Rabu, 11 Februari 2026
  • Login
  • Register
Keadilan dan Kesetaraan Gender - Mubadalah
Dukung kami dengan donasi melalui
Bank Syariah Indonesia 7004-0536-58
a.n. Yayasan Fahmina
  • Home
  • Aktual
    Board Of Peace

    Board of Peace dalam Perspektif KUPI: Ketika Perdamaian Tidak Bisa Diwakilkan

    Soekarno dan Palestina

    Soekarno dan Palestina: Hubungan Romansa dalam Diplomasi Tanah Jajahan

    Tragedi Anak NTT

    Tragedi Anak NTT, Simbol Kemewahan, dan Imam Al-Ghazali

    Harlah 100 Tahun

    Pesan-pesan Penting dalam Perayaan Harlah 100 Tahun Masehi NU

    Nikah Muda

    Romantisasi Nikah Muda dan Sunyinya Bangku Pendidikan

    Tertawa

    Tertawa, Tapi Tidak Setara: Mens Rea, Komedi, dan Ruang Bicara Publik

    Laras Faizati

    Kritik Laras Faizati Menjadi Suara Etika Kepedulian Perempuan

    Natal

    Makna Natal Perspektif Mubadalah: Feminis Maria Serta Makna Reproduksi dan Ketubuhan

    Kekerasan di Kampus

    IMM Ciputat Dorong Peran Mahasiswa Perkuat Sistem Pelaporan Kekerasan di Kampus

  • Kolom
    • All
    • Disabilitas
    • Keluarga
    • Lingkungan
    • Personal
    • Publik
    Krisis Lingkungan

    Perempuan, Alam, dan Doa: Tafsir Fikih Ekoteologis atas Krisis Lingkungan

    Kehilangan Tak Pernah Mudah

    Kehilangan Tak Pernah Mudah: Rasul, Duka, dan Etika Menjenguk yang Sering Kita Lupa

    Sains

    Sains Bukan Dunia Netral Gender

    Kekerasan di Tempat Kerja

    Perempuan Dibayangi Kekerasan di Tempat Kerja

    Bertetangga

    Di Era Digital, Apakah Bertetangga Masih Perlu Etika?

    Surat Mahasiswa

    Surat Mahasiswa ke UNICEF: Mengapa Tragedi Ini Tidak Boleh Dianggap Insiden?

    Harlah NU

    Merayakan Harlah NU, Menguatkan Peran Aktivis Keagamaan

    Keluarga Disfungsional

    Keluarga Disfungsional yang Tampak Baik-baik Saja: Membaca Anak yang Berulah di Sekolah

    Kemiskinan

    Kemiskinan dan Akumulasi Beban Mental

    • Keluarga
    • Personal
    • Publik
    • Disabilitas
    • Lingkungan
  • Khazanah
    • All
    • Hikmah
    • Pernak-pernik
    • Sastra
    Konsep Ta'aruf

    Konsep Ta’aruf Menurut Al-Qur’an

    Kegagalan Perkawinan

    Kegagalan Adaptasi dan Pentingnya Kafa’ah dalam Perkawinan

    Relasi Suami-Istri

    Relasi Suami-Istri dan Dinamika Perubahan dalam Perkawinan

    Perkawinan dalam

    Tantangan dalam Perkawinan

    Kehormatan

    Fungsi Pernikahan dalam Menjaga Kehormatan Manusia

    Pakaian Istri

    Makna Pakaian dalam Relasi Suami Istri Menurut Al-Qur’an

    Penyapihan Anak

    Al-Qur’an Tekankan Musyawarah dalam Keputusan Penyapihan Anak

    Pengasuhan Anak

    Al-Qur’an Melarang Pembebanan Sepihak dalam Pengasuhan Anak

    Fungsi Reproduksi

    Tanggung Jawab Ayah saat Ibu Menjalani Fungsi Reproduksi

    • Hikmah
    • Pernak-pernik
    • Sastra
  • Rujukan
    • All
    • Ayat Quran
    • Hadits
    • Metodologi
    • Mubapedia
    Perempuan Fitnah

