Jumat, 27 Februari 2026
  • Login
  • Register
Keadilan dan Kesetaraan Gender - Mubadalah
Dukung kami dengan donasi melalui
Bank Syariah Indonesia 7004-0536-58
a.n. Yayasan Fahmina
  • Home
  • Aktual
    Sayyidah Nafisah

    Menelusuri Jejak Keilmuan Perempuan dalam Tradisi Islam: Pembacaan atas Sosok Sayyidah Nafisah

    Pesantren

    Dua Mahasiswa Ajukan Uji Materi UU Pesantren, Soroti Kepastian Jaminan Hak Pendidikan

    Sejarah Perempuan

    Membaca Ulang Jejak Perempuan dalam Sejarah Islam

    Sejarah Perempuan atas

    Menggugat Sejarah Perempuan: Pembacaan Kritis atas Jejak Sayyidah Sukainah

    Over Think Club

    Mubadalah.id Gelar Over Think Club Selama Ramadan, Angkat Isu Pernikahan, Disabilitas, hingga Kesehatan Mental

    RUU PPRT dan

    Nyai Badriyah Fayumi: Penundaan RUU PPRT Bukti Negara Mengabaikan Hak Pekerja

    RUU PPRT

    KUPI Desak Pemerintah Segera Sahkan RUU PPRT

    Board Of Peace

    Mengapa KUPI Menolak Board of Peace?

    Board Of Peace

    Board of Peace dalam Perspektif KUPI: Ketika Perdamaian Tidak Bisa Diwakilkan

  • Kolom
    • All
    • Disabilitas
    • Keluarga
    • Lingkungan
    • Personal
    • Publik
    Kampung Kauman Yogyakarta

    Kampung Kauman Yogyakarta dan Kesejarahan Perempuan

    Transportasi Publik

    Pengalaman Pertama Naik Bis dan Membayangkan Transportasi Publik Ramah Disabilitas

    Perempuan Tunanetra Transjakarta

    Perempuan Tunanetra Transjakarta: Empati yang Tidak Sampai ke Halte

    Sampah Makanan

    Menekan Rakus, dan Tidak Menjadi Sampah Makanan di Ramadan

    Jika Nabi Berbuka di Rumah Kita

    Jika Nabi Berbuka di Rumah Kita

    Manba’us-Sa’adah

    Ngaji Manba’us-Sa’adah (1): Menjaga Tradisi, Merawat Keadilan

    Mendidik Rasa Aman

    Pelajaran Pertama tentang Batas: Mendidik Rasa Aman di Dunia yang “Tampak” Ramah

    Motor Roda Tiga

    Lelucon Motor Roda Tiga

    Married Is Scary

    Married is Scary (No), Married is a Blessing (Yes?)

    • Keluarga
    • Personal
    • Publik
    • Disabilitas
    • Lingkungan
  • Khazanah
    • All
    • Hikmah
    • Pernak-pernik
    • Sastra
    Teologis Mubadalah

    Fondasi Teologis Mubadalah dan Kritik terhadap Pola Relasi Hierarkis

    Mubadalah

    Makna Mubadalah dan Perkembangannya sebagai Konsep Relasional

    Kisah Zaid dan Julaibib

    Romansa Tanpa Kasta dalam Kisah Zaid dan Julaibib

    Dakwah Mubadalah dalam

    Metodologi Dakwah Mubadalah dan Relevansinya bagi Kehidupan Masyarakat

    Dakwah Mubadalah

    Pergeseran Pola Ceramah dalam Perspektif Dakwah Mubadalah

    Dakwah Mubadalah sebagai

    Konsep Dakwah Mubadalah sebagai Pendekatan Kesalingan dalam Islam

    hak perempuan

    Strategi Bertahap Al-Qur’an dalam Memperkuat Hak dan Martabat Perempuan

    Penindasan

    Strategi Al-Qur’an Menghapus Praktik Penindasan Perempuan

    sistem patriarki

    Al-Qur’an Menegaskan Kemanusiaan Perempuan di Tengah Sistem Patriarki

    • Hikmah
    • Pernak-pernik
    • Sastra
  • Rujukan
    • Ayat Quran
    • Hadits
    • Metodologi
    • Mubapedia
  • Tokoh
    • All
    • Profil
    Fazlur Rahman

