pengakuan atas keadilan dan integritas penguasa non-Muslim tersebut.
Fakta-fakta historis ini menunjukkan bahwa relasi antarumat beragama pada masa Nabi tidak selalu berkonflik. Melainkan juga kerja sama, kepercayaan, dan perlindungan timbal balik. []
Sumber Tulisan: Ayat-ayat Relasi antar Umat Berbeda Agama dalam Perspektif Mubadalah



















































