Mubadalah.id – Sekali lagi, kondom harus dikenakan ketika penis sudah mengeras, tetapi sebelum penis menyentuh alat kelamin perempuan.
Bila penis sudah menyentuh alat kelamin perempuan atau masuk ke dalam vagina sebelum memakai kondom, maka kondom tersebut tidak akan banyak berguna. Kehamilan maupun penularan penyakit masih dapat terjadi sekalipun belum terjadi pengeluaran air mani atau ejakulasi.
Ingat!
Pertama, selalu gunakan kondom setiap kali berhubungan seksual. Kedua, bila memungkinkan, selalu gunakan kondom yang terbuat dari lateks. Bahan ini sangat baik untuk melindungi diri dari HIV/AIDS.
Ketiga, kondom yang terbuat dari kulit domba sebaiknya tidak digunakan karena tidak dapat melindungi dari HIV/AIDS.
Keempat, simpan kondom yang belum dipakai di tempat yang sejuk, kering, dan jauh dari sinar matahari (misalnya di dalam lemari). Jika pembungkusnya tampak sudah lama atau rusak, sebaiknya Anda buang saja karena kemungkinan besar kondom di dalamnya sudah tidak layak pakai dan mudah sobek.
Kelima, satu kondom hanya boleh Anda pakai satu kali. Tidak ada gunanya memakai satu kondom lebih dari sekali karena kemungkinan besar akan sobek atau bocor.
Supaya kondom lebih aman dari risiko sobek dan bocor, Anda dapat menggunakan bahan pelumas. Pelumas harus berbahan dasar air, misalnya air liur, spermisida, atau jeli K-Y.
Oleskan pelumas pada kondom setelah kondom terpasang pada penis. Pelumas yang harus Anda hindari antara lain:
Pertama, minyak goreng. Kedua, minyak bayi (baby oil dalam merek apa pun). Ketiga, minyak mineral
Keempat, vaselin berbahan dasar minyak tanah. Kelima, krim atau losion kulit (hand and body lotion merek apa pun). Keenam, mentega atau margarin. []
*)Sumber Tulisan: Buku Bila Perempuan Tidak Ada Dokter karya A. August Bruns dkk hlm 266.










































