Selasa, 20 Januari 2026
  • Login
  • Register
Keadilan dan Kesetaraan Gender - Mubadalah
Dukung kami dengan donasi melalui
Bank Syariah Indonesia 7004-0536-58
a.n. Yayasan Fahmina
  • Home
  • Aktual
    Nikah Muda

    Romantisasi Nikah Muda dan Sunyinya Bangku Pendidikan

    Tertawa

    Tertawa, Tapi Tidak Setara: Mens Rea, Komedi, dan Ruang Bicara Publik

    Laras Faizati

    Kritik Laras Faizati Menjadi Suara Etika Kepedulian Perempuan

    Natal

    Makna Natal Perspektif Mubadalah: Feminis Maria Serta Makna Reproduksi dan Ketubuhan

    Kekerasan di Kampus

    IMM Ciputat Dorong Peran Mahasiswa Perkuat Sistem Pelaporan Kekerasan di Kampus

    Kekerasan di Kampus

    Peringati Hari Ibu: PSIPP ITB Ahmad Dahlan dan Gen Z Perkuat Pencegahan Kekerasan Berbasis Gender di Kampus

    KUPI yang

    KUPI Jadi Ruang Konsolidasi Para Ulama Perempuan

    gerakan peradaban

    Peran Ulama Perempuan KUPI dalam Membangun Gerakan Peradaban

    Kemiskinan Perempuan

    KUPI Dorong Peran Ulama Perempuan Merespons Kemiskinan Struktural dan Krisis Lingkungan

  • Kolom
    • All
    • Keluarga
    • Personal
    • Publik
    Dimonopoli

    Air, Tanah, dan Energi Tidak Boleh Dimonopoli

    Nyadran Perdamaian

    Cerita Nyadran Perdamaian 2026 Ekologi Spiritual Buddha-Muslim untuk Perawatan Alam

    Merusak Alam

    Merusak Alam Bertentangan dengan Ajaran Islam

    Ketaatan Istri pada Suami

    Tiga Logika Ketaatan Istri pada Suami

    Kerusakan Lingkungan

    Kerusakan Lingkungan Harus Dihentikan

    Jurnalisme

    Menulis dengan Empati: Wajah Jurnalisme yang Seharusnya

    Lingkungan

    KUPI Tegaskan Menjaga Lingkungan Bagian dari Prinsip Dasar Islam

    Korban Kekerasan Seksual

    Menggugat Argumen Victim Blaming terhadap Korban Kekerasan Seksual

    Kerusakan Alam

    Kerusakan Alam adalah Masalah Kemanusiaan

    • Keluarga
    • Personal
    • Publik
  • Khazanah
    • All
    • Hikmah
    • Hukum Syariat
    • Pernak-pernik
    • Sastra
    Isra' Mi'raj

    Isra’ Mi’raj dan Pesan Keadilan Hakiki, Membaca Ulang Dimensi Sosial dalam Salat

    Isra Mikraj

    Isra Mikraj sebagai Narasi Kosmologis dan Tanggung Jawab Lingkungan

    Kitab Ta'limul Muta'allim

    Relevansi Pemikiran Syaikh Az-Zarnuji dalam Kitab Ta’limul Muta’allim

    Penciptaan Manusia

    Logika Penciptaan Manusia dari Tanah: Bumi adalah Saudara “Kita” yang Seharusnya Dijaga dan Dirawat

    Mimi Monalisa

    Aku, Mama, dan Mimi Monalisa

    Romantika Asmara

    Romantika Asmara dalam Al-Qur’an: Jalan Hidup dan Menjaga Fitrah

    Binatang

    Animal Stories From The Qur’an: Menyelami Bagaimana Al-Qur’an Merayakan Biodiversitas Binatang

    Ujung Sajadah

    Tangis di Ujung Sajadah

    Surga

    Menyingkap Lemahnya Hadis-hadis Seksualitas tentang Kenikmatan Surga

    • Hikmah
    • Hukum Syariat
    • Pernak-pernik
    • Sastra
  • Rujukan
    • All
    • Ayat Quran
    • Hadits
    • Metodologi
    • Mubapedia
    Perempuan Fitnah

    Perempuan Fitnah Laki-laki? Menimbang Ulang dalam Perspektif Mubadalah

    Idul Fitri

    Teks Khutbah Idul Fitri 1446 H: Menjadi Insan Bertakwa dan Mewujudkan Masyarakat Berkeadaban di Hari Kemenangan

    Idul Fitri

    Teks Khutbah Idul Fitri 1446 H: Merayakan Kemenangan dengan Syukur, Solidaritas, dan Kepedulian

    Membayar Zakat Fitrah

    Masihkah Kita Membayar Zakat Fitrah dengan Beras 2,5 Kg atau Uang Seharganya?

