Sabtu, 27 Juni 2026
  • Login
  • Register
Keadilan dan Kesetaraan Gender - Mubadalah
Dukung kami dengan donasi melalui
Bank Syariah Indonesia 7004-0536-58
a.n. Yayasan Fahmina
  • Home
  • Aktual
    Slut Shaming

    Slut Shaming: Ruang Digital tidak Ramah Terhadap Perempuan Kritis

    Piala Dunia 2026

    Piala Dunia 2026 dalam Perspektif Feminisme: Kala Perempuan Tak Melulu Menjadi Penghibur

    Aliansi Perempuan Indonesia

    Aliansi Perempuan Indonesia Turun ke Jalan Tolak Kenaikan Harga

    In This Economy

    In This Economy, Perempuan dengan Satu Penghasilan Adalah Kemewahan

    Warga NU

    Di Mubes NU Cirebon Raya, Maria Ulfah Anshor: Abad Kedua NU Harus Berpihak pada Kelompok Rentan

    Mubes Warga NU

    Mubes Warga NU Cirebon Raya: Dorong NU Kembali Menjadi Kekuatan Masyarakat Sipil

    Muharram

    Muharram dan Keberanian Membela Kebenaran: Belajar dari Tragedi Karbala

    Kekerasan Seksual di Pesantren

    Dari Dalam Pesantren: Saatnya Membangun Sistem Perlindungan Santri dari Kekerasan Seksual

    Nilai-nilai Luhur Pesantren

    Ketika Nilai-nilai Luhur Pesantren Berhadapan dengan Kasus Kekerasan Seksual

  • Kolom
    • All
    • Disabilitas
    • Keluarga
    • Lingkungan
    • Personal
    • Publik
    Sakinah

    Mengupayakan Sakinah, Mawaddah dan Warahmah dalam Hubungan Pernikahan

    Piala Dunia 2026

    Piala Dunia 2026 Memasuki Era Baru: Perempuan tak Lagi Sekadar Penonton

    limbah kayu

    Mengubah Limbah Kayu Menjadi Peluang Usaha Berkelanjutan di Desa Warukawung

    Pesantren di Pesisir

    Pesantren di Pesisir dan Aktivitas Ekoteologinya

    Dana Zakat

    Membela Korban Melalui Dana Zakat

    Host Live Perempuan

    Host Live Perempuan Rentan Mengalami KBGO

    Tentang Disabilitas

    Tentang Disabilitas: Terlalu Sering Dibicarakan, Terlalu Jarang Didengarkan

    Pengelolaan Sampah di Kebon Jambu

    Refleksi Pengelolaan Sampah di Kebon Jambu Al-Islamy Cirebon

    Pesantren Putra

    Runtuhnya Anggapan Misoginis dan Peran Pesantren Putra dalam Mencegah Kekerasan Seksual

    • Keluarga
    • Personal
    • Publik
    • Disabilitas
    • Lingkungan
  • Khazanah
    • All
    • Hikmah
    • Pernak-pernik
    • Sastra
    Ketidaksuburan

    Belum Dikaruniai Anak Setelah Menikah? Kenali Berbagai Penyebab Ketidaksuburan

    Memiliki Anak

    Mengapa Perempuan Selalu Disalahkan saat Pasangan Sulit Memiliki Anak?

    Ummu as-Sa‘d binti ‘Isham

    Mencintai yang Tak Pernah Kita Jumpai: Belajar dari Ummu as-Sa‘d binti ‘Isham

    program KB

    Mengapa sebagian Perempuan Masih Sulit Mengakses Program KB?

    KB

    Pil KB Mingguan dan Cincin Vagina, Seberapa Efektif Metode Kontrasepsi Ini?

    KB

    Pil KB Mini, Mifepristone, dan IUD: Alternatif Kontrasepsi Darurat bagi Perempuan

    Pil KB Darurat

    Cara Menggunakan Pil KB Darurat

    Mencegah Kehamilan

    Metode Darurat untuk Mencegah Kehamilan

    Gairah Seksual

    Mengapa Gairah Seksual Bisa Berkurang atau Hilang?

