Senin, 9 Februari 2026
  • Login
  • Register
Keadilan dan Kesetaraan Gender - Mubadalah
Dukung kami dengan donasi melalui
Bank Syariah Indonesia 7004-0536-58
a.n. Yayasan Fahmina
  • Home
  • Aktual
    Soekarno dan Palestina

    Soekarno dan Palestina: Hubungan Romansa dalam Diplomasi Tanah Jajahan

    Tragedi Anak NTT

    Tragedi Anak NTT, Simbol Kemewahan, dan Imam Al-Ghazali

    Harlah 100 Tahun

    Pesan-pesan Penting dalam Perayaan Harlah 100 Tahun Masehi NU

    Nikah Muda

    Romantisasi Nikah Muda dan Sunyinya Bangku Pendidikan

    Tertawa

    Tertawa, Tapi Tidak Setara: Mens Rea, Komedi, dan Ruang Bicara Publik

    Laras Faizati

    Kritik Laras Faizati Menjadi Suara Etika Kepedulian Perempuan

    Natal

    Makna Natal Perspektif Mubadalah: Feminis Maria Serta Makna Reproduksi dan Ketubuhan

    Kekerasan di Kampus

    IMM Ciputat Dorong Peran Mahasiswa Perkuat Sistem Pelaporan Kekerasan di Kampus

    Kekerasan di Kampus

    Peringati Hari Ibu: PSIPP ITB Ahmad Dahlan dan Gen Z Perkuat Pencegahan Kekerasan Berbasis Gender di Kampus

  • Kolom
    • All
    • Disabilitas
    • Keluarga
    • Lingkungan
    • Personal
    • Publik
    Harlah NU

    Merayakan Harlah NU, Menguatkan Peran Aktivis Keagamaan

    Keluarga Disfungsional

    Keluarga Disfungsional yang Tampak Baik-baik Saja: Membaca Anak yang Berulah di Sekolah

    Kemiskinan

    Kemiskinan dan Akumulasi Beban Mental

    MBG

    MBG dan Panci Somay yang Tak Lagi Ramai

    Istri

    Istri Bekerja? Ini Penjelasan Al-Qur’an

    Inpirasi Perempuan Disabilitas

    Inspirasi Perempuan Disabilitas: Mendobrak Batasan Mengubah Dunia

    Cat Calling

    Mengapa Pesantren Menjadi Sarang Pelaku Cat Calling?

    Aborsi

    Menarasikan Aborsi Melampaui Stigma dan Kriminalisasi

    Jihad Konstitusional

    Melawan Privatisasi SDA dengan Jihad Konstitusional

    • Keluarga
    • Personal
    • Publik
    • Disabilitas
    • Lingkungan
  • Khazanah
    • All
    • Hikmah
    • Pernak-pernik
    • Sastra
    Pengasuhan Anak

    Al-Qur’an Melarang Pembebanan Sepihak dalam Pengasuhan Anak

    Fungsi Reproduksi

    Tanggung Jawab Ayah saat Ibu Menjalani Fungsi Reproduksi

    Menyusui

    Perintah Menyusui dan Perlindungan Anak dalam Al-Qur’an

    Relasi dalam Al-Qur'an

    Relasi Keluarga yang Adil dan Setara dalam Perspektif Al-Qur’an

    Nusyuz dalam Al-Qur'an

    Memahami Nusyuz secara Utuh dalam Perspektif Al-Qur’an

    Makna Nusyuz

    Cara Pandang yang Sempit Soal Makna Nusyuz

    Gempa

    Membaca Fenomena Gempa dengan Kacamata Fikih

    Pernikahan

    Cara Menghadapi Keretakan dalam Pernikahan Menurut Al-Qur’an

    Poligami

    Perkawinan Poligami yang Menyakitkan Perempuan

    • Hikmah
    • Pernak-pernik
    • Sastra
  • Rujukan
    • All
    • Ayat Quran
    • Hadits
    • Metodologi
    • Mubapedia
    Perempuan Fitnah

