Minggu, 1 Februari 2026
  • Login
  • Register
Keadilan dan Kesetaraan Gender - Mubadalah
Dukung kami dengan donasi melalui
Bank Syariah Indonesia 7004-0536-58
a.n. Yayasan Fahmina
  • Home
  • Aktual
    Harlah 100 Tahun

    Pesan-pesan Penting dalam Perayaan Harlah 100 Tahun Masehi NU

    Nikah Muda

    Romantisasi Nikah Muda dan Sunyinya Bangku Pendidikan

    Tertawa

    Tertawa, Tapi Tidak Setara: Mens Rea, Komedi, dan Ruang Bicara Publik

    Laras Faizati

    Kritik Laras Faizati Menjadi Suara Etika Kepedulian Perempuan

    Natal

    Makna Natal Perspektif Mubadalah: Feminis Maria Serta Makna Reproduksi dan Ketubuhan

    Kekerasan di Kampus

    IMM Ciputat Dorong Peran Mahasiswa Perkuat Sistem Pelaporan Kekerasan di Kampus

    Kekerasan di Kampus

    Peringati Hari Ibu: PSIPP ITB Ahmad Dahlan dan Gen Z Perkuat Pencegahan Kekerasan Berbasis Gender di Kampus

    KUPI yang

    KUPI Jadi Ruang Konsolidasi Para Ulama Perempuan

    gerakan peradaban

    Peran Ulama Perempuan KUPI dalam Membangun Gerakan Peradaban

  • Kolom
    • All
    • Keluarga
    • Personal
    • Publik
    MBG

    MBG bagi Difabel: Pentingkah?

    Keberpihakan Gus Dur

    Di Atas Pasal Ada Kemanusiaan: Belajar dari Keberpihakan Gus Dur

    Kesehatan mental

    Bukan Salah Iblis, Kesehatan Mental itu Konstruksi Sosial

    Hannah Arendt

    Membaca Ulang Tragedi Holocaust dengan Kacamata Kritis Hannah Arendt (Part 1)

    Pernikahan di Indonesia

    Menikah Makin Langka, Mengapa Pernikahan di Indonesia Menurun?

    Humor

    Humor yang Melanggengkan Stereotip Gender

    Perkawinan Beda Agama

    Masalah Pelik Pencatatan Perkawinan Beda Agama

    Pegawai MBG

    Nasib Pegawai MBG Lebih Baik daripada Guru: Di Mana Letak Keadilan Negara?

    Perempuan Haid

    Ketika Perempuan sedang Haid: Ibadah Apa yang Boleh, Apa yang Gugur?

    • Keluarga
    • Personal
    • Publik
    • Disabilitas
    • Lingkungan
  • Khazanah
    • All
    • Hikmah
    • Pernak-pernik
    • Sastra
    Menggugat Cerai

    Hak Perempuan Menggugat Cerai

    Ruang Publik Perempuan

    Hak Perempuan atas Ruang Publik dan Relevansinya Hari Ini

    Perempuan ke Masjid

    Hadis Perempuan Shalat di Masjid dan Konteks Sejarahnya

    Membela yang Lemah

    Membela yang Lemah sebagai Tanggung Jawab Bersama

    Kaum Lemah

    Teladan Nabi dalam Membela Kelompok Lemah

    ibu susuan

    Teladan Nabi dalam Menghormati Ibu Susuan

    peran menyusui

    Menghormati Peran Ibu Menyusui

    perlindungan diri perempuan

    Hak Perlindungan Diri Perempuan

    Hadis Ummu Sulaim

    Hadis Ummu Sulaim dan Hak Perempuan Melindungi Diri

    • Hikmah
    • Pernak-pernik
    • Sastra
  • Rujukan
    • All
    • Ayat Quran
    • Hadits
    • Metodologi
    • Mubapedia
    Perempuan Fitnah

    Perempuan Fitnah Laki-laki? Menimbang Ulang dalam Perspektif Mubadalah

    Idul Fitri

    Teks Khutbah Idul Fitri 1446 H: Menjadi Insan Bertakwa dan Mewujudkan Masyarakat Berkeadaban di Hari Kemenangan

    Idul Fitri

    Teks Khutbah Idul Fitri 1446 H: Merayakan Kemenangan dengan Syukur, Solidaritas, dan Kepedulian

    Membayar Zakat Fitrah

    Masihkah Kita Membayar Zakat Fitrah dengan Beras 2,5 Kg atau Uang Seharganya?

