Senin, 20 Juli 2026
  • Login
  • Register
Keadilan dan Kesetaraan Gender - Mubadalah
Dukung kami dengan donasi melalui
Bank Syariah Indonesia 7004-0536-58
a.n. Yayasan Fahmina
  • Home
  • Aktual
    Sepak Bola Dunia

    Perempuan di Balik Layar Bintang Sepak Bola Dunia

    Sejarah Prancis

    Runtuhnya Bastille dan Hipokrisi Egalite: Membaca Sejarah Prancis melalui Lensa Mubadalah

    Kekerasan di Sampang

    Lubang Perlindungan Perempuan; Akar Kekerasan di Sampang dan Pesan Fatwa KUPI

    Kolonialisme Piala Dunia 2026

    Kelindan Kolonialisme dalam Piala Dunia 2026: Kala Narasi Perdukunan Menenggelamkan Kualitas Afrika

    Diskriminasi terhadap Perempuan

    Buya Husein: Diskriminasi terhadap Perempuan Diproduksi oleh Tafsir, Budaya, dan Politik

    Maskulinitas

    Katrin Bandel: Maskulinitas Hegemonik Membuat Laki-laki Terus Hidup dalam Kecemasan

    Di UIN SSC, PTKI Perkuat Komitmen Membangun Kampus Berkeadilan Gender dan Bebas Kekerasan

    Di UIN SSC, PTKI Perkuat Komitmen Membangun Kampus Berkeadilan Gender dan Bebas Kekerasan

    Kekerasan Seksual

    Mengapa Kekerasan Seksual Terus Berulang? Dr. Nur Rofiah sebut Akar Masalahnya Ada pada Sistem Pengetahuan

    Pemadaman Listrik

    Pemadaman Listrik Bergilir: Ironi Negara Eksportir Batu Bara

  • Kolom
    • All
    • Disabilitas
    • Keluarga
    • Lingkungan
    • Personal
    • Publik
    Humor Disabilitas

    Ironi Humor Disabilitas di Era Konten Viral

    Zakat

    Bolehkah Zakat Diberikan Kepada Penyintas Kekerasan?

    Kepemimpinan Beragam Gender

    Lebih Beragam, Lebih Hijau: Mengubah Dunia Lewat Kepemimpinan Beragam Gender

    Memahami Islam

    Sudah Saatnya Memahami Islam sebagai Sumber Inspirasi

    Poskolonialisme

    Aroma Poskolonialisme di Final Piala Dunia 2026: Albiceleste Kontra La Roja

    Militerisasi

    Menyoal Militerisasi Tata Kelola Koperasi Desa

    Lagu Teh Hijau

    Lagu Teh Hijau Karya Tulus dan Seni Merayakan Kehampaan bagi Perempuan

    Hukum Adat Bali

    Karang Memadu: Bukti Hukum Adat Bali Melindungi Perempuan

    Pemberian

    Ketika Sebuah Pemberian Menjadi Tanda Kepedulian

    • Keluarga
    • Personal
    • Publik
    • Disabilitas
    • Lingkungan
  • Khazanah
    • All
    • Hikmah
    • Pernak-pernik
    • Sastra
    HIV

    Mengapa Perempuan Lebih Rentan terhadap HIV? Ini Penjelasannya

    HIV Menular

    HIV Menular Melalui Apa Saja? Cek Fakta dan Mitosnya

    Apa itu AIDS

    Apa itu AIDS?

    Apa itu HIV

    Apa itu HIV?

    Jalan Kebahagiaan

    Menggapai As-Sa’adah: Jalan Kebahagiaan Menurut Imam al-Ghazali

    HIV

    Mengapa Perempuan Lebih Rentan Tertular HIV?

