Rabu, 4 Februari 2026
  • Login
  • Register
Keadilan dan Kesetaraan Gender - Mubadalah
Dukung kami dengan donasi melalui
Bank Syariah Indonesia 7004-0536-58
a.n. Yayasan Fahmina
  • Home
  • Aktual
    Tragedi Anak NTT

    Tragedi Anak NTT, Simbol Kemewahan, dan Imam Al-Ghazali

    Harlah 100 Tahun

    Pesan-pesan Penting dalam Perayaan Harlah 100 Tahun Masehi NU

    Nikah Muda

    Romantisasi Nikah Muda dan Sunyinya Bangku Pendidikan

    Tertawa

    Tertawa, Tapi Tidak Setara: Mens Rea, Komedi, dan Ruang Bicara Publik

    Laras Faizati

    Kritik Laras Faizati Menjadi Suara Etika Kepedulian Perempuan

    Natal

    Makna Natal Perspektif Mubadalah: Feminis Maria Serta Makna Reproduksi dan Ketubuhan

    Kekerasan di Kampus

    IMM Ciputat Dorong Peran Mahasiswa Perkuat Sistem Pelaporan Kekerasan di Kampus

    Kekerasan di Kampus

    Peringati Hari Ibu: PSIPP ITB Ahmad Dahlan dan Gen Z Perkuat Pencegahan Kekerasan Berbasis Gender di Kampus

    KUPI yang

    KUPI Jadi Ruang Konsolidasi Para Ulama Perempuan

  • Kolom
    • All
    • Disabilitas
    • Keluarga
    • Lingkungan
    • Personal
    • Publik
    Difabel dalam Sejarah Yunani

    Menilik Kuasa Normalisme Difabel dalam Sejarah Yunani

    Dr. Fahruddin Faiz

    Dr. Fahruddin Faiz: Kerusakan Alam sebagai Cermin Moral Manusia

    Guru Honorer

    Nasib Miris Guru Honorer: Ketika Negara Menuntut Dedikasi, Tapi Abai pada Keadilan

    Board of Peace

    Board of Peace dan Kegelisahan Warga Indonesia

    Kader Ulama Perempuan

    Penguatan Agensi Perempuan lewat Beasiswa LPDP Kader Ulama Perempuan

    Disabilitas dan Dunia Kerja

    Disabilitas dan Dunia Kerja: Antara Regulasi dan Realita

    Disabilitas Psikososial

    Disabilitas Psikososial: Mengenal Luka Tak Kasatmata dalam Perspektif Mubadalah

    Perempuan ke Masjid

    Akses Perempuan ke Masjid dan Tantangan Sosial Hari Ini

    Seporsi Mie Ayam Sebelum Mati

    Buku Seporsi Mie Ayam Sebelum Mati; Pentingnya Menjaga Kesehatan Mental

    • Keluarga
    • Personal
    • Publik
    • Disabilitas
    • Lingkungan
  • Khazanah
    • All
    • Hikmah
    • Pernak-pernik
    • Sastra
    Membela Perempuan

    Islam Membela Perempuan

    Haji Wada'

    Posisi Perempuan dalam Wasiat Nabi di Haji Wada’

    Sujud

    Hadits Sujud sebagai Bahasa Penghormatan dalam Relasi Suami-Istri

    Sujudnya Istri

    Membaca Hadits Sujudnya Istri kepada Suami dengan Perspektif Mubadalah

    Malam Nisfu Sya’ban

    Tradisi Malam Nisfu Sya’ban di Indonesia

    Malam Nisfu Sya’ban

    Ampunan Dosa di Malam Nisfu Sya’ban

    Nisfu Sya'ban

    Nisfu Sya’ban, Momentum Evaluasi dan Laporan Amal Umat Islam

    Amalan Nisfu Sya'ban

    Nisfu Sya’ban dan Ragam Amalan Utama Menjelang Ramadhan

    Perempuan Shalat Subuh

    Hadis Bukhari Catat Perempuan Shalat Subuh Berjamaah di Masjid Nabi

    • Hikmah
    • Pernak-pernik
    • Sastra
  • Rujukan
    • All
    • Ayat Quran
    • Hadits
    • Metodologi
    • Mubapedia
    Perempuan Fitnah

    Perempuan Fitnah Laki-laki? Menimbang Ulang dalam Perspektif Mubadalah

    Idul Fitri

    Teks Khutbah Idul Fitri 1446 H: Menjadi Insan Bertakwa dan Mewujudkan Masyarakat Berkeadaban di Hari Kemenangan

    Idul Fitri

    Teks Khutbah Idul Fitri 1446 H: Merayakan Kemenangan dengan Syukur, Solidaritas, dan Kepedulian

    Membayar Zakat Fitrah

    Masihkah Kita Membayar Zakat Fitrah dengan Beras 2,5 Kg atau Uang Seharganya?

