Mubadalah.id – Pada minggu kelima hingga kedelapan masa kehamilan atau embrio berusia 40-42 hari, sistem saraf pusat, saraf berbagai organ, seperti mata, telinga, hidung, pembuluh darah, limpa, dan berbagai saraf organ lain sudah terbentuk. Tahap pertumbuhan janin ini kita sebut periode embrionik, atau menurut bahasa al-Qur’an adalah tahap mudghah.
Pada minggu kesembilan hingga kesepuluh, pertumbuhan sistem saraf dan organ sudah mulai tampak seperti miniatur manusia. Proses ini kita sebut tahap organogenesis atau memasuki tahap janin.
Pada tahap ini hingga kehamilan berusia 12 minggu, perkembangan janin cepat sekali, alat kelaminnya sudah tampak, detak jantung sudah bisa didengar dengan menggunakan alat, serta jari-jari tangan, kaki, dan lain-lain terbentuk.
Pada tahap ini terjadi peniupan ruh ke dalamnya yang tercatat dalam al-Qur’an sebagai makhluk lain (khalqan akhar). Juga merupakan tahap insaniyah sebagai makhluk berjenis manusia yang memiliki potensi yang sangat besar untuk melanjutkan proses evolusi. Hingga mencapai kesempurnaan makhluk yang berbeda dengan makhluk lainnya.
Penciptaan manusia terdiri dari dua tahap, meliputi tahap penciptaan fisik atau jasad manusia dan non-fisik berupa peniupan ruh.
Secara spiritual, ruh merupakan hakikat manusia, yang membedakan manusia dengan makhluk yang lain. Pada tahap penciptaan fisik, proses tersebut dapat dideteksi perkembangannya dengan menggunakan alat-alat kedokteran modern.
Akan tetapi, pada tahap non-fisik, tidak ada satu alat pun yang mampu mendeteksinya, karena di luar jangkauan kemampuan manusia dan merupakan rahasia Tuhan, sebagaimana dalam al-Qur’an:
“Dan mereka bertanya kepadamu (Muhammad) tentang ruh. Katakanlah, Ruh itu termasuk urusan Tuhanku, sedangkan kamu diberi pengetahuan hanya sedikit.” (QS. al-Isra (17): 85). []