    Fazlur Rahman: Memahami Spirit Kesetaraan dan Keadilan Gender dalam Al-Qur’an

    Idulfitri

    Khutbah Idulfitri: Mulai Kehidupan Baru di Bulan Syawal

    Sa'adah

    Sa’adah: Sosok Pendamping Korban Kekerasan Terhadap Perempuan dan Anak  

    Tahun Baru 2025

    Do’a Tahun Baru 2025

    Umi Nyai Sintho' Nabilah Asrori

    Umi Nyai Sintho’ Nabilah Asrori : Ulama Perempuan yang Mengajar Santri Sepuh

    Rabi'ah Al-'Adawiyah

    Sufi Perempuan: Rabi’ah Al-‘Adawiyah

    Ning Imaz

    Ning Imaz Fatimatuz Zahra: Ulama Perempuan Muda Berdakwah Melalui Medsos

    Siti Hanifah Soehaimi

    Siti Hanifah Soehaimi: Penyelamat Foto Perobekan Bendera Belanda di Hotel Yamato yang Sempat Hilang

    Teungku Fakinah

    Teungku Fakinah Ulama Perempuan dan Panglima Perang

  • Monumen
  • Zawiyah
No Result
View All Result
Keadilan dan Kesetaraan Gender - Mubadalah
  • Home
  • Aktual
    Sayyidah Nafisah

    Menelusuri Jejak Keilmuan Perempuan dalam Tradisi Islam: Pembacaan atas Sosok Sayyidah Nafisah

    Pesantren

    Dua Mahasiswa Ajukan Uji Materi UU Pesantren, Soroti Kepastian Jaminan Hak Pendidikan

    Sejarah Perempuan

    Membaca Ulang Jejak Perempuan dalam Sejarah Islam

    Sejarah Perempuan atas

    Menggugat Sejarah Perempuan: Pembacaan Kritis atas Jejak Sayyidah Sukainah

    Over Think Club

    Mubadalah.id Gelar Over Think Club Selama Ramadan, Angkat Isu Pernikahan, Disabilitas, hingga Kesehatan Mental

    RUU PPRT dan

    Nyai Badriyah Fayumi: Penundaan RUU PPRT Bukti Negara Mengabaikan Hak Pekerja

    RUU PPRT

    KUPI Desak Pemerintah Segera Sahkan RUU PPRT

    Board Of Peace

    Mengapa KUPI Menolak Board of Peace?

    Board Of Peace

    Board of Peace dalam Perspektif KUPI: Ketika Perdamaian Tidak Bisa Diwakilkan

  • Kolom
    • All
    • Disabilitas
    • Keluarga
    • Lingkungan
    • Personal
    • Publik
    Kampung Kauman Yogyakarta

    Kampung Kauman Yogyakarta dan Kesejarahan Perempuan

    Transportasi Publik

    Pengalaman Pertama Naik Bis dan Membayangkan Transportasi Publik Ramah Disabilitas

    Perempuan Tunanetra Transjakarta

    Perempuan Tunanetra Transjakarta: Empati yang Tidak Sampai ke Halte

    Sampah Makanan

    Menekan Rakus, dan Tidak Menjadi Sampah Makanan di Ramadan

    Jika Nabi Berbuka di Rumah Kita

    Jika Nabi Berbuka di Rumah Kita

    Manba’us-Sa’adah

    Ngaji Manba’us-Sa’adah (1): Menjaga Tradisi, Merawat Keadilan

    Mendidik Rasa Aman

    Pelajaran Pertama tentang Batas: Mendidik Rasa Aman di Dunia yang “Tampak” Ramah

    Motor Roda Tiga

    Lelucon Motor Roda Tiga

    Married Is Scary

    Married is Scary (No), Married is a Blessing (Yes?)

