Mubadalah.id – Dalam tafsir mubadalah, QS. al-Baqarah ayat 223 dipahami sebagai seruan kepada kedua pihak dalam pernikahan, baik laki-laki maupun perempuan.
نِسَاۤؤُكُمْ حَرْثٌ لَّكُمْۖ فَأْتُوْا حَرْثَكُمْ اَنّٰى شِئْتُمْۖ وَقَدِّمُوْا لِاَنْفُسِكُمْۗ وَاتَّقُوا اللّٰهَ وَاعْلَمُوْٓا اَنَّكُمْ مُّلٰقُوْهُۗ وَبَشِّرِ الْمُؤْمِنِيْنَ ٢٢٣
Artinya: Istrimu adalah ladang bagimu. Maka, datangilah ladangmu itu (bercampurlah dengan benar dan wajar) kapan dan bagaimana yang kamu sukai. Utamakanlah (hal yang terbaik) untuk dirimu. Bertakwalah kepada Allah dan ketahuilah bahwa kamu (kelak) akan menghadap kepada-Nya. Sampaikanlah kabar gembira kepada orang-orang mukmin. (QS. al-Baqarah ayat 223)
Ayat ini tidak hanya berbicara tentang hak, tetapi juga tentang tanggung jawab moral dan spiritual dalam relasi suami-istri.
Pernikahan dipandang sebagai ladang kebaikan bersama, tempat menanam dan menuai nilai-nilai kebahagiaan, kenikmatan, dan kemaslahatan hidup. Kebaikan tersebut mencakup aspek biologis, emosional, sosial, hingga spiritual. Seluruhnya dijalani dalam kerangka saling menjaga dan memelihara.
Ayat ini juga menegaskan pentingnya ketakwaan dalam relasi pernikahan. Setiap kenikmatan dan kebahagiaan yang diperoleh harus disertai kesadaran bahwa suami dan istri sama-sama akan bertemu Allah untuk mempertanggungjawabkan relasi yang mereka bangun.
Dengan demikian, pernikahan tidak hanya kita pahami sebagai ruang pemenuhan kebutuhan, tetapi juga sebagai ladang ibadah. Melalui relasi yang adil, saling membahagiakan, dan bermartabat, pasangan suami-istri menabung pahala untuk kehidupan akhirat.
Penutup ayat yang menyebutkan kabar gembira bagi orang-orang beriman sebagai penegasan bahwa relasi pernikahan yang mereka jalani dengan prinsip kesalingan dan ketakwaan akan berbuah kebahagiaan, baik di dunia maupun di akhirat.
Pendekatan ini menempatkan pernikahan sebagai institusi etis yang menuntut kerja sama, kesetaraan, dan tanggung jawab bersama, sesuai dengan nilai-nilai keimanan yang telah Islam ajarkan. []
Sumber tulisan: Suami Juga Ladang Kebaikan bagi Istri.















































