Kamis, 29 Januari 2026
  • Login
  • Register
Keadilan dan Kesetaraan Gender - Mubadalah
Dukung kami dengan donasi melalui
Bank Syariah Indonesia 7004-0536-58
a.n. Yayasan Fahmina
  • Home
  • Aktual
    Nikah Muda

    Romantisasi Nikah Muda dan Sunyinya Bangku Pendidikan

    Tertawa

    Tertawa, Tapi Tidak Setara: Mens Rea, Komedi, dan Ruang Bicara Publik

    Laras Faizati

    Kritik Laras Faizati Menjadi Suara Etika Kepedulian Perempuan

    Natal

    Makna Natal Perspektif Mubadalah: Feminis Maria Serta Makna Reproduksi dan Ketubuhan

    Kekerasan di Kampus

    IMM Ciputat Dorong Peran Mahasiswa Perkuat Sistem Pelaporan Kekerasan di Kampus

    Kekerasan di Kampus

    Peringati Hari Ibu: PSIPP ITB Ahmad Dahlan dan Gen Z Perkuat Pencegahan Kekerasan Berbasis Gender di Kampus

    KUPI yang

    KUPI Jadi Ruang Konsolidasi Para Ulama Perempuan

    gerakan peradaban

    Peran Ulama Perempuan KUPI dalam Membangun Gerakan Peradaban

    Kemiskinan Perempuan

    KUPI Dorong Peran Ulama Perempuan Merespons Kemiskinan Struktural dan Krisis Lingkungan

  • Kolom
    • All
    • Keluarga
    • Personal
    • Publik
    Sejarah Disabilitas

    Sejarah Gerakan Disabilitas dan Kebijakannya

    KUPI 2027

    KUPI 2027 Wajib Mengangkat Tema Disabilitas, Mengapa? 

    Nyadran Perdamaian

    Nyadran Perdamaian: Belajar Hidup Bersama dalam Perbedaan

    WKRI

    WKRI dan Semangat dalam Melayani Gereja dan Bangsa

    Teologi Tubuh Disabilitas

    Tuhan Tidak Sedang Bereksperimen: Estetika Keilahian dalam Teologi Tubuh Disabilitas

    Tadarus Subuh

    Tadarus Subuh ke-178: Melakukan Kerja Rumah Tangga

    Fiqh al-Murūnah

    Fiqh al-Murūnah dan Hak Digital Disabilitas

    Joko Pinurbo

    Menyelami Puisi Kritis Joko Pinurbo Bersama Anak-anak

    Gotong-royong

    Gotong-royong Merawat Lingkungan: Melawan Ekoabelisme!

    • Keluarga
    • Personal
    • Publik
  • Khazanah
    • All
    • Hikmah
    • Hukum Syariat
    • Pernak-pernik
    • Sastra
    Nafkah Keluarga

    Nafkah Keluarga dan Preseden Perempuan Bekerja pada Masa Nabi

    Ummu Syuraik

    Ummu Syuraik, Perempuan Kaya yang Diakui dalam Hadis Nabi

    Perempuan Kaya

    Perempuan Kaya dan Dermawan pada Masa Nabi

    Kerja Perempuan

    Islam Mengakui Kerja Perempuan

    Penggembala

    Perempuan Penggembala pada Masa Nabi Muhammad Saw

    Kerja adalah sedekah

    Kerja Perempuan Bernilai Sedekah

    Pelaku Ekonomi

    Perempuan sebagai Pelaku Ekonomi Sejak Awal Islam

    Spiritual Ekologi

    Kiat Spiritual Ekologi Rasulullah dalam Merawat Alam

    Iddah

    Iddah sebagai Masa Pemulihan, Bukan Peminggiran

    • Hikmah
    • Hukum Syariat
    • Pernak-pernik
    • Sastra
  • Rujukan
    • All
    • Ayat Quran
    • Hadits
    • Metodologi
    • Mubapedia
    Perempuan Fitnah

    Perempuan Fitnah Laki-laki? Menimbang Ulang dalam Perspektif Mubadalah

    Idul Fitri

    Teks Khutbah Idul Fitri 1446 H: Menjadi Insan Bertakwa dan Mewujudkan Masyarakat Berkeadaban di Hari Kemenangan

    Idul Fitri

    Teks Khutbah Idul Fitri 1446 H: Merayakan Kemenangan dengan Syukur, Solidaritas, dan Kepedulian

    Membayar Zakat Fitrah

    Masihkah Kita Membayar Zakat Fitrah dengan Beras 2,5 Kg atau Uang Seharganya?

