Minggu, 7 Juni 2026
  • Login
  • Register
Keadilan dan Kesetaraan Gender - Mubadalah
Dukung kami dengan donasi melalui
Bank Syariah Indonesia 7004-0536-58
a.n. Yayasan Fahmina
  • Home
  • Aktual
    Merawat Pesantren

    MERAWAT Pesantren, Upaya Pesantren Luhur Manhajiy Fahmina Membangun Kesehatan Mental Para Mahasantri

    Pendamping Pekerja Migran dan Guru Honorer Sampaikan Keluh Kesah dalam Halaqah Pra-Mubes Warga NU Cirebon Raya

    Pendamping Pekerja Migran dan Guru Honorer Sampaikan Keluh Kesah dalam Halaqah Pra-Mubes Warga NU Cirebon Raya

    Dengarkan Suara Petani hingga Buruh Migran, Warga NU Cirebon Raya Gelar Halaqah Pra-Mubes

    Dengarkan Suara Petani hingga Buruh Migran, Warga NU Cirebon Raya Gelar Halaqah Pra-Mubes

    Iduladha

    Semesta Raya Iduladha: Semarang, Pasuruan, Aceh, hingga Bangladesh

    Lukman

    Di BuKUPI 2026, KH. Lukman Hakim Saifuddin Dorong KUPI Fokus pada Isu Prioritas

    Cut Nyak Dien

    Ulama Perempuan Serukan Indonesia Tanpa Kekerasan Melalui Risalah Cut Nyak Dien

    Nyai Luluk Farida

    Di BuKUPI, Nyai Luluk Farida Ajak Masyarakat Dukung Perjuangan Ulama Perempuan

    Trilogi Perlawanan terhadap Kekerasan

    BuKUPI 2026, Nyai Badriyah Tegaskan “Trilogi Perlawanan terhadap Kekerasan”

    BuKUPI

    Pera Sopariyati: BuKUPI 2026 Perkuat Independensi Gerakan Ulama Perempuan

  • Kolom
    • All
    • Disabilitas
    • Keluarga
    • Lingkungan
    • Personal
    • Publik
    Atlet Catur

    Atlet Catur Perempuan Disabilitas beserta Inspirasinya

    Pesantren

    Lima Langkah Pengelolaan Pesantren Putri agar Terhindar dari Kekerasan Seksual

    Apa yang Membedakan

    Apa yang Membedakan Saya dengan Mereka?

    Otokritik Pesantren

    Otokritik Pesantren: Mengurai Empat Akar Kekerasan Seksual yang Terus Berulang

    Transportasi Umum Surabaya

    Transportasi Umum Surabaya yang Belum Ramah, dan Disabilitas yang Sering Kita Lupakan

    Ableisme Jokes

    Ableisme Jokes, Nirempati Konten Kreator pada Penyandang Disabilitas

    Marwah Pesantren

    Di Tengah Krisis Kepercayaan, Ke Mana Marwah Pesantren akan Dibawa?

    Kekerasan Seksual di Pesantren

    Aktivasi Benteng Nilai Khas Pesantren untuk Pencegahan Kekerasan Seksual

    Virginia Woolf

    Virginia Woolf, Inses, dan Cara Melewati Masa Paling Traumatis dalam Keluarga

    • Keluarga
    • Personal
    • Publik
    • Disabilitas
    • Lingkungan
  • Khazanah
    • All
    • Hikmah
    • Pernak-pernik
    • Sastra
    Beri-beri

    Kenali Tanda-tanda Beri-beri Sejak Dini

    Hadis Akṡaru Ahl al-Nār

    Dari Stigma Menuju Tahdzir, Menggeser Pemahaman Hadis Akṡaru Ahl al-Nār

    Anemia pada

    7 Cara Mencegah dan Mengatasi Anemia pada Perempuan

    Anemia

    Kenali Anemia, Penyakit Akibat Kekurangan Gizi yang Sering Menyerang Perempuan

    Makanan Perempuan

    Perempuan Berhak Mendapatkan Makanan yang Cukup dan Bergizi

    Kesehatan Perempuan

    Tiga Mitos yang Merugikan Kesehatan Perempuan dan Perlu Diluruskan

    Gizi

    Tips Memenuhi Gizi Keluarga

    Vitamin

    Pentingnya Yodium dan Vitamin A bagi Ibu Hamil dan Menyusui

    Vitamin

    Vitamin dan Mineral yang Penting bagi Tubuh Perempuan

    • Hikmah
    • Pernak-pernik
    • Sastra
  • Rujukan
  • Mubapedia
  • Tokoh
    • All
    • Profil
    Prof. Siti Baroroh Baried