    Ibu menyusui tidak puasa apa hukumnya?

    Ibu Menyusui Tidak Puasa Apa Hukumnya?

    kerja domestik adalah tanggung jawab suami dan istri

    5 Dalil Kerja Domestik adalah Tanggung Jawab Suami dan Istri

    Menghindari Zina

    Jika Ingin Menghindari Zina, Jangan dengan Pernikahan yang Toxic

    Makna Ghaddul Bashar

    Makna Ghaddul Bashar, Benarkah Menundukkan Mata Secara Fisik?

    Makna Isti'faf

    Makna Isti’faf, Benarkah hanya Menjauhi Zina?

    • Ayat Quran
    • Hadits
    • Metodologi
    • Mubapedia
  • Tokoh
    • All
    • Profil
    Kebudayaan

    Pidato Kebudayaan dalam Ulang Tahun Fahmina Institute Ke 25

    Fazlur Rahman

    Fazlur Rahman: Memahami Spirit Kesetaraan dan Keadilan Gender dalam Al-Qur’an

    Idulfitri

    Khutbah Idulfitri: Mulai Kehidupan Baru di Bulan Syawal

    Sa'adah

    Sa’adah: Sosok Pendamping Korban Kekerasan Terhadap Perempuan dan Anak  

    Tahun Baru 2025

    Do’a Tahun Baru 2025

    Umi Nyai Sintho' Nabilah Asrori

    Umi Nyai Sintho’ Nabilah Asrori : Ulama Perempuan yang Mengajar Santri Sepuh

    Rabi'ah Al-'Adawiyah

    Sufi Perempuan: Rabi’ah Al-‘Adawiyah

    Ning Imaz

    Ning Imaz Fatimatuz Zahra: Ulama Perempuan Muda Berdakwah Melalui Medsos

    Siti Hanifah Soehaimi

    Siti Hanifah Soehaimi: Penyelamat Foto Perobekan Bendera Belanda di Hotel Yamato yang Sempat Hilang

  • Monumen
  • Zawiyah
No Result
View All Result
Keadilan dan Kesetaraan Gender - Mubadalah
  • Home
  • Aktual
    Nikah Muda

    Romantisasi Nikah Muda dan Sunyinya Bangku Pendidikan

    Tertawa

    Tertawa, Tapi Tidak Setara: Mens Rea, Komedi, dan Ruang Bicara Publik

    Laras Faizati

    Kritik Laras Faizati Menjadi Suara Etika Kepedulian Perempuan

    Natal

    Makna Natal Perspektif Mubadalah: Feminis Maria Serta Makna Reproduksi dan Ketubuhan

    Kekerasan di Kampus

    IMM Ciputat Dorong Peran Mahasiswa Perkuat Sistem Pelaporan Kekerasan di Kampus

    Kekerasan di Kampus

    Peringati Hari Ibu: PSIPP ITB Ahmad Dahlan dan Gen Z Perkuat Pencegahan Kekerasan Berbasis Gender di Kampus

    KUPI yang

    KUPI Jadi Ruang Konsolidasi Para Ulama Perempuan

    gerakan peradaban

    Peran Ulama Perempuan KUPI dalam Membangun Gerakan Peradaban

    Kemiskinan Perempuan

    KUPI Dorong Peran Ulama Perempuan Merespons Kemiskinan Struktural dan Krisis Lingkungan

  • Kolom
    • All
    • Keluarga
    • Personal
    • Publik
    Dimonopoli

    Air, Tanah, dan Energi Tidak Boleh Dimonopoli

    Nyadran Perdamaian

    Cerita Nyadran Perdamaian 2026 Ekologi Spiritual Buddha-Muslim untuk Perawatan Alam