    Ibu menyusui tidak puasa apa hukumnya?

    Ibu Menyusui Tidak Puasa Apa Hukumnya?

    kerja domestik adalah tanggung jawab suami dan istri

    5 Dalil Kerja Domestik adalah Tanggung Jawab Suami dan Istri

    Menghindari Zina

    Jika Ingin Menghindari Zina, Jangan dengan Pernikahan yang Toxic

    Makna Ghaddul Bashar

    Makna Ghaddul Bashar, Benarkah Menundukkan Mata Secara Fisik?

    Makna Isti'faf

    Makna Isti’faf, Benarkah hanya Menjauhi Zina?

    • Ayat Quran
    • Hadits
    • Metodologi
    • Mubapedia
  • Tokoh
    • All
    • Profil
    Kebudayaan

    Pidato Kebudayaan dalam Ulang Tahun Fahmina Institute Ke 25

    Fazlur Rahman

    Fazlur Rahman: Memahami Spirit Kesetaraan dan Keadilan Gender dalam Al-Qur’an

    Idulfitri

    Khutbah Idulfitri: Mulai Kehidupan Baru di Bulan Syawal

    Sa'adah

    Sa’adah: Sosok Pendamping Korban Kekerasan Terhadap Perempuan dan Anak  

    Tahun Baru 2025

    Do’a Tahun Baru 2025

    Umi Nyai Sintho' Nabilah Asrori

    Umi Nyai Sintho’ Nabilah Asrori : Ulama Perempuan yang Mengajar Santri Sepuh

    Rabi'ah Al-'Adawiyah

    Sufi Perempuan: Rabi’ah Al-‘Adawiyah

    Ning Imaz

    Ning Imaz Fatimatuz Zahra: Ulama Perempuan Muda Berdakwah Melalui Medsos

    Siti Hanifah Soehaimi

    Siti Hanifah Soehaimi: Penyelamat Foto Perobekan Bendera Belanda di Hotel Yamato yang Sempat Hilang

  • Monumen
  • Zawiyah
No Result
View All Result
Keadilan dan Kesetaraan Gender - Mubadalah
  • Home
  • Aktual
    Nikah Muda

    Romantisasi Nikah Muda dan Sunyinya Bangku Pendidikan

    Tertawa

    Tertawa, Tapi Tidak Setara: Mens Rea, Komedi, dan Ruang Bicara Publik

    Laras Faizati

    Kritik Laras Faizati Menjadi Suara Etika Kepedulian Perempuan

    Natal

    Makna Natal Perspektif Mubadalah: Feminis Maria Serta Makna Reproduksi dan Ketubuhan

    Kekerasan di Kampus

    IMM Ciputat Dorong Peran Mahasiswa Perkuat Sistem Pelaporan Kekerasan di Kampus

    Kekerasan di Kampus

    Peringati Hari Ibu: PSIPP ITB Ahmad Dahlan dan Gen Z Perkuat Pencegahan Kekerasan Berbasis Gender di Kampus

    KUPI yang

    KUPI Jadi Ruang Konsolidasi Para Ulama Perempuan

    gerakan peradaban

    Peran Ulama Perempuan KUPI dalam Membangun Gerakan Peradaban

    Kemiskinan Perempuan

    KUPI Dorong Peran Ulama Perempuan Merespons Kemiskinan Struktural dan Krisis Lingkungan

  • Kolom
    • All
    • Keluarga
    • Personal
    • Publik
    Sejarah Disabilitas

    Sejarah Gerakan Disabilitas dan Kebijakannya

    KUPI 2027

    KUPI 2027 Wajib Mengangkat Tema Disabilitas, Mengapa? 

