Kamis, 5 Februari 2026
  • Login
  • Register
Keadilan dan Kesetaraan Gender - Mubadalah
Dukung kami dengan donasi melalui
Bank Syariah Indonesia 7004-0536-58
a.n. Yayasan Fahmina
  • Home
  • Aktual
    Tragedi Anak NTT

    Tragedi Anak NTT, Simbol Kemewahan, dan Imam Al-Ghazali

    Harlah 100 Tahun

    Pesan-pesan Penting dalam Perayaan Harlah 100 Tahun Masehi NU

    Nikah Muda

    Romantisasi Nikah Muda dan Sunyinya Bangku Pendidikan

    Tertawa

    Tertawa, Tapi Tidak Setara: Mens Rea, Komedi, dan Ruang Bicara Publik

    Laras Faizati

    Kritik Laras Faizati Menjadi Suara Etika Kepedulian Perempuan

    Natal

    Makna Natal Perspektif Mubadalah: Feminis Maria Serta Makna Reproduksi dan Ketubuhan

    Kekerasan di Kampus

    IMM Ciputat Dorong Peran Mahasiswa Perkuat Sistem Pelaporan Kekerasan di Kampus

    Kekerasan di Kampus

    Peringati Hari Ibu: PSIPP ITB Ahmad Dahlan dan Gen Z Perkuat Pencegahan Kekerasan Berbasis Gender di Kampus

    KUPI yang

    KUPI Jadi Ruang Konsolidasi Para Ulama Perempuan

  • Kolom
    • All
    • Disabilitas
    • Keluarga
    • Lingkungan
    • Personal
    • Publik
    Laki-laki Provider

    Benarkah Laki-laki dengan Mental Provider Kini Mulai Hilang?

    Selibat

    Selibat dan Kemurnian Sebagai Panggilan Luhur dalam Gereja

    ODGJ

    ODGJ Bukan Aib; Ragam Penanganan yang Memanusiakan

    Difabel dalam Sejarah Yunani

    Menilik Kuasa Normalisme Difabel dalam Sejarah Yunani

    Dr. Fahruddin Faiz

    Dr. Fahruddin Faiz: Kerusakan Alam sebagai Cermin Moral Manusia

    Guru Honorer

    Nasib Miris Guru Honorer: Ketika Negara Menuntut Dedikasi, Tapi Abai pada Keadilan

    Board of Peace

    Board of Peace dan Kegelisahan Warga Indonesia

    Kader Ulama Perempuan

    Penguatan Agensi Perempuan lewat Beasiswa LPDP Kader Ulama Perempuan

    Disabilitas dan Dunia Kerja

    Disabilitas dan Dunia Kerja: Antara Regulasi dan Realita

    • Keluarga
    • Personal
    • Publik
    • Disabilitas
    • Lingkungan
  • Khazanah
    • All
    • Hikmah
    • Pernak-pernik
    • Sastra
    Pernikahan

    Larangan Pemaksaan Pernikahan terhadap Perempuan

    Hak Pernikahan

    Nabi Tegaskan Hak Perempuan Menentukan Pernikahan

    Membela Perempuan

    Islam Membela Perempuan

    Haji Wada'

    Posisi Perempuan dalam Wasiat Nabi di Haji Wada’

    Sujud

    Hadits Sujud sebagai Bahasa Penghormatan dalam Relasi Suami-Istri

    Sujudnya Istri

    Membaca Hadits Sujudnya Istri kepada Suami dengan Perspektif Mubadalah

    Malam Nisfu Sya’ban

    Tradisi Malam Nisfu Sya’ban di Indonesia

    Malam Nisfu Sya’ban

    Ampunan Dosa di Malam Nisfu Sya’ban

    Nisfu Sya'ban

    Nisfu Sya’ban, Momentum Evaluasi dan Laporan Amal Umat Islam

    • Hikmah
    • Pernak-pernik
    • Sastra
  • Rujukan
    • All
    • Ayat Quran
    • Hadits
    • Metodologi
    • Mubapedia
    Perempuan Fitnah