    Merusak Alam

    Merusak Alam Bertentangan dengan Ajaran Islam

    Ketaatan Istri pada Suami

    Tiga Logika Ketaatan Istri pada Suami

    Kerusakan Lingkungan

    Kerusakan Lingkungan Harus Dihentikan

    Jurnalisme

    Menulis dengan Empati: Wajah Jurnalisme yang Seharusnya

    Lingkungan

    KUPI Tegaskan Menjaga Lingkungan Bagian dari Prinsip Dasar Islam

    Korban Kekerasan Seksual

    Menggugat Argumen Victim Blaming terhadap Korban Kekerasan Seksual

    Kerusakan Alam

    Kerusakan Alam adalah Masalah Kemanusiaan

    • Keluarga
    • Personal
    • Publik
  • Khazanah
    • All
    • Hikmah
    • Hukum Syariat
    • Pernak-pernik
    • Sastra
    Isra' Mi'raj

    Isra’ Mi’raj dan Pesan Keadilan Hakiki, Membaca Ulang Dimensi Sosial dalam Salat

    Isra Mikraj

    Isra Mikraj sebagai Narasi Kosmologis dan Tanggung Jawab Lingkungan

    Kitab Ta'limul Muta'allim

    Relevansi Pemikiran Syaikh Az-Zarnuji dalam Kitab Ta’limul Muta’allim

    Penciptaan Manusia

    Logika Penciptaan Manusia dari Tanah: Bumi adalah Saudara “Kita” yang Seharusnya Dijaga dan Dirawat

    Mimi Monalisa

    Aku, Mama, dan Mimi Monalisa

    Romantika Asmara

    Romantika Asmara dalam Al-Qur’an: Jalan Hidup dan Menjaga Fitrah

    Binatang

    Animal Stories From The Qur’an: Menyelami Bagaimana Al-Qur’an Merayakan Biodiversitas Binatang

    Ujung Sajadah

    Tangis di Ujung Sajadah

    Surga

    Menyingkap Lemahnya Hadis-hadis Seksualitas tentang Kenikmatan Surga

    • Hikmah
    • Hukum Syariat
    • Pernak-pernik
    • Sastra
  • Rujukan
    • All
    • Ayat Quran
    • Hadits
    • Metodologi
    • Mubapedia
    Perempuan Fitnah

    Perempuan Fitnah Laki-laki? Menimbang Ulang dalam Perspektif Mubadalah

    Idul Fitri

    Teks Khutbah Idul Fitri 1446 H: Menjadi Insan Bertakwa dan Mewujudkan Masyarakat Berkeadaban di Hari Kemenangan

    Idul Fitri

    Teks Khutbah Idul Fitri 1446 H: Merayakan Kemenangan dengan Syukur, Solidaritas, dan Kepedulian

    Membayar Zakat Fitrah

    Masihkah Kita Membayar Zakat Fitrah dengan Beras 2,5 Kg atau Uang Seharganya?

    Ibu menyusui tidak puasa apa hukumnya?

    Ibu Menyusui Tidak Puasa Apa Hukumnya?

    kerja domestik adalah tanggung jawab suami dan istri

    5 Dalil Kerja Domestik adalah Tanggung Jawab Suami dan Istri

    Menghindari Zina

    Jika Ingin Menghindari Zina, Jangan dengan Pernikahan yang Toxic

    Makna Ghaddul Bashar

    Makna Ghaddul Bashar, Benarkah Menundukkan Mata Secara Fisik?

    Makna Isti'faf

    Makna Isti’faf, Benarkah hanya Menjauhi Zina?