    Nyadran Perdamaian

    Nyadran Perdamaian: Belajar Hidup Bersama dalam Perbedaan

    WKRI

    WKRI dan Semangat dalam Melayani Gereja dan Bangsa

    Teologi Tubuh Disabilitas

    Tuhan Tidak Sedang Bereksperimen: Estetika Keilahian dalam Teologi Tubuh Disabilitas

    Tadarus Subuh

    Tadarus Subuh ke-178: Melakukan Kerja Rumah Tangga

    Fiqh al-Murūnah

    Fiqh al-Murūnah dan Hak Digital Disabilitas

    Joko Pinurbo

    Menyelami Puisi Kritis Joko Pinurbo Bersama Anak-anak

    Gotong-royong

    Gotong-royong Merawat Lingkungan: Melawan Ekoabelisme!

    • Keluarga
    • Personal
    • Publik
  • Khazanah
    • All
    • Hikmah
    • Hukum Syariat
    • Pernak-pernik
    • Sastra
    Nafkah Keluarga

    Nafkah Keluarga dan Preseden Perempuan Bekerja pada Masa Nabi

    Ummu Syuraik

    Ummu Syuraik, Perempuan Kaya yang Diakui dalam Hadis Nabi

    Perempuan Kaya

    Perempuan Kaya dan Dermawan pada Masa Nabi

    Kerja Perempuan

    Islam Mengakui Kerja Perempuan

    Penggembala

    Perempuan Penggembala pada Masa Nabi Muhammad Saw

    Kerja adalah sedekah

    Kerja Perempuan Bernilai Sedekah

    Pelaku Ekonomi

    Perempuan sebagai Pelaku Ekonomi Sejak Awal Islam

    Spiritual Ekologi

    Kiat Spiritual Ekologi Rasulullah dalam Merawat Alam

    Iddah

    Iddah sebagai Masa Pemulihan, Bukan Peminggiran

    • Hikmah
    • Hukum Syariat
    • Pernak-pernik
    • Sastra
  • Rujukan
    • All
    • Ayat Quran
    • Hadits
    • Metodologi
    • Mubapedia
    Perempuan Fitnah

    Perempuan Fitnah Laki-laki? Menimbang Ulang dalam Perspektif Mubadalah

    Idul Fitri

    Teks Khutbah Idul Fitri 1446 H: Menjadi Insan Bertakwa dan Mewujudkan Masyarakat Berkeadaban di Hari Kemenangan

    Idul Fitri

    Teks Khutbah Idul Fitri 1446 H: Merayakan Kemenangan dengan Syukur, Solidaritas, dan Kepedulian

    Membayar Zakat Fitrah

    Masihkah Kita Membayar Zakat Fitrah dengan Beras 2,5 Kg atau Uang Seharganya?

    Ibu menyusui tidak puasa apa hukumnya?

    Ibu Menyusui Tidak Puasa Apa Hukumnya?

    kerja domestik adalah tanggung jawab suami dan istri

    5 Dalil Kerja Domestik adalah Tanggung Jawab Suami dan Istri

    Menghindari Zina

    Jika Ingin Menghindari Zina, Jangan dengan Pernikahan yang Toxic

    Makna Ghaddul Bashar

    Makna Ghaddul Bashar, Benarkah Menundukkan Mata Secara Fisik?

    Makna Isti'faf

    Makna Isti’faf, Benarkah hanya Menjauhi Zina?

    • Ayat Quran
    • Hadits
    • Metodologi
    • Mubapedia
  • Tokoh
    • All
    • Profil
    Kebudayaan

    Pidato Kebudayaan dalam Ulang Tahun Fahmina Institute Ke 25

    Fazlur Rahman

    Fazlur Rahman: Memahami Spirit Kesetaraan dan Keadilan Gender dalam Al-Qur’an

    Idulfitri

    Khutbah Idulfitri: Mulai Kehidupan Baru di Bulan Syawal

    Sa'adah

    Sa’adah: Sosok Pendamping Korban Kekerasan Terhadap Perempuan dan Anak  

    Tahun Baru 2025

    Do’a Tahun Baru 2025

    Umi Nyai Sintho' Nabilah Asrori

    Umi Nyai Sintho’ Nabilah Asrori : Ulama Perempuan yang Mengajar Santri Sepuh

    Rabi'ah Al-'Adawiyah

    Sufi Perempuan: Rabi’ah Al-‘Adawiyah

    Ning Imaz

    Ning Imaz Fatimatuz Zahra: Ulama Perempuan Muda Berdakwah Melalui Medsos

    Siti Hanifah Soehaimi

    Siti Hanifah Soehaimi: Penyelamat Foto Perobekan Bendera Belanda di Hotel Yamato yang Sempat Hilang

