Rabu, 4 Februari 2026
  • Login
  • Register
Keadilan dan Kesetaraan Gender - Mubadalah
Dukung kami dengan donasi melalui
Bank Syariah Indonesia 7004-0536-58
a.n. Yayasan Fahmina
  • Home
  • Aktual
    Harlah 100 Tahun

    Pesan-pesan Penting dalam Perayaan Harlah 100 Tahun Masehi NU

    Nikah Muda

    Romantisasi Nikah Muda dan Sunyinya Bangku Pendidikan

    Tertawa

    Tertawa, Tapi Tidak Setara: Mens Rea, Komedi, dan Ruang Bicara Publik

    Laras Faizati

    Kritik Laras Faizati Menjadi Suara Etika Kepedulian Perempuan

    Natal

    Makna Natal Perspektif Mubadalah: Feminis Maria Serta Makna Reproduksi dan Ketubuhan

    Kekerasan di Kampus

    IMM Ciputat Dorong Peran Mahasiswa Perkuat Sistem Pelaporan Kekerasan di Kampus

    Kekerasan di Kampus

    Peringati Hari Ibu: PSIPP ITB Ahmad Dahlan dan Gen Z Perkuat Pencegahan Kekerasan Berbasis Gender di Kampus

    KUPI yang

    KUPI Jadi Ruang Konsolidasi Para Ulama Perempuan

    gerakan peradaban

    Peran Ulama Perempuan KUPI dalam Membangun Gerakan Peradaban

  • Kolom
    • All
    • Disabilitas
    • Keluarga
    • Lingkungan
    • Personal
    • Publik
    Board of Peace

    Board of Peace dan Kegelisahan Warga Indonesia

    Kader Ulama Perempuan

    Penguatan Agensi Perempuan lewat Beasiswa LPDP Kader Ulama Perempuan

    Disabilitas dan Dunia Kerja

    Disabilitas dan Dunia Kerja: Antara Regulasi dan Realita

    Disabilitas Psikososial

    Disabilitas Psikososial: Mengenal Luka Tak Kasatmata dalam Perspektif Mubadalah

    Perempuan ke Masjid

    Akses Perempuan ke Masjid dan Tantangan Sosial Hari Ini

    Seporsi Mie Ayam Sebelum Mati

    Buku Seporsi Mie Ayam Sebelum Mati; Pentingnya Menjaga Kesehatan Mental

    Golek Garwo

    Optimisme ā€œGolek Garwoā€ dan Cherry-picking Kebahagiaan

    "Azl

    ā€˜Azl dalam Islam: Izin, Rida, dan Amanah Kenikmatan Suami Istri

    Ayahnya

    Ayah Belajar Empati, Anak Belajar Berbudi Pekerti

    • Keluarga
    • Personal
    • Publik
    • Disabilitas
    • Lingkungan
  • Khazanah
    • All
    • Hikmah
    • Pernak-pernik
    • Sastra
    Malam Nisfu Sya’ban

    Tradisi Malam Nisfu Sya’ban di Indonesia

    Malam Nisfu Sya’ban

    Ampunan Dosa di Malam Nisfu Sya’ban

    Nisfu Sya'ban

    Nisfu Sya’ban, Momentum Evaluasi dan Laporan Amal Umat Islam

    Amalan Nisfu Sya'ban

    Nisfu Sya’ban dan Ragam Amalan Utama Menjelang Ramadhan

    Perempuan Shalat Subuh

    Hadis Bukhari Catat Perempuan Shalat Subuh Berjamaah di Masjid Nabi

    Perempuan ke Masjid

    Akses Perempuan ke Masjid dan Tantangan Sosial Hari Ini

    Melarang Perempuan

    Nabi Tidak Melarang Perempuan Shalat di Masjid

    Pernikahan sebagai

    Menempatkan Perceraian sebagai Jalan Akhir dalam Pernikahan

    Menggugat Cerai

    Hak Perempuan Menggugat Cerai

    • Hikmah
    • Pernak-pernik
    • Sastra
  • Rujukan
    • All
    • Ayat Quran
    • Hadits
    • Metodologi
    • Mubapedia
    Perempuan Fitnah

    Perempuan Fitnah Laki-laki? Menimbang Ulang dalam Perspektif Mubadalah

    Idul Fitri

    Teks Khutbah Idul Fitri 1446 H: Menjadi Insan Bertakwa dan Mewujudkan Masyarakat Berkeadaban di Hari Kemenangan

    Idul Fitri

    Teks Khutbah Idul Fitri 1446 H: Merayakan Kemenangan dengan Syukur, Solidaritas, dan Kepedulian

    Membayar Zakat Fitrah

    Masihkah Kita Membayar Zakat Fitrah dengan Beras 2,5 Kg atau Uang Seharganya?