    Ibu menyusui tidak puasa apa hukumnya?

    Ibu Menyusui Tidak Puasa Apa Hukumnya?

    kerja domestik adalah tanggung jawab suami dan istri

    5 Dalil Kerja Domestik adalah Tanggung Jawab Suami dan Istri

    Menghindari Zina

    Jika Ingin Menghindari Zina, Jangan dengan Pernikahan yang Toxic

    Makna Ghaddul Bashar

    Makna Ghaddul Bashar, Benarkah Menundukkan Mata Secara Fisik?

    Makna Isti'faf

    Makna Isti’faf, Benarkah hanya Menjauhi Zina?

    • Ayat Quran
    • Hadits
    • Metodologi
    • Mubapedia
  • Tokoh
    • All
    • Profil
    Fazlur Rahman

    Fazlur Rahman: Memahami Spirit Kesetaraan dan Keadilan Gender dalam Al-Qur’an

    Idulfitri

    Khutbah Idulfitri: Mulai Kehidupan Baru di Bulan Syawal

    Sa'adah

    Sa’adah: Sosok Pendamping Korban Kekerasan Terhadap Perempuan dan Anak  

    Tahun Baru 2025

    Do’a Tahun Baru 2025

    Umi Nyai Sintho' Nabilah Asrori

    Umi Nyai Sintho’ Nabilah Asrori : Ulama Perempuan yang Mengajar Santri Sepuh

    Rabi'ah Al-'Adawiyah

    Sufi Perempuan: Rabi’ah Al-‘Adawiyah

    Ning Imaz

    Ning Imaz Fatimatuz Zahra: Ulama Perempuan Muda Berdakwah Melalui Medsos

    Siti Hanifah Soehaimi

    Siti Hanifah Soehaimi: Penyelamat Foto Perobekan Bendera Belanda di Hotel Yamato yang Sempat Hilang

    Teungku Fakinah

    Teungku Fakinah Ulama Perempuan dan Panglima Perang

  • Monumen
  • Zawiyah
No Result
View All Result
Keadilan dan Kesetaraan Gender - Mubadalah
  • Home
  • Aktual
    Tragedi Anak NTT

    Tragedi Anak NTT, Simbol Kemewahan, dan Imam Al-Ghazali

    Harlah 100 Tahun

    Pesan-pesan Penting dalam Perayaan Harlah 100 Tahun Masehi NU

    Nikah Muda

    Romantisasi Nikah Muda dan Sunyinya Bangku Pendidikan

    Tertawa

    Tertawa, Tapi Tidak Setara: Mens Rea, Komedi, dan Ruang Bicara Publik

    Laras Faizati

    Kritik Laras Faizati Menjadi Suara Etika Kepedulian Perempuan

    Natal

    Makna Natal Perspektif Mubadalah: Feminis Maria Serta Makna Reproduksi dan Ketubuhan

    Kekerasan di Kampus

    IMM Ciputat Dorong Peran Mahasiswa Perkuat Sistem Pelaporan Kekerasan di Kampus

    Kekerasan di Kampus

    Peringati Hari Ibu: PSIPP ITB Ahmad Dahlan dan Gen Z Perkuat Pencegahan Kekerasan Berbasis Gender di Kampus

    KUPI yang

    KUPI Jadi Ruang Konsolidasi Para Ulama Perempuan

  • Kolom
    • All
    • Disabilitas
    • Keluarga
    • Lingkungan
    • Personal
    • Publik
    Difabel dalam Sejarah Yunani

    Menilik Kuasa Normalisme Difabel dalam Sejarah Yunani

    Dr. Fahruddin Faiz

    Dr. Fahruddin Faiz: Kerusakan Alam sebagai Cermin Moral Manusia

    Guru Honorer

    Nasib Miris Guru Honorer: Ketika Negara Menuntut Dedikasi, Tapi Abai pada Keadilan

