Mubadalah.id – Lembaga pesantren dinilai memiliki peran penting dalam upaya pelestarian lingkungan di Indonesia. Dengan jumlah yang sangat besar dan jangkauan yang luas, pesantren dianggap memiliki potensi besar untuk membentuk kesadaran ekologis di kalangan generasi muda.
Sebagai lembaga pendidikan berbasis keagamaan, pesantren tidak hanya mengajarkan ilmu agama, tetapi juga membentuk karakter dan nilai hidup para santrinya.
Para ahli menilai bahwa proses pendidikan yang berlangsung sepanjang hari di lingkungan pesantren memungkinkan internalisasi nilai-nilai pelestarian alam secara lebih mendalam.
Indonesia sebagai negara dengan jumlah penduduk Muslim terbesar di dunia memiliki ribuan pesantren yang tersebar di berbagai daerah. Keberadaan lembaga ini menjadikannya sebagai salah satu aktor penting dalam gerakan sosial berbasis komunitas.
Dalam konteks lingkungan, pesantren dapat berperan sebagai pusat edukasi dan praktik langsung. Mulai dari pengelolaan sampah, pemanfaatan lahan secara berkelanjutan. Hingga penghematan energi dan air, semua dapat menjadi bagian dari kurikulum kehidupan sehari-hari.
Para pengamat menyebut bahwa pembiasaan perilaku ramah lingkungan di pesantren akan berdampak besar pada pola hidup para santri setelah mereka kembali ke masyarakat. Nilai-nilai yang tertanam selama masa pendidikan akan membentuk sikap dan keputusan mereka di masa depan.
Selain itu, pesantren juga memiliki otoritas moral yang kuat di tengah masyarakat. Ketika pesantren aktif menyuarakan pentingnya menjaga alam, pesan tersebut lebih mudah masyarakat sekitar terima.
Oleh karena itu, penguatan peran pesantren dalam isu lingkungan menjadi langkah strategis untuk menciptakan perubahan yang berkelanjutan. Pendidikan tidak hanya berfungsi mentransfer ilmu, tetapi juga membentuk kesadaran dan tanggung jawab sosial. []
Sumber tulisan: Buku Membumikan Fatwa KUPI: Pembelajaran dari Pengelolaan Sampah di Pesantren.

















