    Ibu menyusui tidak puasa apa hukumnya?

    Ibu Menyusui Tidak Puasa Apa Hukumnya?

    kerja domestik adalah tanggung jawab suami dan istri

    5 Dalil Kerja Domestik adalah Tanggung Jawab Suami dan Istri

    Menghindari Zina

    Jika Ingin Menghindari Zina, Jangan dengan Pernikahan yang Toxic

    Makna Ghaddul Bashar

    Makna Ghaddul Bashar, Benarkah Menundukkan Mata Secara Fisik?

    Makna Isti'faf

    Makna Isti’faf, Benarkah hanya Menjauhi Zina?

    • Ayat Quran
    • Hadits
    • Metodologi
    • Mubapedia
  • Tokoh
    • All
    • Profil
    Fazlur Rahman

    Fazlur Rahman: Memahami Spirit Kesetaraan dan Keadilan Gender dalam Al-Qur’an

    Idulfitri

    Khutbah Idulfitri: Mulai Kehidupan Baru di Bulan Syawal

    Sa'adah

    Sa’adah: Sosok Pendamping Korban Kekerasan Terhadap Perempuan dan Anak Ā 

    Tahun Baru 2025

    Do’a Tahun Baru 2025

    Umi Nyai Sintho' Nabilah Asrori

    Umi Nyai Sintho’ Nabilah Asrori : Ulama Perempuan yang Mengajar Santri Sepuh

    Rabi'ah Al-'Adawiyah

    Sufi Perempuan: Rabi’ah Al-‘Adawiyah

    Ning Imaz

    Ning Imaz Fatimatuz Zahra: Ulama Perempuan Muda Berdakwah Melalui Medsos

    Siti Hanifah Soehaimi

    Siti Hanifah Soehaimi: Penyelamat Foto Perobekan Bendera Belanda di Hotel Yamato yang Sempat Hilang

    Teungku Fakinah

    Teungku Fakinah Ulama Perempuan dan Panglima Perang

  • Monumen
  • Zawiyah
No Result
View All Result
Keadilan dan Kesetaraan Gender - Mubadalah
  • Home
  • Aktual
    Harlah 100 Tahun

    Pesan-pesan Penting dalam Perayaan Harlah 100 Tahun Masehi NU

    Nikah Muda

    Romantisasi Nikah Muda dan Sunyinya Bangku Pendidikan

    Tertawa

    Tertawa, Tapi Tidak Setara: Mens Rea, Komedi, dan Ruang Bicara Publik

    Laras Faizati

    Kritik Laras Faizati Menjadi Suara Etika Kepedulian Perempuan

    Natal

    Makna Natal Perspektif Mubadalah: Feminis Maria Serta Makna Reproduksi dan Ketubuhan

    Kekerasan di Kampus

    IMM Ciputat Dorong Peran Mahasiswa Perkuat Sistem Pelaporan Kekerasan di Kampus

    Kekerasan di Kampus

    Peringati Hari Ibu: PSIPP ITB Ahmad Dahlan dan Gen Z Perkuat Pencegahan Kekerasan Berbasis Gender di Kampus

    KUPI yang

    KUPI Jadi Ruang Konsolidasi Para Ulama Perempuan

    gerakan peradaban

    Peran Ulama Perempuan KUPI dalam Membangun Gerakan Peradaban

  • Kolom
    • All
    • Disabilitas
    • Keluarga
    • Lingkungan
    • Personal
    • Publik
    Board of Peace