    • Hikmah
    • Pernak-pernik
    • Sastra
  • Rujukan
  • Mubapedia
  • Tokoh
    • All
    • Profil
    Prof. Siti Baroroh Baried

    Prof. Siti Baroroh Baried: Guru Besar Perempuan Pertama yang Membuka Jalan Pendidikan Perempuan Indonesia

    Nyai Siti Walidah

    Nyai Siti Walidah: Menjadikan Pendidikan sebagai Jalan Pembebasan Perempuan

    Asih Widyowati

    Asih Widyowati, Membangun Ruang Aman bagi Penyintas Kekerasan Seksual melalui Umah Ramah

    Yosepha Alomang

    Ditangkap hingga Anak Tewas di Pengungsian, Begini Keteguhan Perjuangan Mama Yosepha di Papua

    Nyi Mas Pakungwati Cirebon

    Nyi Mas Pakungwati, Ulama Perempuan di Balik Berdirinya Peradaban Islam Cirebon

    Fatima Mernissi

    Pemikiran Fatima Mernissi tentang Perempuan, Islam, dan Kekuasaan

    Fatimah al-Banjari

    Fatimah al-Banjari, Pelopor Emansipasi Pendidikan Perempuan Banjar

    Nyai Khoiriyah Hasyim

    Nyai Khoiriyah Hasyim: Pelopor Sekolah Perempuan Pertama di Kota Makkah

    Ustazah Mumpuni

    Ustazah Mumpuni: Daiyah Ngapak yang Membumikan Dakwah dengan Humor dan Kepedulian

  • Monumen
  • Zawiyah
No Result
View All Result
Keadilan dan Kesetaraan Gender - Mubadalah
  • Home
  • Aktual
    Slut Shaming

    Slut Shaming: Ruang Digital tidak Ramah Terhadap Perempuan Kritis

    Piala Dunia 2026

    Piala Dunia 2026 dalam Perspektif Feminisme: Kala Perempuan Tak Melulu Menjadi Penghibur

    Aliansi Perempuan Indonesia

    Aliansi Perempuan Indonesia Turun ke Jalan Tolak Kenaikan Harga

    In This Economy

    In This Economy, Perempuan dengan Satu Penghasilan Adalah Kemewahan

    Warga NU

    Di Mubes NU Cirebon Raya, Maria Ulfah Anshor: Abad Kedua NU Harus Berpihak pada Kelompok Rentan

    Mubes Warga NU

    Mubes Warga NU Cirebon Raya: Dorong NU Kembali Menjadi Kekuatan Masyarakat Sipil

    Muharram

    Muharram dan Keberanian Membela Kebenaran: Belajar dari Tragedi Karbala

    Kekerasan Seksual di Pesantren

    Dari Dalam Pesantren: Saatnya Membangun Sistem Perlindungan Santri dari Kekerasan Seksual

    Nilai-nilai Luhur Pesantren

    Ketika Nilai-nilai Luhur Pesantren Berhadapan dengan Kasus Kekerasan Seksual

  • Kolom
    • All
    • Disabilitas
    • Keluarga
    • Lingkungan
    • Personal
    • Publik
    Sakinah

    Mengupayakan Sakinah, Mawaddah dan Warahmah dalam Hubungan Pernikahan

    Piala Dunia 2026

    Piala Dunia 2026 Memasuki Era Baru: Perempuan tak Lagi Sekadar Penonton

    limbah kayu

    Mengubah Limbah Kayu Menjadi Peluang Usaha Berkelanjutan di Desa Warukawung

    Pesantren di Pesisir

    Pesantren di Pesisir dan Aktivitas Ekoteologinya

    Dana Zakat

    Membela Korban Melalui Dana Zakat

    Host Live Perempuan

    Host Live Perempuan Rentan Mengalami KBGO

    Tentang Disabilitas

    Tentang Disabilitas: Terlalu Sering Dibicarakan, Terlalu Jarang Didengarkan

    Pengelolaan Sampah di Kebon Jambu

    Refleksi Pengelolaan Sampah di Kebon Jambu Al-Islamy Cirebon

    Pesantren Putra

    Runtuhnya Anggapan Misoginis dan Peran Pesantren Putra dalam Mencegah Kekerasan Seksual

    • Keluarga
    • Personal
    • Publik
    • Disabilitas
    • Lingkungan
  • Khazanah
    • All
    • Hikmah
    • Pernak-pernik
    • Sastra
    Ketidaksuburan

    Belum Dikaruniai Anak Setelah Menikah? Kenali Berbagai Penyebab Ketidaksuburan

    Memiliki Anak

    Mengapa Perempuan Selalu Disalahkan saat Pasangan Sulit Memiliki Anak?