    • Keluarga
    • Personal
    • Publik
    • Disabilitas
    • Lingkungan
  • Khazanah
    • All
    • Hikmah
    • Pernak-pernik
    • Sastra
    Teologis Mubadalah

    Fondasi Teologis Mubadalah dan Kritik terhadap Pola Relasi Hierarkis

    Mubadalah

    Makna Mubadalah dan Perkembangannya sebagai Konsep Relasional

    Kisah Zaid dan Julaibib

    Romansa Tanpa Kasta dalam Kisah Zaid dan Julaibib

    Dakwah Mubadalah dalam

    Metodologi Dakwah Mubadalah dan Relevansinya bagi Kehidupan Masyarakat

    Dakwah Mubadalah

    Pergeseran Pola Ceramah dalam Perspektif Dakwah Mubadalah

    Dakwah Mubadalah sebagai

    Konsep Dakwah Mubadalah sebagai Pendekatan Kesalingan dalam Islam

    hak perempuan

    Strategi Bertahap Al-Qur’an dalam Memperkuat Hak dan Martabat Perempuan

    Penindasan

    Strategi Al-Qur’an Menghapus Praktik Penindasan Perempuan

    sistem patriarki

    Al-Qur’an Menegaskan Kemanusiaan Perempuan di Tengah Sistem Patriarki

    • Hikmah
    • Pernak-pernik
    • Sastra
  • Rujukan
    • Ayat Quran
    • Hadits
    • Metodologi
    • Mubapedia
  • Tokoh
    • All
    • Profil
    Fazlur Rahman

    Fazlur Rahman: Memahami Spirit Kesetaraan dan Keadilan Gender dalam Al-Qur’an

    Idulfitri

    Khutbah Idulfitri: Mulai Kehidupan Baru di Bulan Syawal

    Sa'adah

    Sa’adah: Sosok Pendamping Korban Kekerasan Terhadap Perempuan dan Anak  

    Tahun Baru 2025

    Do’a Tahun Baru 2025

    Umi Nyai Sintho' Nabilah Asrori

    Umi Nyai Sintho’ Nabilah Asrori : Ulama Perempuan yang Mengajar Santri Sepuh

    Rabi'ah Al-'Adawiyah

    Sufi Perempuan: Rabi’ah Al-‘Adawiyah

    Ning Imaz

    Ning Imaz Fatimatuz Zahra: Ulama Perempuan Muda Berdakwah Melalui Medsos

    Siti Hanifah Soehaimi

    Siti Hanifah Soehaimi: Penyelamat Foto Perobekan Bendera Belanda di Hotel Yamato yang Sempat Hilang

    Teungku Fakinah

    Teungku Fakinah Ulama Perempuan dan Panglima Perang

  • Monumen
  • Zawiyah
No Result
View All Result
Keadilan dan Kesetaraan Gender - Mubadalah
No Result
View All Result
Home Khazanah Hikmah

Membaca Hadis Tanda Akhir Zaman dengan Sudut Pandang Ekologi

Cara yang bisa ditempuh dalam membaca fenomena yang menjadi ciri dekatnya kiamat adalah dengan menjaga hubungan baik antara manusia, lingkungan dan alam sekitar

Ahmad Asrof Fitri by Ahmad Asrof Fitri
17 Januari 2023
in Hikmah, Rekomendasi
A A
0
Hadis Tanda Akhir Zaman

Hadis Tanda Akhir Zaman

18
SHARES
914
VIEWS
Share on FacebookShare on TwitterShare on Whatsapp

Mubadalah.id – Akhir zaman, yang biasa kita sebut dengan masa mendekati hari kiamat, telah RasuluLlah SAW jelaskan ciri-cirinya semenjak lama. Dalam beberapa hadis tanda akhir zaman, Nabi mengungkapkan berbagai tanda dekatnya hari akhir (asyrathus saa’ah) tersebut. Yakni dengan beragam redaksi dan pola. Secara umum, jika kita cermati secara seksama, terdapat dua ciri khas dari peringatan Nabi mengenai makin dekatnya hari kiamat.

Tanda pertama kiamat berupa kondisi manusia

Pertama, Nabi membicarakan tanda kiamat yang berkenaan dengan ihwal perbuatan manusia. Perubahan kondisi, sikap, dan perilaku manusia tersebut amat berbeda jauh dengan apa yang terjadi pada masa Rasulullah. Pertanda tersebut, misalnya, dapat kita lihat dari hadis yang mengisahkan tentang kedatangan Jibril yang “menyamar” sebagai manusia berbaju putih bersih di hadapan Rasul dan para sahabat. Lalu ia bertanya mengenai iman, Islam, ihsan, dan hari kiamat.