    AIDS

    Jangan Percaya Mitos, Kenali Fakta tentang HIV dan AIDS

    Mencegah Penyakit Menular Seksual

    Membangun Kesadaran Masyarakat untuk Mencegah Penyakit Menular Seksual

    Pengobatan Penyakit Menular

    Tips Menjalani Pengobatan Penyakit Menular Seksual agar Tidak Menulari Pasangan

    • Hikmah
    • Pernak-pernik
    • Sastra
  • Rujukan
  • Mubapedia
  • Tokoh
    • All
    • Profil
    Prof. Siti Baroroh Baried

    Prof. Siti Baroroh Baried: Guru Besar Perempuan Pertama yang Membuka Jalan Pendidikan Perempuan Indonesia

    Nyai Siti Walidah

    Nyai Siti Walidah: Menjadikan Pendidikan sebagai Jalan Pembebasan Perempuan

    Asih Widyowati

    Asih Widyowati, Membangun Ruang Aman bagi Penyintas Kekerasan Seksual melalui Umah Ramah

    Yosepha Alomang

    Ditangkap hingga Anak Tewas di Pengungsian, Begini Keteguhan Perjuangan Mama Yosepha di Papua

    Nyi Mas Pakungwati Cirebon

    Nyi Mas Pakungwati, Ulama Perempuan di Balik Berdirinya Peradaban Islam Cirebon

    Fatima Mernissi

    Pemikiran Fatima Mernissi tentang Perempuan, Islam, dan Kekuasaan

    Fatimah al-Banjari

    Fatimah al-Banjari, Pelopor Emansipasi Pendidikan Perempuan Banjar

    Nyai Khoiriyah Hasyim

    Nyai Khoiriyah Hasyim: Pelopor Sekolah Perempuan Pertama di Kota Makkah

    Ustazah Mumpuni

    Ustazah Mumpuni: Daiyah Ngapak yang Membumikan Dakwah dengan Humor dan Kepedulian

  • Monumen
  • Zawiyah
No Result
View All Result
Keadilan dan Kesetaraan Gender - Mubadalah
  • Home
  • Aktual
    Sepak Bola Dunia

    Perempuan di Balik Layar Bintang Sepak Bola Dunia

    Sejarah Prancis

    Runtuhnya Bastille dan Hipokrisi Egalite: Membaca Sejarah Prancis melalui Lensa Mubadalah

    Kekerasan di Sampang

    Lubang Perlindungan Perempuan; Akar Kekerasan di Sampang dan Pesan Fatwa KUPI

    Kolonialisme Piala Dunia 2026

    Kelindan Kolonialisme dalam Piala Dunia 2026: Kala Narasi Perdukunan Menenggelamkan Kualitas Afrika

    Diskriminasi terhadap Perempuan

    Buya Husein: Diskriminasi terhadap Perempuan Diproduksi oleh Tafsir, Budaya, dan Politik

    Maskulinitas

    Katrin Bandel: Maskulinitas Hegemonik Membuat Laki-laki Terus Hidup dalam Kecemasan

    Di UIN SSC, PTKI Perkuat Komitmen Membangun Kampus Berkeadilan Gender dan Bebas Kekerasan

    Di UIN SSC, PTKI Perkuat Komitmen Membangun Kampus Berkeadilan Gender dan Bebas Kekerasan

    Kekerasan Seksual

    Mengapa Kekerasan Seksual Terus Berulang? Dr. Nur Rofiah sebut Akar Masalahnya Ada pada Sistem Pengetahuan

    Pemadaman Listrik

    Pemadaman Listrik Bergilir: Ironi Negara Eksportir Batu Bara

  • Kolom
    • All
    • Disabilitas
    • Keluarga
    • Lingkungan
    • Personal
    • Publik
    Humor Disabilitas

    Ironi Humor Disabilitas di Era Konten Viral

    Zakat

    Bolehkah Zakat Diberikan Kepada Penyintas Kekerasan?

    Kepemimpinan Beragam Gender

    Lebih Beragam, Lebih Hijau: Mengubah Dunia Lewat Kepemimpinan Beragam Gender

    Memahami Islam

    Sudah Saatnya Memahami Islam sebagai Sumber Inspirasi

    Poskolonialisme

    Aroma Poskolonialisme di Final Piala Dunia 2026: Albiceleste Kontra La Roja

    Militerisasi

    Menyoal Militerisasi Tata Kelola Koperasi Desa

    Lagu Teh Hijau

    Lagu Teh Hijau Karya Tulus dan Seni Merayakan Kehampaan bagi Perempuan

    Hukum Adat Bali

    Karang Memadu: Bukti Hukum Adat Bali Melindungi Perempuan

    Pemberian

    Ketika Sebuah Pemberian Menjadi Tanda Kepedulian

    • Keluarga
    • Personal
    • Publik
    • Disabilitas
    • Lingkungan
  • Khazanah
    • All
    • Hikmah
    • Pernak-pernik
    • Sastra
    HIV

    Mengapa Perempuan Lebih Rentan terhadap HIV? Ini Penjelasannya

    HIV Menular

    HIV Menular Melalui Apa Saja? Cek Fakta dan Mitosnya

    Apa itu AIDS

    Apa itu AIDS?