    • Ayat Quran
    • Hadits
    • Metodologi
    • Mubapedia
  • Tokoh
    • All
    • Profil
    Kebudayaan

    Pidato Kebudayaan dalam Ulang Tahun Fahmina Institute Ke 25

    Fazlur Rahman

    Fazlur Rahman: Memahami Spirit Kesetaraan dan Keadilan Gender dalam Al-Qur’an

    Idulfitri

    Khutbah Idulfitri: Mulai Kehidupan Baru di Bulan Syawal

    Sa'adah

    Sa’adah: Sosok Pendamping Korban Kekerasan Terhadap Perempuan dan Anak  

    Tahun Baru 2025

    Do’a Tahun Baru 2025

    Umi Nyai Sintho' Nabilah Asrori

    Umi Nyai Sintho’ Nabilah Asrori : Ulama Perempuan yang Mengajar Santri Sepuh

    Rabi'ah Al-'Adawiyah

    Sufi Perempuan: Rabi’ah Al-‘Adawiyah

    Ning Imaz

    Ning Imaz Fatimatuz Zahra: Ulama Perempuan Muda Berdakwah Melalui Medsos

    Siti Hanifah Soehaimi

    Siti Hanifah Soehaimi: Penyelamat Foto Perobekan Bendera Belanda di Hotel Yamato yang Sempat Hilang

  • Monumen
  • Zawiyah
No Result
View All Result
Keadilan dan Kesetaraan Gender - Mubadalah
No Result
View All Result
Home Kolom Keluarga

Dear Perempuan, Belajar Tidak Mewariskan Luka Mother Wound, Yuk!

Dear perempuan. Di momen hari ibu, mari kita merayakan perjuangan ibu; serta ketidaksempurnaanya ketika mengasuh kita.

Shivi Mala Shivi Mala
22 Desember 2025
in Keluarga
0
Mother Wound

Mother Wound

587
VIEWS
Share on FacebookShare on TwitterShare on Whatsapp

Mubadalah.Id – Momen hari ibu pasti tertuju pada perayaan kehadiran dan peran ibu. Sayangnya, bayang-bayang mother wound tanpa sadar mengintai proses tumbuh anak. Dampaknya terasa hingga dewasa, bahkan berlanjut hingga usia senja.

Di momen ini, sebagai perempuan, saya rasa perlu menyiapkan diri untuk menjadi ibu. Agar kelak anak kita benar-benar bisa merayakan momentum hari ibu dengan penuh kasih, bukan sekadar seremonial. Tanpa luka; penuh kebahagiaan.

Selain Fatherless, Mother Wound juga Berbahaya

Indonesia sudah mulai perhatian dengan isu fatherless; kurang andilnya sosok ayah dalam pengasuhan anak. Saat ini, Indonesia tergolong negara dengan angka fatherless yang tinggi; sekitar 25,8 persen anak tidak memiliki peran ayah secara aktif.

Dalam relasi keluarga, tidak hanya perlu memperhatikan relasi anak dan ayah, tetapi juga relasi anak dan ibu. Apalagi jika memiliki anak perempuan yang suatu hari nanti bisa menjadi ibu juga. Pada dasarnya, penting untuk mewujudkan relasi yang sehat antara kedua orang tua dan anak.

Secara sederhana, mother wound merujuk fenomena luka pengasuhan dari ibu. Yaitu luka pada anak akibat kebutuhan emosionalnya dengan ibu tidak terpenuhi. Dalam psikologi, hal ini timbul dari hubungan yang kurang sehat seperti kurangnya perhatian, kasih sayang, terlalu keras, terlalu menuntut, tidak ada validasi emosi atau pengasuhan yang tidak responsif.

Fenomena ini ada, terasa, tetapi belum terdokumentasikan dan terdata secara nyata. Agar lebih jelas, ini contoh pengasuhan atau perilaku mother wound. Pertama, mengabaikan emosi anak; seperti tidak hadir di momen berharga, membiarkan anak sedih dan kesepian. Akibatnya anak akan susah mengelola emosi dan rentan mengalami masalah psikologis.

Kedua, overprotective. Mungkin bermaksud menjaga anak dari hal buruk di luar, tetapi tidak memberikan ruang bagi anak untuk belajar langsung dari pengalaman hidupnya. Akibatnya, anak terbiasa bergantung pada orang lain.

Ketiga, terlalu sering menghukum. Pada dasarnya memberi hukuman boleh saja dengan maksud mengedukasi. Tapi anak bukan samsak yang bisa menjadi pelampiasan ibu tanpa alasan yang jelas. Bukannya mendidik, tapi malah memberikan trauma. Hukuman ini bisa berupa hukuman verbal dan non verbal, ya.