    Perempuan Fitnah Laki-laki? Menimbang Ulang dalam Perspektif Mubadalah

    Idul Fitri

    Teks Khutbah Idul Fitri 1446 H: Menjadi Insan Bertakwa dan Mewujudkan Masyarakat Berkeadaban di Hari Kemenangan

    Idul Fitri

    Teks Khutbah Idul Fitri 1446 H: Merayakan Kemenangan dengan Syukur, Solidaritas, dan Kepedulian

    Membayar Zakat Fitrah

    Masihkah Kita Membayar Zakat Fitrah dengan Beras 2,5 Kg atau Uang Seharganya?

    Ibu menyusui tidak puasa apa hukumnya?

    Ibu Menyusui Tidak Puasa Apa Hukumnya?

    kerja domestik adalah tanggung jawab suami dan istri

    5 Dalil Kerja Domestik adalah Tanggung Jawab Suami dan Istri

    Menghindari Zina

    Jika Ingin Menghindari Zina, Jangan dengan Pernikahan yang Toxic

    Makna Ghaddul Bashar

    Makna Ghaddul Bashar, Benarkah Menundukkan Mata Secara Fisik?

    Makna Isti'faf

    Makna Isti’faf, Benarkah hanya Menjauhi Zina?

    • Ayat Quran
    • Hadits
    • Metodologi
    • Mubapedia
  • Tokoh
    • All
    • Profil
    Fazlur Rahman

    Fazlur Rahman: Memahami Spirit Kesetaraan dan Keadilan Gender dalam Al-Qur’an

    Idulfitri

    Khutbah Idulfitri: Mulai Kehidupan Baru di Bulan Syawal

    Sa'adah

    Sa’adah: Sosok Pendamping Korban Kekerasan Terhadap Perempuan dan Anak  

    Tahun Baru 2025

    Do’a Tahun Baru 2025

    Umi Nyai Sintho' Nabilah Asrori

    Umi Nyai Sintho’ Nabilah Asrori : Ulama Perempuan yang Mengajar Santri Sepuh

    Rabi'ah Al-'Adawiyah

    Sufi Perempuan: Rabi’ah Al-‘Adawiyah

    Ning Imaz

    Ning Imaz Fatimatuz Zahra: Ulama Perempuan Muda Berdakwah Melalui Medsos

    Siti Hanifah Soehaimi

    Siti Hanifah Soehaimi: Penyelamat Foto Perobekan Bendera Belanda di Hotel Yamato yang Sempat Hilang

    Teungku Fakinah

    Teungku Fakinah Ulama Perempuan dan Panglima Perang

  • Monumen
  • Zawiyah
No Result
View All Result
Keadilan dan Kesetaraan Gender - Mubadalah
  • Home
  • Aktual
    Tragedi Anak NTT

    Tragedi Anak NTT, Simbol Kemewahan, dan Imam Al-Ghazali

    Harlah 100 Tahun

    Pesan-pesan Penting dalam Perayaan Harlah 100 Tahun Masehi NU

    Nikah Muda

    Romantisasi Nikah Muda dan Sunyinya Bangku Pendidikan

    Tertawa

    Tertawa, Tapi Tidak Setara: Mens Rea, Komedi, dan Ruang Bicara Publik

    Laras Faizati

    Kritik Laras Faizati Menjadi Suara Etika Kepedulian Perempuan

    Natal

    Makna Natal Perspektif Mubadalah: Feminis Maria Serta Makna Reproduksi dan Ketubuhan

    Kekerasan di Kampus

    IMM Ciputat Dorong Peran Mahasiswa Perkuat Sistem Pelaporan Kekerasan di Kampus

    Kekerasan di Kampus

    Peringati Hari Ibu: PSIPP ITB Ahmad Dahlan dan Gen Z Perkuat Pencegahan Kekerasan Berbasis Gender di Kampus

    KUPI yang

    KUPI Jadi Ruang Konsolidasi Para Ulama Perempuan

  • Kolom
    • All
    • Disabilitas
    • Keluarga
    • Lingkungan
    • Personal
    • Publik
    Laki-laki Provider

    Benarkah Laki-laki dengan Mental Provider Kini Mulai Hilang?