    Apa itu HIV

    Apa itu HIV?

    Jalan Kebahagiaan

    Menggapai As-Sa’adah: Jalan Kebahagiaan Menurut Imam al-Ghazali

    HIV

    Mengapa Perempuan Lebih Rentan Tertular HIV?

    AIDS

    Jangan Percaya Mitos, Kenali Fakta tentang HIV dan AIDS

    Mencegah Penyakit Menular Seksual

    Membangun Kesadaran Masyarakat untuk Mencegah Penyakit Menular Seksual

    Pengobatan Penyakit Menular

    Tips Menjalani Pengobatan Penyakit Menular Seksual agar Tidak Menulari Pasangan

    • Hikmah
    • Pernak-pernik
    • Sastra
  • Rujukan
  • Mubapedia
  • Tokoh
    • All
    • Profil
    Prof. Siti Baroroh Baried

    Prof. Siti Baroroh Baried: Guru Besar Perempuan Pertama yang Membuka Jalan Pendidikan Perempuan Indonesia

    Nyai Siti Walidah

    Nyai Siti Walidah: Menjadikan Pendidikan sebagai Jalan Pembebasan Perempuan

    Asih Widyowati

    Asih Widyowati, Membangun Ruang Aman bagi Penyintas Kekerasan Seksual melalui Umah Ramah

    Yosepha Alomang

    Ditangkap hingga Anak Tewas di Pengungsian, Begini Keteguhan Perjuangan Mama Yosepha di Papua

    Nyi Mas Pakungwati Cirebon

    Nyi Mas Pakungwati, Ulama Perempuan di Balik Berdirinya Peradaban Islam Cirebon

    Fatima Mernissi

    Pemikiran Fatima Mernissi tentang Perempuan, Islam, dan Kekuasaan

    Fatimah al-Banjari

    Fatimah al-Banjari, Pelopor Emansipasi Pendidikan Perempuan Banjar

    Nyai Khoiriyah Hasyim

    Nyai Khoiriyah Hasyim: Pelopor Sekolah Perempuan Pertama di Kota Makkah

    Ustazah Mumpuni

    Ustazah Mumpuni: Daiyah Ngapak yang Membumikan Dakwah dengan Humor dan Kepedulian

  • Monumen
  • Zawiyah
No Result
View All Result
Keadilan dan Kesetaraan Gender - Mubadalah
No Result
View All Result
Home Khazanah Hikmah

Membaca Hadis Tanda Akhir Zaman dengan Sudut Pandang Ekologi

Cara yang bisa ditempuh dalam membaca fenomena yang menjadi ciri dekatnya kiamat adalah dengan menjaga hubungan baik antara manusia, lingkungan dan alam sekitar

Ahmad Asrof Fitri by Ahmad Asrof Fitri
17 Januari 2023
in Hikmah, Rekomendasi
A A
0
Hadis Tanda Akhir Zaman

Hadis Tanda Akhir Zaman

19
SHARES
931
VIEWS
Share on FacebookShare on TwitterShare on Whatsapp

Mubadalah.id – Akhir zaman, yang biasa kita sebut dengan masa mendekati hari kiamat, telah RasuluLlah SAW jelaskan ciri-cirinya semenjak lama. Dalam beberapa hadis tanda akhir zaman, Nabi mengungkapkan berbagai tanda dekatnya hari akhir (asyrathus saa’ah) tersebut. Yakni dengan beragam redaksi dan pola. Secara umum, jika kita cermati secara seksama, terdapat dua ciri khas dari peringatan Nabi mengenai makin dekatnya hari kiamat.