    Perempuan Fitnah Laki-laki? Menimbang Ulang dalam Perspektif Mubadalah

    Idul Fitri

    Teks Khutbah Idul Fitri 1446 H: Menjadi Insan Bertakwa dan Mewujudkan Masyarakat Berkeadaban di Hari Kemenangan

    Idul Fitri

    Teks Khutbah Idul Fitri 1446 H: Merayakan Kemenangan dengan Syukur, Solidaritas, dan Kepedulian

    Membayar Zakat Fitrah

    Masihkah Kita Membayar Zakat Fitrah dengan Beras 2,5 Kg atau Uang Seharganya?

    Ibu menyusui tidak puasa apa hukumnya?

    Ibu Menyusui Tidak Puasa Apa Hukumnya?

    kerja domestik adalah tanggung jawab suami dan istri

    5 Dalil Kerja Domestik adalah Tanggung Jawab Suami dan Istri

    Menghindari Zina

    Jika Ingin Menghindari Zina, Jangan dengan Pernikahan yang Toxic

    Makna Ghaddul Bashar

    Makna Ghaddul Bashar, Benarkah Menundukkan Mata Secara Fisik?

    Makna Isti'faf

    Makna Isti’faf, Benarkah hanya Menjauhi Zina?

    • Ayat Quran
    • Hadits
    • Metodologi
    • Mubapedia
  • Tokoh
    • All
    • Profil
    Fazlur Rahman

    Fazlur Rahman: Memahami Spirit Kesetaraan dan Keadilan Gender dalam Al-Qur’an

    Idulfitri

    Khutbah Idulfitri: Mulai Kehidupan Baru di Bulan Syawal

    Sa'adah

    Sa’adah: Sosok Pendamping Korban Kekerasan Terhadap Perempuan dan Anak  

    Tahun Baru 2025

    Do’a Tahun Baru 2025

    Umi Nyai Sintho' Nabilah Asrori

    Umi Nyai Sintho’ Nabilah Asrori : Ulama Perempuan yang Mengajar Santri Sepuh

    Rabi'ah Al-'Adawiyah

    Sufi Perempuan: Rabi’ah Al-‘Adawiyah

    Ning Imaz

    Ning Imaz Fatimatuz Zahra: Ulama Perempuan Muda Berdakwah Melalui Medsos

    Siti Hanifah Soehaimi

    Siti Hanifah Soehaimi: Penyelamat Foto Perobekan Bendera Belanda di Hotel Yamato yang Sempat Hilang

    Teungku Fakinah

    Teungku Fakinah Ulama Perempuan dan Panglima Perang

  • Monumen
  • Zawiyah
No Result
View All Result
Keadilan dan Kesetaraan Gender - Mubadalah
  • Home
  • Aktual
    Soekarno dan Palestina

    Soekarno dan Palestina: Hubungan Romansa dalam Diplomasi Tanah Jajahan

    Tragedi Anak NTT

    Tragedi Anak NTT, Simbol Kemewahan, dan Imam Al-Ghazali

    Harlah 100 Tahun

    Pesan-pesan Penting dalam Perayaan Harlah 100 Tahun Masehi NU

    Nikah Muda

    Romantisasi Nikah Muda dan Sunyinya Bangku Pendidikan

    Tertawa

    Tertawa, Tapi Tidak Setara: Mens Rea, Komedi, dan Ruang Bicara Publik

    Laras Faizati

    Kritik Laras Faizati Menjadi Suara Etika Kepedulian Perempuan

    Natal

    Makna Natal Perspektif Mubadalah: Feminis Maria Serta Makna Reproduksi dan Ketubuhan

    Kekerasan di Kampus

    IMM Ciputat Dorong Peran Mahasiswa Perkuat Sistem Pelaporan Kekerasan di Kampus

    Kekerasan di Kampus

    Peringati Hari Ibu: PSIPP ITB Ahmad Dahlan dan Gen Z Perkuat Pencegahan Kekerasan Berbasis Gender di Kampus