    Board of Peace dan Kegelisahan Warga Indonesia

    Kader Ulama Perempuan

    Penguatan Agensi Perempuan lewat Beasiswa LPDP Kader Ulama Perempuan

    Disabilitas dan Dunia Kerja

    Disabilitas dan Dunia Kerja: Antara Regulasi dan Realita

    Disabilitas Psikososial

    Disabilitas Psikososial: Mengenal Luka Tak Kasatmata dalam Perspektif Mubadalah

    Perempuan ke Masjid

    Akses Perempuan ke Masjid dan Tantangan Sosial Hari Ini

    Seporsi Mie Ayam Sebelum Mati

    Buku Seporsi Mie Ayam Sebelum Mati; Pentingnya Menjaga Kesehatan Mental

    Golek Garwo

    Optimisme ā€œGolek Garwoā€ dan Cherry-picking Kebahagiaan

    "Azl

    ā€˜Azl dalam Islam: Izin, Rida, dan Amanah Kenikmatan Suami Istri

    Ayahnya

    Ayah Belajar Empati, Anak Belajar Berbudi Pekerti

    • Keluarga
    • Personal
    • Publik
    • Disabilitas
    • Lingkungan
  • Khazanah
    • All
    • Hikmah
    • Pernak-pernik
    • Sastra
    Malam Nisfu Sya’ban

    Tradisi Malam Nisfu Sya’ban di Indonesia

    Malam Nisfu Sya’ban

    Ampunan Dosa di Malam Nisfu Sya’ban

    Nisfu Sya'ban

    Nisfu Sya’ban, Momentum Evaluasi dan Laporan Amal Umat Islam

    Amalan Nisfu Sya'ban

    Nisfu Sya’ban dan Ragam Amalan Utama Menjelang Ramadhan

    Perempuan Shalat Subuh

    Hadis Bukhari Catat Perempuan Shalat Subuh Berjamaah di Masjid Nabi

    Perempuan ke Masjid

    Akses Perempuan ke Masjid dan Tantangan Sosial Hari Ini

    Melarang Perempuan

    Nabi Tidak Melarang Perempuan Shalat di Masjid

    Pernikahan sebagai

    Menempatkan Perceraian sebagai Jalan Akhir dalam Pernikahan

    Menggugat Cerai

    Hak Perempuan Menggugat Cerai

    • Hikmah
    • Pernak-pernik
    • Sastra
  • Rujukan
    • All
    • Ayat Quran
    • Hadits
    • Metodologi
    • Mubapedia
    Perempuan Fitnah

    Perempuan Fitnah Laki-laki? Menimbang Ulang dalam Perspektif Mubadalah

    Idul Fitri

    Teks Khutbah Idul Fitri 1446 H: Menjadi Insan Bertakwa dan Mewujudkan Masyarakat Berkeadaban di Hari Kemenangan

    Idul Fitri

    Teks Khutbah Idul Fitri 1446 H: Merayakan Kemenangan dengan Syukur, Solidaritas, dan Kepedulian

    Membayar Zakat Fitrah

    Masihkah Kita Membayar Zakat Fitrah dengan Beras 2,5 Kg atau Uang Seharganya?

    Ibu menyusui tidak puasa apa hukumnya?

    Ibu Menyusui Tidak Puasa Apa Hukumnya?

    kerja domestik adalah tanggung jawab suami dan istri

    5 Dalil Kerja Domestik adalah Tanggung Jawab Suami dan Istri

    Menghindari Zina

    Jika Ingin Menghindari Zina, Jangan dengan Pernikahan yang Toxic

    Makna Ghaddul Bashar

    Makna Ghaddul Bashar, Benarkah Menundukkan Mata Secara Fisik?

    Makna Isti'faf

    Makna Isti’faf, Benarkah hanya Menjauhi Zina?

    • Ayat Quran
    • Hadits
    • Metodologi
    • Mubapedia
  • Tokoh
    • All
    • Profil
    Fazlur Rahman

