Mubadalah.id – Konsep keluarga dalam Islam tidak hanya berorientasi pada keharmonisan, tetapi juga pada kontribusi sosial yang dihasilkan anggotanya. Sebab, keluarga dipandang ideal apabila mampu melahirkan anggota yang memiliki kapasitas memengaruhi lingkungan sosial secara positif.
Dalam konteks ini, keluarga diharapkan menghasilkan pribadi yang mampu mengajak masyarakat menuju nilai ketakwaan.
Istilah imaman lil muttaqin atau pemimpin bagi orang-orang bertakwa digunakan untuk menggambarkan tujuan sosial tersebut.
Kepemimpinan dalam pengertian ini tidak terbatas pada jabatan formal seperti pemimpin organisasi, pejabat publik, atau tokoh institusi keagamaan. Kepemimpinan juga mencakup individu yang memberi teladan dalam perilaku baik dan banyak orang lain mengikutinya.
Prinsip tersebut menempatkan keluarga sebagai unit awal pembentukan pengaruh sosial. Lingkungan keluarga menjadi ruang pertama tempat individu mempelajari nilai, norma, dan pola interaksi yang kelak ia bawa ke masyarakat. Karena itu, kualitas relasi dalam keluarga memiliki implikasi luas terhadap kualitas kehidupan sosial.
Sejumlah figur keluarga dalam sejarah Islam sering menjadi rujukan dalam konteks ini. Salah satunya keluarga Nabi Ibrahim yang terkenal sebagai teladan dalam keteguhan iman dan keteladanan moral.
Demikian pula keluarga Nabi Muhammad bersama Khadijah yang memiliki kerja sama kuat dalam perjuangan dakwah. Kolaborasi keduanya berperan penting dalam penyebaran ajaran Islam pada masa awal.
Figur lain yang kerap kita jadikan contoh adalah Fatimah, putri Nabi Muhammad, yang terkenal sebagai teladan kesalehan pribadi, keteguhan peran keluarga, serta kesederhanaan hidup. Keteladanan tersebut memperlihatkan bahwa pengaruh sosial dapat lahir dari integritas pribadi yang terbentuk dalam lingkungan keluarga.
Dengan demikian, keluarga berfungsi sebagai institusi pembentuk karakter yang memiliki dampak langsung terhadap kualitas di masyarakat. Struktur relasi yang sehat dalam keluarga menjadi dasar bagi lahirnya anggota yang mampu memberi kontribusi positif di ruang publik. []
Sumber tulisan: Tiga Relasi dalam Perkawinan















