    Board of Peace

    Board of Peace dan Kegelisahan Warga Indonesia

    Kader Ulama Perempuan

    Penguatan Agensi Perempuan lewat Beasiswa LPDP Kader Ulama Perempuan

    Disabilitas dan Dunia Kerja

    Disabilitas dan Dunia Kerja: Antara Regulasi dan Realita

    Disabilitas Psikososial

    Disabilitas Psikososial: Mengenal Luka Tak Kasatmata dalam Perspektif Mubadalah

    Perempuan ke Masjid

    Akses Perempuan ke Masjid dan Tantangan Sosial Hari Ini

    Seporsi Mie Ayam Sebelum Mati

    Buku Seporsi Mie Ayam Sebelum Mati; Pentingnya Menjaga Kesehatan Mental

    • Keluarga
    • Personal
    • Publik
    • Disabilitas
    • Lingkungan
  • Khazanah
    • All
    • Hikmah
    • Pernak-pernik
    • Sastra
    Membela Perempuan

    Islam Membela Perempuan

    Haji Wada'

    Posisi Perempuan dalam Wasiat Nabi di Haji Wada’

    Sujud

    Hadits Sujud sebagai Bahasa Penghormatan dalam Relasi Suami-Istri

    Sujudnya Istri

    Membaca Hadits Sujudnya Istri kepada Suami dengan Perspektif Mubadalah

    Malam Nisfu Sya’ban

    Tradisi Malam Nisfu Sya’ban di Indonesia

    Malam Nisfu Sya’ban

    Ampunan Dosa di Malam Nisfu Sya’ban

    Nisfu Sya'ban

    Nisfu Sya’ban, Momentum Evaluasi dan Laporan Amal Umat Islam

    Amalan Nisfu Sya'ban

    Nisfu Sya’ban dan Ragam Amalan Utama Menjelang Ramadhan

    Perempuan Shalat Subuh

    Hadis Bukhari Catat Perempuan Shalat Subuh Berjamaah di Masjid Nabi

    • Hikmah
    • Pernak-pernik
    • Sastra
  • Rujukan
    • All
    • Ayat Quran
    • Hadits
    • Metodologi
    • Mubapedia
    Perempuan Fitnah

    Perempuan Fitnah Laki-laki? Menimbang Ulang dalam Perspektif Mubadalah

    Idul Fitri

    Teks Khutbah Idul Fitri 1446 H: Menjadi Insan Bertakwa dan Mewujudkan Masyarakat Berkeadaban di Hari Kemenangan

    Idul Fitri

    Teks Khutbah Idul Fitri 1446 H: Merayakan Kemenangan dengan Syukur, Solidaritas, dan Kepedulian

    Membayar Zakat Fitrah

    Masihkah Kita Membayar Zakat Fitrah dengan Beras 2,5 Kg atau Uang Seharganya?

    Ibu menyusui tidak puasa apa hukumnya?

    Ibu Menyusui Tidak Puasa Apa Hukumnya?

    kerja domestik adalah tanggung jawab suami dan istri

    5 Dalil Kerja Domestik adalah Tanggung Jawab Suami dan Istri

    Menghindari Zina

    Jika Ingin Menghindari Zina, Jangan dengan Pernikahan yang Toxic

    Makna Ghaddul Bashar

    Makna Ghaddul Bashar, Benarkah Menundukkan Mata Secara Fisik?

    Makna Isti'faf

    Makna Isti’faf, Benarkah hanya Menjauhi Zina?

    • Ayat Quran
    • Hadits
    • Metodologi
    • Mubapedia
  • Tokoh
    • All
    • Profil
    Fazlur Rahman

    Fazlur Rahman: Memahami Spirit Kesetaraan dan Keadilan Gender dalam Al-Qur’an

    Idulfitri

    Khutbah Idulfitri: Mulai Kehidupan Baru di Bulan Syawal

    Sa'adah

    Sa’adah: Sosok Pendamping Korban Kekerasan Terhadap Perempuan dan Anak  

    Tahun Baru 2025

    Do’a Tahun Baru 2025

    Umi Nyai Sintho' Nabilah Asrori

    Umi Nyai Sintho’ Nabilah Asrori : Ulama Perempuan yang Mengajar Santri Sepuh

    Rabi'ah Al-'Adawiyah

    Sufi Perempuan: Rabi’ah Al-‘Adawiyah

    Ning Imaz

    Ning Imaz Fatimatuz Zahra: Ulama Perempuan Muda Berdakwah Melalui Medsos

    Siti Hanifah Soehaimi

    Siti Hanifah Soehaimi: Penyelamat Foto Perobekan Bendera Belanda di Hotel Yamato yang Sempat Hilang

