Mubadalah.id – Upaya menjaga kelestarian lingkungan dinilai membutuhkan keterlibatan semua pihak, mulai dari pemerintah hingga masyarakat akar rumput.
Para pengamat menilai bahwa persoalan lingkungan tidak dapat diselesaikan secara parsial, melainkan harus melalui kerja kolektif lintas sektor.
Pemerintah, sebagai pemangku kebijakan, memiliki peran strategis dalam menyusun regulasi dan memastikan implementasinya berjalan efektif. Namun, kebijakan tidak cukup tanpa dukungan masyarakat.
Oleh karena itu, kita membutuhkan sinergi antara pemerintah dengan berbagai elemen sosial, seperti tokoh agama, pendidik, pelaku usaha, hingga komunitas lokal.
Tokoh agama memiliki peran penting dalam membangun kesadaran ekologis. Melalui ceramah dan kegiatan keagamaan, mereka dapat menyampaikan pesan tentang pentingnya menjaga kebersihan, tidak merusak alam, serta merawat lingkungan sebagai bagian dari tanggung jawab manusia.
Sementara itu, para guru dan tenaga pendidik berperan dalam menanamkan kesadaran lingkungan sejak usia dini. Pendidikan yang memasukkan nilai-nilai pelestarian alam mampu membentuk generasi yang lebih peduli terhadap lingkungan.
Pelaku usaha, baik skala kecil maupun industri besar, juga kita dorong untuk menjalankan praktik ramah lingkungan. Pengelolaan limbah, penggunaan energi bersih, dan pengurangan emisi menjadi langkah penting untuk mengurangi dampak negatif terhadap alam.
Para pemerhati lingkungan menegaskan bahwa setiap profesi memiliki kontribusi masing-masing. Tidak ada pihak yang dapat berdiri sendiri dalam menghadapi krisis lingkungan. Semua orang, lintas generasi dan latar belakang, perlu memulai langkah kecil dari lingkungan terdekat.
Kesadaran kolektif ini kita harapkan mampu memperkuat upaya pelestarian alam secara berkelanjutan. Tanpa kerja sama yang baik, kerusakan lingkungan akan semakin meluas. []
Sumber tulisan: Buku Membumikan Fatwa KUPI: Pembelajaran dari Pengelolaan Sampah di Pesantren.


















































