Mubadalah.id – Yang terbaik adalah merundingkan terlebih dahulu apakah akan ber-KB atau tidak, dan bila ya, metode apa yang akan digunakan, bersama suami atau pasangan Anda.
Sebagian laki-laki melarang istri atau pasangan mereka ber-KB dengan berbagai alasan. Namun, kebanyakan sikap tersebut berawal dari ketidaktahuan tentang cara kerja berbagai metode KB.
Jika pernah mendengar tentang bahaya KB, mungkin suami Anda terpengaruh oleh informasi tersebut dan kemudian menyimpulkan bahwa semua metode KB membahayakan keselamatan Anda. Karena itu, ia melarang Anda ber-KB.
Padahal, setiap perempuan memiliki kondisi yang berbeda. Metode KB yang tidak cocok bagi perempuan lain belum tentu membahayakan Anda, begitu pula sebaliknya. Selain itu, tersedia banyak pilihan metode atau alat KB yang dapat digunakan sesuai dengan kondisi dan kebutuhan masing-masing.
Ada pula suami yang melarang istrinya ber-KB karena KB mencegah kehamilan, dan ia khawatir istrinya dapat berselingkuh dengan laki-laki lain tanpa diketahui. Ada juga laki-laki yang menolak KB karena menganggap bahwa memiliki banyak anak merupakan bukti kejantanan mereka.
Tentang KB
Bila suami atau pasangan Anda sulit menerima gagasan tentang KB, cobalah membagikan berbagai informasi ini kepadanya:
Pertama, KB memungkinkan suami menghidupi Anda dan anak-anak dengan lebih baik.
Kedua, KB membantu menjarangkan kelahiran sehingga lebih aman bagi Anda dan bayi. Dengan demikian, kemungkinan keluarga kehilangan Anda saat persalinan menjadi lebih kecil.
Ketiga, KB dapat menjadikan hubungan seksual lebih menyenangkan karena Anda berdua tidak perlu cemas terhadap kehamilan yang tidak Anda rencanakan.
Keempat, tentu saja, keamanan hubungan seksual dari risiko kehamilan yang tidak Anda rencanakan bukan berarti Anda ingin berselingkuh.
Bila suami atau pasangan Anda tetap tidak mau menerima, bagaimanapun juga Andalah yang berhak memutuskan apakah akan ber-KB atau tidak. Mungkin Anda harus memilih metode yang dapat Anda gunakan tanpa sepengetahuannya.
Kalau Anda sudah mengambil keputusan untuk ber-KB, kini tiba saatnya memilih metode yang paling cocok. Agar dapat memilih dengan tepat, Anda perlu mempelajari terlebih dahulu keuntungan dan kerugian dari setiap metode. []
*)Sumber Tulisan: Buku Bila Perempuan Tidak Ada Dokter karya A. August Bruns dkk hlm 264.











