    Teungku Fakinah

    Teungku Fakinah Ulama Perempuan dan Panglima Perang

  • Monumen
  • Zawiyah
No Result
View All Result
Keadilan dan Kesetaraan Gender - Mubadalah
No Result
View All Result
Home Kolom

Olimpiade dan Kisah Spiderwomen Aries Susanti Rahayu

Aries memang belum pernah menang Olimpiade, tapi keberhasilannya di kejuaraan dunia tetap membuatnya dijuluki Spiderwomen

Khairul Anwar by Khairul Anwar
12 Agustus 2024
in Publik
A A
0
Kisah Spiderwomen

Kisah Spiderwomen

25
SHARES
1.3k
VIEWS
Share on FacebookShare on TwitterShare on Whatsapp

Mubadalah.id – Saat memulai menuliskan artikel ini, perasaan saya campur aduk. Ada rasa sedih, pun juga bahagia. Sedih karena badminton tak mampu sumbang medali emas di Olimpiade Paris 2024. Bahagia karena Indonesia, kemarin, dalam kurun kurang dari 24 jam, menyabet dua medali emas sekaligus di ajang multicabang tersebut.

Pada Jumat 9 Agustus dini hari WIB, Rizki Juniansyah, atlet muda di cabang olahraga (cabor) angkat besi, berhasil memberikan kejutan dengan meraih medali emas. Torehan ini menjadi yang kedua setelah Veddriq Leonardo, atlet panjat tebing (sport climbing), lebih dulu menyumbang emas pertama untuk Indonesia di Paris.

Mas Veddriq, di babak final speed putra, berhasil mencatatkan waktu 4,75 detik, lebih cepat 0,02 detik dari atlet asal China, Wu Peng. Di media sosial, video kemenangan Mas Veddriq bertebaran. Saya berulang kali memutar videonya. Ada perasaan haru dan bangga karena Indonesia akhirnya dapat medali emas di Olimpiade tahun ini. Bukan kontribusi dari badminton, melainkan dari cabang olahraga lain.

Atas keberhasilannya di arena panjat tebing, Mas Veddriq, atlet asal Kalimantan itu, membuatnya dijuluki “spider-man” oleh netizen Indonesia. Spider-Man dikenal sebagai karakter fiksi yang jago memanjat dinding, nah seperti itulah gaya Mas Veddriq di arena laga. Ia lihai memanjat, dengan kecepatan yang tentu membuat kita terkesima.

Kisah Spiderwoman

Saya kemudian jadi teringat dengan sesuatu. Nama atlet lain. Masih sama-sama olahragawan panjat tebing yang juga pernah harumkan nama Indonesia di pentas olahraga internasional. Aries Susanti Rahayu, namanya.

Seperti Veddriq, Aries juga pernah berjaya di arena panjat tebing. Saya pernah menyaksikan kehebatannya saat gelaran Asian Games 2018 yang digelar di Indonesia. Kala itu, di nomor speed putri, Aries merengkuh emas setelah mencatatkan waktu 7.61 detik. Ia mengalahkan rekan senegaranya, Puji Lestari, di partai final, yang meraih waktu 7.98 detik. Kisah perjuangan Aries di Asian Games kemudian diangkat menjadi sebuah film berjudul ‘6,9 detik’ yang dirilis September 2019.

Sebelum meraih emas Asian Games, Aries menyandang status juara dunia, setelah menjadi yang terbaik pada Kejuaraan Dunia Panjat Tebing – IFSC World Cup 2018 di Chongqing, China, pada 5 Mei. Itu merupakan salah satu prestasi Aries di kancah dunia. Masih banyak prestasi lain yang ia peroleh dalam karirnya.

Karena kecepatannya mendaki, perempuan asal Grobogan itu mendapat julukan Spiderwoman dari masyarakat Indonesia. Dia pun suka dengan julukan tersebut.

“Terserah orang Indonesia memanggil saya. Namun, saya suka julukan itu karena menunjukkan kebanggaan mereka kepada saya,” ucapnya.

Dalam sejarah olahraga Indonesia, mungkin tak banyak yang mendapatkan julukan Spiderwomen. Julukan ini menjadi bukti bahwa seorang perempuan tidak bisa kita pandang sebelah mata. Melalui kisah Spiderwoman kita jadi tahu, setiap perempuan punya bakat dan kelebihan masing-masing.