  • Monumen
  • Zawiyah
No Result
View All Result
Keadilan dan Kesetaraan Gender - Mubadalah
No Result
View All Result
Home Featured

Ramadan dan Perubahan Iklim

Ramadan kali ini harus bisa membuat kita menjadi sosok yang semakin peduli lingkungan, di mana hal ini merupakan wujud dari implementasi takwa kita kepada Allah Swt

Ega Ardiansyah by Ega Ardiansyah
11 Maret 2024
in Featured, Publik
A A
0
Perubahan Iklim

Perubahan Iklim

706
VIEWS
Share on FacebookShare on TwitterShare on Whatsapp

Mubadalah.id – Dari beberapa sumber yang terpercaya, suhu bumi di tahun 2023 ini diperkirakan naik sebesar 1,08°C (Prof. Rhenald Kasali dalam kanal YouTubenya menggenapkan menjadi 1,1°C). Kenaikan dipicu oleh perubahan iklim (climate change) yang semakin tahun semakin memburuk. Sebabnya apalagi kalau bukan karena ulah manusia/penduduk bumi itu sendiri. Memperlakukan lingkungan secara buruk (tidak ramah lingkungan), mengeksploitasi kekayaan alamnya tanpa mempertimbangkan efek domino yang mungkin terjadi, dan lainnya.

Belum soal perkembangan industri yang tidak didasarkan pada perhitungan lingkungan. Pokoknya banyak. Di bulan Ramadan ini teman-teman mungkin merasakan bahwa ketika cuaca sedang panas, panasnya itu lumayan kebangetan. Sekalipun saat ini kita masih berada pada fase pancaroba (pergantian cuaca dari musim penghujan ke musim kemarau). Perlu kita ketahui, kenaikan suhu bumi memiliki beberapa dampak  negatif atau merugikan bagi kehidupan manusia, hewan dan tumbuhan. Kita beberkan sedikit.

Pertama, memicu kenaikan air laut. Kenaikan air laut merupakan imbas yang mungkin efeknya sudah dirasakan  sebagian penduduk dunia dan Indonesia. Perubahan iklim (yang menyebabkan pemanasan global) mempengaruhi keadaan dua kutub, kutub selatan dan kutub utara. Bongkahan-bongkahan es yang beku di sana setiap tahun terus mengalami pengurangan (mencair) karena hal tersebut. Inilah yang secara alami membuat debit air laut setiap tahun mengalami kenaikan.

Dampak Perubahan Iklim

Sudah banyak cerita pulau-pulau kecil yang tenggelam dan memaksa para penduduknya pindah tempat ke pulau lain. Dalam hal ini, di Indonesia, DKI Jakarta merupakan kota yang digadang-gadang (diprediksi) akan tenggelam dalam beberapa tahun mendatang. Beberapa peneliti/pengamat mengatakan, sebagian kecil wilayah di DKI Jakarta ketinggian tanahnya ada di bawah permukaan laut. Sehingga sering kita dengar di Jakarta itu marak terjadi banjir rob, dan sebagainya.

Itu semua merupakan bagian dari dampak perubahan iklim yang sedang kita bahas di sini. Kedua, rusaknya ekosistem flora dan fauna. Contoh yang paling relevan dalam hal ini adalah terumbu karang. Kenaikan suhu bumi (dari pemaparan Prof. Rhenald Kasali) cukup berdampak signifikan terhadap keberlangsungan hidup terumbu karang. Jika suhu bumi tahun depan kembali naik 1 derajat, banyak ilmuwan yang memprediksi bahwa ekosistem terumbu karang bisa hancur.

Terumbu karang merupakan biota laut yang menjadi habitat biota laut lainnya. Ikan-ikan kecil, dan lain-lain. Jika ekosistem terumbu karang rusak, maka ekosistem biota laut lain pun sudah pasti ikut rusak/terganggu. Terakhir (walaupun sejatinya masih banyak), adalah terancamnya keberlangsungan hidup manusia.