    Perempuan Fitnah Laki-laki? Menimbang Ulang dalam Perspektif Mubadalah

    Idul Fitri

    Teks Khutbah Idul Fitri 1446 H: Menjadi Insan Bertakwa dan Mewujudkan Masyarakat Berkeadaban di Hari Kemenangan

    Idul Fitri

    Teks Khutbah Idul Fitri 1446 H: Merayakan Kemenangan dengan Syukur, Solidaritas, dan Kepedulian

    Membayar Zakat Fitrah

    Masihkah Kita Membayar Zakat Fitrah dengan Beras 2,5 Kg atau Uang Seharganya?

    Ibu menyusui tidak puasa apa hukumnya?

    Ibu Menyusui Tidak Puasa Apa Hukumnya?

    kerja domestik adalah tanggung jawab suami dan istri

    5 Dalil Kerja Domestik adalah Tanggung Jawab Suami dan Istri

    Menghindari Zina

    Jika Ingin Menghindari Zina, Jangan dengan Pernikahan yang Toxic

    Makna Ghaddul Bashar

    Makna Ghaddul Bashar, Benarkah Menundukkan Mata Secara Fisik?

    Makna Isti'faf

    Makna Isti’faf, Benarkah hanya Menjauhi Zina?

    • Ayat Quran
    • Hadits
    • Metodologi
    • Mubapedia
  • Tokoh
    • All
    • Profil
    Fazlur Rahman

    Fazlur Rahman: Memahami Spirit Kesetaraan dan Keadilan Gender dalam Al-Qur’an

    Idulfitri

    Khutbah Idulfitri: Mulai Kehidupan Baru di Bulan Syawal

    Sa'adah

    Sa’adah: Sosok Pendamping Korban Kekerasan Terhadap Perempuan dan Anak Ā 

    Tahun Baru 2025

    Do’a Tahun Baru 2025

    Umi Nyai Sintho' Nabilah Asrori

    Umi Nyai Sintho’ Nabilah Asrori : Ulama Perempuan yang Mengajar Santri Sepuh

    Rabi'ah Al-'Adawiyah

    Sufi Perempuan: Rabi’ah Al-‘Adawiyah

    Ning Imaz

    Ning Imaz Fatimatuz Zahra: Ulama Perempuan Muda Berdakwah Melalui Medsos

    Siti Hanifah Soehaimi

    Siti Hanifah Soehaimi: Penyelamat Foto Perobekan Bendera Belanda di Hotel Yamato yang Sempat Hilang

    Teungku Fakinah

    Teungku Fakinah Ulama Perempuan dan Panglima Perang

  • Monumen
  • Zawiyah
No Result
View All Result
Keadilan dan Kesetaraan Gender - Mubadalah
  • Home
  • Aktual
    Board Of Peace

    Board of Peace dalam Perspektif KUPI: Ketika Perdamaian Tidak Bisa Diwakilkan

    Soekarno dan Palestina

    Soekarno dan Palestina: Hubungan Romansa dalam Diplomasi Tanah Jajahan

    Tragedi Anak NTT

    Tragedi Anak NTT, Simbol Kemewahan, dan Imam Al-Ghazali

    Harlah 100 Tahun

    Pesan-pesan Penting dalam Perayaan Harlah 100 Tahun Masehi NU

    Nikah Muda

    Romantisasi Nikah Muda dan Sunyinya Bangku Pendidikan

    Tertawa

    Tertawa, Tapi Tidak Setara: Mens Rea, Komedi, dan Ruang Bicara Publik

    Laras Faizati

    Kritik Laras Faizati Menjadi Suara Etika Kepedulian Perempuan

    Natal

    Makna Natal Perspektif Mubadalah: Feminis Maria Serta Makna Reproduksi dan Ketubuhan