Dalam hadis yang ditakhrij Imam Muslim itu, setelah selesai berdiskusi soal iman, Islam, dan ihsan, Jibril lalu bertanya kapan terjadinya kiamat. Oleh RasuluLlah dijawab, bahwa orang yang ditanya tidak lebih tahu daripada yang bertanya. Lantas, Jibril menanyakan apa saja pertandanya. Nabi menjawab, “Jika seorang budak wanita melahirkan tuannya dan jika engkau mendapati penggembala kambing yang tidak beralas kaki dan tidak berpakaian saling berlomba dalam meninggikan bangunan,” sebagaimana hadis berikut:

أَنْ تَلِدَ الْأَمَةُ رَبَّتَهَا وَأَنْ تَرَى الْحُفَاةَ الْعُرَاةَ الْعَالَةَ رِعَاءَ الشَّاءِ يَتَطَاوَلُونَ فِي الْبُنْيَانِ (رواه مسلم)

Kultur zaman sekarang yang menyebabkan orangtua seolah “diperbudak” oleh anak-anaknya. Di mana hal ini menjadi gambaran yang nyata dari hadis yang memprediksi tanda kiamat tersebut. Situasi sosial dan ekonomi di negeri Jazirah Arab juga mewakili statement kedua yang terkait tanda akhir zaman. Di mana banyak sekali terbangun gedung-gedung pencakar langit. Padahal, jauh sebelum menemukan minyak dan sumber daya alam lain, negara-negara Timur Tengah termasuk negara miskin.

Harta serba melimpah

Dalam hadis riwayat Imam Al-Bukhari menyatakan, tidak akan tiba hari kiamat sampai sangat banyak jumlah uang yang manusia miliki. Hingga kita umpamakan, orang kaya sampai kebingungan akan menyedekahkan uangnya ke siapa. Hal ini sebagaimana dapat kita lihat dalam hadis berikut:

عَنْ أَبِي هُرَيْرَةَ رَضِيَ اللَّهُ عَنْهُ قَالَ قَالَ النَّبِيُّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ لَا تَقُومُ السَّاعَةُ حَتَّى يَكْثُرَ فِيكُمْ الْمَالُ فَيَفِيضَ حَتَّى يُهِمَّ رَبَّ الْمَالِ مَنْ يَقْبَلُ صَدَقَتَهُ وَحَتَّى يَعْرِضَهُ فَيَقُولَ الَّذِي يَعْرِضُهُ عَلَيْهِ لَا أَرَبَ لِي (رواه البخاري)

Turunnya moralitas

Masih dalam hadis kitab Al-Jami’ Ash-Shahih yang Imam Al-Bukhari susun. Di antara tanda kiamat lainnya adalah terangkatnya ilmu, tersebarnya kebodohan, tertenggaknya miras, maraknya perzinahan, serta semakin sedikitnya jumlah lelaki daripada perempuan. Hingga perbandingannya mencapai 1 laki-laki banding 50 wanita. Gambaran demikian dapat kita lihat dalam hadis berikut:

أَخْبَرَنَا دَاوُدُ بْنُ شَبِيبٍ حَدَّثَنَا هَمَّامٌ عَنْ قَتَادَةَ أَخْبَرَنَا أَنَسٌ قَالَ لَأُحَدِّثَنَّكُمْ حَدِيثًا لَا يُحَدِّثُكُمُوهُ أَحَدٌ بَعْدِي سَمِعْتُهُ مِنْ النَّبِيِّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ سَمِعْتُ النَّبِيَّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ يَقُولُ لَا تَقُومُ السَّاعَةُ وَإِمَّا قَالَ مِنْ أَشْرَاطِ السَّاعَةِ أَنْ يُرْفَعَ الْعِلْمُ وَيَظْهَرَ الْجَهْلُ وَيُشْرَبَ الْخَمْرُ وَيَظْهَرَ الزِّنَا وَيَقِلَّ الرِّجَالُ وَيَكْثُرَ النِّسَاءُ حَتَّى يَكُونَ لِلْخَمْسِينَ امْرَأَةً الْقَيِّمُ الْوَاحِدُ (رواه البخاري)

Pengaruh tradisi di luar Islam

Dalam hadis dari Imam Al-Bukhari dijelaskan pula, salah satu tanda kiamat adalah munculnya fenomena sosial. Di mana umat Islam mengikuti tren dan tradisi kelompok lainnya di luar Islam.