    Prof. Siti Baroroh Baried: Guru Besar Perempuan Pertama yang Membuka Jalan Pendidikan Perempuan Indonesia

    Nyai Siti Walidah

    Nyai Siti Walidah: Menjadikan Pendidikan sebagai Jalan Pembebasan Perempuan

    Asih Widyowati

    Asih Widyowati, Membangun Ruang Aman bagi Penyintas Kekerasan Seksual melalui Umah Ramah

    Yosepha Alomang

    Ditangkap hingga Anak Tewas di Pengungsian, Begini Keteguhan Perjuangan Mama Yosepha di Papua

    Nyi Mas Pakungwati Cirebon

    Nyi Mas Pakungwati, Ulama Perempuan di Balik Berdirinya Peradaban Islam Cirebon

    Fatima Mernissi

    Pemikiran Fatima Mernissi tentang Perempuan, Islam, dan Kekuasaan

    Fatimah al-Banjari

    Fatimah al-Banjari, Pelopor Emansipasi Pendidikan Perempuan Banjar

    Nyai Khoiriyah Hasyim

    Nyai Khoiriyah Hasyim: Pelopor Sekolah Perempuan Pertama di Kota Makkah

    Ustazah Mumpuni

    Ustazah Mumpuni: Daiyah Ngapak yang Membumikan Dakwah dengan Humor dan Kepedulian

  • Monumen
  • Zawiyah
No Result
View All Result
Keadilan dan Kesetaraan Gender - Mubadalah
  • Home
  • Aktual
    Merawat Pesantren

    MERAWAT Pesantren, Upaya Pesantren Luhur Manhajiy Fahmina Membangun Kesehatan Mental Para Mahasantri

    Pendamping Pekerja Migran dan Guru Honorer Sampaikan Keluh Kesah dalam Halaqah Pra-Mubes Warga NU Cirebon Raya

    Pendamping Pekerja Migran dan Guru Honorer Sampaikan Keluh Kesah dalam Halaqah Pra-Mubes Warga NU Cirebon Raya

    Dengarkan Suara Petani hingga Buruh Migran, Warga NU Cirebon Raya Gelar Halaqah Pra-Mubes

    Dengarkan Suara Petani hingga Buruh Migran, Warga NU Cirebon Raya Gelar Halaqah Pra-Mubes

    Iduladha

    Semesta Raya Iduladha: Semarang, Pasuruan, Aceh, hingga Bangladesh

    Lukman

    Di BuKUPI 2026, KH. Lukman Hakim Saifuddin Dorong KUPI Fokus pada Isu Prioritas

    Cut Nyak Dien

    Ulama Perempuan Serukan Indonesia Tanpa Kekerasan Melalui Risalah Cut Nyak Dien

    Nyai Luluk Farida

    Di BuKUPI, Nyai Luluk Farida Ajak Masyarakat Dukung Perjuangan Ulama Perempuan

    Trilogi Perlawanan terhadap Kekerasan

    BuKUPI 2026, Nyai Badriyah Tegaskan “Trilogi Perlawanan terhadap Kekerasan”

    BuKUPI

    Pera Sopariyati: BuKUPI 2026 Perkuat Independensi Gerakan Ulama Perempuan

  • Kolom
    • All
    • Disabilitas
    • Keluarga
    • Lingkungan
    • Personal
    • Publik
    Atlet Catur

    Atlet Catur Perempuan Disabilitas beserta Inspirasinya

    Pesantren

    Lima Langkah Pengelolaan Pesantren Putri agar Terhindar dari Kekerasan Seksual

    Apa yang Membedakan

    Apa yang Membedakan Saya dengan Mereka?

