Mubadalah.id – Indonesia saat ini berada pada posisi penting dalam dinamika demografi global. Di tengah berbagai negara yang menghadapi dua ekstrem persoalan kependudukan—penurunan populasi yang drastis atau ledakan penduduk yang tidak terkendali—Indonesia berada pada titik yang relatif stabil. Kondisi ini menjadi faktor penting dalam upaya mewujudkan visi pembangunan jangka panjang menuju Indonesia Emas 2045.
Pembangunan menuju 2045 sangat bergantung pada kualitas sumber daya manusia (SDM) yang tumbuh secara seimbang.
Karena itu, dinamika angka kelahiran menjadi perhatian penting dalam perencanaan pembangunan nasional. Salah satu indikator utama dalam melihat dinamika tersebut adalah Total Fertility Rate (TFR) atau angka rata-rata kelahiran per perempuan.
Berdasarkan data demografi terbaru, Indonesia saat ini berada pada posisi yang relatif aman. TFR Indonesia berada pada kisaran 2,18, yang masih berada di sekitar ambang batas keseimbangan populasi. Kondisi ini menempatkan Indonesia pada apa yang sering disebut sebagai “sweet spot demografis”.
Posisi tersebut berarti Indonesia belum menghadapi ancaman penurunan populasi secara drastis seperti yang terjadi di sejumlah negara Asia Timur.
Di sisi lain, Indonesia juga tidak mengalami lonjakan pertumbuhan penduduk yang sulit dikendalikan seperti yang dialami beberapa negara berkembang lainnya.
Namun demikian, para pengamat kependudukan mengingatkan bahwa situasi ini tetap memerlukan kewaspadaan.
Wabah Demografi
Dunia saat ini tengah menghadapi fenomena yang sering kita sebut sebagai “wabah demografi”, yakni tren penurunan angka kelahiran di berbagai negara. Jika tidak diantisipasi dengan kebijakan yang tepat, tren ini juga berpotensi memengaruhi Indonesia pada masa mendatang.
Dalam konteks tersebut, Indonesia perlu merancang kebijakan demografi secara hati-hati. Salah satu pendekatan yang ia pertimbangkan adalah menjaga angka TFR pada kisaran moderat, yakni antara 1,7 hingga 2,5.
Kisaran tersebut mampu menjaga keseimbangan antara pertumbuhan penduduk dan kemampuan negara dalam menyediakan layanan sosial, pendidikan, serta lapangan kerja.
Dengan kondisi demografi yang relatif stabil saat ini, Indonesia memiliki peluang untuk menyusun kebijakan kependudukan secara lebih bijaksana. Kebijakan tersebut dapat mendukung pembangunan SDM sekaligus menjaga keseimbangan struktur penduduk dalam jangka panjang. []
*)Sumber Tulisan: Mengawal Keluarga Berencana Saat Angka Kelahiran Turun









