عَنْ أَبِي هُرَيْرَةَ رَضِيَ اللَّهُ عَنْهُ عَنْ النَّبِيِّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ قَالَ لَا تَقُومُ السَّاعَةُ حَتَّى تَأْخُذَ أُمَّتِي بِأَخْذِ الْقُرُونِ قَبْلَهَا شِبْرًا بِشِبْرٍ وَذِرَاعًا بِذِرَاعٍ فَقِيلَ يَا رَسُولَ اللَّهِ كَفَارِسَ وَالرُّومِ فَقَالَ وَمَنْ النَّاسُ إِلَّا أُولَئِكَ (رواه البخاري)

Dari Abu Hurairah RA, dari Nabi Muhammad SAW. Beliau bersabda, “Tidaklah terjadi hari kiamat sampai umatku meniru generasi-generasi sebelumnya, sejengkal demi sejengkal, sehasta demi sehasta.” Nabi ditanya oleh sahabat, “Wahai RasuluLlah, seperti orang Persia dan Romawi?” Beliau menjawab, “Siapa lagi orang yang dimaksud selain mereka itu?” (HR. Al-Bukhari)

Dalam hadis itu, terdapat dua kelompok besar yang Rasul sebutkan sebagai pihak yang memberikan pengaruh terhadap gaya hidup umat Islam. Dari tinjauan sejarah, Persia dan Romawi merupakan dua kerajaan besar yang menguasai dunia pada masa itu. Sedangkan pada konteks zaman sekarang, boleh jadi umat Islam juga akan mengekor pada tren dan kebiasaan yang masyarakat negara adikuasa lakukan. Kondisi saat ini, kita bisa menyaksikan bagaimana perubahan perilaku umat Islam yang sebagian di antaranya mengikuti adat-istiadat di luar tuntunan ajaran Islam.

Tanda kedua kiamat berupa situasi alam

Kedua, selain perilaku dan kondisi sosial umat manusia, RasuluLlah juga menyebutkan tanda-tanda akhir zaman dalam bentuk gambaran situasi alam. Salah satu contohnya adalah hadis berikut:

عَنْ أَبِي هُرَيْرَةَ قَالَ قَالَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ لَا تَقُومُ السَّاعَةُ حَتَّى تَعُودَ أَرْضُ الْعَرَبِ مُرُوجًا وَأَنْهَارًا (رواه أحمد)

Dari Abu Hurairah RA, ia berkata: RasuluLlah SAW bersabda, “Hari kiamat tidak terjadi sehingga tanah Arab menjadi subur makmur kembali dengan padang-padang rumput dan sungai-sungai.” (HR. Ahmad)

Hadis tersebut mengisyaratkan adanya perubahan yang signifikan atas kondisi geografis di daerah Arab. Yang semula panas, kering, dan terdiri atas gurun-gurun, lalu berubah menjadi wilayah yang tropis, dipenuhi rerumputan dan tanaman hijau serta sungai-sungai yang mengalirkan air.

Meningkatnya bencana gempa bumi

Bencana alam gempa bumi termasuk salah satu pengingat akan dekatnya hari kiamat. Semakin sering terjadi gempa, umat manusia patut waspada terhadap masa akhir zaman yang tidak kita ketahui siapa pun kapan waktunya. Meskipun secara ilmiah gempa ternyatakan terjadi akibat pelepasan energi dari dalam yang terjadi secara tiba-tiba dan menciptakan gelombang seismik. Atau sebab adanya pergerakan kerak bumi atau lempeng bumi, intensitasnya yang semakin meningkat mestinya tidak boleh kita abaikan begitu saja.

