Sabtu, 31 Januari 2026
  • Login
  • Register
Keadilan dan Kesetaraan Gender - Mubadalah
Dukung kami dengan donasi melalui
Bank Syariah Indonesia 7004-0536-58
a.n. Yayasan Fahmina
  • Home
  • Aktual
    Nikah Muda

    Romantisasi Nikah Muda dan Sunyinya Bangku Pendidikan

    Tertawa

    Tertawa, Tapi Tidak Setara: Mens Rea, Komedi, dan Ruang Bicara Publik

    Laras Faizati

    Kritik Laras Faizati Menjadi Suara Etika Kepedulian Perempuan

    Natal

    Makna Natal Perspektif Mubadalah: Feminis Maria Serta Makna Reproduksi dan Ketubuhan

    Kekerasan di Kampus

    IMM Ciputat Dorong Peran Mahasiswa Perkuat Sistem Pelaporan Kekerasan di Kampus

    Kekerasan di Kampus

    Peringati Hari Ibu: PSIPP ITB Ahmad Dahlan dan Gen Z Perkuat Pencegahan Kekerasan Berbasis Gender di Kampus

    KUPI yang

    KUPI Jadi Ruang Konsolidasi Para Ulama Perempuan

    gerakan peradaban

    Peran Ulama Perempuan KUPI dalam Membangun Gerakan Peradaban

    Kemiskinan Perempuan

    KUPI Dorong Peran Ulama Perempuan Merespons Kemiskinan Struktural dan Krisis Lingkungan

  • Kolom
    • All
    • Keluarga
    • Personal
    • Publik
    Hannah Arendt

    Membaca Ulang Tragedi Holocaust dengan Kacamata Kritis Hannah Arendt (Part 1)

    Pernikahan di Indonesia

    Menikah Makin Langka, Mengapa Pernikahan di Indonesia Menurun?

    Humor

    Humor yang Melanggengkan Stereotip Gender

    Perkawinan Beda Agama

    Masalah Pelik Pencatatan Perkawinan Beda Agama

    Pegawai MBG

    Nasib Pegawai MBG Lebih Baik daripada Guru: Di Mana Letak Keadilan Negara?

    Perempuan Haid

    Ketika Perempuan sedang Haid: Ibadah Apa yang Boleh, Apa yang Gugur?

    Sejarah Disabilitas

    Sejarah Gerakan Disabilitas dan Kebijakannya

    KUPI 2027

    KUPI 2027 Wajib Mengangkat Tema Disabilitas, Mengapa? 

    Nyadran Perdamaian

    Nyadran Perdamaian: Belajar Hidup Bersama dalam Perbedaan

    • Keluarga
    • Personal
    • Publik
    • Disabilitas
    • Lingkungan
  • Khazanah
    • All
    • Hikmah
    • Pernak-pernik
    • Sastra
    Membela yang Lemah

    Membela yang Lemah sebagai Tanggung Jawab Bersama

    Kaum Lemah

    Teladan Nabi dalam Membela Kelompok Lemah

    ibu susuan

    Teladan Nabi dalam Menghormati Ibu Susuan

    peran menyusui

    Menghormati Peran Ibu Menyusui

    perlindungan diri perempuan

    Hak Perlindungan Diri Perempuan

    Hadis Ummu Sulaim

    Hadis Ummu Sulaim dan Hak Perempuan Melindungi Diri

    Ekonomi Keluarga

    Tanggung Jawab Ekonomi Keluarga dalam Perspektif Mubadalah

    Ekonomi Keluarga

    Pahala Ganda bagi Perempuan yang Menanggung Ekonomi Keluarga

    Nafkah Keluarga

    Nafkah Keluarga sebagai Tanggung Jawab Bersama

    • Hikmah
    • Pernak-pernik
    • Sastra
  • Rujukan
    • All
    • Ayat Quran
    • Hadits
    • Metodologi
    • Mubapedia
    Perempuan Fitnah

    Perempuan Fitnah Laki-laki? Menimbang Ulang dalam Perspektif Mubadalah

    Idul Fitri

    Teks Khutbah Idul Fitri 1446 H: Menjadi Insan Bertakwa dan Mewujudkan Masyarakat Berkeadaban di Hari Kemenangan

    Idul Fitri

    Teks Khutbah Idul Fitri 1446 H: Merayakan Kemenangan dengan Syukur, Solidaritas, dan Kepedulian

    Membayar Zakat Fitrah

    Masihkah Kita Membayar Zakat Fitrah dengan Beras 2,5 Kg atau Uang Seharganya?

