Selasa, 10 Februari 2026
  • Login
  • Register
Keadilan dan Kesetaraan Gender - Mubadalah
Dukung kami dengan donasi melalui
Bank Syariah Indonesia 7004-0536-58
a.n. Yayasan Fahmina
  • Home
  • Aktual
    Soekarno dan Palestina

    Soekarno dan Palestina: Hubungan Romansa dalam Diplomasi Tanah Jajahan

    Tragedi Anak NTT

    Tragedi Anak NTT, Simbol Kemewahan, dan Imam Al-Ghazali

    Harlah 100 Tahun

    Pesan-pesan Penting dalam Perayaan Harlah 100 Tahun Masehi NU

    Nikah Muda

    Romantisasi Nikah Muda dan Sunyinya Bangku Pendidikan

    Tertawa

    Tertawa, Tapi Tidak Setara: Mens Rea, Komedi, dan Ruang Bicara Publik

    Laras Faizati

    Kritik Laras Faizati Menjadi Suara Etika Kepedulian Perempuan

    Natal

    Makna Natal Perspektif Mubadalah: Feminis Maria Serta Makna Reproduksi dan Ketubuhan

    Kekerasan di Kampus

    IMM Ciputat Dorong Peran Mahasiswa Perkuat Sistem Pelaporan Kekerasan di Kampus

    Kekerasan di Kampus

    Peringati Hari Ibu: PSIPP ITB Ahmad Dahlan dan Gen Z Perkuat Pencegahan Kekerasan Berbasis Gender di Kampus

  • Kolom
    • All
    • Disabilitas
    • Keluarga
    • Lingkungan
    • Personal
    • Publik
    Bertetangga

    Di Era Digital, Apakah Bertetangga Masih Perlu Etika?

    Surat Mahasiswa

    Surat Mahasiswa ke UNICEF: Mengapa Tragedi Ini Tidak Boleh Dianggap Insiden?

    Harlah NU

    Merayakan Harlah NU, Menguatkan Peran Aktivis Keagamaan

    Keluarga Disfungsional

    Keluarga Disfungsional yang Tampak Baik-baik Saja: Membaca Anak yang Berulah di Sekolah

    Kemiskinan

    Kemiskinan dan Akumulasi Beban Mental

    MBG

    MBG dan Panci Somay yang Tak Lagi Ramai

    Istri

    Istri Bekerja? Ini Penjelasan Al-Qur’an

    Inpirasi Perempuan Disabilitas

    Inspirasi Perempuan Disabilitas: Mendobrak Batasan Mengubah Dunia

    Cat Calling

    Mengapa Pesantren Menjadi Sarang Pelaku Cat Calling?

    • Keluarga
    • Personal
    • Publik
    • Disabilitas
    • Lingkungan
  • Khazanah
    • All
    • Hikmah
    • Pernak-pernik
    • Sastra
    Kehormatan

    Fungsi Pernikahan dalam Menjaga Kehormatan Manusia

    Pakaian Istri

    Makna Pakaian dalam Relasi Suami Istri Menurut Al-Qur’an

    Penyapihan Anak

    Al-Qur’an Tekankan Musyawarah dalam Keputusan Penyapihan Anak

    Pengasuhan Anak

    Al-Qur’an Melarang Pembebanan Sepihak dalam Pengasuhan Anak

    Fungsi Reproduksi

    Tanggung Jawab Ayah saat Ibu Menjalani Fungsi Reproduksi

    Menyusui

    Perintah Menyusui dan Perlindungan Anak dalam Al-Qur’an

    Relasi dalam Al-Qur'an

    Relasi Keluarga yang Adil dan Setara dalam Perspektif Al-Qur’an

    Nusyuz dalam Al-Qur'an

    Memahami Nusyuz secara Utuh dalam Perspektif Al-Qur’an

    Makna Nusyuz

    Cara Pandang yang Sempit Soal Makna Nusyuz

    • Hikmah
    • Pernak-pernik
    • Sastra
  • Rujukan
    • All
    • Ayat Quran
    • Hadits
    • Metodologi
    • Mubapedia
    Perempuan Fitnah

    Perempuan Fitnah Laki-laki? Menimbang Ulang dalam Perspektif Mubadalah

    Idul Fitri

    Teks Khutbah Idul Fitri 1446 H: Menjadi Insan Bertakwa dan Mewujudkan Masyarakat Berkeadaban di Hari Kemenangan

    Idul Fitri

    Teks Khutbah Idul Fitri 1446 H: Merayakan Kemenangan dengan Syukur, Solidaritas, dan Kepedulian

    Membayar Zakat Fitrah

    Masihkah Kita Membayar Zakat Fitrah dengan Beras 2,5 Kg atau Uang Seharganya?

    Ibu menyusui tidak puasa apa hukumnya?