    Ibu menyusui tidak puasa apa hukumnya?

    Ibu Menyusui Tidak Puasa Apa Hukumnya?

    kerja domestik adalah tanggung jawab suami dan istri

    5 Dalil Kerja Domestik adalah Tanggung Jawab Suami dan Istri

    Menghindari Zina

    Jika Ingin Menghindari Zina, Jangan dengan Pernikahan yang Toxic

    Makna Ghaddul Bashar

    Makna Ghaddul Bashar, Benarkah Menundukkan Mata Secara Fisik?

    Makna Isti'faf

    Makna Isti’faf, Benarkah hanya Menjauhi Zina?

    • Ayat Quran
    • Hadits
    • Metodologi
    • Mubapedia
  • Tokoh
    • All
    • Profil
    Kebudayaan

    Pidato Kebudayaan dalam Ulang Tahun Fahmina Institute Ke 25

    Fazlur Rahman

    Fazlur Rahman: Memahami Spirit Kesetaraan dan Keadilan Gender dalam Al-Qur’an

    Idulfitri

    Khutbah Idulfitri: Mulai Kehidupan Baru di Bulan Syawal

    Sa'adah

    Sa’adah: Sosok Pendamping Korban Kekerasan Terhadap Perempuan dan Anak  

    Tahun Baru 2025

    Do’a Tahun Baru 2025

    Umi Nyai Sintho' Nabilah Asrori

    Umi Nyai Sintho’ Nabilah Asrori : Ulama Perempuan yang Mengajar Santri Sepuh

    Rabi'ah Al-'Adawiyah

    Sufi Perempuan: Rabi’ah Al-‘Adawiyah

    Ning Imaz

    Ning Imaz Fatimatuz Zahra: Ulama Perempuan Muda Berdakwah Melalui Medsos

    Siti Hanifah Soehaimi

    Siti Hanifah Soehaimi: Penyelamat Foto Perobekan Bendera Belanda di Hotel Yamato yang Sempat Hilang

  • Monumen
  • Zawiyah
No Result
View All Result
Keadilan dan Kesetaraan Gender - Mubadalah
  • Home
  • Aktual
    Harlah 100 Tahun

    Pesan-pesan Penting dalam Perayaan Harlah 100 Tahun Masehi NU

    Nikah Muda

    Romantisasi Nikah Muda dan Sunyinya Bangku Pendidikan

    Tertawa

    Tertawa, Tapi Tidak Setara: Mens Rea, Komedi, dan Ruang Bicara Publik

    Laras Faizati

    Kritik Laras Faizati Menjadi Suara Etika Kepedulian Perempuan

    Natal

    Makna Natal Perspektif Mubadalah: Feminis Maria Serta Makna Reproduksi dan Ketubuhan

    Kekerasan di Kampus

    IMM Ciputat Dorong Peran Mahasiswa Perkuat Sistem Pelaporan Kekerasan di Kampus

    Kekerasan di Kampus

    Peringati Hari Ibu: PSIPP ITB Ahmad Dahlan dan Gen Z Perkuat Pencegahan Kekerasan Berbasis Gender di Kampus

    KUPI yang

    KUPI Jadi Ruang Konsolidasi Para Ulama Perempuan

    gerakan peradaban

    Peran Ulama Perempuan KUPI dalam Membangun Gerakan Peradaban

  • Kolom
    • All
    • Keluarga
    • Personal
    • Publik
    MBG

    MBG bagi Difabel: Pentingkah?

    Keberpihakan Gus Dur

    Di Atas Pasal Ada Kemanusiaan: Belajar dari Keberpihakan Gus Dur

    Kesehatan mental

    Bukan Salah Iblis, Kesehatan Mental itu Konstruksi Sosial

    Hannah Arendt

    Membaca Ulang Tragedi Holocaust dengan Kacamata Kritis Hannah Arendt (Part 1)

    Pernikahan di Indonesia

    Menikah Makin Langka, Mengapa Pernikahan di Indonesia Menurun?