    Kekerasan di Kampus

    IMM Ciputat Dorong Peran Mahasiswa Perkuat Sistem Pelaporan Kekerasan di Kampus

  • Kolom
    • All
    • Disabilitas
    • Keluarga
    • Lingkungan
    • Personal
    • Publik
    Krisis Lingkungan

    Perempuan, Alam, dan Doa: Tafsir Fikih Ekoteologis atas Krisis Lingkungan

    Kehilangan Tak Pernah Mudah

    Kehilangan Tak Pernah Mudah: Rasul, Duka, dan Etika Menjenguk yang Sering Kita Lupa

    Sains

    Sains Bukan Dunia Netral Gender

    Kekerasan di Tempat Kerja

    Perempuan Dibayangi Kekerasan di Tempat Kerja

    Bertetangga

    Di Era Digital, Apakah Bertetangga Masih Perlu Etika?

    Surat Mahasiswa

    Surat Mahasiswa ke UNICEF: Mengapa Tragedi Ini Tidak Boleh Dianggap Insiden?

    Harlah NU

    Merayakan Harlah NU, Menguatkan Peran Aktivis Keagamaan

    Keluarga Disfungsional

    Keluarga Disfungsional yang Tampak Baik-baik Saja: Membaca Anak yang Berulah di Sekolah

    Kemiskinan

    Kemiskinan dan Akumulasi Beban Mental

    • Keluarga
    • Personal
    • Publik
    • Disabilitas
    • Lingkungan
  • Khazanah
    • All
    • Hikmah
    • Pernak-pernik
    • Sastra
    Konsep Ta'aruf

    Konsep Ta’aruf Menurut Al-Qur’an

    Kegagalan Perkawinan

    Kegagalan Adaptasi dan Pentingnya Kafa’ah dalam Perkawinan

    Relasi Suami-Istri

    Relasi Suami-Istri dan Dinamika Perubahan dalam Perkawinan

    Perkawinan dalam

    Tantangan dalam Perkawinan

    Kehormatan

    Fungsi Pernikahan dalam Menjaga Kehormatan Manusia

    Pakaian Istri

    Makna Pakaian dalam Relasi Suami Istri Menurut Al-Qur’an

    Penyapihan Anak

    Al-Qur’an Tekankan Musyawarah dalam Keputusan Penyapihan Anak

    Pengasuhan Anak

    Al-Qur’an Melarang Pembebanan Sepihak dalam Pengasuhan Anak

    Fungsi Reproduksi

    Tanggung Jawab Ayah saat Ibu Menjalani Fungsi Reproduksi

    • Hikmah
    • Pernak-pernik
    • Sastra
  • Rujukan
    • All
    • Ayat Quran
    • Hadits
    • Metodologi
    • Mubapedia
    Perempuan Fitnah

    Perempuan Fitnah Laki-laki? Menimbang Ulang dalam Perspektif Mubadalah

    Idul Fitri

    Teks Khutbah Idul Fitri 1446 H: Menjadi Insan Bertakwa dan Mewujudkan Masyarakat Berkeadaban di Hari Kemenangan

    Idul Fitri

    Teks Khutbah Idul Fitri 1446 H: Merayakan Kemenangan dengan Syukur, Solidaritas, dan Kepedulian

    Membayar Zakat Fitrah

    Masihkah Kita Membayar Zakat Fitrah dengan Beras 2,5 Kg atau Uang Seharganya?

    Ibu menyusui tidak puasa apa hukumnya?

    Ibu Menyusui Tidak Puasa Apa Hukumnya?

    kerja domestik adalah tanggung jawab suami dan istri

    5 Dalil Kerja Domestik adalah Tanggung Jawab Suami dan Istri

    Menghindari Zina

    Jika Ingin Menghindari Zina, Jangan dengan Pernikahan yang Toxic

    Makna Ghaddul Bashar

    Makna Ghaddul Bashar, Benarkah Menundukkan Mata Secara Fisik?

    Makna Isti'faf

    Makna Isti’faf, Benarkah hanya Menjauhi Zina?

