Mubadalah.id – Kerusakan lingkungan semakin menunjukkan dampaknya terhadap kehidupan masyarakat Indonesia. Berbagai persoalan seperti perubahan iklim, menurunnya kualitas tanah, dan rusaknya ekosistem alam memengaruhi sektor ekonomi, sosial, hingga kebudayaan.
Ribuan spesies hewan yang hidup di wilayah Indonesia menjadi bagian penting dari keseimbangan alam. Namun, perubahan iklim akibat kerusakan lingkungan membuat keseimbangan tersebut semakin terganggu.
Para petani, misalnya, mengalami kesulitan dalam menjalankan siklus pertanian secara optimal karena perubahan pola cuaca yang tidak menentu. Musim tanam yang bergeser dan curah hujan yang tidak stabil menyebabkan gagal panen di sejumlah wilayah.
Dampak serupa juga dirasakan oleh nelayan. Perubahan suhu laut dan rusaknya ekosistem perairan membuat hasil tangkapan ikan semakin menurun. Kondisi ini berdampak langsung pada pendapatan mereka, yang sebagian besar bergantung pada hasil laut.
Selain dampak ekonomi, kerusakan lingkungan juga memunculkan persoalan sosial. Di sejumlah daerah, menurunnya produktivitas pertanian dan perikanan mendorong masyarakat desa untuk mencari pekerjaan di kota.
Migrasi ini bukan hanya berdampak pada struktur sosial desa, tetapi juga memicu persoalan baru di wilayah perkotaan, seperti kepadatan penduduk dan meningkatnya kebutuhan lapangan kerja.
Dampak lingkungan juga menyentuh ranah kebudayaan. Beberapa sumber mata air yang selama ini menjadi pusat kegiatan adat dan tradisi masyarakat mulai mengering atau tercemar.
Hilangnya sumber air ini tidak hanya mengancam kebutuhan dasar warga, tetapi juga menggerus praktik budaya yang telah berlangsung turun-temurun.
Para pemerhati lingkungan menilai bahwa persoalan ini tidak bisa dianggap sepele. Kerusakan alam membawa efek berantai yang memengaruhi hampir seluruh aspek kehidupan manusia.
Oleh karena itu, diperlukan langkah-langkah konkret untuk mencegah kerusakan yang lebih parah dan memulihkan ekosistem yang telah terdampak. []
Sumber tulisan: Buku Membumikan Fatwa KUPI: Pembelajaran dari Pengelolaan Sampah di Pesantren.

















