    Selibat

    Selibat dan Kemurnian Sebagai Panggilan Luhur dalam Gereja

    ODGJ

    ODGJ Bukan Aib; Ragam Penanganan yang Memanusiakan

    Difabel dalam Sejarah Yunani

    Menilik Kuasa Normalisme Difabel dalam Sejarah Yunani

    Dr. Fahruddin Faiz

    Dr. Fahruddin Faiz: Kerusakan Alam sebagai Cermin Moral Manusia

    Guru Honorer

    Nasib Miris Guru Honorer: Ketika Negara Menuntut Dedikasi, Tapi Abai pada Keadilan

    Board of Peace

    Board of Peace dan Kegelisahan Warga Indonesia

    Kader Ulama Perempuan

    Penguatan Agensi Perempuan lewat Beasiswa LPDP Kader Ulama Perempuan

    Disabilitas dan Dunia Kerja

    Disabilitas dan Dunia Kerja: Antara Regulasi dan Realita

    • Keluarga
    • Personal
    • Publik
    • Disabilitas
    • Lingkungan
  • Khazanah
    • All
    • Hikmah
    • Pernak-pernik
    • Sastra
    Pernikahan

    Larangan Pemaksaan Pernikahan terhadap Perempuan

    Hak Pernikahan

    Nabi Tegaskan Hak Perempuan Menentukan Pernikahan

    Membela Perempuan

    Islam Membela Perempuan

    Haji Wada'

    Posisi Perempuan dalam Wasiat Nabi di Haji Wada’

    Sujud

    Hadits Sujud sebagai Bahasa Penghormatan dalam Relasi Suami-Istri

    Sujudnya Istri

    Membaca Hadits Sujudnya Istri kepada Suami dengan Perspektif Mubadalah

    Malam Nisfu Sya’ban

    Tradisi Malam Nisfu Sya’ban di Indonesia

    Malam Nisfu Sya’ban

    Ampunan Dosa di Malam Nisfu Sya’ban

    Nisfu Sya'ban

    Nisfu Sya’ban, Momentum Evaluasi dan Laporan Amal Umat Islam

    • Hikmah
    • Pernak-pernik
    • Sastra
  • Rujukan
    • All
    • Ayat Quran
    • Hadits
    • Metodologi
    • Mubapedia
    Perempuan Fitnah

    Perempuan Fitnah Laki-laki? Menimbang Ulang dalam Perspektif Mubadalah

    Idul Fitri

    Teks Khutbah Idul Fitri 1446 H: Menjadi Insan Bertakwa dan Mewujudkan Masyarakat Berkeadaban di Hari Kemenangan

    Idul Fitri

    Teks Khutbah Idul Fitri 1446 H: Merayakan Kemenangan dengan Syukur, Solidaritas, dan Kepedulian

    Membayar Zakat Fitrah

    Masihkah Kita Membayar Zakat Fitrah dengan Beras 2,5 Kg atau Uang Seharganya?

    Ibu menyusui tidak puasa apa hukumnya?

    Ibu Menyusui Tidak Puasa Apa Hukumnya?

    kerja domestik adalah tanggung jawab suami dan istri

    5 Dalil Kerja Domestik adalah Tanggung Jawab Suami dan Istri

    Menghindari Zina

    Jika Ingin Menghindari Zina, Jangan dengan Pernikahan yang Toxic

    Makna Ghaddul Bashar

    Makna Ghaddul Bashar, Benarkah Menundukkan Mata Secara Fisik?