Dalam hadis lain riwayat Imam Al-Bukhari menyatakan, tidak akan terjadi hari kiamat sampai ilmu tercabut. Terjadi banyak gempa, waktu terasa begitu cepat, muncul banyak fitnah, pembunuhan merajalela, dan orang-orang bergelimang harta.

عَنْ أَبِي هُرَيْرَةَ قَالَ قَالَ النَّبِيُّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ لَا تَقُومُ السَّاعَةُ حَتَّى يُقْبَضَ الْعِلْمُ وَتَكْثُرَ الزَّلَازِلُ وَيَتَقَارَبَ الزَّمَانُ وَتَظْهَرَ الْفِتَنُ وَيَكْثُرَ الْهَرْجُ وَهُوَ الْقَتْلُ الْقَتْلُ حَتَّى يَكْثُرَ فِيكُمْ الْمَالُ فَيَفِيضَ (رواه البخاري)

Dari Abu Hurairah, ia berkata: Nabi SAW bersabda, “Tidaklah terjadi kiamat hingga ilmu dicabut, banyak terjadi gempa, waktu terasa semakin dekat, banyak fitnah yang bermunculan, semakin sering terjadi kekacauan (yang menyebabkan) pembunuhan dan pembunuhan, sampai harta di antara kalian bergelimangan dan berlimpah ruah.” (HR. Al-Bukhari)

Tanda alam terakhir, terbitnya matahari dari barat

Dalam hadis lainnya, fenomena alam yang menjadi puncak penanda terjadinya kiamat ialah terbitnya matahari dari Barat. Sebagaimana tersebutkan di dalam hadis berikut:

حَدَّثَنَا أَبُو هُرَيْرَةَ رَضِيَ اللَّهُ عَنْهُ قَالَ قَالَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ لَا تَقُومُ السَّاعَةُ حَتَّى تَطْلُعَ الشَّمْسُ مِنْ مَغْرِبِهَا فَإِذَا رَآهَا النَّاسُ آمَنَ مَنْ عَلَيْهَا فَذَاكَ حِينَ {لَا يَنْفَعُ نَفْسًا إِيمَانُهَا لَمْ تَكُنْ آمَنَتْ مِنْ قَبْلُ} (رواه البخاري)

Abu Hurairah telah menceritakan kepada kami. Ia berkata: RasuluLlah SAW bersabda, “Tidak akan terjadi kiamat sampai matahari terbit dari tempat terbenamnya. Maka, ketika manusia melihat kejadian itu, lalu seseorang beriman karenanya, pada saat itulah berlaku (ketentuan Allah dalam ayat) ‘Laa yanfa’u nafsan iymaanuha lam takun aamanat min qablu’ (tidaklah keimanan seseorang itu dapat memberi manfaat bagi dirinya jika sebelum terjadinya kiamat itu ia belum beriman).” (HR. Al-Bukhari)

Pemaknaan dengan sudut pandang ekologi

Berbagai hadis akhir zaman di atas menyiratkan sekurang-kurangnya dua hal penting untuk kita jadikan ibrah. Pertama, perilaku masyarakat berkaitan erat dengan sebab terjadinya kiamat. Mengubah sikap dan tabiat bisa menjadi salah satu jalan untuk sekurang-kurangnya “menunda” datangnya akhir zaman tersebut. Senantiasa berpegang teguh pada ajaran Islam. Tidak mudah mengekor pada pengaruh negatif dari bangsa lain termasuk strategi “mencegah” kiamat dari segi sosial dan kultural.

Kedua, karena kiamat juga tertandai oleh adanya perubahan kondisi geografis suatu wilayah tertent. Hal ini menunjukkan bahwa peristiwa huru-hara itu boleh jadi penyebabnya juga oleh adanya perubahan iklim. Climate change, tidak bisa kita pungkiri, merupakan hasil dari perubahan secara gradual yang terakumulasi terus-menerus. Akibat dari lelaku dan tindak tanduk manusia terhadap alam.