    • Ayat Quran
    • Hadits
    • Metodologi
    • Mubapedia
  • Tokoh
    • All
    • Profil
    Fazlur Rahman

    Fazlur Rahman: Memahami Spirit Kesetaraan dan Keadilan Gender dalam Al-Qur’an

    Idulfitri

    Khutbah Idulfitri: Mulai Kehidupan Baru di Bulan Syawal

    Sa'adah

    Sa’adah: Sosok Pendamping Korban Kekerasan Terhadap Perempuan dan Anak Ā 

    Tahun Baru 2025

    Do’a Tahun Baru 2025

    Umi Nyai Sintho' Nabilah Asrori

    Umi Nyai Sintho’ Nabilah Asrori : Ulama Perempuan yang Mengajar Santri Sepuh

    Rabi'ah Al-'Adawiyah

    Sufi Perempuan: Rabi’ah Al-‘Adawiyah

    Ning Imaz

    Ning Imaz Fatimatuz Zahra: Ulama Perempuan Muda Berdakwah Melalui Medsos

    Siti Hanifah Soehaimi

    Siti Hanifah Soehaimi: Penyelamat Foto Perobekan Bendera Belanda di Hotel Yamato yang Sempat Hilang

    Teungku Fakinah

    Teungku Fakinah Ulama Perempuan dan Panglima Perang

  • Monumen
  • Zawiyah
No Result
View All Result
Keadilan dan Kesetaraan Gender - Mubadalah
No Result
View All Result
Home Featured

Pahlawan Itu Bernama Ibu

Gus Mus menyamakan pengorbanan seorang pahlawan seperti sosok ibu yang memiliki keikhlasan dalam berkorban untuk anak-anaknya

Muhammad Nasruddin by Muhammad Nasruddin
3 November 2025
in Featured, Keluarga
A A
0
Pahlawan Bernama Ibu

Pahlawan Bernama Ibu

15
SHARES
754
VIEWS
Share on FacebookShare on TwitterShare on Whatsapp

Mubadalah.id – Beberapa hari yang lalu, saya melihatĀ  postingan Instagram dari KH. Mustofa Bisri. Pada akun @s.kakung ini menampilkan postingan dengan narasi singkat namun punya makna yang mendalam sekaligus menyentuh sisi emosional. Sebuah postingan yang mengulas tentang seorang pahlawan.

Setiap tanggal 10 November lazim kita peringati sebagai hari pahlawan.Ā  Ketika mendengar hari pahlawan biasanya selalu identik dengan peran Bung Tomo, Soekarno, dan sederet pahlawan lain yang berjasa bagi kemerdekaan Indonesia.

Namun sosok pahlawan dalam postingan Gus Mus tidak hanya soal demikian. Beliau menuliskan begini:

“Pahlawan itu seperti ibu yang tulus ikhlasĀ  berkorban demi kebahagiaan anak-anaknya”

Gus Mus menyamakan pengorbanan seorang pahlawan seperti sosok ibu yang memiliki keikhlasan dalam berkorban untuk anak-anaknya. Ya, pahlawan itu bernama ibu

Kisah Ruri

Saya kemudian teringat dengan teman saya yang sempat berkisah tentang ibunya. Sebut saja Ruri namanya (bukan nama sebenarnya). Ia berkisah tentang sosok ibunya sebagaiĀ  perempuan hebat yang terus mendorong anak-anaknya untuk berkembang. Walau sering terhimpit dengan keadaan.

Dari ceritanya, terlihat Ruri memang tidak ingin berkeluh kesah. Ia hanya ingin sekadar berbagi kisah, tentang ketegaran hidup, pengorbanan, serta kasih sayang ibunya kepada keluarga.

Usia pernikahan ibu Ruri terpaut 12 tahun dengan bapaknya. Mereka berdua kemudian dianugerahi 5 orang anak dengan rentang usia yang cukup berjauhan. Dua orang laki-laki dan tiga perempuan. Kebetulan Ruri adalah anak laki-laki nomor tiga. Sebagai orang desa keluarga Ruri hidup dengan penuh kesederhanaan.