    Makna Isti'faf

    Makna Isti’faf, Benarkah hanya Menjauhi Zina?

    • Ayat Quran
    • Hadits
    • Metodologi
    • Mubapedia
  • Tokoh
    • All
    • Profil
    Fazlur Rahman

    Fazlur Rahman: Memahami Spirit Kesetaraan dan Keadilan Gender dalam Al-Qur’an

    Idulfitri

    Khutbah Idulfitri: Mulai Kehidupan Baru di Bulan Syawal

    Sa'adah

    Sa’adah: Sosok Pendamping Korban Kekerasan Terhadap Perempuan dan Anak  

    Tahun Baru 2025

    Do’a Tahun Baru 2025

    Umi Nyai Sintho' Nabilah Asrori

    Umi Nyai Sintho’ Nabilah Asrori : Ulama Perempuan yang Mengajar Santri Sepuh

    Rabi'ah Al-'Adawiyah

    Sufi Perempuan: Rabi’ah Al-‘Adawiyah

    Ning Imaz

    Ning Imaz Fatimatuz Zahra: Ulama Perempuan Muda Berdakwah Melalui Medsos

    Siti Hanifah Soehaimi

    Siti Hanifah Soehaimi: Penyelamat Foto Perobekan Bendera Belanda di Hotel Yamato yang Sempat Hilang

    Teungku Fakinah

    Teungku Fakinah Ulama Perempuan dan Panglima Perang

  • Monumen
  • Zawiyah
No Result
View All Result
Keadilan dan Kesetaraan Gender - Mubadalah
No Result
View All Result
Home Khazanah Pernak-pernik

Inspirasi Pesantren Hijau di Pesantren Mahasina

Di samping santri menghafal dalil menyangkut kepedulian lingkungan, juga sekaligus mereka terbiasa mempraktikkan dalam kehidupan sehari-hari bagaimana peduli terhadap lingkungan di pesantren

Rochmad Widodo by Rochmad Widodo
22 Februari 2023
in Pernak-pernik, Rekomendasi
A A
0
Pesantren Hijau

Pesantren Hijau

15
SHARES
748
VIEWS
Share on FacebookShare on TwitterShare on Whatsapp

Mubadalah.id – “Wah, pesantrennya di sini adem ya…. Banyak pohonnya….” atau “bersih ya pesantren di sini….” Kurang lebih begitulah komentar positif para calon wali santri yang datang mendaftarkan putra atau putrinya di Pondok Pesantren Mahasina.

Mengingat letaknya di Kota Bekasi, tepatnya di Jati Waringian, Pondok Gede, kesan umum daerahnya memang panas dan cenderung tidak banyak pohon. Terlebih lokasi Mahasina di tengah perkampungan padat. Jadi tidak mengherankan, kalau banyak calon wali santri begitu datang ke lokasi saat mendaftarkan putra-putrinya seketika dibuat kaget dengan kondisi Mahasina yang jauh dari bayangan pemberitaan umum di media sosial tentang Kota Bekasi yang panas.

Di Mahasina berbagai macam pohon berbuah bahkan tumbuh. Bermacam-macam jambu, dari jambu air, jambu jamaika, jambu biji, hingga jambu mete, klengkeng, nangka, mangga, pisang, rambutan, dan kelapa, semua ada. Jika musim buah, para santri biasanya yang memanen, sebagian dihaturkan ke pengasuh, para ustadz dan ustadzah, disuguhkan ke tamu, dinikmati bersama para santri, dan dibagi-bagikan ke tukang hingga warga. Tak jarang santri dan para ustadz juga membuat rujak buah bersama di hari libur.

Banyak pohon tidak berbuah juga tumbuh di Mahasina. Ada pohon jati yang cukup besar, hingga pohon bambu dan berbagai pohon hiasan menjulang tinggi-tinggi dan rimbun daunnya. Bermacam-macam bunga ditata rapi di sudut-sudut bangunan. Ada sebagian memang ditanam para santri, namun ada juga yang dibawa santri sekembalinya ke Mahasina dari rumah sewaktu liburan.