Fokus dan Kerja Keras

Gregoria Mariska Tunjung dan Apriyani Rahayu dengan smash-nya, Nurul Akmal dengan kekuatan otot-otot tangannya, Diananda Choirunisa dengan ketitisannya dalam memanah, Triyaningsih dengan kecepatan pada kaki-kakinya, serta Aries Susanti Rahayu dengan kecepatan dan cengkeraman yang kuat di arena memanjat.

Kesuksesan Aries Susanti Rahayu membuat saya, dan mungkin juga orang lain, terpesona. Apalagi melihat fakta bahwa ia ternyata berasal dari keluarga yang tidak kaya raya.

Ia lahir di lingkungan keluarga yang biasa saja. Ia bukan anak pejabat, ia juga bukan anak manja yang setiap hari meminta uang dari orang tuanya. Tapi, Aries berasal dari keluarga petani yang hidup sederhana. Bahkan, ibunya sempat harus meninggalkannya lantaran bekerja sebagai Tenaga Kerja Wanita (TKW).

Melansir BBC, Aries lahir di Desa Taruman, Kecamatan Klambu, Kabupaten Grobogan, Jawa Tengah, pada 21 Maret 1995. Sejak SD dia telah aktif di bidang atletik, dan pada kelas 2 SMP dia mulai terjun ke dunia panjat tebing.

Fokus dan kerja keras lah yang mengantarkan Aries mencapai karir terbaiknya di olahraga panjat tebing. Ini bisa kita jadikan pembelajaran bahwa untuk meraih kesuksesan, harus ada usaha, kerja keras, konsisten latihan, dan doa yang mengiringi.

Tak Ada yang Mustahil di Dunia Ini

Selain itu, dalam olahraga panjat tebing, Aries tentu sangat menguasai medan arena laga. Tangan dan kakinya seolah hafal mana poin-poin yang harus ia pegang dan ia injak sebagai tumpuan tubuhnya untuk naik. Begitupun di gelanggang cabang olahraga lain, seorang atlet, selain dituntut mempunyai skill, juga perlu hafal medan saat bertanding.

Aries telah membuktikan bahwa tak ada yang mustahil di dunia ini. Semua bisa dicapai dengan usaha yang konsisten dan pantang menyerah. Kita mungkin hanya melihat kesuksesan seorang Aries Susanti Rahayu, tanpa pernah menyaksikan dan merasakan bagaimana Aries jatuh-bangun mengalami pahitnya kegagalan demi kegagalan, kesakitan demi kesakitan, jerih payah, dan pengorbanan waktu.

Di saat kita mungkin masih terlelap tidur di pagi hari, Aries mungkin sudah melakukan pemanasan. Disaat kita sibuk scroll medsos, Aries mungkin sudah mulai berlatih.

Kesuksesan tidak Hanya Bermodalkan Mimpi

Dari kita mungkin sepakat bahwa kesuksesan tidak dapat kita raih hanya bermodalkan mimpi dan angan-angan. Seperti yang Wayne Huizenga bilang: “Beberapa orang memimpikan kesuksesan, sementara yang lain bangun setiap pagi untuk mewujudkannya.”

Begitulah. Aries Susanti dan juga para atlet lain, khususnya atlet perempuan, telah memberikan pengalaman dan pelajaran bagi kita, bahwa sebuah prestasi hanya bisa diperoleh dengan ketekunan dan kerja keras.

Ada banyak anak-anak di luaran sana yang mungkin ingin menjadi seperti Aries, seperti Gregoria, seperti Triyaningsih dan sebagainya. Kita mungkin hanya bisa berharap semoga kedepan akan muncul atlet, lebih-lebih perempuan, yang bisa kembali membawa Indonesia berada di level tertinggi di dunia.

Kini, kita tak bisa lagi melihat Aries bertanding. Sebab, ia telah pensiun sejak 2021 di usianya yang masih cukup muda, 26 tahun. Tapi ia telah menorehkan berbagai prestasi gemilang yang membuat namanya akan terukir indah di hati warga Indonesia. Selepas pensiun, ia kini mendedikasikan diri sebagai seorang instruktur olahraga di kampung halamannya, di Grobogan, Jawa Tengah.

Aries, Veddriq, dan atlet panjat tebing lainnya telah mempersembahkan yang terbaik untuk Indonesia dalam satu dekade terakhir. Harapannya, tentu saja, cabor yang diketuai Mbak Yenny Wahid ini agar bisa mendapatkan perhatian lebih dari pemerintah.