Tanda pertama kiamat berupa kondisi manusia

Pertama, Nabi membicarakan tanda kiamat yang berkenaan dengan ihwal perbuatan manusia. Perubahan kondisi, sikap, dan perilaku manusia tersebut amat berbeda jauh dengan apa yang terjadi pada masa Rasulullah. Pertanda tersebut, misalnya, dapat kita lihat dari hadis yang mengisahkan tentang kedatangan Jibril yang “menyamar” sebagai manusia berbaju putih bersih di hadapan Rasul dan para sahabat. Lalu ia bertanya mengenai iman, Islam, ihsan, dan hari kiamat.

Dalam hadis yang ditakhrij Imam Muslim itu, setelah selesai berdiskusi soal iman, Islam, dan ihsan, Jibril lalu bertanya kapan terjadinya kiamat. Oleh RasuluLlah dijawab, bahwa orang yang ditanya tidak lebih tahu daripada yang bertanya. Lantas, Jibril menanyakan apa saja pertandanya. Nabi menjawab, “Jika seorang budak wanita melahirkan tuannya dan jika engkau mendapati penggembala kambing yang tidak beralas kaki dan tidak berpakaian saling berlomba dalam meninggikan bangunan,” sebagaimana hadis berikut:

أَنْ تَلِدَ الْأَمَةُ رَبَّتَهَا وَأَنْ تَرَى الْحُفَاةَ الْعُرَاةَ الْعَالَةَ رِعَاءَ الشَّاءِ يَتَطَاوَلُونَ فِي الْبُنْيَانِ (رواه مسلم)

Kultur zaman sekarang yang menyebabkan orangtua seolah “diperbudak” oleh anak-anaknya. Di mana hal ini menjadi gambaran yang nyata dari hadis yang memprediksi tanda kiamat tersebut. Situasi sosial dan ekonomi di negeri Jazirah Arab juga mewakili statement kedua yang terkait tanda akhir zaman. Di mana banyak sekali terbangun gedung-gedung pencakar langit. Padahal, jauh sebelum menemukan minyak dan sumber daya alam lain, negara-negara Timur Tengah termasuk negara miskin.

Harta serba melimpah

Dalam hadis riwayat Imam Al-Bukhari menyatakan, tidak akan tiba hari kiamat sampai sangat banyak jumlah uang yang manusia miliki. Hingga kita umpamakan, orang kaya sampai kebingungan akan menyedekahkan uangnya ke siapa. Hal ini sebagaimana dapat kita lihat dalam hadis berikut:

عَنْ أَبِي هُرَيْرَةَ رَضِيَ اللَّهُ عَنْهُ قَالَ قَالَ النَّبِيُّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ لَا تَقُومُ السَّاعَةُ حَتَّى يَكْثُرَ فِيكُمْ الْمَالُ فَيَفِيضَ حَتَّى يُهِمَّ رَبَّ الْمَالِ مَنْ يَقْبَلُ صَدَقَتَهُ وَحَتَّى يَعْرِضَهُ فَيَقُولَ الَّذِي يَعْرِضُهُ عَلَيْهِ لَا أَرَبَ لِي (رواه البخاري)

Turunnya moralitas

Masih dalam hadis kitab Al-Jami’ Ash-Shahih yang Imam Al-Bukhari susun. Di antara tanda kiamat lainnya adalah terangkatnya ilmu, tersebarnya kebodohan, tertenggaknya miras, maraknya perzinahan, serta semakin sedikitnya jumlah lelaki daripada perempuan. Hingga perbandingannya mencapai 1 laki-laki banding 50 wanita. Gambaran demikian dapat kita lihat dalam hadis berikut:

