Mubadalah.id – Apabila Anda mengalami mual dan muntah sangat sering atau berat maka ya harus Anda lakukan:
Pertama, jangan makan atau minum apa pun selama dua jam pertama.
Kedua, selama dua jam berikutnya, berikan air putih, larutan rehidrasi oral, atau cairan bening lainnya sebanyak tiga sendok makan setiap jam.
Setelah itu, tingkatkan jumlahnya secara bertahap menjadi empat hingga enam sendok makan setiap jam. Apabila pasien tidak muntah lagi, jumlah cairan dapat ditambah secara perlahan.
Ketiga, apabila muntah tidak kunjung berhenti, pasien dapat menggunakan promethazine sebanyak 25–50 mg setiap enam jam sesuai kebutuhan.
Keempat, apabila rasa mual sudah mereda, mulailah memberikan makanan dalam jumlah sedikit. Awali dengan makanan yang tidak memiliki rasa maupun aroma yang tajam, seperti roti tawar, nasi putih, singkong rebus, atau bubur gandum.
Segera cari pertolongan medis apabila:
Pertama, pasien sama sekali tidak mampu mempertahankan makanan atau minuman di dalam tubuhnya selama 24 jam.
Kedua, pasien mengalami nyeri pada bagian bawah perut atau demam tinggi.
Ketiga, muntah sangat hebat hingga mengeluarkan cairan berwarna hijau atau cokelat tua yang berbau seperti tinja, atau muntah bercampur darah.
Keempat, muncul tanda-tanda kekurangan cairan tubuh (dehidrasi).
Batuk
Batuk sebenarnya merupakan cara alami tubuh untuk membersihkan saluran pernapasan dan mengeluarkan lendir atau dahak.
Namun, batuk juga dapat menjadi gejala berbagai gangguan paru-paru, seperti radang paru atau tuberkulosis. Ketika paru-paru mengalami infeksi atau iritasi, produksi lendir akan meningkat sehingga dapat mengganggu proses pernapasan.
Apabila batuk disertai keluarnya lendir atau dahak, jangan mengonsumsi obat penekan batuk. Sebaliknya, usahakan agar dahak menjadi lebih encer sehingga lebih mudah keluar dari saluran pernapasan. Dengan demikian, batuk akan lebih cepat membaik.
Perawatan
Pertama, perbanyak minum air putih. Air putih jauh lebih bermanfaat daripada obat batuk karena dapat mengencerkan dahak sehingga lebih mudah dikeluarkan dan tidak menyumbat saluran pernapasan.
Kedua, batuklah beberapa kali dalam sehari agar paru-paru bersih dari dahak. Pastikan selalu menutup mulut saat batuk.
Ketiga, tetaplah aktif bergerak, misalnya dengan berjalan kaki. Apabila tidak memungkinkan, usahakan berganti posisi di tempat tidur atau duduk secara berkala. Gerakan tubuh membantu mengeluarkan dahak dari paru-paru.
Keempat, redakan nyeri tenggorokan dengan minum teh yang dicampur air jeruk nipis dan madu, atau minum seduhan tanaman obat yang biasa digunakan di daerah Anda. Cara ini dapat memberikan manfaat yang setara dengan sebagian obat batuk dan umumnya lebih hemat.
Kelima, apabila batuk sangat berat hingga mengganggu tidur atau membuat pasien terus terbangun pada malam hari, dapat menggunakan codeine 30 mg atau sirup codeine sesuai petunjuk penggunaan.
Penting! Apabila batuk disertai dahak berwarna kuning, hijau, atau bercampur darah, kemungkinan penyebabnya adalah radang paru atau tuberkulosis. Kondisi tersebut memerlukan pengobatan khusus dan harus segera mendapatkan penanganan medis. []
*)Sumber Tulisan: Buku Bila Perempuan Tidak Ada Dokter karya A. August Bruns dkk hlm 393.






