    Ibu menyusui tidak puasa apa hukumnya?

    Ibu Menyusui Tidak Puasa Apa Hukumnya?

    kerja domestik adalah tanggung jawab suami dan istri

    5 Dalil Kerja Domestik adalah Tanggung Jawab Suami dan Istri

    Menghindari Zina

    Jika Ingin Menghindari Zina, Jangan dengan Pernikahan yang Toxic

    Makna Ghaddul Bashar

    Makna Ghaddul Bashar, Benarkah Menundukkan Mata Secara Fisik?

    Makna Isti'faf

    Makna Isti’faf, Benarkah hanya Menjauhi Zina?

    • Ayat Quran
    • Hadits
    • Metodologi
    • Mubapedia
  • Tokoh
    • All
    • Profil
    Kebudayaan

    Pidato Kebudayaan dalam Ulang Tahun Fahmina Institute Ke 25

    Fazlur Rahman

    Fazlur Rahman: Memahami Spirit Kesetaraan dan Keadilan Gender dalam Al-Qur’an

    Idulfitri

    Khutbah Idulfitri: Mulai Kehidupan Baru di Bulan Syawal

    Sa'adah

    Sa’adah: Sosok Pendamping Korban Kekerasan Terhadap Perempuan dan Anak  

    Tahun Baru 2025

    Do’a Tahun Baru 2025

    Umi Nyai Sintho' Nabilah Asrori

    Umi Nyai Sintho’ Nabilah Asrori : Ulama Perempuan yang Mengajar Santri Sepuh

    Rabi'ah Al-'Adawiyah

    Sufi Perempuan: Rabi’ah Al-‘Adawiyah

    Ning Imaz

    Ning Imaz Fatimatuz Zahra: Ulama Perempuan Muda Berdakwah Melalui Medsos

    Siti Hanifah Soehaimi

    Siti Hanifah Soehaimi: Penyelamat Foto Perobekan Bendera Belanda di Hotel Yamato yang Sempat Hilang

  • Monumen
  • Zawiyah
No Result
View All Result
Keadilan dan Kesetaraan Gender - Mubadalah
  • Home
  • Aktual
    Nikah Muda

    Romantisasi Nikah Muda dan Sunyinya Bangku Pendidikan

    Tertawa

    Tertawa, Tapi Tidak Setara: Mens Rea, Komedi, dan Ruang Bicara Publik

    Laras Faizati

    Kritik Laras Faizati Menjadi Suara Etika Kepedulian Perempuan

    Natal

    Makna Natal Perspektif Mubadalah: Feminis Maria Serta Makna Reproduksi dan Ketubuhan

    Kekerasan di Kampus

    IMM Ciputat Dorong Peran Mahasiswa Perkuat Sistem Pelaporan Kekerasan di Kampus

    Kekerasan di Kampus

    Peringati Hari Ibu: PSIPP ITB Ahmad Dahlan dan Gen Z Perkuat Pencegahan Kekerasan Berbasis Gender di Kampus

    KUPI yang

    KUPI Jadi Ruang Konsolidasi Para Ulama Perempuan

    gerakan peradaban

    Peran Ulama Perempuan KUPI dalam Membangun Gerakan Peradaban

    Kemiskinan Perempuan

    KUPI Dorong Peran Ulama Perempuan Merespons Kemiskinan Struktural dan Krisis Lingkungan

  • Kolom
    • All
    • Keluarga
    • Personal
    • Publik
    Hannah Arendt

    Membaca Ulang Tragedi Holocaust dengan Kacamata Kritis Hannah Arendt (Part 1)

    Pernikahan di Indonesia

    Menikah Makin Langka, Mengapa Pernikahan di Indonesia Menurun?

    Humor

    Humor yang Melanggengkan Stereotip Gender

    Perkawinan Beda Agama

    Masalah Pelik Pencatatan Perkawinan Beda Agama

    Pegawai MBG

    Nasib Pegawai MBG Lebih Baik daripada Guru: Di Mana Letak Keadilan Negara?