    Humor

    Humor yang Melanggengkan Stereotip Gender

    Perkawinan Beda Agama

    Masalah Pelik Pencatatan Perkawinan Beda Agama

    Pegawai MBG

    Nasib Pegawai MBG Lebih Baik daripada Guru: Di Mana Letak Keadilan Negara?

    Perempuan Haid

    Ketika Perempuan sedang Haid: Ibadah Apa yang Boleh, Apa yang Gugur?

    • Keluarga
    • Personal
    • Publik
    • Disabilitas
    • Lingkungan
  • Khazanah
    • All
    • Hikmah
    • Pernak-pernik
    • Sastra
    Menggugat Cerai

    Hak Perempuan Menggugat Cerai

    Ruang Publik Perempuan

    Hak Perempuan atas Ruang Publik dan Relevansinya Hari Ini

    Perempuan ke Masjid

    Hadis Perempuan Shalat di Masjid dan Konteks Sejarahnya

    Membela yang Lemah

    Membela yang Lemah sebagai Tanggung Jawab Bersama

    Kaum Lemah

    Teladan Nabi dalam Membela Kelompok Lemah

    ibu susuan

    Teladan Nabi dalam Menghormati Ibu Susuan

    peran menyusui

    Menghormati Peran Ibu Menyusui

    perlindungan diri perempuan

    Hak Perlindungan Diri Perempuan

    Hadis Ummu Sulaim

    Hadis Ummu Sulaim dan Hak Perempuan Melindungi Diri

    • Hikmah
    • Pernak-pernik
    • Sastra
  • Rujukan
    • All
    • Ayat Quran
    • Hadits
    • Metodologi
    • Mubapedia
    Perempuan Fitnah

    Perempuan Fitnah Laki-laki? Menimbang Ulang dalam Perspektif Mubadalah

    Idul Fitri

    Teks Khutbah Idul Fitri 1446 H: Menjadi Insan Bertakwa dan Mewujudkan Masyarakat Berkeadaban di Hari Kemenangan

    Idul Fitri

    Teks Khutbah Idul Fitri 1446 H: Merayakan Kemenangan dengan Syukur, Solidaritas, dan Kepedulian

    Membayar Zakat Fitrah

    Masihkah Kita Membayar Zakat Fitrah dengan Beras 2,5 Kg atau Uang Seharganya?

    Ibu menyusui tidak puasa apa hukumnya?

    Ibu Menyusui Tidak Puasa Apa Hukumnya?

    kerja domestik adalah tanggung jawab suami dan istri

    5 Dalil Kerja Domestik adalah Tanggung Jawab Suami dan Istri

    Menghindari Zina

    Jika Ingin Menghindari Zina, Jangan dengan Pernikahan yang Toxic

    Makna Ghaddul Bashar

    Makna Ghaddul Bashar, Benarkah Menundukkan Mata Secara Fisik?

    Makna Isti'faf

    Makna Isti’faf, Benarkah hanya Menjauhi Zina?

    • Ayat Quran
    • Hadits
    • Metodologi
    • Mubapedia
  • Tokoh
    • All
    • Profil
    Kebudayaan

    Pidato Kebudayaan dalam Ulang Tahun Fahmina Institute Ke 25

    Fazlur Rahman

    Fazlur Rahman: Memahami Spirit Kesetaraan dan Keadilan Gender dalam Al-Qur’an

    Idulfitri

    Khutbah Idulfitri: Mulai Kehidupan Baru di Bulan Syawal

    Sa'adah

    Sa’adah: Sosok Pendamping Korban Kekerasan Terhadap Perempuan dan Anak  

    Tahun Baru 2025

    Do’a Tahun Baru 2025

    Umi Nyai Sintho' Nabilah Asrori

    Umi Nyai Sintho’ Nabilah Asrori : Ulama Perempuan yang Mengajar Santri Sepuh

    Rabi'ah Al-'Adawiyah

    Sufi Perempuan: Rabi’ah Al-‘Adawiyah

    Ning Imaz

    Ning Imaz Fatimatuz Zahra: Ulama Perempuan Muda Berdakwah Melalui Medsos

    Siti Hanifah Soehaimi

    Siti Hanifah Soehaimi: Penyelamat Foto Perobekan Bendera Belanda di Hotel Yamato yang Sempat Hilang

  • Monumen
  • Zawiyah
No Result
View All Result
Keadilan dan Kesetaraan Gender - Mubadalah
No Result
View All Result
Home Khazanah Pernak-pernik

3 Pesan Moral tentang Semangat Feminisme dalam Film Serial Money Heist (La Casa De Papel)

Para tokoh perempuan dalam film serial tersebut seperti Nairobi, Tokyo, Monica, dan Raquel (Lisbon) merupakan sosok perempuan yang berusaha menunjukkan kesetaraan dalam hubungannya terhadap orang lain (dalam film tersebut adalah laki-laki).