أَخْبَرَنَا دَاوُدُ بْنُ شَبِيبٍ حَدَّثَنَا هَمَّامٌ عَنْ قَتَادَةَ أَخْبَرَنَا أَنَسٌ قَالَ لَأُحَدِّثَنَّكُمْ حَدِيثًا لَا يُحَدِّثُكُمُوهُ أَحَدٌ بَعْدِي سَمِعْتُهُ مِنْ النَّبِيِّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ سَمِعْتُ النَّبِيَّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ يَقُولُ لَا تَقُومُ السَّاعَةُ وَإِمَّا قَالَ مِنْ أَشْرَاطِ السَّاعَةِ أَنْ يُرْفَعَ الْعِلْمُ وَيَظْهَرَ الْجَهْلُ وَيُشْرَبَ الْخَمْرُ وَيَظْهَرَ الزِّنَا وَيَقِلَّ الرِّجَالُ وَيَكْثُرَ النِّسَاءُ حَتَّى يَكُونَ لِلْخَمْسِينَ امْرَأَةً الْقَيِّمُ الْوَاحِدُ (رواه البخاري)

Pengaruh tradisi di luar Islam

Dalam hadis dari Imam Al-Bukhari dijelaskan pula, salah satu tanda kiamat adalah munculnya fenomena sosial. Di mana umat Islam mengikuti tren dan tradisi kelompok lainnya di luar Islam.

عَنْ أَبِي هُرَيْرَةَ رَضِيَ اللَّهُ عَنْهُ عَنْ النَّبِيِّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ قَالَ لَا تَقُومُ السَّاعَةُ حَتَّى تَأْخُذَ أُمَّتِي بِأَخْذِ الْقُرُونِ قَبْلَهَا شِبْرًا بِشِبْرٍ وَذِرَاعًا بِذِرَاعٍ فَقِيلَ يَا رَسُولَ اللَّهِ كَفَارِسَ وَالرُّومِ فَقَالَ وَمَنْ النَّاسُ إِلَّا أُولَئِكَ (رواه البخاري)

Dari Abu Hurairah RA, dari Nabi Muhammad SAW. Beliau bersabda, “Tidaklah terjadi hari kiamat sampai umatku meniru generasi-generasi sebelumnya, sejengkal demi sejengkal, sehasta demi sehasta.” Nabi ditanya oleh sahabat, “Wahai RasuluLlah, seperti orang Persia dan Romawi?” Beliau menjawab, “Siapa lagi orang yang dimaksud selain mereka itu?” (HR. Al-Bukhari)

Dalam hadis itu, terdapat dua kelompok besar yang Rasul sebutkan sebagai pihak yang memberikan pengaruh terhadap gaya hidup umat Islam. Dari tinjauan sejarah, Persia dan Romawi merupakan dua kerajaan besar yang menguasai dunia pada masa itu. Sedangkan pada konteks zaman sekarang, boleh jadi umat Islam juga akan mengekor pada tren dan kebiasaan yang masyarakat negara adikuasa lakukan. Kondisi saat ini, kita bisa menyaksikan bagaimana perubahan perilaku umat Islam yang sebagian di antaranya mengikuti adat-istiadat di luar tuntunan ajaran Islam.

Tanda kedua kiamat berupa situasi alam

Kedua, selain perilaku dan kondisi sosial umat manusia, RasuluLlah juga menyebutkan tanda-tanda akhir zaman dalam bentuk gambaran situasi alam. Salah satu contohnya adalah hadis berikut:

عَنْ أَبِي هُرَيْرَةَ قَالَ قَالَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ لَا تَقُومُ السَّاعَةُ حَتَّى تَعُودَ أَرْضُ الْعَرَبِ مُرُوجًا وَأَنْهَارًا (رواه أحمد)

Dari Abu Hurairah RA, ia berkata: RasuluLlah SAW bersabda, “Hari kiamat tidak terjadi sehingga tanah Arab menjadi subur makmur kembali dengan padang-padang rumput dan sungai-sungai.” (HR. Ahmad)

Hadis tersebut mengisyaratkan adanya perubahan yang signifikan atas kondisi geografis di daerah Arab. Yang semula panas, kering, dan terdiri atas gurun-gurun, lalu berubah menjadi wilayah yang tropis, dipenuhi rerumputan dan tanaman hijau serta sungai-sungai yang mengalirkan air.

Meningkatnya bencana gempa bumi

Bencana alam gempa bumi termasuk salah satu pengingat akan dekatnya hari kiamat. Semakin sering terjadi gempa, umat manusia patut waspada terhadap masa akhir zaman yang tidak kita ketahui siapa pun kapan waktunya. Meskipun secara ilmiah gempa ternyatakan terjadi akibat pelepasan energi dari dalam yang terjadi secara tiba-tiba dan menciptakan gelombang seismik. Atau sebab adanya pergerakan kerak bumi atau lempeng bumi, intensitasnya yang semakin meningkat mestinya tidak boleh kita abaikan begitu saja.

