Mubadalah.id – Dalam pembahasan ini, kemandulan atau ketidaksuburan akan didefinisikan secara lebih jelas. Suatu pasangan dinyatakan mengalami ketidaksuburan apabila telah melakukan hubungan seksual secara teratur tanpa menggunakan alat atau metode kontrasepsi selama satu tahun, tetapi kehamilan belum juga terjadi pada pihak perempuan.
Selain itu, pasangan juga dapat dikategorikan mengalami gangguan kesuburan apabila pihak perempuan mengalami keguguran sebanyak tiga kali berturut-turut.
Namun, keliru apabila menganggap bahwa pasangan yang telah memiliki anak akan selamanya subur. Laki-laki maupun perempuan yang sebelumnya pernah memiliki keturunan tetap dapat mengalami ketidaksuburan. Kondisi ini biasanya akibat gangguan kesehatan yang muncul setelah anak mereka lahir.
Dalam beberapa kasus, ketidaksuburan tidak hanya salah satu pihak alami, melainkan oleh kedua-duanya sekaligus.
Bahkan, ada pula pasangan yang secara fisik tampak sehat dan tidak menunjukkan adanya gangguan apa pun. Tetapi dokter pun tidak mampu menemukan penyebab mengapa mereka belum juga memperoleh keturunan.
Meskipun penyebab ketidaksuburan sangat beragam, secara umum terdapat sejumlah kebiasaan yang dapat menurunkan kesuburan seseorang meskipun tampak sehat.
Misalnya, terlalu banyak mengonsumsi minuman beralkohol, terlalu sering mengunyah tembakau, atau menggunakan obat-obatan secara berlebihan. Kebiasaan-kebiasaan tersebut dapat mengganggu kesuburan, baik pada laki-laki maupun perempuan.
Penyebab Laki-laki Tidak Subur
Seorang laki-laki tidak subur karena:
Pertama, ia tidak menghasilkan cukup banyak sperma. Bisa juga karena spermanya tak cukup sehat: tak mampu menuju saluran telur perempuan, atau spermanya tak mampu membuahi sel telur perempuan meskipun mampu berenang mencapainya.
Kedua, ia pernah terkena penyakit beguk sesudah masa pubernya, sehingga kantong pertama sperma (testikel) mengalami kerusakan. Sesudah itu ia memang masih mengeluarkan air mani (ejakulasi), tetapi air maninya sudah tidak mengandung sperma sama sekali.
Ketiga, spermanya tidak bisa meninggalkan penis, sebab ada bekas-bekas luka di saluran spermanya, peninggalan penyakit yang menular lewat hubungan seks, entah yang dari masa lalu atau sekarang.
Keempat, ada pembengkakan pembuluh darah di buah pelirnya KB (varikosel).
Kelima, ia mengalami masalah dalam berhubungan seks akibat: penisnya tidak bisa mengeras (tak bisa ereksi), penisnya bisa mengeras. Tapi sesudah penetrasi (masuk ke vagina) lalu loyo.
Keenam, ia mengalami orgasme terlalu cepat (ejakulasi yang terlalu dini): air mani sudah keluar sebelum penisnya masuk cukup jauh ke dalam vagina.
Ketujuh, ia mengidap penyakit-penyakit tertentu yang bisa merusak kesuburan lelaki: kencing manis/penyakit gula (diabetes), tuberkulosis (TBC), malaria, dsb. []
*)Sumber Tulisan: Buku Bila Perempuan Tidak Ada Dokter karya A. August Bruns dkk hlm 301.











