Irfan Hidayat by Irfan Hidayat
16 Juni 2022
in Pernak-pernik
A A
0
semangat feminisme

semangat feminisme

3
SHARES
300
VIEWS
Share on FacebookShare on TwitterShare on Whatsapp

Mubadalah.id – Representasi semangat feminisme dalam film merupakan upaya yang dilakukan oleh para pejuang feminis dalam mendobrak budaya atau tradisi masyarakat yang hingga saat ini masih didominasi oleh nilai-nilai patriarki. Hal tersebut dilakukan sebagai perlawanan terhadap nilai patriarki – termasuk di dunia film yang masih marak dengan bias gender dengan memposisikan perempuan pada marginalisasi, subordinasi, eksploitasi, atau dengan hanya menjadi objek dari kaum laki-laki.

Berkaitan dengan itu, pada tahun 2017, Netflix merilis season pertama dari film ‘Money Heist’. Film bergenre crime/action semi thriller tersebut merupakan serial dari Spanyol dengan judul aslinya La Casa De Papel. Film yang hingga saat ini telah melewati 5 season tersebut mengisahkan seorang pria yang dijuluki Profesor. Dia merekrut beberapa orang lainnya untuk melakukan aksi perampokan. Aksi perampokan tersebut bukanlah perampokan biasa, melainkan bisa dibilang perampokan bank paling fenomenal di dunia.

Dalam film tersebut terdapat beberapa karakter perempuan yang mempunyai semangat feminisme dan andil besar seperti Nairobi, Tokyo, Lisbon, dan Stockholm. Dua tokoh utama perempuan yang memiliki peran besar dalam aksi perampokan yang direncanakan Professor ialah Nairobi dan Tokyo.

Beberapa Scene Representasi Semangat Feminisme

Terdapat beberapa scene dalam film tersebut yang merepresentasikan semangat feminisme. Pertama, ialah scene ketika Nairobi memimpin tim untuk mengambil emas dalam season 3. Nairobi menjadi pemimpin timnya untuk menuju sisi bawah tanah Royal Mint of Spain dan melakukan pencairan emas batangan yang diambil dari brankas rahasia bank tersebut. Secara tidak langsung, dalam scene ini menunjukkan bahwa perempuan adalah pemimpinnya.

Kedua, pada scene ketika Monica sedang membantu Tokyo dan Denver yang tengah menghadang aparat kepolisian Spanyol yang menerobos masuk dalam season 1 episode 9. Monica merupakan perempuan yang menjadi sandera dalam aksi pencurian tersebut, kemudian ikut membantu tim ini karena Denver telah menyelamatkan dirinya dan anaknya yang saat itu masih dalam kandungan.

Dalam scene tersebut, Monica dengan berani menembaki pasukan Kepolisian Spanyol. Ia melakukannya dengan penuh ekspresi kemarahan dan kegeraman. Scene ini memperlihatkan bagaimana perempuan sangat kuat dan berani sama seperti laki-laki dalam film tersebut.

Ketiga, dalam scene ketika Tokyo sedang berusaha melawan dan kabur dari aparat kepolisian Spanyol. Pada scene ini Tokyo digambarkan sebagai sosok perempuan pemberani dan memiliki semangat feminisme. Memang dalam film ini sosok Tokyo digambarkan sebagai seorang perempuan yang tempramen. Tokyo bisa menjadi seseorang perempuan yang perannya setara seperti halnya laki-laki dalam film serial La Casa de Papel (Money Heist) tersebut.