    Ibu Menyusui Tidak Puasa Apa Hukumnya?

    kerja domestik adalah tanggung jawab suami dan istri

    5 Dalil Kerja Domestik adalah Tanggung Jawab Suami dan Istri

    Menghindari Zina

    Jika Ingin Menghindari Zina, Jangan dengan Pernikahan yang Toxic

    Makna Ghaddul Bashar

    Makna Ghaddul Bashar, Benarkah Menundukkan Mata Secara Fisik?

    Makna Isti'faf

    Makna Isti’faf, Benarkah hanya Menjauhi Zina?

    • Ayat Quran
    • Hadits
    • Metodologi
    • Mubapedia
  • Tokoh
    • All
    • Profil
    Fazlur Rahman

    Fazlur Rahman: Memahami Spirit Kesetaraan dan Keadilan Gender dalam Al-Qur’an

    Idulfitri

    Khutbah Idulfitri: Mulai Kehidupan Baru di Bulan Syawal

    Sa'adah

    Sa’adah: Sosok Pendamping Korban Kekerasan Terhadap Perempuan dan Anak  

    Tahun Baru 2025

    Do’a Tahun Baru 2025

    Umi Nyai Sintho' Nabilah Asrori

    Umi Nyai Sintho’ Nabilah Asrori : Ulama Perempuan yang Mengajar Santri Sepuh

    Rabi'ah Al-'Adawiyah

    Sufi Perempuan: Rabi’ah Al-‘Adawiyah

    Ning Imaz

    Ning Imaz Fatimatuz Zahra: Ulama Perempuan Muda Berdakwah Melalui Medsos

    Siti Hanifah Soehaimi

    Siti Hanifah Soehaimi: Penyelamat Foto Perobekan Bendera Belanda di Hotel Yamato yang Sempat Hilang

    Teungku Fakinah

    Teungku Fakinah Ulama Perempuan dan Panglima Perang

  • Monumen
  • Zawiyah
No Result
View All Result
Keadilan dan Kesetaraan Gender - Mubadalah
  • Home
  • Aktual
    Soekarno dan Palestina

    Soekarno dan Palestina: Hubungan Romansa dalam Diplomasi Tanah Jajahan

    Tragedi Anak NTT

    Tragedi Anak NTT, Simbol Kemewahan, dan Imam Al-Ghazali

    Harlah 100 Tahun

    Pesan-pesan Penting dalam Perayaan Harlah 100 Tahun Masehi NU

    Nikah Muda

    Romantisasi Nikah Muda dan Sunyinya Bangku Pendidikan

    Tertawa

    Tertawa, Tapi Tidak Setara: Mens Rea, Komedi, dan Ruang Bicara Publik

    Laras Faizati

    Kritik Laras Faizati Menjadi Suara Etika Kepedulian Perempuan

    Natal

    Makna Natal Perspektif Mubadalah: Feminis Maria Serta Makna Reproduksi dan Ketubuhan

    Kekerasan di Kampus

    IMM Ciputat Dorong Peran Mahasiswa Perkuat Sistem Pelaporan Kekerasan di Kampus

    Kekerasan di Kampus

    Peringati Hari Ibu: PSIPP ITB Ahmad Dahlan dan Gen Z Perkuat Pencegahan Kekerasan Berbasis Gender di Kampus

  • Kolom
    • All
    • Disabilitas
    • Keluarga
    • Lingkungan
    • Personal
    • Publik
    Bertetangga

    Di Era Digital, Apakah Bertetangga Masih Perlu Etika?

    Surat Mahasiswa

    Surat Mahasiswa ke UNICEF: Mengapa Tragedi Ini Tidak Boleh Dianggap Insiden?

    Harlah NU

    Merayakan Harlah NU, Menguatkan Peran Aktivis Keagamaan

    Keluarga Disfungsional

    Keluarga Disfungsional yang Tampak Baik-baik Saja: Membaca Anak yang Berulah di Sekolah

    Kemiskinan

    Kemiskinan dan Akumulasi Beban Mental

    MBG

    MBG dan Panci Somay yang Tak Lagi Ramai

    Istri

    Istri Bekerja? Ini Penjelasan Al-Qur’an

    Inpirasi Perempuan Disabilitas

    Inspirasi Perempuan Disabilitas: Mendobrak Batasan Mengubah Dunia

    Cat Calling

    Mengapa Pesantren Menjadi Sarang Pelaku Cat Calling?