Jika kita analogikan pada sebuah ibarat, suhu bumi bisa disamakan dengan suhu tubuh manusia. Suhu tubuh manusia jika mengalami kenaikan 1 derajat saja, pasti akan berdampak pada tubuh manusia tersebut (utamanya terhadap elemen atau organ-organ yang ada di dalamnya).

Sama halnya dengan suhu bumi, jika naik satu derajat saja, pasti bumi akan mengalami hal serupa. Sehingga, hal tersebut bisa membuat elemen-elemen yang ada di dalam bumi terkena dampak kurang baik. Oleh karena itu, perubahan iklim yang memicu pemanasan global ini perlu diperhatikan secara serius oleh setiap manusia.

Industri Hijau

Dalam konteks negara (di seluruh dunia), itu sudah ada komitmen bersama untuk menggencarkan perkembangan industri hijau (ramah lingkungan) dan memperbaiki sedikit demi sedikit industri yang selama ini menjadi salah satu kontributor terbesar yang memicu perubahan iklim ke arah negatif.

Itu perlu kita dukung. Namun, kita juga tidak boleh hanya diam dan menyaksikan. Peran setiap manusia sangat dibutuhkan (berharga). Secara individu, setiap manusia juga dituntut untuk aktif berpartisipasi mengatasi dan mencegah dampak perubahan iklim tersebut supaya tidak terus memburuk.

Tidak perlu kita awali dari sesuatu yang besar, minimal dari hal-hal kecil dan bisa kita jangkau saja dulu. Seperti tidak menyalakan lampu jika tidak perlu. Beralih dari kendaraan berbahan bakar fosil ke kendaraan berbahan bakar listrik, atau jangan membuang sampah sembarangan.

Di samping itu, mengajak dan menganjurkan teman atau orang lain untuk melakukan hal serupa juga bagian dari bentuk kontribusi yang bisa kita lakukan. Terlihat sepele, tetapi insya Allah akan membawa perubahan yang cukup efektif untuk mencegah perubahan iklim menjadi lebih buruk.

Apalagi misal jika kita tambah dengan melakukan pergerakan konkrit dan tajam juga. Seperti mulai aktif mensosialisasikan pentingnya reboisasi ke masyarakat, menganjurkan mereka menanam pohon di setiap rumah, dan sejenisnya. Hal itu pasti akan semakin membuat kontribusi kita dalam upaya mencegah perubahan iklim menjadi lebih buruk akan bertambah besar.

Peran Agama

Selain dari yang lingkupnya individu seperti di atas, dalam konteks Indonesia, Prof. Rhenald Kasali juga menyebut bahwa peran dari tokoh-tokoh agama itu sangat penting. Indonesia merupakan negara yang penduduknya rata-rata beragama (Islam, Kristen, Hindu, Budha, Konghucu, dll). Setiap agama pasti memiliki tokoh masing-masing. Di Islam ada kiai/ustadz, di Kristen ada pendeta, dan seterusnya. Setiap tokoh agama tersebut biasanya memiliki basis masa/pengikut yang besar. Oleh karena itu, jika maksimal, perannya dalam urusan ini akan sangat berguna/membantu.

Peran tokoh-tokoh agama tersebut adalah menggugah kesadaran masyarakat beragama tentang pentingnya menjaga dan merawat lingkungan. Setiap agama saya yakin memiliki ajaran tentang merawat alam dan lingkungan dengan baik. Inilah yang perlu kita tekankan. Saya sangat setuju dengan pendapat Prof. Rhenald ini.

Pokoknya, ikhtiar kita mengatasi masalah bersama ini harus optimal. Harus dari berbagai lini kehidupan. Bagaimanapun, bumi merupakan tempat tinggal kita bersama. Maka, setiap orang memang semestinya wajib untuk menjaga dan memeliharanya dari berbagai macam potensi kerusakan.

Khusus bagi muslim/muslimah, bulan Ramadan kali ini harus bisa membuat kita menjadi sosok yang semakin peduli lingkungan, di mana hal ini merupakan wujud dari implementasi takwa kita kepada Allah Swt. Selain untuk beribadah, penciptaan manusia di bumi juga terbebani tugas menjadi khalifah (pemimpin) di dalamnya. Oleh karena itu, memelihara bumi merupakan salah satu tugas dari seorang khalifah, sudah sepatutnya setiap muslim/muslimah di dunia mampu menjadi sosok pemelihara dan penjaga lingkungan/alam yang baik dan disiplin. []

 

 

Tags: CuacaIsu LingkunganPerubahan IklimpuasaramadanSuhu Bumi

Get real time update about this post categories directly on your device, subscribe now.

