Mubadalah.id – Batuk sebenarnya merupakan cara alami tubuh untuk membersihkan saluran pernapasan dan mengeluarkan lendir atau dahak.
Namun, batuk juga dapat menjadi gejala berbagai gangguan paru-paru, seperti radang paru atau tuberkulosis. Ketika paru-paru mengalami infeksi atau iritasi, produksi lendir akan meningkat sehingga dapat mengganggu proses pernapasan.
Apabila batuk disertai keluarnya lendir atau dahak, jangan mengonsumsi obat penekan batuk. Sebaliknya, usahakan agar dahak menjadi lebih encer sehingga lebih mudah keluar dari saluran pernapasan. Dengan demikian, batuk akan lebih cepat membaik.
Perawatan
Pertama, perbanyak minum air putih. Air putih jauh lebih bermanfaat daripada obat batuk karena dapat mengencerkan dahak sehingga lebih mudah dikeluarkan dan tidak menyumbat saluran pernapasan.
Kedua, batuklah beberapa kali dalam sehari agar paru-paru bersih dari dahak. Pastikan selalu menutup mulut saat batuk.
Ketiga, tetaplah aktif bergerak, misalnya dengan berjalan kaki. Apabila tidak memungkinkan, usahakan berganti posisi di tempat tidur atau duduk secara berkala. Gerakan tubuh membantu mengeluarkan dahak dari paru-paru.
Keempat, redakan nyeri tenggorokan dengan minum teh yang dicampur air jeruk nipis dan madu, atau minum seduhan tanaman obat yang biasa digunakan di daerah Anda. Cara ini dapat memberikan manfaat yang setara dengan sebagian obat batuk dan umumnya lebih hemat.
Kelima, apabila batuk sangat berat hingga mengganggu tidur atau membuat pasien terus terbangun pada malam hari, dapat menggunakan codeine 30 mg atau sirup codeine sesuai petunjuk penggunaan.
Penting! Apabila batuk dengan dahak berwarna kuning, hijau, atau bercampur darah, kemungkinan penyebabnya adalah radang paru atau tuberkulosis. Kondisi tersebut memerlukan pengobatan khusus dan harus segera mendapatkan penanganan medis. []
*)Sumber Tulisan: Buku Bila Perempuan Tidak Ada Dokter karya A. August Bruns dkk hlm 393.





