    Ummu as-Sa‘d binti ‘Isham

    Mencintai yang Tak Pernah Kita Jumpai: Belajar dari Ummu as-Sa‘d binti ‘Isham

    program KB

    Mengapa sebagian Perempuan Masih Sulit Mengakses Program KB?

    KB

    Pil KB Mingguan dan Cincin Vagina, Seberapa Efektif Metode Kontrasepsi Ini?

    KB

    Pil KB Mini, Mifepristone, dan IUD: Alternatif Kontrasepsi Darurat bagi Perempuan

    Pil KB Darurat

    Cara Menggunakan Pil KB Darurat

    Mencegah Kehamilan

    Metode Darurat untuk Mencegah Kehamilan

    Gairah Seksual

    Mengapa Gairah Seksual Bisa Berkurang atau Hilang?

    • Hikmah
    • Pernak-pernik
    • Sastra
  • Rujukan
  • Mubapedia
  • Tokoh
    • All
    • Profil
    Prof. Siti Baroroh Baried

    Prof. Siti Baroroh Baried: Guru Besar Perempuan Pertama yang Membuka Jalan Pendidikan Perempuan Indonesia

    Nyai Siti Walidah

    Nyai Siti Walidah: Menjadikan Pendidikan sebagai Jalan Pembebasan Perempuan

    Asih Widyowati

    Asih Widyowati, Membangun Ruang Aman bagi Penyintas Kekerasan Seksual melalui Umah Ramah

    Yosepha Alomang

    Ditangkap hingga Anak Tewas di Pengungsian, Begini Keteguhan Perjuangan Mama Yosepha di Papua

    Nyi Mas Pakungwati Cirebon

    Nyi Mas Pakungwati, Ulama Perempuan di Balik Berdirinya Peradaban Islam Cirebon

    Fatima Mernissi

    Pemikiran Fatima Mernissi tentang Perempuan, Islam, dan Kekuasaan

    Fatimah al-Banjari

    Fatimah al-Banjari, Pelopor Emansipasi Pendidikan Perempuan Banjar

    Nyai Khoiriyah Hasyim

    Nyai Khoiriyah Hasyim: Pelopor Sekolah Perempuan Pertama di Kota Makkah

    Ustazah Mumpuni

    Ustazah Mumpuni: Daiyah Ngapak yang Membumikan Dakwah dengan Humor dan Kepedulian

  • Monumen
  • Zawiyah
No Result
View All Result
Keadilan dan Kesetaraan Gender - Mubadalah
No Result
View All Result
Home Kolom Publik

Piala Dunia 2026 Memasuki Era Baru: Perempuan tak Lagi Sekadar Penonton

FIFA sendiri menempatkan perempuan pada posisi kepemimpinan dalam komite penyelenggaraan turnamen ini.

Emma Nur Halizza by Emma Nur Halizza
27 Juni 2026
in Publik, Rekomendasi
A A
0
Piala Dunia 2026

Piala Dunia 2026

13
SHARES
642
VIEWS
Share on FacebookShare on TwitterShare on Whatsapp

Mubadalah.id – Piala Dunia FIFA 2026 berlangsung di tiga negara raksasa: Amerika Serikat, Kanada, dan Meksiko. Ajang ini bukan sekadar panggung 48 tim putra berebut trofi emas. Piala dunia memang menyuguhkan persaingan sengit antartim terbaik dunia. Namun, turnamen ini tidak hanya menghadirkan cerita tentang gol, taktik, dan perebutan gelar juara.

Di balik gemuruh stadion, mulai dari New York New Jersey Stadium hingga Stadion Azteca, muncul perubahan yang sama pentingnya, yaitu semakin kuatnya peran perempuan. Bahkan, mereka tidak lagi sekadar memenuhi tribun penonton. Sebaliknya, mereka memimpin pertandingan, menyampaikan analisis, serta mengambil bagian dalam penyelenggaraan turnamen. Oleh karena itu, Piala Dunia 2026 menjadi simbol bahwa sepak bola modern semakin mengedepankan kompetensi dan kesempatan yang setara.