    Otokritik Pesantren

    Otokritik Pesantren: Mengurai Empat Akar Kekerasan Seksual yang Terus Berulang

    Transportasi Umum Surabaya

    Transportasi Umum Surabaya yang Belum Ramah, dan Disabilitas yang Sering Kita Lupakan

    Ableisme Jokes

    Ableisme Jokes, Nirempati Konten Kreator pada Penyandang Disabilitas

    Marwah Pesantren

    Di Tengah Krisis Kepercayaan, Ke Mana Marwah Pesantren akan Dibawa?

    Kekerasan Seksual di Pesantren

    Aktivasi Benteng Nilai Khas Pesantren untuk Pencegahan Kekerasan Seksual

    Virginia Woolf

    Virginia Woolf, Inses, dan Cara Melewati Masa Paling Traumatis dalam Keluarga

    • Keluarga
    • Personal
    • Publik
    • Disabilitas
    • Lingkungan
  • Khazanah
    • All
    • Hikmah
    • Pernak-pernik
    • Sastra
    Beri-beri

    Kenali Tanda-tanda Beri-beri Sejak Dini

    Hadis Akṡaru Ahl al-Nār

    Dari Stigma Menuju Tahdzir, Menggeser Pemahaman Hadis Akṡaru Ahl al-Nār

    Anemia pada

    7 Cara Mencegah dan Mengatasi Anemia pada Perempuan

    Anemia

    Kenali Anemia, Penyakit Akibat Kekurangan Gizi yang Sering Menyerang Perempuan

    Makanan Perempuan

    Perempuan Berhak Mendapatkan Makanan yang Cukup dan Bergizi

    Kesehatan Perempuan

    Tiga Mitos yang Merugikan Kesehatan Perempuan dan Perlu Diluruskan

    Gizi

    Tips Memenuhi Gizi Keluarga

    Vitamin

    Pentingnya Yodium dan Vitamin A bagi Ibu Hamil dan Menyusui

    Vitamin

    Vitamin dan Mineral yang Penting bagi Tubuh Perempuan

    • Hikmah
    • Pernak-pernik
    • Sastra
  • Rujukan
  • Mubapedia
  • Tokoh
    • All
    • Profil
    Prof. Siti Baroroh Baried

    Prof. Siti Baroroh Baried: Guru Besar Perempuan Pertama yang Membuka Jalan Pendidikan Perempuan Indonesia

    Nyai Siti Walidah

    Nyai Siti Walidah: Menjadikan Pendidikan sebagai Jalan Pembebasan Perempuan

    Asih Widyowati

    Asih Widyowati, Membangun Ruang Aman bagi Penyintas Kekerasan Seksual melalui Umah Ramah

    Yosepha Alomang

    Ditangkap hingga Anak Tewas di Pengungsian, Begini Keteguhan Perjuangan Mama Yosepha di Papua

    Nyi Mas Pakungwati Cirebon

    Nyi Mas Pakungwati, Ulama Perempuan di Balik Berdirinya Peradaban Islam Cirebon

    Fatima Mernissi

    Pemikiran Fatima Mernissi tentang Perempuan, Islam, dan Kekuasaan

    Fatimah al-Banjari

    Fatimah al-Banjari, Pelopor Emansipasi Pendidikan Perempuan Banjar

    Nyai Khoiriyah Hasyim

    Nyai Khoiriyah Hasyim: Pelopor Sekolah Perempuan Pertama di Kota Makkah

    Ustazah Mumpuni

    Ustazah Mumpuni: Daiyah Ngapak yang Membumikan Dakwah dengan Humor dan Kepedulian

  • Monumen
  • Zawiyah
No Result
View All Result
Keadilan dan Kesetaraan Gender - Mubadalah
No Result
View All Result
Home Kolom Publik

Host Kinderflix Alami Pelecehan: Pentingnya Membekali Anak-anak tentang KBGO

Penting untuk mengajarkan anak-anak cara mengidentifikasi dan mengatasi perilaku KBGO, serta mempromosikan penggunaan internet yang positif dan aman

Fatwa Amalia by Fatwa Amalia
11 November 2023
in Publik, Rekomendasi
A A
0
Host Kinderflix

Host Kinderflix

36
SHARES
1.8k
VIEWS
Share on FacebookShare on TwitterShare on Whatsapp

Mubadalah.id – Kehadiran Kinderflix sebagai platform streaming pendidikan yang ditujukan untuk anak-anak usia dini selama beberapa bulan yang lalu telah memperoleh popularitas besar. Platform ini berisi tentang konten pendidikan untuk balita yang aman dan ramah anak.

