Mubadalah.id – Jutaan perempuan di seluruh dunia selama ini telah menggunakan metode-metode KB yang akan kami paparkan pada halaman-halaman berikut. Bahkan, metode-metode tersebut lebih aman dibandingkan dengan kehamilan dan persalinan.
Dari setiap 15.000 perempuan yang hamil, sekitar 500 orang di antaranya menghadapi risiko kematian selama masa kehamilan maupun saat melahirkan. Sementara itu, dari 15.000 perempuan yang menjalankan program KB, hanya satu orang yang berisiko mengalami kematian.
Sebagian perempuan menginginkan banyak anak, khususnya di masyarakat yang miskin, tidak memperoleh akses yang adil terhadap lahan garapan, memiliki sumber daya yang terbatas, dan memperoleh sedikit keuntungan sosial. Anak-anak membantu pekerjaan orang tua sehari-hari serta merawat mereka pada usia lanjut.
Di banyak tempat, jumlah anak yang sedikit dianggap sebagai kemewahan karena hanya keluarga yang berkecukupan yang mampu membatasi jumlah anak.
Tetapi sebagian perempuan lain menganggap bahwa banyaknya anak justru dapat memperburuk kondisi ekonomi keluarga dan mempersulit upaya memperbaiki kehidupan mereka. Banyak orang tua merasa sedih dan menyesal karena memiliki terlalu banyak anak.
Mereka tidak mampu memberikan kehidupan yang layak, tidak mampu menyekolahkan anak-anak hingga jenjang pendidikan yang lebih tinggi, dan akibatnya anak-anak mereka tidak memperoleh peluang yang cukup untuk memperbaiki nasib generasinya.
Perempuan Memiliki Kesempatan untuk Belajar
Umumnya, perempuan yang menghendaki pembatasan jumlah anak adalah perempuan yang memiliki kesempatan untuk belajar dan mencari nafkah sendiri. Serta memiliki status yang relatif setara dengan laki-laki dalam masyarakat.
Yang jelas, di mana pun Anda berada dan dalam masyarakat apa pun Anda hidup, Anda akan lebih sehat dan berpeluang melahirkan anak-anak yang juga lebih sehat apabila Anda memiliki kendali atas keputusan mengenai berapa banyak anak yang ingin Anda miliki serta kapan Anda ingin hamil.
Mungkin Anda telah mengalami sendiri berbagai desakan dari lingkungan sekitar, baik yang mendorong Anda untuk ber-KB maupun yang meminta Anda untuk tidak ber-KB.
Nasihat orang lain tentu dapat dipertimbangkan dan diambil manfaatnya. Namun, keputusan untuk menggunakan KB atau tidak sepenuhnya merupakan hak dan pilihan Anda sendiri. []
*)Sumber Tulisan: Buku Bila Perempuan Tidak Ada Dokter karya A. August Bruns dkk hlm 262.









