    Fazlur Rahman: Memahami Spirit Kesetaraan dan Keadilan Gender dalam Al-Qur’an

    Idulfitri

    Khutbah Idulfitri: Mulai Kehidupan Baru di Bulan Syawal

    Sa'adah

    Sa’adah: Sosok Pendamping Korban Kekerasan Terhadap Perempuan dan Anak Ā 

    Tahun Baru 2025

    Do’a Tahun Baru 2025

    Umi Nyai Sintho' Nabilah Asrori

    Umi Nyai Sintho’ Nabilah Asrori : Ulama Perempuan yang Mengajar Santri Sepuh

    Rabi'ah Al-'Adawiyah

    Sufi Perempuan: Rabi’ah Al-‘Adawiyah

    Ning Imaz

    Ning Imaz Fatimatuz Zahra: Ulama Perempuan Muda Berdakwah Melalui Medsos

    Siti Hanifah Soehaimi

    Siti Hanifah Soehaimi: Penyelamat Foto Perobekan Bendera Belanda di Hotel Yamato yang Sempat Hilang

    Teungku Fakinah

    Teungku Fakinah Ulama Perempuan dan Panglima Perang

  • Monumen
  • Zawiyah
No Result
View All Result
Keadilan dan Kesetaraan Gender - Mubadalah
No Result
View All Result
Home Kolom Personal

Benarkah Stoikisme Obat di Abad ke-21?

Sebagai pembuka, saya menegaskan bahwa yang menjadi bahasan bukanlah Stoikisme an sich, melainkan bagaimana sekarang ia populer di Indonesia

Dimas Candra by Dimas Candra
4 Desember 2023
in Personal
A A
0
Stoikisme

Stoikisme

15
SHARES
754
VIEWS
Share on FacebookShare on TwitterShare on Whatsapp

Stoikisme model ini juga mengaburkan siapa-siapa saja yang bertanggung jawab atas semua ini. Maka, Stoikisme adalah doktrin yang keliru.

Mubadalah.id – Stoikisme adalah barang lama yang kini laris kembali ke permukaan. Ia ada, sebagai sebuah sistem pemikiran, pada era Helenis di abad ke-300 SM. Kita mungkin tidak bisa membayangkan setua apa tokoh-tokoh Stoikisme apabila masih hidup sampai sekarang.

Saat ini, hampir semua generasi Z tahu apa itu Stoikisme. Entah itu dari video Youtube-nya Ferry Irwandi, Filosofi Teras gubahan Henry Manampiring, atau mungkin dari Cara Menjadi Stoik-nya Massimo Pigliucci.

Sebagai pembuka yang baik, saya menegaskan bahwa yang akan menjadi bahasan pada tulisan ini bukanlah Stoikisme an sich sebagaimana ada di dalam entri-entri ensiklopedia filsafat, melainkan bagaimana Stoikisme populer di Indonesia saat ini.

Perkembangan di Abad ke-21

Apabila kita berbicara tentang Stoikisme di era sekarang, secara spesifik di Indonesia, apa yang akan kita temui adalah Stoikisme sebagai sebuah gaya hidup. Ia ada dan hadir untuk kita sebagai tuntunan dan wejangan hidup dari risalah kuno yang coba direartikulasikan ulang oleh orang-orang seperti Henry Manampiring, Ferry Irwandi, dkk. sebagai obat yang selama ini terpendam.

Tentu, analogi obat erat kaitannya dengan penyakit, lantas, penyakit apakah itu? Tak lain adalah penyakit tentang bagaimana realita seringkali tak sesuai ekspektasi. Tentu hal ini kontroversial, tetapi tepat dari situlah segala penyakit spesifik lainnya hadir, seperti cemas, depresi, dll.

Stoikisme mereka bawa mencoba mengkodifikasi prinsip pengendalian pikiran untuk menjadi pedoman tiap-tiap insan untuk menghadapi realitas yang seringkali kejam ini. Salah satunya adalah prinsip dikotomi kendali.

Sederhananya, prinsip ini mengatakan bahwa apa yang kita sebut sebagai dunia ini terbagi menjadi dua: internal dan eksternal. Internal adalah apa-apa yang ada di dalam kendali kita dan eksternal adalah yang tidak. Solilokui, pemikiran, rencana adalah beberapa hal yang dikategorikan sebagai anggota dari himpunan relitas internal. Realitas objektif, di sisi lain, adalah realitas eksternal.

Ciri dari realitas internal adalah realitas yang direngkuh utuh oleh manusia dan berlaku sebaliknya untuk kasus realitas eksternal. Ketidakbahagiaan muncul dari ketidakcocokan antara ekspektasi di realitas eksternal dengan apa yang terjadi sesungguhnya. Karena watak realitas eksternal yang serba-mungkin, akan menjadi absurd apabila kita meletakkan harapan kita di hamparan realitas eksternal.