Keempat, menuntut dan membanding-bandingkan anak. Boleh saja berekspektasi dan mengarahkan anak pada suatu kompetensi. Tapi tidak perlu menuntut anak secara berlebihan, apalagi membandingkannya dengan orang lain atau bahkan dirinya sendiri. Hal ini sangat rawan membuat anak tidak percaya pada kemampuannya sendiri dan merasa rendah diri.

Hal-hal di atas terlihat sangat normal, kan? tapi bukan untuk terus menormalisasinya, ya. Sebab dampaknya juga besar dalam kehidupan anak, baik dalam kehidupannya pribadi maupun dalam relasi sosialnya.

Sembuh dari Luka Mother Wound

Jika sebelumnya perempuan mengalami mother wound, sangat penting untuk menyadari dan menyembuhkan lukanya sendiri terlebih dahulu. Karena pengasuhan mother wound menyebabkan anak sulit merasakan emosi, maka langkah paling dasar adalah dengan memahami emosi diri sendiri dan mengekspresikannya.

Selanjutnya, penting juga untuk mencintai diri sendiri. Ketika perempuan bisa mencintai diri sendiri, maka besar kemungkinan mampu memberikan cinta kepada orang lain; terutama anaknya. Tidak kalah penting, menerapkan self care, yaitu memedulikan kebutuhan emosional diri sendiri; bahkan yang tidak kita dapatkan dari pengasuhan ibu. Contohnya memberi dukungan, memberi reward dan memberi validasi emosi pada diri sendiri.

Semua cara-cara sederhana di atas tentunya bisa diterapkan dengan secukupnya dan tidak berlebihan. Sekadar sampai bisa menerima pengalaman pengasuhan yang tidak tepat di masa lalu dan siap untuk menjadi ibu yang memberikan pengasuhan yang sehat. Sebab jika terlalu fokus pada diri sendiri juga khawatir terjebak pada self centered (egois).

Jika hal-hal di atas masih sulit teratasi dengan mandiri, maka tidak ada salahnya untuk meminta bantuan psikolog. Tidak perlu malu membagikan luka pada profesional untuk membantu memproses emosi yang selama ini terpendam.

Apakah Mungkin Luka Mother Wound Menurun Ketika Menjadi Ibu?

Setelah memahami cara untuk sembuh dari luka mother wound, kita perlu memahami untuk apa sih perlu menyembuhkan diri? Jawaban paling simpel adalah agar ketika menjadi ibu, perempuan tidak mewariskan pola asuh mother wound  pada anaknya.

Mungkin kita pernah mendengar kalimat seperti “Ibu dulu juga digituin” atau “Semua ibu pasti begitu”. Hal ini menyebabkan perasaan anak tidak tervalidasi, tidak ada ruang menganggap ada perasaan anak. Luka emosional terlihat sebagai sebuah hal wajar. Padahal, hal itu adalah awal mula relasi yang tidak sehat.

Nah, pola asuh mother wound tidak serta merta mengambarkan karakter ibu secara personal sebagai seorang yang jahat.  Kita perlu sedikit merefleksi, bahwa hidup di Indonesia masih dalam budaya yang jarang memberi ruang bagi perempuan; terutama ibu untuk mengeluh atau lelah ketika mengasuh anak. Akibatnya, banyak ibu mengasuh sambil membawa luka dan masalah.

Ibu sering menjadi garda terdepan dalam mengurus anak sehingga ia menjadi seorang yang terlihat selalu kuat. Mengungkapkan ketidaktahuan dan ketidakmampuannya dalam mengurus anak akan menjadi sebuah aib karena di Indonesia perempuan masih cenderung memegang ranah domestik. Di sinilah pentingnya pembagian beban secara merata dan kehadiran ayah untuk bersama-sama mengurus anak.

Belajar Dari Sekarang, Yuk!

Menjadi ibu adalah pilihan bagi perempuan. Ketika memilih untuk melahirkan anak dan menjadi ibu, sudah seharusnya perempuan belajar untuk menjadi ibu yang baik. Bukan hanya memberikan dukungan secara materi, tetapi dukungan psikologis untuk tumbuh kembang anak.

