Mubadalah.id – AIDS dapat memberikan tekanan yang sangat besar terhadap pikiran dan perasaan seseorang. Orang yang hidup dengan AIDS dapat mengalami rasa takut dan cemas tanpa sebab yang jelas, kesedihan yang mendalam, atau bahkan kehilangan kemampuan untuk merasakan apa pun. Kondisi terakhir ini dikenal sebagai depresi atau tekanan batin yang berat.
Kadang-kadang, tekanan emosional tersebut begitu kuat sehingga memunculkan berbagai keluhan fisik. Kecemasan yang berlebihan maupun depresi dapat melemahkan kondisi tubuh dan membuat seseorang lebih mudah terserang penyakit.
Karena itu, penting untuk membedakan apakah gejala fisik yang muncul disebabkan oleh penyakit tertentu atau merupakan dampak dari masalah mental dan emosional.
Dengan mengetahui penyebabnya, penanganan dapat dilakukan secara lebih tepat. Orang yang hidup dengan AIDS sudah menghadapi kondisi tubuh yang lemah. Sehingga jangan sampai beban mental dan emosional semakin memperburuk kesehatannya.
Penyakit yang Sering Dialami Orang dengan AIDS
Orang dengan AIDS lebih mudah terserang berbagai penyakit yang sebenarnya dapat dicegah atau diobati. Berikut beberapa penyakit yang sering dialami beserta cara penanganannya.
Perlu Anda pahami bahwa berbagai penyakit dan gangguan kesehatan berikut bukan berarti seseorang pasti mengidap AIDS. Penyakit-penyakit tersebut juga bisa siapa saja alami.
Pertama, demam. Demam atau meningkatnya suhu tubuh sering kali datang dan pergi. Sulit memastikan apakah demam akibat infeksi yang dapat Anda obati, seperti tuberkulosis, infeksi pada organ reproduksi, atau malaria, atau justru merupakan dampak dari infeksi HIV itu sendiri.
Apabila penyebabnya adalah infeksi yang dapat Anda obati, maka infeksi tersebut harus segera medis tangani.
Ukurlah suhu tubuh menggunakan termometer apabila tersedia. Jika tidak ada, Anda dapat memperkirakan adanya demam dengan menempelkan satu telapak tangan pada dahi orang yang sakit dan telapak tangan lainnya pada dahi orang yang sehat. Apabila dahi orang yang sakit terasa lebih panas, kemungkinan ia sedang mengalami demam.
Perawatan
Pertama, lepaskan pakaian yang terlalu tebal atau selimut, kemudian biarkan udara segar masuk ke dalam ruangan dengan membuka jendela atau pintu.
Kedua, bantu menurunkan suhu tubuh dengan membasuh kulit menggunakan air, menyeka tubuh dengan handuk atau kain basah, mengompres dada dan dahi, serta mengipasinya.
Ketiga, berikan minum sebanyak mungkin meskipun pasien tidak merasa haus. Rasa tidak haus bukan berarti tubuh memiliki cairan yang cukup. Demam dapat menyebabkan dehidrasi atau kekurangan cairan tubuh.
Keempat, berikan salah satu obat penurun demam, seperti parasetamol, ibuprofen, atau aspirin.
Kelima, jaga agar kulit tetap bersih dan kering. Untuk membantu mencegah lecet atau ruam, gunakan losion kulit atau larutan tepung maizena. []
*)Sumber Tulisan: Buku Bila Perempuan Tidak Ada Dokter karya A. August Bruns dkk hlm 386.








