Dalam ombak kehidupan, bahtera ujian itu memang benar adanya. Al-Quran dalam Surah Al Baqarah ayat 155 menyatakan bahwa setiap manusia akan Allah uji dengan sedikit ketakutan, kelaparan, kekurangan ekonomi, kehilangan keluarga, dan hal-hal lainnya. Namun Allah memberikan kabar gembira bagi orang-orang yang sabar.

Dan benar saja, ujian itu datang ketika kakaknya Ruri yang kedua terenggut nyawanya.

“Entah kenapa peristiwa itu masih terekam jelas dalam ingatan saya yang saat itu masih usia SD. Sebuah kecelakaan saat perjalanan menuju pesantren, pada hari Jumat 12 Rabiul Awal” kata Ruri.

Mendengar cerita Ruri saya hanya dapat berharap semoga kejadian itu adalah jalan syahid bagi kakaknya.

Doublen Burden itu Nyata

Ruri menyebutkan bahwa beban ganda atau double burden itu memangĀ  benar adanya bagi ibu Ruri. Hal tersebut semakin terasa ketika kakak laki-laki Ruri yang pertama mendahului keluarganya menuju kehadirat Tuhan beberapa tahun yang lalu. Ruri pun beralih peran sebagai anak pertama dengan dua adik perempuannya.

Saat itu Ruri masih berjuang menggapai mimpinya di sebuah lembaga pendidikan tinggi dengan beasiswa. Tentu dengan syarat dan ketentuan yang mengikat dengannya.

Sedangkan di rumah masih ada Ibu Ruri bersama dengan bapaknya, nenek, serta dua adiknya yang masih kecil.

Saat itu bapak Ruri mulai menua dengan penyakit gula yang semakin menggila. Demikian pula neneknya yang sedang berjuang dengan penyakit lanjut usianya. Sedangkan dua adik Ruri, yang satu masuk pesantren di dekat rumah dan tidak melanjutkan jenjang pendidikan menengah atas karena faktor ekonomi. Sedangkan adik yang satunya masih usia sekolah dasar.

Sebagai anak ketiga yang mendadak memainkan peran sebagai anak pertama, Ruri sebenarnya merasa sangat bersalah karena belum bisa membantu keluarga. Di samping jauh dari rumah, terkadang untuk memenuhi kebutuhan sendiri pun harus memutar pikiran, dan berhemat sedemikian rupa.

Ruri mengaku ketika ia pulang ke rumah, ia merasa sangat trenyuh dengan cerita ibunya. Bagaimana tidak? Suaminya yang sudah tidak bekerja mengharuskan ibu Ruri untuk mengurus rumah, orang tua, anak, dan berbagai kebutuhan sehari-hari dan biaya sekolah lainnya.

Sebuah Perjuangan Menyambung Kehidupan

Ibu saya, kata Ruri, pernah bercerita bahwa ia pernah berkeliling dari rumah ke rumah untuk menawarkan jasanya sebagai IRT (Ibu rumah tangga) karena hanya itu yang bisaĀ  ibu lakukan. Tak sedikit yang menolak dan tidak membutuhkan jasanya.

Akhirnya ia mendapat tawaran menjadiĀ  IRT di sebuah keluarga yang lumayan jauh dari rumahnya dengan upah yang menurut Ruri masih jauh dari standar jika ia bandingkan dengan waktu bekerjanya. Ibu terpaksa menerima karena memang hanya itu yang ada. Dan ia tidakĀ  mungkin merantau ke luar kota.

Dalam kesehariannya, lanjut Ruri, ibu selalu bangun pagi kemudian menuntaskan urusan keluarga seperti memasak, mencuci piring, dan pekerjaan domestik lainnya. Kemudian setiap jam setengah tujuh pagi ibu harus pergi bekerja sebagai IRT tadi. Di sana dia bekerjaĀ  serabutan. Masak, momong, bersih-bersih bahkan hingga mencuci dan menyetrika pun ia lakukan. Hal tersebut biasa ia kerjakan hingga jam empat sore.