Peluang ketidakbahagiaan akan menjadi semakin besar. Konsekuensinya adalah Stoikisme sangat menekankan tentang ke-ā€œdiriā€-an. Apabila kamu ingin bahagia, fokuslah pada apa yang dapat kamu ubah. Begitupun juga dengan penolakan Stoikisme terhadap konsep ketidakbahagiaan itu sendiri.

Stoikisme berujar bahwa yang menyebabkan ketidakbahagiaan itu adalah justru pikiran kita sendiri. Kitalah yang memiliki kendali penuh atas ketidakbahagiaan itu. Dengan kata lain, Stoikisme adalah mindset engineering sekaligusĀ perwujudan nyata dari jargon ā€œsemuanya tergantung mindsetā€.

Sebuah Catatan Pembacaan

Tentu, semua insan mendambakan kebahagiaan. Tak ayal, manusia akan melakukan apa pun untuk mencapai kebahagiaannya—meski dengan cara yang bermasalah. Namun, ada beberapa hal yang hendak saya komentari terkait merebaknya aliran Stoikisme sebagai “katalis kebahagiaan” insan abad ke-21 ini.

Pertama, apabila pembaca adalah seseorang yang cukup sabar sedikit untuk mengulik lebih jauh tentang Stoikisme ini, pembaca akan menjumpai panorama yang sama sekali lain mengenai Stoikisme ini.

Stoikisme merupakan tradisi filsafat yang kaya. Di dalamnya terdapat banyak sekali cabang-cabang pemikiran seperti logika Stoik (yang menjadi cikal bakal logika klasik), ontologi Stoik, dan masih banyak lagi. Ā Sungguh sayang apabila kosakata ā€œStoikismeā€ terdistorsi maknanya menjadi sekadar racikan obat kuat mental semata.

Tentu, bagi sebagian kalangan, ini hanya persoalan bahasa saja. Semuanya akan selesai apabila tercapai mufakat mengenai penggunaan kosakata ā€œStoikismeā€ itu.Ā  Akan tetapi, izinkan saya untuk menuliskan risalah curiga terhadapnya sekali lagi. Kali ini bukan tentang kosakata, melainkan secara doktriner.

Stoikisme Adalah Candu

Fitur utama dari doktrin Stoikisme adalah bagaimana realitas terpisah menjadi dua: internal vs. eksternal atau, dengan kata lain, realitas subjek vs. realitas objek. Dan, pada pokok terakhir, adalah bagaimana memperoleh kebahagiaan dengan berfokus pada pembenahan realitas subjektif dan pengurangan ekspektasi terhadap realitas objektif. Asumsi implisitnya adalah bahwa subjek tak berdaya di hadapan realitas objektif yang serba-mungkin (contingent).

Pada tahap ini, Stoikisme tak ubahnya ā€œcanduā€ masyarakat yang menghalang-halangi kebobrokan struktur realitas yang merusak bagi individunya. Dengan menggunakan analogi kesehatan, menganut Stoikisme artinya mengonsumsi obat pereda nyeri kepala terus-menerus, tetapi lupa dengan apa penyebab utama dari nyeri kepala tersebut.

Stoikisme juga mengecilkan kemampuan individu, di hadapan realitas objektif yang menekan itu, untuk memberontak dan menata ulang realitas yang tujuannya adalah kebahagiaan absolut. Stoikisme model ini juga mengaburkan siapa-siapa saja yang bertanggung jawab atas semua ini. Maka, Stoikisme adalah doktrin yang keliru.

Meskipun begitu, upaya pencarian kebahagiaan absolut masih dilanjutkan. Akan tetapi, kini kita sudah memiliki standar mengenai ajaran apa yang mampu mengemansipasi kita menuju kebahagiaan yang absolut itu. Ajaran yang memberi kita rasa percaya diri untuk melawan dan menata ulang realitas ini. Karenanya, upaya merengkuh kebahagiaan sejati seharusnya diletakkan pada upaya-upaya peretasan atas realitas objektif tersebut. []

Tags: bahagiacatatanfilsafatKesehatan Mentalkritikstoikstoikisme
Konten ini dilisensikan di bawah CC BY-ND 4.0
Dimas Candra

Dimas Candra

Mahasiswa matematika di Universitas Brawijaya. Lahir dan besar di Semarang. Bosan dengan bahasa yang ndakik-ndakik. Suka nulis apa aja, tapi juga seringĀ  malas menyelesaikan tulisan. Sementara sedang berselancar untuk mendalami isu gender, pendidikan, sosial, dan lingkungan.

