Dialog Imajiner Bersama Kartini: Apa Artinya Berani bagi Perempuan?
Mubadalah.id - Aku menatap layar laptop yang masih menyala, draft tulisan itu berhenti di satu kalimat: “Lalu di mana keberanian...
Ketika Perempuan Terkatung-katung dalam Pernikahan Sirri: Bolehkah Ia Menceraikan Suaminya tanpa ke Pengadilan?
Mubadalah.id - Ahad pagi, 12 April 2026. Dalam Tadarus Subuh ke-186 yang saya ampu bersama Mbak Hesti, dengan tema "Mengelola...
Lelaki dalam Ponsel
Mubadalah.id - Gaenie berjalan di antara kerumunan mahasiswa yang lalu-lalang. Langkahnya cepat menuju kos. Seorang teman lelaki memperlambat motor dan...
Di Tengah Hati Zahid, Di Jantung Maqbarah
Mubadalah.id - “Tidak ada murid yang paling bodoh atau paling pintar. Tetapi yang ada itu murid sudah paham dan belum...
Nusyuz Suami dalam KHI: Tiga Langkah Membaca Kompilasi Hukum Islam dengan Metode Tafsir Mubadalah
Mubadalah.id - Selama ini, metode tafsir Mubadalah yang saya kembangkan lebih banyak penggunaannya untuk membaca teks-teks al-Qur'an dan hadis, atau...
Lima Alasan Zakat Dilarang untuk MBG
Mubadalah.id - Belakangan ini muncul pertanyaan yang cukup sering menjadi permbicaan, bolehkah dana zakat kita gunakan untuk mendukung program makan...
Saatnya Fiqh Menstruasi Ditulis dari Pengalaman Perempuan
Mubadalah.id - Tadarus Subuh ke-181 menghadirkan satu pertanyaan reflektif yang menggugah dari Arifah Millati, ulama perempuan muda dari UIN Tulungagung....
Aku, Mama, dan Mimi Monalisa
Mubadalah.id - Tekadku sudah bulat. Mimi Monalisa. Malam ini aku akan menemuinya sebab Mama telah menelantarkanku. Tukang ojek langganan Mama...
Tangis di Ujung Sajadah
“Ibu, Ayah pergi dengan perempuan lain. Dia pergi dan menitipkanku di rumah nenek.” Mubadalah.id - Suara di ujung telepon bergetar,...
Luka Lelaki; Tek Tuku Talake, Saya Beli Talakmu!
Mubadalah.id - Pernah merasa menjadi laki-laki tak berguna? Luka lelaki, Itulah yang sedang kurasakan sekarang. Perasaan tak berarti. Seperti sampah...
Beruntungnya Menjadi Anak Sulung
Mubadalah.id - Menjadi anak sulung tentu bukanlah sebuah pilihan. Ini adalah takdir yang harus ku terima dengan lapang dada. Dimasa...
Surat yang Kukirim pada Malam
Mubadalah.id - Surat ini kutulis saat usiaku genap 33 tahun. Untukmu, namun kukirimkan pada malam, kukabarkan pada angin. Biarlah rasa...
TERBARU
Komentar Terbaru
- M. Khoirul Imamil M pada Amalan Muharram: Melampaui “Revenue” Individual
- Asma binti Hamad dan Hilangnya Harapan Hidup pada Mengapa Tuhan Tak Bergeming dalam Pembantaian di Palestina?
- Usaha, Privilege, dan Kehendak Tuhan pada Mengenalkan Palestina pada Anak
- Salsabila Septi pada Memaknai Perjalanan Hidup di Usia 25 tahun; Antara Kegagalan, Kesalahan dan Optimisme
- Zahra Amin pada Perbincangan Soal Jilbab
















