Dekade lalu, banyak pihak hanya mencitrakan wanita sebagai penghias tribun atau pemanis layar kaca. Piala Dunia 2026 meruntuhkan stigma itu dengan tegas. Di tanah Amerika Utara ini, wanita berdiri tegak sebagai penentu arah sejarah sepak bola dunia.

Lupakan anggapan bahwa hanya pria yang bisa memimpin laga sepak bola berintensitas tinggi. Turnamen ini mengukir sejarah baru. Kepemimpinan wasit perempuan bukan lagi sekadar formalitas, melainkan standar profesionalisme tertinggi

Wasit Perempuan Mencatat sejarah

Tori Penso (Amerika Serikat) dan Katia Garcia (Meksiko) menjadi sorotan dunia sebagai wasit utama perempuan yang memimpin laga-laga krusial di fase grup hingga fase gugur.

Untuk pertama kalinya dalam sejarah Piala Dunia pria di wilayah Concacaf, trio wasit sepenuhnya perempuan tampil bersama. Tori Penso memimpin formasi itu, didampingi dua asisten setianya: Brooke Mayo dan Kathryn Nesbitt.

Meniup peluit di depan puluhan ribu suporter fanatik pria dan menghadapi protes pemain-pemain bintang dunia bukanlah soal gender, ini soal kompetensi, ketegasan, dan visi permainan,” tulis sebuah catatan editorial lokal di Philadelphia.

Perempuan Mengubah Wajah Tribun Stadion

Kehadiran mereka di lapangan bukan sekadar kuota inklusivitas dari FIFA. Mereka berada di sana karena mereka adalah yang terbaik dalam mendikte aturan, meredam emosi pemain, dan mengambil keputusan krusial di bawah tekanan miliaran pasang mata.

Potret wanita di Piala Dunia 2026 menyajikan dinamika yang luar biasa kaya. Berdasarkan data pergerakan suporter di kota-kota penyelenggara, persentase penonton wanita yang membeli tiket pertandingan langsung mengalami lonjakan tertinggi dalam sejarah turnamen pria.

Mereka datang bukan lagi sekadar menemani pasangan atau keluarga. Mereka datang dengan jersi kebanggaan, hafal taktik transisi timnya, dan bernyanyi dengan kelantangan yang setara dengan suporter pria.

Di ruang-ruang siaran media internasional, suara wanita kini menjadi penentu opini publik. Mantan pesepak bola wanita, analis taktik, hingga jurnalis lapangan perempuan mendominasi studio-studio besar seperti Fox Sports, Telemundo, hingga BBC Sport. Analisis mereka tajam, berbasis data makro, dan lepas dari bias emosional membuktikan bahwa pemahaman taktik sepak bola tidak mengenal kromosom.

Perempuan di Balik Layar: Manajer Pelatih dan Direktur Teknik

Peran perempuan di Piala Dunia 2026 tidak berhenti di garis lapangan atau layar kamera. Di ruang-ruang tertutup markas tim nasional, perempuan juga mengisi posisi-posisi strategis yang menentukan arah turnamen. Beberapa tim peserta menunjuk perempuan sebagai direktur teknik dan manajer operasional. Mereka merancang jadwal latihan, mengelola logistik pemain, hingga bernegosiasi langsung dengan panitia penyelenggara.

Di sisi pelatihan, sejumlah tim membawa analis performa perempuan yang bertanggung jawab atas pemantauan data biometrik pemain. Mereka membaca peta panas, mengolah statistik sprint, dan menyusun laporan taktis untuk kepala pelatih. Kepercayaan itu bukan hadiah, namun hasil kerja keras selama bertahun-tahun di industri yang lama menutup pintunya.

FIFA sendiri menempatkan perempuan pada posisi kepemimpinan dalam komite penyelenggaraan turnamen ini. Mulai dari koordinator keamanan stadion, kepala divisi media akreditasi, hingga direktur program sukarelawan, semuanya diisi oleh perempuan yang kompeten di bidangnya. Struktur ini bukan dekorasi. Ini adalah cerminan kebijakan FIFA yang secara aktif mendorong kesetaraan gender di semua lini organisasi.

Sepak bola sering disebut sebagai refleksi terkecil dari masyarakat kita. Ketika Piala Dunia 2026 menunjukkan bahwa seorang wanita bisa mengartu merah pemain bintang dunia tanpa ragu, atau memimpin strategi komunikasi turnamen terbesar di bumi, pesan yang dikirimkan ke seluruh dunia sangatlah jernih.