“Akhir-akhir ini, tisu abis terus.”, “Pengen crt sama Kak N.” Konten yang seharusnya ia tujukan untuk anak-anak malah mendapat banyak komentar yang melecehkan. Miris sekali, KBGO (Kekerasan Berbasis Gender Online) bisa merusak pengalaman belajar anak-anak.

Melihat konten bapak-bapak yang bersliweran di reels Instagram dan akhirnya menuai banyak komentar pelecehan yang dianggap biasa dan lucu, membuat saya khawatir. Bagaimana jika siswa saya mengalami hal tersebut? Atau bagaimana jika siswa saya malah menjadi pelaku KBGO?

Oleh sebab itu, perlu sekali membekali anak-anak tentang bentuk-bentuk kekerasan berbasis gender online. Pencegahan KBGO dan tindakan seperti apa yang dapat diambil ketika mengalami persoalan seperti ini.

Apa Itu KBGO?

Kekerasan Berbasis Gender Online (KBGO) adalah bentuk kekerasan atau perilaku merugikan yang terjadi melalui media dan platform digital dengan memanfaatkan perbedaan gender.

Seperti kasus host Kinderflix ini, beliau memiliki gender perempuan sedangkan pelaku KBGO adalah bapak-bapak, mahasiswa semester akhir yang memiliki gender laki-laki. Dalam kasus host Kinderflix ini, gender perempuan dianggap objek seksual oleh gender lainnya yang merasa superior.

Mari kita bahas beberapa jenis KBGO yang sedang bomming saat ini!

Pertama, pelecehan seksual online. Pelecehan seksual online, mencakup pesan, komentar, atau konten berorientasi seksual yang ditujukan kepada individu tanpa izin mereka. Kemudian ada juga pencemaran nama baik seperti menyebar fitnah atau informasi palsu tentang individu dengan tujuan merusak reputasi mereka.

Tidak hanya itu, maraknya kasus bullying di dunia pendidikan yang sudah membuat para guru dan orang tua risau, ternyata tidak cukup. Kami juga perlu waspada dengan cyber bullying. Perilaku menghina atau melecehkan individu berdasarkan jenis kelamin, orientasi seksual, atau identitas gender mereka di sosial media.

Selain cyber bullying, pengintaian online yang termasuk dalam KBGO. Kegiatan mengawasi kehidupan pribadi seseorang melalui media sosial atau metode online lainnya tanpa izin mereka dan membuat yang diintai ketakutan.

Bentuk-bentuk umum dari KBGO melibatkan stereotip gender, penyebaran citra seksual yang merendahkan, dan penindasan terhadap individu atau kelompok berdasarkan jenis kelamin. Seperti, komentar merendahkan atau pelecehan terhadap seseorang berdasarkan jenis kelamin, atau penyebaran konten seksual tanpa izin.

Dampak KBGO

KBGO memiliki dampak serius pada kesehatan mental dan kesejahteraan korban. KBGO dapat menyebabkan trauma emosional pada korban, menciptakan rasa takut, cemas, dan bahkan depresi. Kemudian berdampak juga pada berkurangnya kepercayaan diri korban. Perilaku merendahkan dapat mengurangi kepercayaan diri korban, mempengaruhi persepsi diri mereka secara negatif.

Tidak hanya kesehatan mental, KBGO juga berdampak pada sosial korban. Korban KBGO mungkin cenderung merasa terisolasi secara sosial, karena takut menjadi sasaran lagi atau mengalami stigmatisasi.

Selain itu, anak-anak dan remaja yang menjadi korban KBGO mungkin mengalami gangguan dalam konsentrasi dan belajar. Kemudian bisa juga menyebabkan menurunnya reputasi korban di dunia maya yang bisa mempengaruhi peluang karier masa depan korban.