    Perempuan Haid

    Ketika Perempuan sedang Haid: Ibadah Apa yang Boleh, Apa yang Gugur?

    Sejarah Disabilitas

    Sejarah Gerakan Disabilitas dan Kebijakannya

    KUPI 2027

    KUPI 2027 Wajib Mengangkat Tema Disabilitas, Mengapa? 

    Nyadran Perdamaian

    Nyadran Perdamaian: Belajar Hidup Bersama dalam Perbedaan

    • Keluarga
    • Personal
    • Publik
    • Disabilitas
    • Lingkungan
  • Khazanah
    • All
    • Hikmah
    • Pernak-pernik
    • Sastra
    Membela yang Lemah

    Membela yang Lemah sebagai Tanggung Jawab Bersama

    Kaum Lemah

    Teladan Nabi dalam Membela Kelompok Lemah

    ibu susuan

    Teladan Nabi dalam Menghormati Ibu Susuan

    peran menyusui

    Menghormati Peran Ibu Menyusui

    perlindungan diri perempuan

    Hak Perlindungan Diri Perempuan

    Hadis Ummu Sulaim

    Hadis Ummu Sulaim dan Hak Perempuan Melindungi Diri

    Ekonomi Keluarga

    Tanggung Jawab Ekonomi Keluarga dalam Perspektif Mubadalah

    Ekonomi Keluarga

    Pahala Ganda bagi Perempuan yang Menanggung Ekonomi Keluarga

    Nafkah Keluarga

    Nafkah Keluarga sebagai Tanggung Jawab Bersama

    • Hikmah
    • Pernak-pernik
    • Sastra
  • Rujukan
    • All
    • Ayat Quran
    • Hadits
    • Metodologi
    • Mubapedia
    Perempuan Fitnah

    Perempuan Fitnah Laki-laki? Menimbang Ulang dalam Perspektif Mubadalah

    Idul Fitri

    Teks Khutbah Idul Fitri 1446 H: Menjadi Insan Bertakwa dan Mewujudkan Masyarakat Berkeadaban di Hari Kemenangan

    Idul Fitri

    Teks Khutbah Idul Fitri 1446 H: Merayakan Kemenangan dengan Syukur, Solidaritas, dan Kepedulian

    Membayar Zakat Fitrah

    Masihkah Kita Membayar Zakat Fitrah dengan Beras 2,5 Kg atau Uang Seharganya?

    Ibu menyusui tidak puasa apa hukumnya?

    Ibu Menyusui Tidak Puasa Apa Hukumnya?

    kerja domestik adalah tanggung jawab suami dan istri

    5 Dalil Kerja Domestik adalah Tanggung Jawab Suami dan Istri

    Menghindari Zina

    Jika Ingin Menghindari Zina, Jangan dengan Pernikahan yang Toxic

    Makna Ghaddul Bashar

    Makna Ghaddul Bashar, Benarkah Menundukkan Mata Secara Fisik?

    Makna Isti'faf

    Makna Isti’faf, Benarkah hanya Menjauhi Zina?

    • Ayat Quran
    • Hadits
    • Metodologi
    • Mubapedia
  • Tokoh
    • All
    • Profil
    Kebudayaan

    Pidato Kebudayaan dalam Ulang Tahun Fahmina Institute Ke 25

    Fazlur Rahman

    Fazlur Rahman: Memahami Spirit Kesetaraan dan Keadilan Gender dalam Al-Qur’an

    Idulfitri

    Khutbah Idulfitri: Mulai Kehidupan Baru di Bulan Syawal

    Sa'adah

    Sa’adah: Sosok Pendamping Korban Kekerasan Terhadap Perempuan dan Anak  

    Tahun Baru 2025

    Do’a Tahun Baru 2025

    Umi Nyai Sintho' Nabilah Asrori

    Umi Nyai Sintho’ Nabilah Asrori : Ulama Perempuan yang Mengajar Santri Sepuh

    Rabi'ah Al-'Adawiyah

    Sufi Perempuan: Rabi’ah Al-‘Adawiyah

    Ning Imaz

    Ning Imaz Fatimatuz Zahra: Ulama Perempuan Muda Berdakwah Melalui Medsos

    Siti Hanifah Soehaimi

    Siti Hanifah Soehaimi: Penyelamat Foto Perobekan Bendera Belanda di Hotel Yamato yang Sempat Hilang

