Mubadalah.id – Diare yang berlangsung terus-menerus dapat menyebabkan dehidrasi atau kekurangan cairan tubuh (dehidrasi). Beberapa tanda yang perlu Anda waspadai antara lain:
Pertama, mulut dan tenggorokan terasa kering disertai rasa haus yang berlebihan.
Kedua, air seni keluar sangat sedikit atau bahkan tidak keluar sama sekali.
Ketiga, kulit kehilangan kelenturannya.
Keempat, ketika berdiri setelah duduk atau berbaring, kepala terasa pusing atau pandangan berkunang-kunang.
Kelima, apabila kulit Anda cubit lalu tidak segera kembali ke posisi semula, hal tersebut dapat menjadi tanda bahwa seseorang mengalami dehidrasi.
Penting! Apabila pasien menunjukkan tanda-tanda di atas dan juga mengalami muntah-muntah, ia mungkin memerlukan terapi cairan melalui infus atau rehidrasi melalui rektum. Segera cari pertolongan medis karena dehidrasi berat merupakan kondisi yang berbahaya.
Perawatan
Pertama, cegah dehidrasi dengan memperbanyak minum daripada biasanya.
Sari buah, air kelapa, teh manis hangat yang encer, bubur, sup, air tajin matang (air rebusan beras), serta larutan rehidrasi oral sangat bermanfaat untuk menggantikan cairan tubuh yang hilang.
Meskipun pasien tidak merasa haus, ia tetap perlu minum atau mengonsumsi makanan yang banyak mengandung cairan setiap lima hingga sepuluh menit.
Kedua, pasien yang mengalami diare harus tetap makan dan minum. Berikan makanan dalam porsi kecil tetapi lebih sering, serta pilih makanan yang mudah dicerna.
Bubur atau makanan yang dilumatkan dan mengandung banyak cairan merupakan pilihan yang baik. Misalnya bubur kacang hijau atau kacang tanah, bubur daging atau ikan, keju, yogurt, dan pisang.
Ketiga, hindari makanan yang dapat memperparah diare, seperti lalapan, nasi yang sulit dicerna, ketan, biji-bijian utuh, kulit buah, makanan yang terlalu pedas seperti merica, serta makanan atau minuman yang mengandung gula dalam jumlah tinggi. []
*)Sumber Tulisan: Buku Bila Perempuan Tidak Ada Dokter karya A. August Bruns dkk hlm 387.







