Sebenarnya, masih banyak sekali scene dalam film tersebut yang menggambarkan peran seorang perempuan yang kuat, tidak didominasi laki-laki, serta menentang patriarki. Seperti ketika Nairobi mengambil alih kepemimpinan Berlin untuk memimpin di lapangan (sementara Professor bekerja di belakang layar), atau ketika Lisbon dengan gagah mengambil alih komando Palermo untuk memimpin. Namun, akan sangat panjang jika dibahas dalam tulisan ini karena mengingat film serial tersebut memiliki banyak season yang terdiri dari beberapa episode. Sehingga, saya hanya mengambil tiga contoh saja.

3 Pesan Moral Semangat Feminisme

Pesan moral yang saya dapat dari film ini begitu banyak, baik tentang keadilan sosial, perjuangan, politik, hukum, gender dan feminisme. Berkaitan dengan semangat feminisme, saya mencoba merangkumnya dalam 3 bagian:

Pertama, para tokoh perempuan dalam film serial tersebut seperti Nairobi, Tokyo, Monica, dan Raquel (Lisbon) merupakan sosok perempuan yang berusaha menunjukkan kesetaraan dalam hubungannya terhadap orang lain (dalam film tersebut adalah laki-laki).

Nairobi menjadi pemimpin untuk mempersiapkan dan mengatur proses pengambilan batangan emas di sisi bawah tanah Royal Mint of Spain hingga proses pencairannya. Nairobi juga memiliki sikap leadership yang baik dan tegas terhadap para sandera untuk membantu menghitung uang yang telah dicetak.

Raquel (selanjutnya menjadi Lisbon) sebagai inspektur Kepolisian Spanyol juga sangat tegas dalam mengambil keputusan. Seperti ketia dia harus masuk ke dalam Royal Mint of Spain untuk menyelamatkan para sandera. Begitu juga dengan Monica yang awalnya sebagai sandera dan merupakan sekretaris dari atasannya Arturo Roman, akhirnya bergabung bersama tim Professor. Monica memiliki keberanian untuk terus hidup demi anaknya yang masih di dalam kandungan.

Para tokoh perempuan dalam film serial tersebut memiliki sikap yang berani, berjiwa kepemimpinan, dan tegas dalam mengambil keputusan serta memiliki semangat feminisme. Dari tokoh-tokoh perempuan yang terdapat dalam serial Netflix tersebut, menunjukkan bahwa mereka sebagai citra perempuan yang modern dan memperlihatkan representasi semangat feminisme yang terbangun adalah kesetaraan.

Kedua, mengenai konstruksi sosial sebagai seorang perempuan. Tokyo mendobrak stigma terkait perempuan yang cenderung diam dan lemah lembut. Ia justru mampu menjadi lawan yang setara dengan laki-laki. Selain itu, Tokyo juga merupakan sosok perempuan yang humanis, dimana dia bisa menangis, memiliki keberanian yang kuat, tetapi juga memiliki kelemahan seperti dalam beberapa scene di dalam film serial tersebut.

Hal ini seperti apa yang dijelaskan Soni Nopembri (2008) dalam tulisannya yang berjudul: “Wanita, Olahraga, dan Media – Dari Partisipasi Sampai Eksploitasi”, bahwa masuknya perempuan dalam dunia maskulinitas berawal dari adanya gerakan sosial wanita yang terjadi secara global untuk mempertegas para wanita berkembang menjadi manusia yang sempurna dalam mengembangkan kemampuan intelektual dan fisik mereka.

Ketiga, Tokyo, Nairobi, Lisbon, Monica, dan lainnya direpresentasikan sebagai sosok perempuan yang kuat dan pemberani. Seperti kita tahu, di tengah masyarakat masih banyak label perempuan adalah sosok lemah dan butuh perlindungan dari orang lain’. Selain itu, perempuan kerap dianggap sebagai warga kelas dua, yang bisa dilecehkan karena dianggap sebagai makhluk yang lemah. Akan tetapi, tidak dengan Tokyo dan tokoh perempuan lainnya dalam film tersebut yang berhasil mengalahkan pasukan Kepolisian Spanyol.

Itulah 3 pesan moral tentang semangat feminisme yang saya dapat setelah saya selesai menonton film serial La Casa de Papel (Money Heist) mulai dari season 1 hingga season 5 yang kabarnya merupakan season terakhir.