  • Kolom
    • All
    • Disabilitas
    • Keluarga
    • Lingkungan
    • Personal
    • Publik
    Harlah NU

    Merayakan Harlah NU, Menguatkan Peran Aktivis Keagamaan

    Keluarga Disfungsional

    Keluarga Disfungsional yang Tampak Baik-baik Saja: Membaca Anak yang Berulah di Sekolah

    Kemiskinan

    Kemiskinan dan Akumulasi Beban Mental

    MBG

    MBG dan Panci Somay yang Tak Lagi Ramai

    Istri

    Istri Bekerja? Ini Penjelasan Al-Qur’an

    Inpirasi Perempuan Disabilitas

    Inspirasi Perempuan Disabilitas: Mendobrak Batasan Mengubah Dunia

    Cat Calling

    Mengapa Pesantren Menjadi Sarang Pelaku Cat Calling?

    Aborsi

    Menarasikan Aborsi Melampaui Stigma dan Kriminalisasi

    Jihad Konstitusional

    Melawan Privatisasi SDA dengan Jihad Konstitusional

    • Keluarga
    • Personal
    • Publik
    • Disabilitas
    • Lingkungan
  • Khazanah
    • All
    • Hikmah
    • Pernak-pernik
    • Sastra
    Pengasuhan Anak

    Al-Qur’an Melarang Pembebanan Sepihak dalam Pengasuhan Anak

    Fungsi Reproduksi

    Tanggung Jawab Ayah saat Ibu Menjalani Fungsi Reproduksi

    Menyusui

    Perintah Menyusui dan Perlindungan Anak dalam Al-Qur’an

    Relasi dalam Al-Qur'an

    Relasi Keluarga yang Adil dan Setara dalam Perspektif Al-Qur’an

    Nusyuz dalam Al-Qur'an

    Memahami Nusyuz secara Utuh dalam Perspektif Al-Qur’an

    Makna Nusyuz

    Cara Pandang yang Sempit Soal Makna Nusyuz

    Gempa

    Membaca Fenomena Gempa dengan Kacamata Fikih

    Pernikahan

    Cara Menghadapi Keretakan dalam Pernikahan Menurut Al-Qur’an

    Poligami

    Perkawinan Poligami yang Menyakitkan Perempuan

    • Hikmah
    • Pernak-pernik
    • Sastra
  • Rujukan
    • All
    • Ayat Quran
    • Hadits
    • Metodologi
    • Mubapedia
    Perempuan Fitnah

    Perempuan Fitnah Laki-laki? Menimbang Ulang dalam Perspektif Mubadalah

    Idul Fitri

    Teks Khutbah Idul Fitri 1446 H: Menjadi Insan Bertakwa dan Mewujudkan Masyarakat Berkeadaban di Hari Kemenangan

    Idul Fitri

    Teks Khutbah Idul Fitri 1446 H: Merayakan Kemenangan dengan Syukur, Solidaritas, dan Kepedulian

    Membayar Zakat Fitrah

    Masihkah Kita Membayar Zakat Fitrah dengan Beras 2,5 Kg atau Uang Seharganya?

    Ibu menyusui tidak puasa apa hukumnya?

    Ibu Menyusui Tidak Puasa Apa Hukumnya?

    kerja domestik adalah tanggung jawab suami dan istri

    5 Dalil Kerja Domestik adalah Tanggung Jawab Suami dan Istri

    Menghindari Zina

    Jika Ingin Menghindari Zina, Jangan dengan Pernikahan yang Toxic

    Makna Ghaddul Bashar

    Makna Ghaddul Bashar, Benarkah Menundukkan Mata Secara Fisik?

    Makna Isti'faf

    Makna Isti’faf, Benarkah hanya Menjauhi Zina?