Dalam hadis lain riwayat Imam Al-Bukhari menyatakan, tidak akan terjadi hari kiamat sampai ilmu tercabut. Terjadi banyak gempa, waktu terasa begitu cepat, muncul banyak fitnah, pembunuhan merajalela, dan orang-orang bergelimang harta.

عَنْ أَبِي هُرَيْرَةَ قَالَ قَالَ النَّبِيُّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ لَا تَقُومُ السَّاعَةُ حَتَّى يُقْبَضَ الْعِلْمُ وَتَكْثُرَ الزَّلَازِلُ وَيَتَقَارَبَ الزَّمَانُ وَتَظْهَرَ الْفِتَنُ وَيَكْثُرَ الْهَرْجُ وَهُوَ الْقَتْلُ الْقَتْلُ حَتَّى يَكْثُرَ فِيكُمْ الْمَالُ فَيَفِيضَ (رواه البخاري)

Dari Abu Hurairah, ia berkata: Nabi SAW bersabda, “Tidaklah terjadi kiamat hingga ilmu dicabut, banyak terjadi gempa, waktu terasa semakin dekat, banyak fitnah yang bermunculan, semakin sering terjadi kekacauan (yang menyebabkan) pembunuhan dan pembunuhan, sampai harta di antara kalian bergelimangan dan berlimpah ruah.” (HR. Al-Bukhari)

Tanda alam terakhir, terbitnya matahari dari barat

Dalam hadis lainnya, fenomena alam yang menjadi puncak penanda terjadinya kiamat ialah terbitnya matahari dari Barat. Sebagaimana tersebutkan di dalam hadis berikut:

حَدَّثَنَا أَبُو هُرَيْرَةَ رَضِيَ اللَّهُ عَنْهُ قَالَ قَالَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ لَا تَقُومُ السَّاعَةُ حَتَّى تَطْلُعَ الشَّمْسُ مِنْ مَغْرِبِهَا فَإِذَا رَآهَا النَّاسُ آمَنَ مَنْ عَلَيْهَا فَذَاكَ حِينَ {لَا يَنْفَعُ نَفْسًا إِيمَانُهَا لَمْ تَكُنْ آمَنَتْ مِنْ قَبْلُ} (رواه البخاري)

Abu Hurairah telah menceritakan kepada kami. Ia berkata: RasuluLlah SAW bersabda, “Tidak akan terjadi kiamat sampai matahari terbit dari tempat terbenamnya. Maka, ketika manusia melihat kejadian itu, lalu seseorang beriman karenanya, pada saat itulah berlaku (ketentuan Allah dalam ayat) ‘Laa yanfa’u nafsan iymaanuha lam takun aamanat min qablu’ (tidaklah keimanan seseorang itu dapat memberi manfaat bagi dirinya jika sebelum terjadinya kiamat itu ia belum beriman).” (HR. Al-Bukhari)

Pemaknaan dengan sudut pandang ekologi

Berbagai hadis akhir zaman di atas menyiratkan sekurang-kurangnya dua hal penting untuk kita jadikan ibrah. Pertama, perilaku masyarakat berkaitan erat dengan sebab terjadinya kiamat. Mengubah sikap dan tabiat bisa menjadi salah satu jalan untuk sekurang-kurangnya “menunda” datangnya akhir zaman tersebut. Senantiasa berpegang teguh pada ajaran Islam. Tidak mudah mengekor pada pengaruh negatif dari bangsa lain termasuk strategi “mencegah” kiamat dari segi sosial dan kultural.

Kedua, karena kiamat juga tertandai oleh adanya perubahan kondisi geografis suatu wilayah tertent. Hal ini menunjukkan bahwa peristiwa huru-hara itu boleh jadi penyebabnya juga oleh adanya perubahan iklim. Climate change, tidak bisa kita pungkiri, merupakan hasil dari perubahan secara gradual yang terakumulasi terus-menerus. Akibat dari lelaku dan tindak tanduk manusia terhadap alam.