Unsubscribe
Konten ini dilisensikan di bawah CC BY-ND 4.0
Ega Ardiansyah

Ega Ardiansyah

Ega Adriansyah, pemuda dan penulis asal Desa Kubangdeleg. Kini sedang menimba ilmu di jurusan Ekonomi Syariah IAIN Syekh Nurjati Cirebon

Related Posts

Joko Pinurbo
Publik

Menyelami Puisi Kritis Joko Pinurbo Bersama Anak-anak

27 Januari 2026
Gotong-royong
Publik

Gotong-royong Merawat Lingkungan: Melawan Ekoabelisme!

26 Januari 2026
Isra Mikraj
Hikmah

Isra Mikraj sebagai Narasi Kosmologis dan Tanggung Jawab Lingkungan

17 Januari 2026
Relasi dengan Bumi
Publik

Tahun Berganti, Tata Kembali Relasi dengan Bumi

3 Januari 2026
Proyek PSN
Publik

Kekerasan yang Menubuh: Penderitaan dan Perlawanan di Lingkar Proyek PSN

3 Januari 2026
Meruwat Bumi
Publik

Dari Merawat ke Meruwat Bumi: Jalan Spiritualitas Ekoteologis

23 Desember 2025
Please login to join discussion
No Result
View All Result

TERPOPULER

  • Aku Jalak Bukan Jablay

    Refleksi Buku Aku Jalak, Bukan Jablay; Janda, Stigma, dan Komitmen

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Perempuan Kaya dan Dermawan pada Masa Nabi

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Tuhan Tidak Sedang Bereksperimen: Estetika Keilahian dalam Teologi Tubuh Disabilitas

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • WKRI dan Semangat dalam Melayani Gereja dan Bangsa

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Nyadran Perdamaian: Belajar Hidup Bersama dalam Perbedaan

    0 shares
    Share 0 Tweet 0

TERBARU

  • Sejarah Gerakan Disabilitas dan Kebijakannya
  • Nafkah Keluarga dan Preseden Perempuan Bekerja pada Masa Nabi
  • KUPI 2027 Wajib Mengangkat Tema Disabilitas, Mengapa? 
  • Ummu Syuraik, Perempuan Kaya yang Diakui dalam Hadis Nabi
  • Nyadran Perdamaian: Belajar Hidup Bersama dalam Perbedaan

Komentar Terbaru

  • dul pada Mitokondria: Kerja Sunyi Perempuan yang Menghidupkan
  • Refleksi Hari Pahlawan: Tiga Rahim Penyangga Dunia pada Menolak Gelar Pahlawan: Catatan Hijroatul Maghfiroh atas Dosa Ekologis Soeharto
  • M. Khoirul Imamil M pada Amalan Muharram: Melampaui “Revenue” Individual
  • Asma binti Hamad dan Hilangnya Harapan Hidup pada Mengapa Tuhan Tak Bergeming dalam Pembantaian di Palestina?
  • Usaha, Privilege, dan Kehendak Tuhan pada Mengenalkan Palestina pada Anak
  • Tentang
  • Redaksi
  • Kontributor
  • Kirim Tulisan
Kontak kami:
redaksi@mubadalah.id

Mubadalah.id © 2026 by Mubadalah is licensed under CC BY-ND 4.0

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password? Sign Up

Create New Account!

Fill the forms below to register

All fields are required. Log In

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In

Add New Playlist

No Result
View All Result
  • Account
  • Disabilitas
  • Home
  • Indeks Artikel
  • Indeks Artikel
  • Khazanah
  • Kirim Tulisan
  • Kolom Buya Husein
  • Kontributor
  • Monumen
  • Privacy Policy
  • Redaksi
  • Rujukan
  • Search
  • Tentang Mubadalah
  • Zawiyah
  • Login
  • Sign Up

Mubadalah.id © 2026 by Mubadalah is licensed under CC BY-ND 4.0