  • Monumen
  • Zawiyah
No Result
View All Result
Keadilan dan Kesetaraan Gender - Mubadalah
No Result
View All Result
Home Khazanah Pernak-pernik

Memaknai Keberagamaan dan Relasi Mubadalah Umat Beragama

Mewujudkan perdamaian menjadi mungkin jika masing-masing dari kita memiliki kesadaran

Ni'am Khurotul Asna by Ni'am Khurotul Asna
19 Oktober 2023
in Pernak-pernik
A A
0
Memaknai Keberagaman

Memaknai Keberagaman

21
SHARES
2.1k
VIEWS
Share on FacebookShare on TwitterShare on Whatsapp

“Tidak penting apapun agama atau sukumu. Kalau kamu bisa melakukan sesuatu yang baik untuk semua orang, orang tidak pernah tanya apa agamamu”. (Gus Dur)

Mubadalah.id – Kiranya quote Gus Dur di atas bisa menjadi pengantar tulisan ini terkait memaknai keberagaman, bentuk praktik toleransi.  Sehingga betapa relasi mubadalah antar umat berbeda agama menjadi perekat tali persaudaraan.

Kurang lebih satu bulan yang lalu, tepatnya 31 Juli 2023, beberapa teman dari Aliansi Kebhinekaan Tulungagung turut serta bantu-membantu persiapan hari ulang tahun (harlah) Gereja Kristen Jawi Wetan (GKJW) Jemaat Kalangbret Tulungagung ke-31.

Di halaman gereja beberapa dari rekan lintas iman (Hindu, Kristen, dan Islam) bersama-sama membuat pernak-pernik hiasan Penjor dari janur (daun kelapa muda) yang akan dipasang di depan pintu masuk gereja. Pun dari para sesepuh Hindu kami bersama-sama belajar membuat Penjor yang dalam istilah lain disebut Umbul-umbul atau Layur.

Penjor merupakan batang bambu lengkap yang dihias dengan daun kelapa muda yang dibentuk secara khusus. Selain penjor yang dipasang di depan pintu masuk, kami juga membuat hiasan janur buah untuk diletakkan di dalam gereja.

Penjor sarat akan nilai tradisional-spiritual terutama dalam adat pernikahan jawa maupun tradisi keagamaan Hindhu. Kegiatan ini membuat kami bersemangat untuk menyelesaikan pembuatan yang dimulai dari siang hingga malam hari. Tidak berhenti pada persiapan acara, teman-teman Aliansi Kebhinekaan Tulungagung juga turut diundang menyaksikan keseruan acara harlah setelah terlaksananya ibadah umat kristiani.

Wujud Toleransi dan Rasa Saling Peduli

Selaras dengan quote Gus Dur di atas, Faqihuddin Abdul Kodir dalam Relasi Mubadalah Antar Umat Berbeda Agama merujuk pada Musnad Ahmad no. 14083, Nabi Muhammad Saw menyatakan bahwa keimanan seseorang itu tergantung pada kecintaan pada semua. Begitu juga kecintaan pada manusia (baik laki-laki maupun perempuan), dengan kewajiban memperlakukannya secara baik, adalah bagian dari keimanan (Musnad Ahmad, no. 22558).

Bahkan lebih tegas, dalam Sunan Ibn Majah, no. 1510 dan Musnad Ahmad, no. 19601 Nabi Muhammad Saw mendeklarasikan syahadat ketiga, setelah syahadat ketauhidan dan kerasulan, yaitu syahadat bahwa semua manusia adalah bersaudara.

Mengacu kutipan di atas, kita bisa menyadari bahwa memaknai keberagaman dalam ajaran agama apapun sangat erat akan relasi persaudaraan dan cinta kasih karena hakikat asalnya adalah sama-sama sebagai manusia yang merupakan makhluk sosial. Perbedaan keberagamaan yang ada justru seakan menjadi benang untuk mengikat dan menyatukan perbedaan itu menjadi ikatan persaudaraan.

Kaitannya dengan persaudaraan, Nur Kholik Ridwan dalam Ajaran-Ajaran Gus Dur, Syarah 9 Nilai Utama Gus Dur, beliau memiliki tiga jenis persaudaraan yang bisa kita cermati bersama.