Memang sewajarnya jika lantas tiga lembaga di PBNU, yaitu LAZISNU PBNU, LPBI NU, dan RMI PBNU, menjadikan Pondok Pesantren Mahasina sebagai satu dari tujuh Pondok Pesantren yang menjadi sasaran program Pesantren Hijau.

Mahasina bisa menjadi pesantren hijau, tidak lain karena peran sentral dari pengasuh yang sangat peduli lingkungan, cinta tanaman, dan memberikan keteladanan dalam mengamalkan ajaran Islam kepada para santri. Mengamalkan ajaran Rasulullah SAW dalam mendidik yang paling efektif. Yaitu dengan keteladanan.

Peran Sentral Pengasuh

Pengasuh Mahasina memiliki kecintaan sangat tinggi terhadap tanaman. Sewaktu Mahasina belum berdiri, KH. Drs. Abu Bakar Rahziz, M.A. dan Ibu Nyai Hj. Dra. Badriyah Fayumi, Lc. M.A., sepulang dari Mesir dan kemudian membangun rumah tinggal di Jl. Masjid Raya, Jatiwaringin, Pondok Gede. Kediaman beliau yang berornamen kayu-kayu, banyak tertanami pohon, bunga, dan tertata dengan indah.

Hobi Abah, sapaan akrab KH. Drs. Abu Bakar Rahziz, M.A., dalam menanam pohon dan tanaman berlanjut ketika mulai merintis Mahasina. Bahkan terus hingga sekarang bersama Ibu Nyai Badriyah. Awalnya memang Abah banyak membeli bibit-bibit pohon dan tanaman. Namun begitu para wali santri mulai mengetahui kecintaan beliau menanam berbagai pohon, seringkali saat sowan ke Mahasina banyak juga wali santri membawakan bibit-bibit pohon atau cangkokan.

Ibu Nyai Badriyah untuk memasifkan pesantren hijau, dan mengajarkan para santri mencintai tanaman, tiap liburan semester saat akan pulang juga menghimbau kepada santri yang di rumah punya banyak bunga atau tanaman, agar membawa satu untuk dirawat di Mahasina. Hasilnya sangat menyenangkan, Mahasina jadi semakin banyak bunga, juga beraneka macam bunganya.

Namun di tengah terus bertambah banyak santri mencapai 1000-an, turut mendorong pembangunan lokal dan asrama kian masif. Hal ini menjadi tantangan tersendiri, menyangkut pohon besar yang telah tumbuh mau tidak mau lahannya harus dialih fungsikan pembangunan. Abah selalu berusaha tidak mematikan pohon yang ada.

Yang masih logis bisa kita pindahkan, akan dipindahkan. Tetapi pohon yang sudah terlalu besar dan tidak bisa kita pindahkan. Jika bisa disiasati tidak kami tebang, akan tetap dipertahankan. Sehingga, tidak mengherankan kalau ada beberapa bangunan di Mahasina yang di dalamnya terdapat pohon besar masih tetap tumbuh demi menghindari peenbangan. Menariknya, kerapkali justru itu memperindah bangunannya. Jadi unik dan lebih bernilai estetis saat dilihat.

Ragam Permasalahan Lingkungan di Pesantren

Permasalahan lingkungan di pesantren sebenarnya  tidak bisa kita pandang sederhana. Pasalnya bukan soal sekadar tanam menanam pohon atau merawatnya. Namun ada banyak hal yang menjadi persoalan serius dan jika tidak kita tangani dengan strategi cerdas, juga tersistem, akan bisa berdampak buruk, bahkan menjadi bencana.