“Sampai di rumah bukan berarti ibu bisa istirahat. Biasanya ibu kemudian menyalakan tungku perapian dan menghangatkan sayur yang ia masak tadi pagi. Atau kalau tidak ia memasak lagi untuk menu makan malam” kata Ruri.

Terkadang, lanjutnya, ia juga harus mengumpulkan kayu bakar terlebih dahulu. Bahkan ketika diabetes bapak kambuh, ibu harus mencari makanan untuk kambing peliharaan, meskipun hanya satu. Malamnya pun terkadang ibu harus meluangkan waktunya mencuci baju keluarga sebelum ia tidur.

Menjadi Tulang Punggung Keluarga

Untuk keperluan sehari-hari, gaji yang diterima ibu Ruri bisa dikatakan cukup untuk menyambung hidup. Namun, jika ada kebutuhan lain seperti orang hajatan, iuran sekolah, dan iuran lainnya, ia terpaksa meminjam ke koperasi atau bank yang setiap bulan ia harus mencicilnya.

“Saya salut dengan ketegaran ibu menjalani hari-harinya. Ia harus menjadi tulang punggung keluarga di samping merawat bapak yangĀ  mulai sakit-sakitan, nenek yang sudah lansia, dan dua adik saya dengan biaya pendidikan yang semakin tinggi,” kata laki-laki asal Pasuruan ini.

“Tetapi saya kasihan, belum bisa sepenuhnya membantu keluarga karena kondisi saya juga masih seperti ini juga,ā€ keluhnya.

Saya mengenal Ruri sebagai pribadi yang sederhana, jarang main kalau memang tidak benar-benar penting, dan selalu terlihat bahagia. Namun ternyata, ia juga menyimpan ujian yang cukup berat.

Sebagai seorang laki-laki, apalagi yang paling tua, saya merasakan bagaimana kondisi psikologis Ruri yang seharusnya turut bertanggung jawab terhadap problematika keluarganya.

Pahlawan Sepanjang Masa itu Bernama Ibu

Cerita tentang ibu Ruri menggambarkan bahwa menjadi perempuan memang tidaklah mudah. Apalagi jika sudah menjadi sosok ibu. Dengan kelembutannya, ia adalah tempat berteduh paling nyaman bagi keluarga. Namun di saat tertentu, ia harus siap menjadi garda terdepan demi kebahagiaan seluruh anggota keluarganya.

Maka tidak salah, jika sedari sekarang perempuan hendaknya terlatih dan terdidik untuk mandiri. Bukan pasrah sepenuhnya kepada suami. Setidaknya ada beberapa hal yang mungkin terjadi ketika perempuan selalu menggantungkan diri kepada suami.

Di lain sisi, suami bisa saja akan berlaku kasar kepada istri karena ia merasa punya kuasa karena telah mencukupinya setiap hari. Sehingga ia bisa berlaku seenaknya.

Sedangkan di sisi lainnya, istri tidak dapat mandiri karena selalu menggantungkan diri kepada suaminya. Sehingga ketika suaminya sedang tidak baik-baik saja, istri tidak punya kuasa atas dirinya sendiri.

Bagaimanapun juga, ibu adalah pahlawan sepanjang masa. Apa pun kondisinya, peran sebagai seorang ibu dan juga ayah bersifat saling melengkapi dan mensupport satu sama lain. Di mana hal tersebut tidak lain adalah demi kebahagiaan keluarga dan masa depan anak-anaknya.

Oleh karena itu, sebagai seorang anak, kita pun harus berbakti kepada mereka, bagaimana pun kondisinya. Selama hal tersebut masih berada dalam jalur kebaikan. Mengutip novelis J.S Khairen dalamĀ  novel “Dompet Ayah Sepatu Ibu”, ia menuliskan kalimat yang cukup menawan. Kira-kira begini tulisannya:

“Benar kau tak pernah memilih lahir dari orang tua yang seperti apa. Begitu juga orang tuamu, mereka tak pernah memilih melahirkan anak yang seperti apa. Maka keduanya mendapat tanggung jawab dan anugerah yang sama”.