    • Ayat Quran
    • Hadits
    • Metodologi
    • Mubapedia
  • Tokoh
    • All
    • Profil
    Fazlur Rahman

    Fazlur Rahman: Memahami Spirit Kesetaraan dan Keadilan Gender dalam Al-Qur’an

    Idulfitri

    Khutbah Idulfitri: Mulai Kehidupan Baru di Bulan Syawal

    Sa'adah

    Sa’adah: Sosok Pendamping Korban Kekerasan Terhadap Perempuan dan Anak  

    Tahun Baru 2025

    Do’a Tahun Baru 2025

    Umi Nyai Sintho' Nabilah Asrori

    Umi Nyai Sintho’ Nabilah Asrori : Ulama Perempuan yang Mengajar Santri Sepuh

    Rabi'ah Al-'Adawiyah

    Sufi Perempuan: Rabi’ah Al-‘Adawiyah

    Ning Imaz

    Ning Imaz Fatimatuz Zahra: Ulama Perempuan Muda Berdakwah Melalui Medsos

    Siti Hanifah Soehaimi

    Siti Hanifah Soehaimi: Penyelamat Foto Perobekan Bendera Belanda di Hotel Yamato yang Sempat Hilang

    Teungku Fakinah

    Teungku Fakinah Ulama Perempuan dan Panglima Perang

  • Monumen
  • Zawiyah
No Result
View All Result
Keadilan dan Kesetaraan Gender - Mubadalah
No Result
View All Result
Home Kolom Personal

Ada yang Tertinggal di Jogja: Sebuah Kenangan Halaqah Kubra KUPI

Sebagai manusia yang pernah mengenyam pendidikan di Pesantren, nama KUPI sering berlalu lalang memenuhi algoritma sosial media

Umi Barokah by Umi Barokah
26 Desember 2025
in Personal
A A
0
Halaqah Kubra KUPI

Halaqah Kubra KUPI

21
SHARES
1.1k
VIEWS
Share on FacebookShare on TwitterShare on Whatsapp

Mubadalah.Id – Sejujurnya, saat menulis ini ada sedikit perasaan sedih dan haru, meskipun tidak rela euforia itu berlalu. Tapi, indahnya kenangan sebaiknya dibagikan bukan? Sebuah kisah tentang perkenalan dengan KUPI, Halaqah Kubra, dan Jogja

Seperti mendapat hadiah di penghujung tahun, KUPI memberi double gift kepada saya, mulai dari terpilih mendapat kesempatan mengikuti beasiswa media kreator hingga kesempatan menjadi peserta Halaqah Kubra. Dua tiket berharga tersebut berhasil menghapus asumsi pribadi bahwa KUPI adalah sebuah ruang untuk ulama perempuan papan atas dengan sederet kiprah yang mereka perjuangkan. Faktanya, KUPI adalah sebuah ruang yang merangkul semua golongan.

Sebagai manusia yang pernah mengenyam pendidikan di Pesantren, nama KUPI sering berlalu lalang memenuhi algoritma sosial media. Kesan pertama, gelar ‘Ulama Perempuan’ sepertinya hanya layak disematkan bagi beliau-beliau pemilik pesantren atau perempuan salehah yang sering berdakwah dari mimbar ke mimbar.

Terlibat Media Kreator KUPI, Menulis 21 Ulama Perempuan dari Penjuru Negeri

Pemikiran ini yang menjadi pemantik saya saat mengetahui KUPI membuka beasiswa kreator menulis. Rasanya tidak pantas mendeskripsikan sesuatu tanpan mengenal lebih dalam. Pengumuman peserta terpilih sempat tertunda karena tingginya antusias pendaftar. Lalu, tepat dini hari hal yang ditunggu-tunggu akhirnya punya titik temu, nama saya tertulis dalam deretan 21 peserta lolos dari 757 pendaftar.

Jika mengeksperesikan dengan bahasa kekinian mungkin bisa dengan ‘sat set, dar der dor’. Setelah pengumungan, proses pelatihan online adalah tahapan berikutnya. Salah satu yang paling berkesan ialah, kami dituntun langsung oleh Mas Andreas Harsono, seorang pakar tulisan feature. Selama pelatihan, saya hanya warga yang menyimak dan mengangan-angan penjelasan yang menjadi pengetahuan baru bagi.