Bukan hanya modal finansial, tetapi juga kesejahteraan bagi sang atlet ketika sudah pensiun. Pendek kata, harus ada jaminan masa depan yang lebih baik dari pemerintah kepada atlet yang telah mengibarkan sang saka merah putih di panggung internasional. []

Tags: aries susanti rahayuAtletKisah SpiderwomanOlimpiade Paris 2024panjat tebingPerempuan Tangguhveddriq leonardo
Konten ini dilisensikan di bawah CC BY-ND 4.0
Khairul Anwar

Khairul Anwar

Dosen, penulis, dan aktivis media tinggal di Pekalongan. Saat ini aktif di ISNU, LTNNU Kab. Pekalongan, GP Ansor, Gusdurian serta kontributor NU Online Jateng. Bisa diajak ngopi via ig @anwarkhairul17

Related Posts

Gregoria Mariska Tunjung
Pernak-pernik

Sekeping Perunggu Gregoria Mariska Tunjung

10 Agustus 2024
Olimpiade Paris 2024
Publik

Olimpiade Paris 2024: Kontroversi Larangan Hijab bagi Atlet Muslim Prancis Memicu Protes Global

1 Agustus 2024
Uber Cup 2024
Pernak-pernik

Uber Cup 2024: Tentang Perempuan, Perjuangan dan Kesetaraan

13 Mei 2024
Atlet Perempuan Sepak Bola
Publik

Mengenal 5 Atlet Perempuan Pemain Sepak Bola yang Sukses di Kancah Internasional

13 Maret 2024
Perempuan Tangguh
Publik

Para Perempuan Tangguh: Menentang Ketidakadilan, Membela Palestina

22 Desember 2023
Nyai Ontosoroh
Buku

Nyai Ontosoroh: Potret Perempuan Berdaya dalam Novel Bumi Manusia

18 Agustus 2023
Please login to join discussion
No Result
View All Result

TERPOPULER

  • Disabilitas dan Dunia Kerja

    Disabilitas dan Dunia Kerja: Antara Regulasi dan Realita

    29 shares
    Share 12 Tweet 7
  • Nisfu Sya’ban dan Ragam Amalan Utama Menjelang Ramadhan

    29 shares
    Share 12 Tweet 7
  • Refleksi Buku Drama Rumah Tangga, Catatan Ringan Seorang Ibu

    26 shares
    Share 10 Tweet 7
  • Ampunan Dosa di Malam Nisfu Sya’ban

    26 shares
    Share 10 Tweet 7
  • Board of Peace dan Kegelisahan Warga Indonesia

    26 shares
    Share 10 Tweet 7

TERBARU

  • Islam Membela Perempuan
  • Tragedi Anak NTT, Simbol Kemewahan, dan Imam Al-Ghazali
  • Posisi Perempuan dalam Wasiat Nabi di Haji Wada’
  • Menilik Kuasa Normalisme Difabel dalam Sejarah Yunani
  • Hadits Sujud sebagai Bahasa Penghormatan dalam Relasi Suami-Istri

Komentar Terbaru

  • dul pada Mitokondria: Kerja Sunyi Perempuan yang Menghidupkan
  • Refleksi Hari Pahlawan: Tiga Rahim Penyangga Dunia pada Menolak Gelar Pahlawan: Catatan Hijroatul Maghfiroh atas Dosa Ekologis Soeharto
  • M. Khoirul Imamil M pada Amalan Muharram: Melampaui “Revenue” Individual
  • Asma binti Hamad dan Hilangnya Harapan Hidup pada Mengapa Tuhan Tak Bergeming dalam Pembantaian di Palestina?
  • Usaha, Privilege, dan Kehendak Tuhan pada Mengenalkan Palestina pada Anak
  • Tentang
  • Redaksi
  • Kontributor
  • Kirim Tulisan
Kontak kami:
[email protected]

Mubadalah.id © 2026 by Mubadalah is licensed under CC BY-ND 4.0

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password? Sign Up

Create New Account!

Fill the forms below to register

All fields are required. Log In

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
No Result
View All Result
  • Home
  • Aktual
  • Kolom
    • Keluarga
    • Personal
    • Publik
    • Disabilitas
    • Lingkungan
  • Khazanah
    • Hikmah
    • Pernak-pernik
    • Sastra
  • Rujukan
    • Ayat Quran
    • Hadits
    • Metodologi
    • Mubapedia
  • Tokoh
  • Monumen
  • Zawiyah
  • Login
  • Sign Up

Mubadalah.id © 2026 by Mubadalah is licensed under CC BY-ND 4.0