Oleh karenanya, cara yang bisa manusia tempuh dalam membaca fenomena yang menjadi ciri dekatnya kiamat adalah menjaga hubungan baik dengan lingkungan dan alam sekitar. Menjaga area sekitar di mana kita hidup tetap bersih, mengurangi pencemaran lingkungan, dan memastikan tidak adanya kerusakan pada habitat makhluk hidup. Hal ini merupakan langkah kecil untuk memperlambat kemunculan pertanda kiamat. (bebarengan)

Tags: Akhir ZamanBencana Alamgempa bumiHadisHari KiamatKrisis Iklim
Konten ini dilisensikan di bawah CC BY-ND 4.0
Previous Post

Merefleksikan Kembali Sindiran Cantik Karena Filter

Next Post

Perspektif Kesalingan Menjadi Cara Pandang Untuk Saling Mengormati Kemanusiaan

Ahmad Asrof Fitri

Ahmad Asrof Fitri

Alumni Pesantren Mahasiswa Al-Muayyad Windan Sukoharjo. Saat ini, selain mengajar, juga aktif melakukan penelitian dan menulis buku. Aktivitasnya dapat diikuti di Instagram: @a.asrof.fitri

Related Posts

Manusia Merasa Cukup
Publik

Membayangkan Ketika Manusia Merasa Cukup

10 Juni 2026
Krisis Iklim
Publik

Buruh Tanpa Tanah: Potret Pekerja yang Tergusur Krisis Iklim

4 Mei 2026
Subjek Keutamaan
Pernak-pernik

Perempuan Termasuk dalam Subjek Keutamaan dalam Pemaknaan Hadis

27 Maret 2026
Bencana Alam
Publik

Prof. Maghfur UIN Gus Dur: Bencana Alam adalah Bencana Politik

6 Maret 2026
Hadis Aurat
Pernak-pernik

Hadis tentang Perempuan sebagai Aurat Ditafsirkan secara Kontekstual

2 Maret 2026
Gempa
Khazanah

Membaca Fenomena Gempa dengan Kacamata Fikih

7 Februari 2026
Next Post
Perspektif Kesalingan

Perspektif Kesalingan Menjadi Cara Pandang Untuk Saling Mengormati Kemanusiaan

Please login to join discussion
No Result
View All Result

TERBARU

  • Ironi Humor Disabilitas di Era Konten Viral
  • Mengapa Perempuan Lebih Rentan terhadap HIV? Ini Penjelasannya
  • Perempuan di Balik Layar Bintang Sepak Bola Dunia
  • HIV Menular Melalui Apa Saja? Cek Fakta dan Mitosnya
  • Apa itu AIDS?

Komentar Terbaru

  • Nur Fadiah Anisah pada Memaknai Jargon The Personal is Political: Kecemasan Kita Ternyata Diproduksi Negara!
  • Zikri Alvi Muharam pada Takut Kok Sama “Pesta Babi”
  • M. Khoirul Imamil M pada Amalan Muharram: Melampaui “Revenue” Individual
  • Asma binti Hamad dan Hilangnya Harapan Hidup pada Mengapa Tuhan Tak Bergeming dalam Pembantaian di Palestina?
  • Usaha, Privilege, dan Kehendak Tuhan pada Mengenalkan Palestina pada Anak
  • Tentang
  • Redaksi
  • Kontributor
  • Kirim Tulisan
Kontak kami:
[email protected]

Mubadalah.id © 2026 by Mubadalah is licensed under CC BY-ND 4.0

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password? Sign Up

Create New Account!

Fill the forms below to register

All fields are required. Log In

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
No Result
View All Result
  • Home
  • Aktual
  • Kolom
    • Keluarga
    • Personal
    • Publik
    • Disabilitas
    • Lingkungan
  • Khazanah
    • Hikmah
    • Pernak-pernik
    • Sastra
  • Rujukan
  • Mubapedia
  • Tokoh
  • Monumen
  • Zawiyah
  • Login
  • Sign Up

Mubadalah.id © 2026 by Mubadalah is licensed under CC BY-ND 4.0