Pada pertemuan online berikutnya, seperti mini ceremony penyambutan di keluarga KUPI, mbak Pera Sopariyanti menjadi tuan rumah memperkenalkan KUPI dan sistem pengetahuannya kepada para peserta. Ia memperkenalkan pondasi penopang dan setiap sudut ruangan di dalam sebuah bangunan bernama KUPI. Setelah mengenalnya, rasanya sulit untuk tidak jatuh cinta kepada rumah baru itu.

Lalu tahapan berikutnya, masing-masing kami mendapat nama narasumber yang menjadi objek profiling dengan bekal pelatihan. Lalu kami diberangkatkan ke Omah Petruk, Jogja, ibarat sebuah ruang karantina. Pada paragraf ini rasanya tidak perlu menceritakan terlalu panjang lebar, karena beberapa teman saya sudah membagi kisahnya. Singkat saja, hasil dari media kreator KUPI ialah lahir anak kecil berkulit putih kekuningan dan kami beri nama “Menjadi Rembulan di Rumah Sendiri” yang sudah soft launching saat Halaqah Kubra.

Halaqah Kubra KUPI, Ruang Kolaborasi Lintas Generasi

KUPI tidak berhenti mengirim hadiah akhir tahun kepada saya. Pada hari Kamis, Mbak Rozikoh sebagai panitia Halaqah KUPI menghubungi saya untuk terlibat di Halaqah Kubra, lagi-lagi di Yogyakarta. Tanpa ba bi bu, saya langsung memesan tiket kereta dan berangkat di malam itu juga. Benar orang bilang, Jogja selalu istimewa dan saat ini tentu akan semakin istemewa, kenangan manis terbungkus rapih di sana.

Setiba di Jogja, jujur saja, ada rasa sedikit insecure. Bagaimana tidak? Beberapa wajah tokoh famous duduk di deretan bangku peserta, tapi itulah indahnya KUPI, merangkul semua golongan. Dialog Publik di hari pertama menjadi pembuka Halaqah Kubra KUPI yang berjalan selama tiga hari.

Di hari kedua, saya tergabung dalam ruang kelas Ekosistem Gerakan. Hal yang mengagetkan, ternyata saya berada di forum yang sama dengan Prof. Umi Sumbulah, guru kami saat program beasiswa bahasa di Malang. Menariknya, bagai menghapus jarak usia dengan segala pencapaian dengan tetap berpegang prinsip ‘yang muda menghormati, yang tua mengasihi’, kami menciptakan diskusi dengan antusias dan sangat hidup.

Di ruang ini, membahas tentang Anatomi Gerakan KUPI, yakni membedah fungsi-fungsi fital untuk memahami kesehatan kami. Salah satunya yakni kami harus memahami cara kerja tubuh gerakan KUPI. Pada refleksi ini bertujuan memetakan fungsi-fungsi kunci KUPI ke dalam sebuah anatomi.

Karena antusias dan minat peserta diskusi yang tinggi, rasanya tidak cukup seharian kami di ruangan ini, semua orang ingin menyampaikan ide, rasa penasaran, dan pengalaman mereka. Hari kedua pun berlalu dengan waaah dengan membawa sekoper pengetahuan baru tentang KUPI.

KUPI dan Jogja akan Selalu Istimewa

Di hari ke-tiga Halaqah Kubra KUPI, saya pribadi masuk di ruangan orang muda. Orang muda di sini bukan sembarang orang muda (hahaha), beberapa dari mereka adalah teman, kolega, dan sosok yang saya kenal keilmuannya. Kami menerima beberapa tema yang menjadi pembahasan pada ruangan ini, untuk detailnya bisa dibaca di tulisan teman kami, mbak Suci Wulandari berjudul “KUPI adalah Kita: Tentang Keulamaan sebagai Nilai“.

Lalu tibalah di penghujung acara Halaqah Kubra. Sepertinya bumi Jogja turut bersedih atas berakhirnya rangkaian pertemuan ini, sebab sore itu hujan deras mengguyur kota istimewa. Rasanya enggan sekali pergi dari sini. Tapi waktu terus berjalan bukan? saya harus mengemas kenangan di Halaqah dan membawanya kembali ke tanah rantau, ibu kota.