Pertama, soal kebersihan dan sampah. Pesantren jika tidak bersih dan banyak sampah, pasti akan banyak bakteri, virus, dan membawa penyakit. Mulai dari penyakit kulit hingga berbagai penyakit lainnya. Jika ada santri sudah terpapar, penularannya sangat cepat ke santri lain. Kalau tidak tertangani dengan cepat, maka akan berdampak semakin buruk. Bisa-bisa satu pesantren tertular, karena di dalam pesantren selalu berinteraksi antara satu dengan yang lain.

Artinya, soal kebersihan adalah pemasalahan serius. Pesantren harus bersih dari sampah. Sampah juga harus terkelola dari hulu ke hilir. Mulai dari pembiasaan kedisiplinan santri dalam membuang sampah pada tempatnya. Pembedaan kategori tong sampah dari organik yang mudah diurai dan nonoganik, hingga ke pembuangan akhir.

Apakah kita bakar, dihancurkan, atau kita distribusikan ke pengelola sampah di daerah setempat. Jadwal pendistribusian sampah hingga pembuangan akhir pun juga harus terjadwal ketat. Karena jika tidak, sampah bisa menggunung dan yang berakibat selain bau pasti menyengat, juga menjadi tidak sehat.

Air Bersih dan Limbah

Kedua, air bersih dan air limbah. Persoalan air ini di pesantren juga sangat vital. Air bersih sendiri ibarat menjadi sumber kehidupan di pesantren. Karena terpakai mandi, mencuci, bersuci, kebutuhan dapur, dan berbagai kebutuhan lain. Tidak boleh stok air bersih kekurangan, apalagi habis. Pasalnya, berdampak serius ke seluruh aktivitas di pesantren yang ditinggali oleh banyak penghuni.

Sama pentingnya air bersih untuk konsumsi minum. Tidak boleh stoknya sampai habis. Terlebih secara umum bagi pondok pesantren yang aturannya ketat santri tidak mudah keluar dan harus izin.

Selanjutnya, permasalahan air limbah. Hal itu tidak bisa asal ada selokan pembuangan. Sangat kita butuhkan ilmu pengetahuan terkait hal ini, karena dampak tak kalah serius jika tidak tertangani dengan benar. Selain kebanjiran air limbah di lingkungan pesantren, menimbulkan bau tidak sedap dan juga menjijikkan, bisa berdampak ke lingkungan masyarakat sekitar.

Selokan pesantren alur alirannya juga harus kita atur dengan baik bagaimana memudahkan air lancar hingga ke pembuangan limbahnya. Ukuran selokan juga harus kita sesuaikan. Termasuk penampungan pembuangan limbah. Bahkan jika memungkinkan, kita bangun infrastruktur untuk pengolahan air limbah agar bisa kembali jernih dan bisa kita manfaatkan. Selanjutnya, pengecekan dan pola pembersihan selokan dan penampungan air limbah, juga harus kita buat penjadwalan scara berkala. Sehingga terus terkontrol dan jika ada yang tersumbat segera bisa tertangani.

Menyangkut penanganan air, juga termasuk untuk air hujan, perlu pengelolaan. Bagaimana jika turun hujan besar agar tidak sampai menimbulkan genangan, bahkan hingga kebanjiran di pesantren. Pembuangan air hujan harus terkelola, kita buat resapan-resapan untuk mempercepat air terserap ke tanah dan segera kering.

Perawatan Tanaman dan Tumbuhan

Ketiga, perawatan tanaman dan tumbuhan. Penting adanya tanaman dan tumbuhan d ipesantren karena akan membuat lingkungan pesantren sehat dan pasokan oksigen akan lancar. Air bersih tercukupi, karena akar pohon menampung air. Di samping itu hawa pesantren akan menjadi sejuk dan dari sisi pemandangan akan terlihat lebih indah. Itu jika tanaman dan tumbuhannya kita rawat dengan baik.