Meskipun online, KBGO juga bisa berdampak pada fisik korban. Dalam beberapa kasus, KBGO dapat berkembang menjadi ancaman fisik, mengancam keamanan dan integritas fisik korban. Bisa jadi pelaku mengancam korban dan sampai menemui korban di dunia nyata.

Banyak kasus KBGO yang berdampak juga pada perilaku berisiko seperti bunuh diri atau melukai diri sendiri. Korban KBGO mungkin cenderung melakukan perilaku berisiko sebagai respons terhadap dampak psikologis yang mereka alami.

Salah satu tantangan utama dengan KBGO adalah bahwa seringkali sulit untuk melacak atau menindak pelaku, karena anonimitas yang sering diberikan oleh platform digital. Ini dapat menciptakan lingkungan di mana individu merasa bebas untuk melakukan tindakan yang tidak pantas tanpa takut konsekuensi.

Oleh karena itu, penting untuk mengajarkan anak-anak dan remaja cara mengidentifikasi dan mengatasi perilaku ini, serta mempromosikan penggunaan internet yang positif dan aman. Perlu juga mengambil langkah-langkah pencegahan untuk mengatasi dampak negatif KBGO. Bagaimana caranya?

Antisipasi KBGO Bersama Anak-anak

Selain memberikan pengetahuan tentang KBGO kepada anak-anak, sangat perlu membangun ruang inklusif dan ramah anak dengan mengajarkan nilai-nilai kesetaraan gender dalam kehidupan sehari-hari.

Eits, jangan salah paham dulu. Kesetaraan gender bukan berarti menyamakan peran laki-laki dan perempuan. Tapi, memperlakukan semua gender dengan baik. Memahami pengalaman reproduksi perempuan, juga memberi kesempatan yang sama kepada gender yang kita anggap perlu diberi kesempatan lebih karena sebelumnya tertinggal.

Untuk anak-anak, kita perlu menentukan batasan yang kita sepakati bersama. Seperti penggunakan internet dan monitor aktivitas online anak-anak. Bisa juga tetap mengawasinya dengan melacak kegiatan online mereka, mengaktifkan akun privasi, dan membatasi siapa yang bisa mengakses informasi mereka.

Orang tua juga bisa mengontrol akses anak-anak ke konten yang tidak sesuai dengan usia. Hal penting lainnya adalah mendiskusikan dengan anak-anak mengenai jenis konten yang aman dan tidak aman. Libatkan anak-anak dalam pembuatan peraturan penggunaan internet.

Ajarkan anak-anak untuk membuat kata sandi yang kuat dan unik untuk akun-akun online mereka. Ingatkan mereka untuk tidak membagikan kata sandi dengan siapapun, bahkan teman-teman mereka.

Saya sering mendapat curhatan dari orang tua siswa yang khawatir berlebih dan cenderung memarahi anak ketika mereka bercerita tentang pengalaman online mereka. Jangan hukum anak-anak secara drastis jika mereka membuat kesalahan, gunakan kesalahan sebagai kesempatan untuk belajar.

Pelaporan dan Dukungan untuk Korban

Jika KBGO terjadi di platform atau situs web tertentu, periksa kebijakan platform dan laporkan akun pelaku. Bisa juga membuat aduan di safenet.or.id. dan hotline KemenPPPA (129).

Saat melaporkan, sertakan bukti konkret seperti tangkapan layar, tautan, atau informasi tambahan yang dapat mendukung kasus KBGO yang kita alami. Pastikan untuk menyensor informasi pribadi yang tidak relevan, kecuali jika dibutuhkan untuk keperluan pelaporan.

Jika KBGO melibatkan ancaman atau tindakan kriminal, segera laporkan ke pihak berwenang, seperti polisi atau Dinas Pemberdayaan Perempuan dan Anak setempat. Selain itu juga ada beberapa organisasi menyediakan layanan pelaporan anonim untuk melindungi privasi pelapor seperti Rifka Annisa Wcc. Pastikan untuk memahami batasan dan ketentuan layanan tersebut.

