Mubadalah.id – Kehamilan dapat berisiko bagi perempuan yang positif HIV atau mengidap AIDS. Selama masa kehamilan dan persalinan, mereka lebih rentan mengalami berbagai masalah kesehatan dibandingkan perempuan yang tidak hidup dengan HIV/AIDS.
Beberapa risiko yang dapat terjadi antara lain: pertama, keguguran. Kedua, demam, infeksi, serta menurunnya daya tahan tubuh. Ketiga, setelah melahirkan dapat terjadi infeksi berat yang sulit diatasi dan mengancam jiwa.
Selain itu, bayi yang dikandung juga berisiko mengalami beberapa kondisi berikut:
Pertama, tertular HIV sejak lahir. Kedua, lahir prematur atau mengalami gangguan kesehatan berat yang dapat menyebabkan kematian.
Memang lebih aman bagi ibu maupun bayi apabila kehamilan dapat Anda cegah setelah mengetahui positif HIV. Namun, dalam kenyataannya ada perempuan yang hidup dengan HIV tetap ingin memiliki anak, atau tidak dapat mencegah kehamilan.
Bila Anda berisiko tertular HIV tetapi belum mengetahui secara pasti apakah Anda atau pasangan telah terinfeksi, sebaiknya tunda kehamilan hingga memperoleh hasil tes HIV yang meyakinkan.
Selama menunggu, gunakan kondom setiap kali berhubungan seksual dan lakukan hubungan seksual hanya dengan pasangan yang sama. Pasangan Anda juga perlu melakukan hal yang sama.
Apabila Anda belum dapat mengakses layanan tes HIV, kurangi risiko penularan dengan cara berikut:
Pertama, selalu menggunakan kondom setiap kali berhubungan seksual, terutama pada masa subur.
Kedua, mempraktikkan hubungan seksual yang aman ketika tidak sedang berada pada masa subur.
Ketiga, tidak melakukan hubungan seksual apabila salah satu pasangan menunjukkan tanda-tanda penyakit yang dapat menular melalui hubungan seksual. []
*)Sumber Tulisan: Buku Bila Perempuan Tidak Ada Dokter karya A. August Bruns dkk hlm 379.





