Oleh karenanya, cara yang bisa manusia tempuh dalam membaca fenomena yang menjadi ciri dekatnya kiamat adalah menjaga hubungan baik dengan lingkungan dan alam sekitar. Menjaga area sekitar di mana kita hidup tetap bersih, mengurangi pencemaran lingkungan, dan memastikan tidak adanya kerusakan pada habitat makhluk hidup. Hal ini merupakan langkah kecil untuk memperlambat kemunculan pertanda kiamat. (bebarengan)

Tags: Akhir ZamanBencana Alamgempa bumiHadisHari KiamatKrisis Iklim
Konten ini dilisensikan di bawah CC BY-ND 4.0
Previous Post

Merefleksikan Kembali Sindiran Cantik Karena Filter

Next Post

Perspektif Kesalingan Menjadi Cara Pandang Untuk Saling Mengormati Kemanusiaan

Ahmad Asrof Fitri

Ahmad Asrof Fitri

Alumni Pesantren Mahasiswa Al-Muayyad Windan Sukoharjo. Saat ini, selain mengajar, juga aktif melakukan penelitian dan menulis buku. Aktivitasnya dapat diikuti di Instagram: @a.asrof.fitri

Related Posts

Gempa
Khazanah

Membaca Fenomena Gempa dengan Kacamata Fikih

7 Februari 2026
Perempuan ke Masjid
Pernak-pernik

Hadis Perempuan Shalat di Masjid dan Konteks Sejarahnya

31 Januari 2026
Hadis Ummu Sulaim
Pernak-pernik

Hadis Ummu Sulaim dan Hak Perempuan Melindungi Diri

30 Januari 2026
Bencana Alam
Lingkungan

Bencana Alam atau Murka Ekologis? Membaca Pesan Tuhan melalui Ayat Kauniyah

2 Februari 2026
Real Food
Lingkungan

Real Food, Krisis Ekologi, dan Ancaman di Meja Makan Kita

2 Februari 2026
Krisis Lingkungan
Lingkungan

Indonesia Emas 2045: Mimpi atau Ilusi di Tengah Krisis Lingkungan?

2 Februari 2026
Next Post
Perspektif Kesalingan

Perspektif Kesalingan Menjadi Cara Pandang Untuk Saling Mengormati Kemanusiaan

Please login to join discussion
No Result
View All Result

TERBARU

  • Kampung Kauman Yogyakarta dan Kesejarahan Perempuan
  • Menelusuri Jejak Keilmuan Perempuan dalam Tradisi Islam: Pembacaan atas Sosok Sayyidah Nafisah
  • Pengalaman Pertama Naik Bis dan Membayangkan Transportasi Publik Ramah Disabilitas
  • Fondasi Teologis Mubadalah dan Kritik terhadap Pola Relasi Hierarkis
  • Perempuan Tunanetra Transjakarta: Empati yang Tidak Sampai ke Halte

Komentar Terbaru

  • M. Khoirul Imamil M pada Amalan Muharram: Melampaui “Revenue” Individual
  • Asma binti Hamad dan Hilangnya Harapan Hidup pada Mengapa Tuhan Tak Bergeming dalam Pembantaian di Palestina?
  • Usaha, Privilege, dan Kehendak Tuhan pada Mengenalkan Palestina pada Anak
  • Salsabila Septi pada Memaknai Perjalanan Hidup di Usia 25 tahun; Antara Kegagalan, Kesalahan dan Optimisme
  • Zahra Amin pada Perbincangan Soal Jilbab
  • Tentang
  • Redaksi
  • Kontributor
  • Kirim Tulisan
Kontak kami:
[email protected]

Mubadalah.id © 2026 by Mubadalah is licensed under CC BY-ND 4.0

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password? Sign Up

Create New Account!

Fill the forms below to register

All fields are required. Log In

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
No Result
View All Result
  • Home
  • Aktual
  • Kolom
    • Keluarga
    • Personal
    • Publik
    • Disabilitas
    • Lingkungan
  • Khazanah
    • Hikmah
    • Pernak-pernik
    • Sastra
  • Rujukan
    • Ayat Quran
    • Hadits
    • Metodologi
    • Mubapedia
  • Tokoh
  • Monumen
  • Zawiyah
  • Login
  • Sign Up

Mubadalah.id © 2026 by Mubadalah is licensed under CC BY-ND 4.0