Namun banyaknya tanaman dan tumbuhan kalau tidak terawat, malah menambah permasalahan. Selain mati dan menimbulkan banyak sampah, jadi terlihat kotor, tidak terawat, menjadi sarang hewan berbahaya, dan batang pohon bisa tumbang sewaktu-waktu membahayakan keselamatan santri bisa tertimpa.

Pembiasaan kepedulian lingkungan di Pondok Pesantren Mahasina bagian dari implementasi konsep pendidikan terintegrasi dan sekaligus menjalankan Trilogi Santri, yaitu “Berilmu amaliyah, beramal ilmiyah, berakhlakul karimah.” Karena di Mahasina ilmu pengetahuan tidak terputus sampai hanya sekadar kita pahami dan mengerti. Namun juga desain untuk kita amalkan, biasakan, hingga menjadi karakter santri dalam kehidupan sehari-hari.

Di Mahasina para santri telah menghafal berbagai dalil-dalil tentang kepedulian lingkungan hidup, baik dari ayat-ayat Al Qur’an maupun hadits. Konsep pendidikan terintegrasi yang Mahasina usung, di antaranya adalah integrasi ilmu-amal-akhlak dalam kehidupan sehari-hari dan integrasi antara kemampuan teoritis dengan keterampilan praktis (life skill). Di samping santri menghafal dalil menyangkut kepedulian lingkungan, juga sekaligus mereka terbiasa mempraktikkan dalam kehidupan sehari-hari bagaimana peduli terhadap lingkungan di pesantren. Dengan kebiasaan itu harapannya akan menjadi karakter santri. Hingga kemudian bisa tetap terus santri lakukan begitu lulus dari pesantren.

Pembiasaan Kepedulian Lingkungan di Mahasina

Pembiasaan itu pun dibuat menjadi sistem dan dilembagakan di Mahasina. Di samping  Kiai Abu Bakar Rahziz dan Ibu Nyai Badriyah Fayumi yang membimbing santri untuk program tersebut, diangkat seorang Ustadz/ah bagian khusus yang menangani kebersihan dan pertanaman (kepedulian lingkungan) untuk membimbing santri. Adapun di Organisasi Santri Mahasina (Orsam) sendiri, baik putra maupun putri, juga terdapat divisi bidang tersebut yang menjadi penanggungjawab program.

Terkait pembiasaan kepedulian lingkungan ini sebagaimana dikatakan Kiai Abu Bakar Rahziz dan Ibu Nyai Badriyah Fayumi dalam berbagai wawancara dengan media, akan terus dipertahankan. Bahkan Kiai Abu Bakar Rahziz mengatakan, jika Mahasina nanti sudah banyak pohon dan tanaman, selanjutnya akan menghijaukan lingkungan di sekitar pondok pesantren.

Nyai Badriyah Fayumi juga menyebut, jika menghijaukan lingkungan adalah wujud iman sekaligus wujud ukhuwah alamiyah atau persaudaraan manusia dengan semesta, karena sama-sama makhluk Allah yang harus saling menghidupi. Sesama subyek semesta yang saling menjaga. Karena manusia bukan subyek yang menjadikan alam sebagai obyek. Melainkan manusia dan alam adalah sama-sama subyek bagi bumi asri lestari. Itulah nilai-nilai yang terus diedukasikan kepada santri.

Tidak hanya sekadar menjadi edukasi, namun juga dibiasakan dalam mengamalkan dan diharapkan hingga menjadi karakter kepedulian santri terhadap lingkungan. Selanjutnya, begitu nanti santri lulus bisa menjadi agen-agen kepedulian terhadap lingkungan di manapun mereka berada. Baik di tempat mereka kuliah, bekerja, maupun tempat tinggal bersama masyarakat. []

Tags: Isu LingkunganKeadilan EkologiskiaiNyaiPesantren HijauPonpes MahasinaSantri
Konten ini dilisensikan di bawah CC BY-ND 4.0
Rochmad Widodo

Rochmad Widodo

Rochmad Widodo adalah Asisten Pengasuh Pondok Pesantren Mahasina Darul Qur’an Wal Hadits, Pendidikan Terintegrasi Kader Ulama-Pemimpin Berakhlakul Qur’ani Berwawasan Kebangsaan di Kota Bekasi.