Untuk mendukung korban KBGO,  sangat diperlukan dukungan psikologis yang berguna dalam mengatasi dampak emosional. Seperti platform Pribudaya Foundation dari Perempuan Berkisah atau psikolog. Ajarkan kepada anak-anak untuk melaporkan KBGO sesegera mungkin untuk mencegah lebih banyak kerugian dan untuk memberikan respons yang efektif terhadap perilaku tersebut. []

 

Tags: Host KinderflixKBGOKekerasan berbasis gender onlinemedia sosialpelecehan
Konten ini dilisensikan di bawah CC BY-ND 4.0
Previous Post

3 Pahlawan Perempuan yang Memperjuangkan Pendidikan dan Kesetaraan Gender

Next Post

Karimah Al-Marwaziyyah: Sosok Perempuan Ulama Pertama Belajar Shahih Al-Bukhari

Fatwa Amalia

Fatwa Amalia

Fatwa Amalia, pengajar juga perempuan seniman asal Gresik Jawa Timur. Karya-karyanya banyak dituangkan dalam komik dan ilustrasi digital dengan fokus isu-isu perempuan dan anak @komikperempuan. Aktif di sosial media instagram: @fatwaamalia_r. Mencintai buku dan anak-anak seperti mencintai Ibu.

Related Posts

Ableisme Jokes
Disabilitas

Ableisme Jokes, Nirempati Konten Kreator pada Penyandang Disabilitas

5 Juni 2026
Konten Disabilitas
Disabilitas

Lelucon Konten Disabilitas demi Viewers

4 Juni 2026
Memperlakukan Disabilitas
Disabilitas

Normalitas yang Menyingkirkan: Kritik atas Cara Kita Memperlakukan Disabilitas

7 Mei 2026
Pelecehan Seksual tentang
Pernak-pernik

Bagaimana Pandangan Perempuan tentang Pelecehan Seksual?

28 April 2026
Ketidakadilan
Personal

Diammu Tak Pernah Netral, Mari Belajar Bersuara di Tengah Ketidakadilan

17 April 2026
SHECURE Digital
Publik

Peluncuran SHECURE Digital untuk Keamanan Perempuan dan Anak di Ruang Siber

16 April 2026
Next Post
Karimah al-Marwaziyyah

Karimah Al-Marwaziyyah: Sosok Perempuan Ulama Pertama Belajar Shahih Al-Bukhari

Please login to join discussion
No Result
View All Result

TERBARU

  • Kenali Tanda-tanda Beri-beri Sejak Dini
  • Dari Stigma Menuju Tahdzir, Menggeser Pemahaman Hadis Akṡaru Ahl al-Nār
  • 7 Cara Mencegah dan Mengatasi Anemia pada Perempuan
  • Atlet Catur Perempuan Disabilitas beserta Inspirasinya
  • Lima Langkah Pengelolaan Pesantren Putri agar Terhindar dari Kekerasan Seksual

Komentar Terbaru

  • M. Khoirul Imamil M pada Amalan Muharram: Melampaui “Revenue” Individual
  • Asma binti Hamad dan Hilangnya Harapan Hidup pada Mengapa Tuhan Tak Bergeming dalam Pembantaian di Palestina?
  • Usaha, Privilege, dan Kehendak Tuhan pada Mengenalkan Palestina pada Anak
  • Salsabila Septi pada Memaknai Perjalanan Hidup di Usia 25 tahun; Antara Kegagalan, Kesalahan dan Optimisme
  • Zahra Amin pada Perbincangan Soal Jilbab
  • Tentang
  • Redaksi
  • Kontributor
  • Kirim Tulisan
Kontak kami:
[email protected]

Mubadalah.id © 2026 by Mubadalah is licensed under CC BY-ND 4.0

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password? Sign Up

Create New Account!

Fill the forms below to register

All fields are required. Log In

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
No Result
View All Result
  • Home
  • Aktual
  • Kolom
    • Keluarga
    • Personal
    • Publik
    • Disabilitas
    • Lingkungan
  • Khazanah
    • Hikmah
    • Pernak-pernik
    • Sastra
  • Rujukan
  • Mubapedia
  • Tokoh
  • Monumen
  • Zawiyah
  • Login
  • Sign Up

Mubadalah.id © 2026 by Mubadalah is licensed under CC BY-ND 4.0