Mubadalah.id – Bila Anda meminum pil KB setiap hari sesuai anjuran, Anda akan terlindungi dari kehamilan yang tidak dikehendaki selama seluruh siklus bulanan Anda. Pil ini tersedia di berbagai layanan KB, termasuk puskesmas, apotek, dan toko obat. Ada banyak merek pil KB yang beredar. Sebaiknya Anda memilih pil dengan dosis rendah.
Yang dimaksud dengan dosis rendah adalah pil yang mengandung estrogen sebesar 35 mikrogram (mcg) atau kurang, ditambah 1 miligram (mg) progestin atau kurang dari itu. Jangan menggunakan pil yang mengandung lebih dari 50 mikrogram estrogen.
Setelah Anda memilih metode ini, usahakan untuk tetap menggunakan merek yang sama. Jika memungkinkan, belilah dalam jumlah yang cukup banyak sekaligus. Apabila Anda terpaksa harus mengganti merek, pilihlah pil dengan kandungan dan dosis yang sama seperti merek yang sebelumnya Anda gunakan. Dengan demikian, efek samping cenderung lebih sedikit dan perlindungan terhadap kehamilan akan tetap optimal.
Jangan Menggunakan Pil KB Terpadu (Estrogen dan Progestin) Bila:
Pertama, Anda memiliki masalah kesehatan yang telah kita sebutkan pada bagian sebelumnya, seperti TBC, kejang, kanker payudara, benjolan pada payudara, terlambat haid, sedang hamil, perdarahan abnormal, dan sebagainya.
Kedua, Anda mengidap hepatitis atau mengalami gejala kulit dan mata menguning.
Ketiga, Anda pernah mengalami stroke, kelumpuhan, atau penyakit jantung.
Keempat, Anda pernah mengalami penggumpalan darah pada pembuluh darah di kaki atau otak. Varises biasanya tidak menjadi masalah, kecuali jika pembuluh darah tampak merah, meradang, atau mengalami luka.
Di bawah ini kami sajikan beberapa kondisi yang membuat seorang perempuan sebaiknya menghindari penggunaan pil KB terpadu.
Namun, apabila Anda termasuk dalam salah satu kondisi tersebut dan tidak dapat menggunakan metode KB lain, menggunakan pil KB terpadu tetap bisa menjadi pilihan yang lebih baik dibandingkan mengalami kehamilan yang tidak direncanakan.
Sebaiknya Hindari Pil KB Terpadu Bila:
Pertama, Anda seorang perokok dan berusia lebih dari 35 tahun. Pada kondisi ini, pil KB terpadu dapat meningkatkan risiko stroke atau serangan jantung.
Kedua, Anda mengidap diabetes (kencing manis) atau epilepsi (ayan). Jika Anda mengonsumsi pil KB bersamaan dengan obat antikejang, Anda mungkin memerlukan pil dengan dosis estrogen yang lebih tinggi, yaitu 50 mcg. Konsultasikan hal ini dengan tenaga kesehatan agar mendapatkan saran yang sesuai.
Ketiga, Anda memiliki tekanan darah tinggi (lebih dari 140/90). Jika Anda pernah memeriksakan tekanan darah dan tahu bahwa tekanan darah Anda tinggi, atau jika Anda merasa mungkin mengalami tekanan darah tinggi, sebaiknya periksakan diri terlebih dahulu sebelum menggunakan pil KB terpadu. []
*)Sumber Tulisan: Buku Bila Perempuan Tidak Ada Dokter karya A. August Bruns dkk hlm 273.






































