Mubadalah.id – Orang dengan AIDS lebih mudah terserang berbagai penyakit yang sebenarnya dapat dicegah atau diobati. Berikut beberapa penyakit yang sering dialami beserta cara penanganannya.
Perlu Anda pahami bahwa berbagai penyakit dan gangguan kesehatan berikut bukan berarti seseorang pasti mengidap AIDS. Penyakit-penyakit tersebut juga bisa siapa saja alami.
Pertama, demam. Demam atau meningkatnya suhu tubuh sering kali datang dan pergi. Sulit memastikan apakah demam akibat infeksi yang dapat Anda obati, seperti tuberkulosis, infeksi pada organ reproduksi, atau malaria, atau justru merupakan dampak dari infeksi HIV itu sendiri.
Apabila penyebabnya adalah infeksi yang dapat Anda obati, maka infeksi tersebut harus segera medis tangani.
Ukurlah suhu tubuh menggunakan termometer apabila tersedia. Jika tidak ada, Anda dapat memperkirakan adanya demam dengan menempelkan satu telapak tangan pada dahi orang yang sakit dan telapak tangan lainnya pada dahi orang yang sehat. Apabila dahi orang yang sakit terasa lebih panas, kemungkinan ia sedang mengalami demam.
Perawatan
Pertama, lepaskan pakaian yang terlalu tebal atau selimut, kemudian biarkan udara segar masuk ke dalam ruangan dengan membuka jendela atau pintu.
Kedua, bantu menurunkan suhu tubuh dengan membasuh kulit menggunakan air, menyeka tubuh dengan handuk atau kain basah, mengompres dada dan dahi, serta mengipasinya.
Ketiga, berikan minum sebanyak mungkin meskipun pasien tidak merasa haus. Rasa tidak haus bukan berarti tubuh memiliki cairan yang cukup. Demam dapat menyebabkan dehidrasi atau kekurangan cairan tubuh.
Keempat, berikan salah satu obat penurun demam, seperti parasetamol, ibuprofen, atau aspirin.
Kelima, jaga agar kulit tetap bersih dan kering. Untuk membantu mencegah lecet atau ruam, gunakan losion kulit atau larutan tepung maizena.
Segera Cari Pertolongan Medis Apabila:
Pertama, suhu tubuh sangat tinggi.
Kedua, demam tidak kunjung turun meskipun telah berlangsung beberapa hari.
Ketiga, pasien mengalami batuk, sesak napas, dan berat badan terus menurun.
Keempat, pasien mengalami leher kaku, nyeri hebat, atau diare yang muncul secara tiba-tiba.
Kelima, pasien sedang hamil atau baru saja mengalami aborsi, keguguran, maupun melahirkan.
Keenam, pasien sedang menjalani pengobatan malaria, tetapi demam tetap berlanjut setelah pengobatan pertama.
Ketujuh, muncul cairan yang tidak normal dari vagina disertai nyeri pada bagian bawah perut. []
*)Sumber Tulisan: Buku Bila Perempuan Tidak Ada Dokter karya A. August Bruns dkk hlm 386.









