Related Posts

Disabilitas Psikososial
Disabilitas

Disabilitas Psikososial: Mengenal Luka Tak Kasatmata dalam Perspektif Mubadalah

2 Februari 2026
Seporsi Mie Ayam Sebelum Mati
Buku

Buku Seporsi Mie Ayam Sebelum Mati; Pentingnya Menjaga Kesehatan Mental

2 Februari 2026
Kesehatan mental
Lingkungan

Bukan Salah Iblis, Kesehatan Mental itu Konstruksi Sosial

2 Februari 2026
Mukjizat dalam Islam
Publik

Bagaimana Memahami Mukjizat dalam Islam MenurutĀ Dilthey?

19 Januari 2026
Kesehatan Mental
Personal

Pentingnya Circle of Trust dan Kesehatan Mental Aktivis Kemanusiaan

8 Januari 2026
Laras Faizati
Aktual

Kritik Laras Faizati Menjadi Suara Etika Kepedulian Perempuan

28 Desember 2025
Please login to join discussion
No Result
View All Result

TERPOPULER

  • Disabilitas dan Dunia Kerja

    Disabilitas dan Dunia Kerja: Antara Regulasi dan Realita

    29 shares
    Share 12 Tweet 7
  • Nisfu Sya’ban dan Ragam Amalan Utama Menjelang Ramadhan

    29 shares
    Share 12 Tweet 7
  • Refleksi Buku Drama Rumah Tangga, Catatan Ringan Seorang Ibu

    26 shares
    Share 10 Tweet 7
  • Ampunan Dosa di Malam Nisfu Sya’ban

    26 shares
    Share 10 Tweet 7
  • Board of Peace dan Kegelisahan Warga Indonesia

    26 shares
    Share 10 Tweet 7

TERBARU

  • Tradisi Malam Nisfu Sya’ban di Indonesia
  • Board of Peace dan Kegelisahan Warga Indonesia
  • Ampunan Dosa di Malam Nisfu Sya’ban
  • Refleksi Buku Drama Rumah Tangga, Catatan Ringan Seorang Ibu
  • Nisfu Sya’ban, Momentum Evaluasi dan Laporan Amal Umat Islam

Komentar Terbaru

  • dul pada Mitokondria: Kerja Sunyi Perempuan yang Menghidupkan
  • Refleksi Hari Pahlawan: Tiga Rahim Penyangga Dunia pada Menolak Gelar Pahlawan: Catatan Hijroatul Maghfiroh atas Dosa Ekologis Soeharto
  • M. Khoirul Imamil M pada Amalan Muharram: Melampaui ā€œRevenueā€ Individual
  • Asma binti Hamad dan Hilangnya Harapan Hidup pada Mengapa Tuhan Tak Bergeming dalam Pembantaian di Palestina?
  • Usaha, Privilege, dan Kehendak Tuhan pada Mengenalkan Palestina pada Anak
  • Tentang
  • Redaksi
  • Kontributor
  • Kirim Tulisan
Kontak kami:
[email protected]

Mubadalah.id Ā© 2026 by Mubadalah is licensed under CC BY-ND 4.0

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password? Sign Up

Create New Account!

Fill the forms below to register

All fields are required. Log In

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
No Result
View All Result
  • Home
  • Aktual
  • Kolom
    • Keluarga
    • Personal
    • Publik
    • Disabilitas
    • Lingkungan
  • Khazanah
    • Hikmah
    • Pernak-pernik
    • Sastra
  • Rujukan
    • Ayat Quran
    • Hadits
    • Metodologi
    • Mubapedia
  • Tokoh
  • Monumen
  • Zawiyah
  • Login
  • Sign Up

Mubadalah.id Ā© 2026 by Mubadalah is licensed under CC BY-ND 4.0