Pertama, persaudaraan sesama muslim (karena Gus Dur berasal dari pemeluk agama Islam). Kedua, persaudaraan antar sesama anak bangsa (termasuk Indonesia sendiri memiliki beragam suku, kelompok kepentingan, agama, bahasa, dan orientasi ideologi). Ketiga, persaudaraan antar sesama manusia.

Mewujudkan perdamaian menjadi mungkin jika masing-masing dari kita memiliki kesadaran. Kesadaran saling bersaudara, satu sama lain saling membutuhkan, keharusan saling membantu, dan menjalin hubungan kerja sama.

Solidaritas Tanpa Batas dalam Relasi Kesalingan Umat Berbeda Agama

Selain ikut membantu kebutuhan harlah GKJW Jemaat Kalangbret, saya juga mencoba mengamati betapa banyak pelajaran dari nilai sosial-edukasi kegiatan tersebut. Saat saya dan teman-teman adalah pemula dalam membuat penjor, kami saling belajar, saling mengajari, dan membantu bagaimana merangkai janur di tubuh pisang dan juga  merangkai buah untuk ditempatkan di rangkaian janur.

Begitu pun, di ruang belakang beberapa teman juga menyiapkan segala kebutuhan perut untuk teman-teman yang lain agar terpenuhi amunisi energi. Setelah selesai mempersiapkan kebutuhan hiasan, esok harinya teman-teman Aliansi Kebhinekaan turut meramaikan berlangsungnya acara harlah.

Setelah umat kristiani beribadah, kita diajak untuk masuk dalam gereja mengikuti serangkaian agenda. Mulai dari sambutan para pendeta yang santun dan harmonis, nonton bareng Sejarah GKJW Jemaat Kalangbret, beberapa penampilan hiburan, doa, hingga makan bersama.

Keterbukaan sikap umat beragama menandakan betapa hangat kehadiran keberagaman diterima dengan hati lapang dan terbuka. Sama-sama ikut memahami dan menghargai teman-teman yang berbeda. Sebab agama apapun hakikatnya sama prinsipnya yakni menjadi rahmat untuk semesta atau rahmatan lil alamin. Menjadikan relasi saling menebar kasih dan anugerah bagi semua. Meminjam ungkapan Kiai Faqih …karena prinsip utama kita adalah mewujudkan relasi yang bermartabat, adil, serta maslahah.

Tak Hanya Kesalehan Ritual, Kesalehan Sosial juga Penting

Menjadi Masyarakat beragama tentu memegang prinsip bahwa kepercayaan terhadap agama adalah rahmat bagi semua. Baik makhluk hidup maupun seluruh entitas yang terlibat di dalamnya. Cerminan nilai kebaikan untuk mendapatkan rahmat, secara luas tidak hanya melalui aktivitas ibadah individu atau ritual saja. Lebih dari itu esensi ibadah umat beragama juga melibatkan aktivitas kesalehan sosial.

Kesalehan ritual atau kesalehan individu seperti paparan di atas merupakan ritual ibadah semata. Seperti sembahyang, puasa, zakat, dan ritual-ritual pribadi atau privat lainnya. Sedangkan kesalehan sosial merupakan tanggung jawab kita bersama terkait bagaimana menciptakan kesalehan atau kebaikan diri sendiri dan lingkungan sekitar.

Misalnya dalam praktik gotong royong, saling membantu, dan tolong menolong. Kedua kesalehan ini harusnya seimbang dapat kita lakukan sebagai umat beragama.

Dalam Islam sendiri kesalehan ritual atau individu dapat kita sebut dengan hablumminallah. Sedangkan kesalehan sosial merupakan hablumminannas. Lebih jauh lagi dalam kaitannya kegiatan saling membantu membuat penjor dari janur bisa kita sebut dengan hablum minalalam.

Hablum minalalam berkaitan dengan pemanfaatan hasil alam sembari tetap menjaganya agar dapat kita gunakan lagi untuk keperluan kepentingan sesama. Ini menandakan bahwa ada kesalingtergantungan antara manusia dengan alam.