Sebuah penutup, andai jaringan KUPI tersebar ke suluruh penjuru negeri, rasanya bisa mengobati luka penduduk negeri ini. []

 

Tags: diskusiHalaqah Kubra KUPIJaringan KUPI MudaKongres Ulama Perempuan IndonesiaMadrasah Creator KUPIulama perempuan
Konten ini dilisensikan di bawah CC BY-ND 4.0
Previous Post

Hari Ibu dan Perhatian Kecil yang Terlalu Sering Kita Abaikan

Next Post

Bersama Penari Disabilitas, Yura Yunita Tegaskan Panggung Seni Milik Semua

Umi Barokah

Umi Barokah

Alumni Magister Pengkajian Islam UIN Syarif Hidayatullah. Hobi menulis seputar Gender dan Sastra Arab

Related Posts

KUPI 2027
Rekomendasi

KUPI 2027 Wajib Mengangkat Tema Disabilitas, Mengapa? 

2 Februari 2026
Literacy for Peace
Publik

Literacy for Peace: Suara Perempuan untuk Keadilan, HAM, dan Perdamaian

23 Januari 2026
What Is Religious Authority
Buku

Membaca What Is Religious Authority? Menimbang Ulang Otoritas Agama

21 Januari 2026
Persoalan Sosial
Publik

Ulama Perempuan Hadirkan Perspektif Baru dalam Merespons Persoalan Sosial

2 Februari 2026
Fatwa Perempuan
Uncategorized

Ulama Perempuan dan Sejarah Baru Fatwa di Indonesia

10 Januari 2026
Konsolidasi Ulama Perempuan
Publik

KUPI Ruang Strategis Konsolidasi Ulama Perempuan

6 Januari 2026
Next Post
penari disabilitas

Bersama Penari Disabilitas, Yura Yunita Tegaskan Panggung Seni Milik Semua

No Result
View All Result

TERBARU

  • Al-Qur’an Melarang Pembebanan Sepihak dalam Pengasuhan Anak
  • Rekontekstualisasi Teologi Sunni: Bagaimana Cara Kita Memandang Penderitaan?
  • Tanggung Jawab Ayah saat Ibu Menjalani Fungsi Reproduksi
  • Soekarno dan Palestina: Hubungan Romansa dalam Diplomasi Tanah Jajahan
  • Perintah Menyusui dan Perlindungan Anak dalam Al-Qur’an

Komentar Terbaru

  • M. Khoirul Imamil M pada Amalan Muharram: Melampaui “Revenue” Individual
  • Asma binti Hamad dan Hilangnya Harapan Hidup pada Mengapa Tuhan Tak Bergeming dalam Pembantaian di Palestina?
  • Usaha, Privilege, dan Kehendak Tuhan pada Mengenalkan Palestina pada Anak
  • Salsabila Septi pada Memaknai Perjalanan Hidup di Usia 25 tahun; Antara Kegagalan, Kesalahan dan Optimisme
  • Zahra Amin pada Perbincangan Soal Jilbab
  • Tentang
  • Redaksi
  • Kontributor
  • Kirim Tulisan
Kontak kami:
[email protected]

Mubadalah.id © 2026 by Mubadalah is licensed under CC BY-ND 4.0

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password? Sign Up

Create New Account!

Fill the forms below to register

All fields are required. Log In

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
No Result
View All Result
  • Home
  • Aktual
  • Kolom
    • Keluarga
    • Personal
    • Publik
    • Disabilitas
    • Lingkungan
  • Khazanah
    • Hikmah
    • Pernak-pernik
    • Sastra
  • Rujukan
    • Ayat Quran
    • Hadits
    • Metodologi
    • Mubapedia
  • Tokoh
  • Monumen
  • Zawiyah
  • Login
  • Sign Up

Mubadalah.id © 2026 by Mubadalah is licensed under CC BY-ND 4.0