Untuk kedua orang tua kita, ayah atau ibu, berbaktilah ketika mereka masih ada. Jika sudah tiada, tetap berbaktilah, dan jadilah anak yang membanggakan keduanya. Berupayalah sejauh apa yang dapat kamu lakukan sehingga kamu mampu membuat merekaĀ  tersenyum bahagia. []

 

Tags: double burdenGus MusIbukeluargaPahlawan
Konten ini dilisensikan di bawah CC BY-ND 4.0
Previous Post

Mengenal Lebih Dekat Fatimah Al-Banjari

Next Post

Fatimah Al-Banjari Mengajar Santri Laki-laki dan Perempuan

Muhammad Nasruddin

Muhammad Nasruddin

Alumni Akademi Mubadalah Muda '23. Dapat disapa melalui akun Instagram @muhnasruddin_

Related Posts

Fungsi Reproduksi
Pernak-pernik

Tanggung Jawab Ayah saat Ibu Menjalani Fungsi Reproduksi

9 Februari 2026
Relasi dalam Al-Qur'an
Pernak-pernik

Relasi Keluarga yang Adil dan Setara dalam Perspektif Al-Qur’an

9 Februari 2026
Keluarga Disfungsional
Keluarga

Keluarga Disfungsional yang Tampak Baik-baik Saja: Membaca Anak yang Berulah di Sekolah

9 Februari 2026
Laki-laki Provider
Personal

Benarkah Laki-laki dengan Mental Provider Kini Mulai Hilang?

5 Februari 2026
ibu susuan
Pernak-pernik

Teladan Nabi dalam Menghormati Ibu Susuan

30 Januari 2026
peran menyusui
Pernak-pernik

Menghormati Peran Ibu Menyusui

2 Februari 2026
Next Post
Fatimah

Fatimah Al-Banjari Mengajar Santri Laki-laki dan Perempuan

Please login to join discussion
No Result
View All Result

TERBARU

  • Perempuan, Alam, dan Doa: Tafsir Fikih Ekoteologis atas Krisis Lingkungan
  • Konsep Ta’aruf Menurut Al-Qur’an
  • Kehilangan Tak Pernah Mudah: Rasul, Duka, dan Etika Menjenguk yang Sering Kita Lupa
  • Kegagalan Adaptasi dan Pentingnya Kafa’ah dalam Perkawinan
  • Sains Bukan Dunia Netral Gender

Komentar Terbaru

  • M. Khoirul Imamil M pada Amalan Muharram: Melampaui ā€œRevenueā€ Individual
  • Asma binti Hamad dan Hilangnya Harapan Hidup pada Mengapa Tuhan Tak Bergeming dalam Pembantaian di Palestina?
  • Usaha, Privilege, dan Kehendak Tuhan pada Mengenalkan Palestina pada Anak
  • Salsabila Septi pada Memaknai Perjalanan Hidup di Usia 25 tahun; Antara Kegagalan, Kesalahan dan Optimisme
  • Zahra Amin pada Perbincangan Soal Jilbab
  • Tentang
  • Redaksi
  • Kontributor
  • Kirim Tulisan
Kontak kami:
[email protected]

Mubadalah.id Ā© 2026 by Mubadalah is licensed under CC BY-ND 4.0

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password? Sign Up

Create New Account!

Fill the forms below to register

All fields are required. Log In

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
No Result
View All Result
  • Home
  • Aktual
  • Kolom
    • Keluarga
    • Personal
    • Publik
    • Disabilitas
    • Lingkungan
  • Khazanah
    • Hikmah
    • Pernak-pernik
    • Sastra
  • Rujukan
    • Ayat Quran
    • Hadits
    • Metodologi
    • Mubapedia
  • Tokoh
  • Monumen
  • Zawiyah
  • Login
  • Sign Up

Mubadalah.id Ā© 2026 by Mubadalah is licensed under CC BY-ND 4.0