Dari pelajaran yang dapat kita petik di atas, bahwasanya ada banyak relasi baik keterhubungan antar makhluk. Baik relasi kesalingan antar umat berbeda agama, relasi kesalingan laki-laki dan perempuan, maupun dengan alam sendiri. Semuanya saling terhubung, sama-sama saling membutuhkan, saling menguntungkan, memberi manfaat dan hikmah dalam bentuk kerja-kerja kemanusiaan. []

 

 

Tags: kesalehan sosialpersaudaraanrelasi mubadalahSolidaritasToleransi beragama
Konten ini dilisensikan di bawah CC BY-ND 4.0
Ni'am Khurotul Asna

Ni'am Khurotul Asna

Ni'am Khurotul Asna. Mahasiswa pendidikan UIN SATU Tulungagung. Gadis kelahiran Sumsel ini suka mendengarkan dan menulis.

Related Posts

Anak Muda
Publik

Anak Muda dan Kerapuhan Sosial Baru

10 Desember 2025
Ekofeminisme di Indonesia
Publik

Kajian Ekofeminisme di Indonesia: Pendekatan Dekolonisasi

20 Oktober 2025
Eko-Psikologi
Publik

Beginilah Ketika Kesalehan Individual dan Sosial Bersatu Dalam Eko-Psikologi

17 Oktober 2025
Saling Pengertian
Publik

Gus Dur, Gereja, dan Kearifan Saling Pengertian Antarumat Beragama

18 September 2025
Ojol
Pernak-pernik

Aksi Solidaritas Beli Makanan untuk Ojol di Indonesia dari SIS Forum Malaysia

13 September 2025
persaudaraan
Hikmah

Misi Islam Adalah Persaudaraan Antar Umat Beragama

6 Agustus 2025
Please login to join discussion
No Result
View All Result

TERPOPULER

  • Humor

    Humor yang Melanggengkan Stereotip Gender

    14 shares
    Share 6 Tweet 4
  • Teladan Nabi dalam Menghormati Ibu Susuan

    14 shares
    Share 6 Tweet 4
  • Menghormati Peran Ibu Menyusui

    14 shares
    Share 6 Tweet 4
  • Novel Katri: Bertahan dalam Luka dari Penjara ke Penjara

    14 shares
    Share 6 Tweet 4
  • Nasib Pegawai MBG Lebih Baik daripada Guru: Di Mana Letak Keadilan Negara?

    13 shares
    Share 5 Tweet 3

TERBARU

  • Membela yang Lemah sebagai Tanggung Jawab Bersama
  • Membaca Ulang Tragedi Holocaust dengan Kacamata Kritis Hannah Arendt (Part 1)
  • Teladan Nabi dalam Membela Kelompok Lemah
  • Menikah Makin Langka, Mengapa Pernikahan di Indonesia Menurun?
  • Teladan Nabi dalam Menghormati Ibu Susuan

Komentar Terbaru

  • dul pada Mitokondria: Kerja Sunyi Perempuan yang Menghidupkan
  • Refleksi Hari Pahlawan: Tiga Rahim Penyangga Dunia pada Menolak Gelar Pahlawan: Catatan Hijroatul Maghfiroh atas Dosa Ekologis Soeharto
  • M. Khoirul Imamil M pada Amalan Muharram: Melampaui “Revenue” Individual
  • Asma binti Hamad dan Hilangnya Harapan Hidup pada Mengapa Tuhan Tak Bergeming dalam Pembantaian di Palestina?
  • Usaha, Privilege, dan Kehendak Tuhan pada Mengenalkan Palestina pada Anak
  • Tentang
  • Redaksi
  • Kontributor
  • Kirim Tulisan
Kontak kami:
redaksi@mubadalah.id

Mubadalah.id © 2026 by Mubadalah is licensed under CC BY-ND 4.0

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password? Sign Up

Create New Account!

Fill the forms below to register

All fields are required. Log In

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
No Result
View All Result
  • Home
  • Aktual
  • Kolom
    • Keluarga
    • Personal
    • Publik
    • Disabilitas
    • Lingkungan
  • Khazanah
    • Hikmah
    • Pernak-pernik
    • Sastra
  • Rujukan
    • Ayat Quran
    • Hadits
    • Metodologi
    • Mubapedia
  • Tokoh
  • Monumen
  • Zawiyah
  • Login
  • Sign Up

Mubadalah.id © 2026 by Mubadalah is licensed under CC BY-ND 4.0