Related Posts

Joko Pinurbo
Publik

Menyelami Puisi Kritis Joko Pinurbo Bersama Anak-anak

27 Januari 2026
Gotong-royong
Lingkungan

Gotong-royong Merawat Lingkungan: Melawan Ekoabelisme!

2 Februari 2026
Bencana Alam
Lingkungan

Bencana Alam atau Murka Ekologis? Membaca Pesan Tuhan melalui Ayat Kauniyah

2 Februari 2026
Isra Mikraj
Hikmah

Isra Mikraj sebagai Narasi Kosmologis dan Tanggung Jawab Lingkungan

2 Februari 2026
Ekosentrisme
Buku

Visi Ekosentrisme Al-Qur’an

2 Februari 2026
Santri Sampah Istiqamah
Lingkungan

Santri, Sampah, dan Istiqamah: Tiga Pondasi Penyelamat Lingkungan

2 Februari 2026
Please login to join discussion
No Result
View All Result

TERPOPULER

  • Haji Wada'

    Posisi Perempuan dalam Wasiat Nabi di Haji Wada’

    31 shares
    Share 12 Tweet 8
  • Dr. Fahruddin Faiz: Kerusakan Alam sebagai Cermin Moral Manusia

    30 shares
    Share 12 Tweet 8
  • Tragedi Anak NTT, Simbol Kemewahan, dan Imam Al-Ghazali

    27 shares
    Share 11 Tweet 7
  • Menilik Kuasa Normalisme Difabel dalam Sejarah Yunani

    27 shares
    Share 11 Tweet 7
  • Islam Membela Perempuan

    24 shares
    Share 10 Tweet 6

TERBARU

  • Benarkah Laki-laki dengan Mental Provider Kini Mulai Hilang?
  • Larangan Pemaksaan Pernikahan terhadap Perempuan
  • Selibat dan Kemurnian Sebagai Panggilan Luhur dalam Gereja
  • Nabi Tegaskan Hak Perempuan Menentukan Pernikahan
  • ODGJ Bukan Aib; Ragam Penanganan yang Memanusiakan

Komentar Terbaru

  • dul pada Mitokondria: Kerja Sunyi Perempuan yang Menghidupkan
  • Refleksi Hari Pahlawan: Tiga Rahim Penyangga Dunia pada Menolak Gelar Pahlawan: Catatan Hijroatul Maghfiroh atas Dosa Ekologis Soeharto
  • M. Khoirul Imamil M pada Amalan Muharram: Melampaui “Revenue” Individual
  • Asma binti Hamad dan Hilangnya Harapan Hidup pada Mengapa Tuhan Tak Bergeming dalam Pembantaian di Palestina?
  • Usaha, Privilege, dan Kehendak Tuhan pada Mengenalkan Palestina pada Anak
  • Tentang
  • Redaksi
  • Kontributor
  • Kirim Tulisan
Kontak kami:
[email protected]

Mubadalah.id © 2026 by Mubadalah is licensed under CC BY-ND 4.0

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password? Sign Up

Create New Account!

Fill the forms below to register

All fields are required. Log In

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
No Result
View All Result
  • Home
  • Aktual
  • Kolom
    • Keluarga
    • Personal
    • Publik
    • Disabilitas
    • Lingkungan
  • Khazanah
    • Hikmah
    • Pernak-pernik
    • Sastra
  • Rujukan
    • Ayat Quran
    • Hadits
    • Metodologi
    • Mubapedia
  • Tokoh
  • Monumen
  • Zawiyah
  • Login
  • Sign Up

Mubadalah.id © 2026 by Mubadalah is licensed under CC BY-ND 4.0