Dear perempuan. Di momen hari ibu, mari kita merayakan perjuangan ibu; serta ketidaksempurnaanya ketika mengasuh kita. Tetap saja perjuangan dan perannya tidak sedikit di kehidupan kita. Menjadi ibu adalah hal yang berat. Kita perlu bercermin, bisakah kita belajar untuk menjadi lebih baik?

Tidak perlu menjadi seorang yang sempurna, tetapi sangat penting untuk melepas kebiasaan buruk yang terjadi sebelumnya. Bagi perempuan yang sudah atau akan menjadi ibu, perlu sejenak berfikir bahwa belajar menyembuhkan mother wound adalah bentuk cinta pada diri sendiri, pada ibu kita, dan pada generasi selanjutnya. []

 

Tags: Hari IbuHari Pergerakan Perempuan IndonesiakeluargaMother Woundparentingpola asuhRelasi
Shivi Mala

Shivi Mala

Islamic Law Enthusiast

Terkait Posts

Ketaatan Istri pada Suami
Keluarga

Tiga Logika Ketaatan Istri pada Suami

20 Januari 2026
Manusia dan Alam
Publik

Membangun Relasi Adil antara Manusia dan Alam

19 Januari 2026
Gap Usia dalam Relasi
Publik

Ironi Gap Usia dalam Relasi Remaja dan Pria Dewasa: Romansa atau Ketimpangan Kuasa?

19 Januari 2026
American Academy of Religion
Personal

Melampaui Maskulinitas Qur’ani: Catatan dari Konferensi American Academy of Religion (AAR) 2025

15 Januari 2026
Titik Nol Kehidupan
Keluarga

Menyusun Ulang Harapan: Kisah Istri di Titik Nol Kehidupan

13 Januari 2026
Pencatatan Perkawinan
Publik

Pentingnya Pencatatan Perkawinan sebagai Bentuk Perlindungan Hak Anak dan Perempuan

13 Januari 2026

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

No Result
View All Result

TERPOPULER

  • Ketaatan Istri pada Suami

    Tiga Logika Ketaatan Istri pada Suami

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Cerita Nyadran Perdamaian 2026 Ekologi Spiritual Buddha-Muslim untuk Perawatan Alam

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Kerusakan Lingkungan Harus Dihentikan

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Merusak Alam Bertentangan dengan Ajaran Islam

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • KUPI Tegaskan Menjaga Lingkungan Bagian dari Prinsip Dasar Islam

    0 shares
    Share 0 Tweet 0

TERBARU

  • Air, Tanah, dan Energi Tidak Boleh Dimonopoli
  • Cerita Nyadran Perdamaian 2026 Ekologi Spiritual Buddha-Muslim untuk Perawatan Alam
  • Merusak Alam Bertentangan dengan Ajaran Islam
  • Tiga Logika Ketaatan Istri pada Suami
  • Kerusakan Lingkungan Harus Dihentikan

Komentar Terbaru

  • dul pada Mitokondria: Kerja Sunyi Perempuan yang Menghidupkan
  • Refleksi Hari Pahlawan: Tiga Rahim Penyangga Dunia pada Menolak Gelar Pahlawan: Catatan Hijroatul Maghfiroh atas Dosa Ekologis Soeharto
  • M. Khoirul Imamil M pada Amalan Muharram: Melampaui “Revenue” Individual
  • Asma binti Hamad dan Hilangnya Harapan Hidup pada Mengapa Tuhan Tak Bergeming dalam Pembantaian di Palestina?
  • Usaha, Privilege, dan Kehendak Tuhan pada Mengenalkan Palestina pada Anak
  • Tentang
  • Redaksi
  • Kontributor
  • Kirim Tulisan
Kontak kami:
redaksi@mubadalah.id

© 2025 MUBADALAH.ID

Selamat Datang!

Login to your account below

Forgotten Password? Sign Up

Create New Account!

Fill the forms bellow to register

All fields are required. Log In

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In

Add New Playlist

No Result
View All Result
  • Account
  • Home
  • Khazanah
  • Kirim Tulisan
  • Kolom Buya Husein
  • Kontributor
  • Monumen
  • Privacy Policy
  • Redaksi
  • Rujukan
  • Tentang Mubadalah
  • Zawiyah
  • Login
  • Sign Up

© 2025 MUBADALAH.ID