Turnamen 2026 ini tidak hanya meninggalkan warisan berupa stadion modern atau rekor gol baru. Warisan terbesarnya tertuju pada anak-anak perempuan di pelosok dunia. Mereka menyaksikan laga ini dari layar televisi dan mendapatkan kesadaran baru: lapangan hijau, dengan segala kejayaan dan otoritasnya, adalah milik mereka juga. []

Tags: Era BaruGenderkeadilanKesetaraanPenontonPiala Dunia 2026Wasit Perempuan
Konten ini dilisensikan di bawah CC BY-ND 4.0
Previous Post

Mengapa Perempuan Selalu Disalahkan saat Pasangan Sulit Memiliki Anak?

Next Post

Belum Dikaruniai Anak Setelah Menikah? Kenali Berbagai Penyebab Ketidaksuburan

Emma Nur Halizza

Emma Nur Halizza

Related Posts

Fikih Disabilitas
Disabilitas

Buku Fikih Disabilitas Resmi Diluncurkan di Munas Konbes NU 2026

23 Juni 2026
Piala Dunia 2026
Aktual

Piala Dunia 2026 dalam Perspektif Feminisme: Kala Perempuan Tak Melulu Menjadi Penghibur

22 Juni 2026
Gender Equality
Publik

Gender Equality dan Gender Equity: Mencari Titik Temu antara Hak dan Keadilan

19 Juni 2026
Piala Dunia 2026
Publik

Piala Dunia 2026 dalam Perspektif Poskolonialisme: Kala Sepakbola Turut Mendekonstruksi Tatanan Hegemonik

16 Juni 2026
Laki-laki dan Perempuan sama
Pernak-pernik

Ketika Laki-laki dan Perempuan Sama-sama Terbebani oleh Peran Gender

8 Juni 2026
Peran Perempuan
Pernak-pernik

Beban Ganda Perempuan dalam Konstruksi Peran Gender

8 Juni 2026
Next Post
Ketidaksuburan

Belum Dikaruniai Anak Setelah Menikah? Kenali Berbagai Penyebab Ketidaksuburan

Please login to join discussion
No Result
View All Result

TERBARU

  • Mengupayakan Sakinah, Mawaddah dan Warahmah dalam Hubungan Pernikahan
  • Belum Dikaruniai Anak Setelah Menikah? Kenali Berbagai Penyebab Ketidaksuburan
  • Piala Dunia 2026 Memasuki Era Baru: Perempuan tak Lagi Sekadar Penonton
  • Mengapa Perempuan Selalu Disalahkan saat Pasangan Sulit Memiliki Anak?
  • Mencintai yang Tak Pernah Kita Jumpai: Belajar dari Ummu as-Sa‘d binti ‘Isham

Komentar Terbaru

  • M. Khoirul Imamil M pada Amalan Muharram: Melampaui “Revenue” Individual
  • Asma binti Hamad dan Hilangnya Harapan Hidup pada Mengapa Tuhan Tak Bergeming dalam Pembantaian di Palestina?
  • Usaha, Privilege, dan Kehendak Tuhan pada Mengenalkan Palestina pada Anak
  • Salsabila Septi pada Memaknai Perjalanan Hidup di Usia 25 tahun; Antara Kegagalan, Kesalahan dan Optimisme
  • Zahra Amin pada Perbincangan Soal Jilbab
  • Tentang
  • Redaksi
  • Kontributor
  • Kirim Tulisan
Kontak kami:
[email protected]

Mubadalah.id © 2026 by Mubadalah is licensed under CC BY-ND 4.0

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password? Sign Up

Create New Account!

Fill the forms below to register

All fields are required. Log In

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
No Result
View All Result
  • Home
  • Aktual
  • Kolom
    • Keluarga
    • Personal
    • Publik
    • Disabilitas
    • Lingkungan
  • Khazanah
    • Hikmah
    • Pernak-pernik
    • Sastra
  • Rujukan
  • Mubapedia
  • Tokoh
  • Monumen
  • Zawiyah
  • Login
  • Sign Up

Mubadalah.id © 2026 by Mubadalah is licensed under CC BY-ND 4.0