Mubadalah.id – Orang dengan AIDS lebih mudah terserang berbagai penyakit yang sebenarnya dapat dicegah atau diobati. Berikut beberapa penyakit yang sering dialami beserta cara penanganannya.
Perlu Anda pahami bahwa berbagai penyakit dan gangguan kesehatan berikut bukan berarti seseorang pasti mengidap AIDS. Penyakit-penyakit tersebut juga bisa siapa saja alami.
Pertama, diare. Diare adalah buang air besar encer atau berair sebanyak tiga kali atau lebih dalam sehari. Apabila seseorang sering buang air besar tetapi bentuk tinjanya masih normal, kondisi tersebut tidak termasuk diare.
Pada orang dengan AIDS, diare dapat datang dan pergi serta sulit disembuhkan. Penyebab yang paling umum adalah infeksi saluran pencernaan akibat makanan atau air yang terkontaminasi, infeksi yang berkaitan dengan HIV, maupun efek samping obat-obatan tertentu yang sedang dikonsumsi.
Diare dapat menyebabkan beberapa masalah, antara lain:
Pertama, kekurangan gizi karena makanan belum sempat terserap tubuh sudah keluar bersama tinja. Kondisi ini dapat semakin memburuk apabila penderita juga kehilangan nafsu makan.
Kedua, dehidrasi atau kekurangan cairan tubuh karena banyak cairan terbuang bersama tinja, sementara asupan cairan tidak mencukupi. Risiko dehidrasi semakin tinggi apabila penderita tinggal di daerah beriklim panas atau sedang mengalami demam.
Tanda-Tanda Kekurangan Cairan Tubuh (Dehidrasi)
Diare yang berlangsung terus-menerus dapat menyebabkan dehidrasi atau kekurangan cairan tubuh. Beberapa tanda yang perlu Anda waspadai antara lain:
Pertama, mulut dan tenggorokan terasa kering disertai rasa haus yang berlebihan.
Kedua, air seni keluar sangat sedikit atau bahkan tidak keluar sama sekali.
Ketiga, kulit kehilangan kelenturannya.
Keempat, ketika berdiri setelah duduk atau berbaring, kepala terasa pusing atau pandangan berkunang-kunang.
Kelima, apabila kulit Anda cubit lalu tidak segera kembali ke posisi semula, hal tersebut dapat menjadi tanda bahwa seseorang mengalami dehidrasi.
Penting! Apabila pasien menunjukkan tanda-tanda di atas dan juga mengalami muntah-muntah, ia mungkin memerlukan terapi cairan melalui infus atau rehidrasi melalui rektum. Segera cari pertolongan medis karena dehidrasi berat merupakan kondisi yang berbahaya. []
*)Sumber Tulisan: Buku Bila Perempuan Tidak Ada Dokter karya A. August Bruns dkk hlm 387.






































