Mubadalah.id – Tuberkulosis (TBC) merupakan penyakit serius yang disebabkan oleh bakteri yang umumnya menyerang paru-paru. Gejala AIDS dan tuberkulosis memang tampak mirip. Namun, keduanya adalah penyakit yang berbeda. Sebagian besar orang yang mengidap tuberkulosis tidak mengidap AIDS.
Orang yang hidup dengan AIDS lebih mudah terinfeksi bakteri tuberkulosis karena sistem kekebalan tubuhnya telah melemah sehingga tidak mampu melawan bakteri tersebut.
Diperkirakan satu dari tiga orang yang hidup dengan AIDS meninggal akibat tuberkulosis. Perempuan yang hidup dengan AIDS memiliki risiko lebih tinggi terkena TBC apabila kondisi tubuhnya semakin lemah akibat sering hamil atau melahirkan, kekurangan gizi, atau mengalami anemia.
Orang yang hidup dengan AIDS tetap dapat sembuh dari tuberkulosis apabila penyakit tersebut ditangani sejak dini.
Namun, penderita AIDS tidak dianjurkan menggunakan obat thiacetazone yang dahulu digunakan untuk mengobati tuberkulosis. Untuk informasi lebih lengkap mengenai TBC, bacalah bab yang secara khusus membahas tuberkulosis.
Radang Paru (Pneumonia)
Radang paru atau pneumonia merupakan penyakit yang akibat banyaknya bakteri yang menyerang saluran pernapasan kecil di dalam paru-paru.
Penyakit ini paling sering menyerang orang lanjut usia, orang yang sedang sakit berat, atau mereka yang memiliki kondisi tubuh lemah.
Karena itu, pneumonia menjadi salah satu penyakit yang sangat berbahaya bagi orang yang hidup dengan AIDS. Penyakit ini harus segera Anda obati dengan antibiotik. Pada kondisi tertentu, pasien mungkin perlu mendapat perawatan di rumah sakit agar dapat memperoleh antibiotik melalui infus.
Tanda-tanda pneumonia:
Pertama, napas tersengal-sengal, bernapas cepat dan pendek-pendek, atau pada orang dewasa frekuensi napas mencapai sekitar 30 kali per menit. Kadang-kadang lubang hidung tampak mengembang setiap kali menarik napas karena tubuh merasa kekurangan udara.
Kedua, demam yang muncul secara tiba-tiba atau suhu tubuh mendadak meningkat.
Ketiga, batuk dengan dahak berwarna hijau, merah karat, atau bercampur darah.
Keempat, tubuh terasa sangat lemah dan tidak bertenaga.
Perawatan:
Pertama, gunakan co-trimoxazole selama 10 hari atau lebih sesuai petunjuk tenaga kesehatan.
Kedua, perbanyak minum cairan untuk membantu menjaga kondisi tubuh.
Ketiga, lakukan upaya untuk menurunkan demam.
Apabila dalam waktu 24 jam kondisi tidak menunjukkan perbaikan atau justru semakin memburuk, segera periksakan diri ke dokter atau puskesmas. []
*)Sumber Tulisan: Buku Bila Perempuan Tidak Ada Dokter karya A. August Bruns dkk hlm 393.






