Saya sengaja tidak membahasnya secara detail mengenai peran serta strategi dari setiap perampokan dalam film ini agar tidak menjadi ‘spoiler’ bagi yang belum nonton. Begitu juga bagi yang sudah menonton hingga season akhir, ada kemungkinan akan mendapatkan pesan moral yang berbeda dengan saya. Namun, hal itu sangatlah wajar, mengingat film ini sangatlah rumit dengan berjuta drama yang ada di setiap episode-nya. []

Tags: feminismeFilm SerialMoney HeistperempuanPesan MoralSemangat Feminis
Konten ini dilisensikan di bawah CC BY-ND 4.0
Irfan Hidayat

Irfan Hidayat

Alumni Hukum Tata Negara UIN Sunan Kalijaga, Kader PMII Rayon Ashram Bangsa

Related Posts

Menggugat Cerai
Pernak-pernik

Hak Perempuan Menggugat Cerai

1 Februari 2026
Ruang Publik Perempuan
Pernak-pernik

Hak Perempuan atas Ruang Publik dan Relevansinya Hari Ini

31 Januari 2026
Perempuan ke Masjid
Pernak-pernik

Hadis Perempuan Shalat di Masjid dan Konteks Sejarahnya

31 Januari 2026
perlindungan diri perempuan
Pernak-pernik

Hak Perlindungan Diri Perempuan

30 Januari 2026
Ekonomi Keluarga
Pernak-pernik

Pahala Ganda bagi Perempuan yang Menanggung Ekonomi Keluarga

29 Januari 2026
Nafkah Keluarga
Pernak-pernik

Nafkah Keluarga dan Preseden Perempuan Bekerja pada Masa Nabi

29 Januari 2026
Please login to join discussion
No Result
View All Result

TERPOPULER

  • Ruang Publik Perempuan

    Hak Perempuan atas Ruang Publik dan Relevansinya Hari Ini

    17 shares
    Share 7 Tweet 4
  • Di Atas Pasal Ada Kemanusiaan: Belajar dari Keberpihakan Gus Dur

    17 shares
    Share 7 Tweet 4
  • Hadis Perempuan Shalat di Masjid dan Konteks Sejarahnya

    16 shares
    Share 6 Tweet 4
  • Teladan Nabi dalam Membela Kelompok Lemah

    17 shares
    Share 7 Tweet 4
  • Menikah Makin Langka, Mengapa Pernikahan di Indonesia Menurun?

    15 shares
    Share 6 Tweet 4

TERBARU

  • Hak Perempuan Menggugat Cerai
  • Pesan-pesan Penting dalam Perayaan Harlah 100 Tahun Masehi NU
  • MBG bagi Difabel: Pentingkah?
  • Hak Perempuan atas Ruang Publik dan Relevansinya Hari Ini
  • Di Atas Pasal Ada Kemanusiaan: Belajar dari Keberpihakan Gus Dur

Komentar Terbaru

  • dul pada Mitokondria: Kerja Sunyi Perempuan yang Menghidupkan
  • Refleksi Hari Pahlawan: Tiga Rahim Penyangga Dunia pada Menolak Gelar Pahlawan: Catatan Hijroatul Maghfiroh atas Dosa Ekologis Soeharto
  • M. Khoirul Imamil M pada Amalan Muharram: Melampaui “Revenue” Individual
  • Asma binti Hamad dan Hilangnya Harapan Hidup pada Mengapa Tuhan Tak Bergeming dalam Pembantaian di Palestina?
  • Usaha, Privilege, dan Kehendak Tuhan pada Mengenalkan Palestina pada Anak
  • Tentang
  • Redaksi
  • Kontributor
  • Kirim Tulisan
Kontak kami:
redaksi@mubadalah.id

Mubadalah.id © 2026 by Mubadalah is licensed under CC BY-ND 4.0

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password? Sign Up

Create New Account!

Fill the forms below to register

All fields are required. Log In

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
No Result
View All Result
  • Home
  • Aktual
  • Kolom
    • Keluarga
    • Personal
    • Publik
    • Disabilitas
    • Lingkungan
  • Khazanah
    • Hikmah
    • Pernak-pernik
    • Sastra
  • Rujukan
    • Ayat Quran
    • Hadits
    • Metodologi
    • Mubapedia
  • Tokoh
  • Monumen
  • Zawiyah
  • Login
  • Sign Up

Mubadalah.id © 2026 by Mubadalah is licensed under CC BY-ND 4.0