    • Keluarga
    • Personal
    • Publik
    • Disabilitas
    • Lingkungan
  • Khazanah
    • All
    • Hikmah
    • Pernak-pernik
    • Sastra
    Kehormatan

    Fungsi Pernikahan dalam Menjaga Kehormatan Manusia

    Pakaian Istri

    Makna Pakaian dalam Relasi Suami Istri Menurut Al-Qur’an

    Penyapihan Anak

    Al-Qur’an Tekankan Musyawarah dalam Keputusan Penyapihan Anak

    Pengasuhan Anak

    Al-Qur’an Melarang Pembebanan Sepihak dalam Pengasuhan Anak

    Fungsi Reproduksi

    Tanggung Jawab Ayah saat Ibu Menjalani Fungsi Reproduksi

    Menyusui

    Perintah Menyusui dan Perlindungan Anak dalam Al-Qur’an

    Relasi dalam Al-Qur'an

    Relasi Keluarga yang Adil dan Setara dalam Perspektif Al-Qur’an

    Nusyuz dalam Al-Qur'an

    Memahami Nusyuz secara Utuh dalam Perspektif Al-Qur’an

    Makna Nusyuz

    Cara Pandang yang Sempit Soal Makna Nusyuz

    • Hikmah
    • Pernak-pernik
    • Sastra
  • Rujukan
    • All
    • Ayat Quran
    • Hadits
    • Metodologi
    • Mubapedia
    Perempuan Fitnah

    Perempuan Fitnah Laki-laki? Menimbang Ulang dalam Perspektif Mubadalah

    Idul Fitri

    Teks Khutbah Idul Fitri 1446 H: Menjadi Insan Bertakwa dan Mewujudkan Masyarakat Berkeadaban di Hari Kemenangan

    Idul Fitri

    Teks Khutbah Idul Fitri 1446 H: Merayakan Kemenangan dengan Syukur, Solidaritas, dan Kepedulian

    Membayar Zakat Fitrah

    Masihkah Kita Membayar Zakat Fitrah dengan Beras 2,5 Kg atau Uang Seharganya?

    Ibu menyusui tidak puasa apa hukumnya?

    Ibu Menyusui Tidak Puasa Apa Hukumnya?

    kerja domestik adalah tanggung jawab suami dan istri

    5 Dalil Kerja Domestik adalah Tanggung Jawab Suami dan Istri

    Menghindari Zina

    Jika Ingin Menghindari Zina, Jangan dengan Pernikahan yang Toxic

    Makna Ghaddul Bashar

    Makna Ghaddul Bashar, Benarkah Menundukkan Mata Secara Fisik?

    Makna Isti'faf

    Makna Isti’faf, Benarkah hanya Menjauhi Zina?

    • Ayat Quran
    • Hadits
    • Metodologi
    • Mubapedia
  • Tokoh
    • All
    • Profil
    Fazlur Rahman

    Fazlur Rahman: Memahami Spirit Kesetaraan dan Keadilan Gender dalam Al-Qur’an

    Idulfitri

    Khutbah Idulfitri: Mulai Kehidupan Baru di Bulan Syawal

    Sa'adah

    Sa’adah: Sosok Pendamping Korban Kekerasan Terhadap Perempuan dan Anak  

    Tahun Baru 2025

    Do’a Tahun Baru 2025

    Umi Nyai Sintho' Nabilah Asrori

    Umi Nyai Sintho’ Nabilah Asrori : Ulama Perempuan yang Mengajar Santri Sepuh

    Rabi'ah Al-'Adawiyah

    Sufi Perempuan: Rabi’ah Al-‘Adawiyah

    Ning Imaz

    Ning Imaz Fatimatuz Zahra: Ulama Perempuan Muda Berdakwah Melalui Medsos

    Siti Hanifah Soehaimi

    Siti Hanifah Soehaimi: Penyelamat Foto Perobekan Bendera Belanda di Hotel Yamato yang Sempat Hilang

    Teungku Fakinah

    Teungku Fakinah Ulama Perempuan dan Panglima Perang

  • Monumen
  • Zawiyah
No Result
View All Result
Keadilan dan Kesetaraan Gender - Mubadalah
No Result
View All Result
Home Film

Satu Mawar, Empat Cinta: Transformasi Karakter Huang Yi Mei dalam Drama Cina “The Tale of Rose”

Perjalanan hidup Huang Yi Mei bukanlah kisah yang asing. Perjalanannya sangat mewakili kehidupan perempuan pada umumnya yang sering mengalami pasang-surut

Dewi Surani by Dewi Surani
10 Februari 2026
in Film
A A
0
The Tale of Rose

The Tale of Rose

5
SHARES
237
VIEWS
Share on FacebookShare on TwitterShare on Whatsapp

Mubadalah.id – Drama Cina “The Tale of Rose” berkisah tentang perjalanan hidup Huang Yi Mei (diperankan Crystal Liu). Mengambil setting tahun 2000-an awal hinggal 2020-an, serial ini mengikuti perjalanan hidup tokoh utamanya sejak usia 20-an awal hingga 40 tahun.

Dalam rentang waktu sekitar 20 tahun, Huang Yi Mei mengalami transformasi dari perempuan dewasa awal, menjalani peran sebagai istri dan ibu, menjadi single parent, hingga menjadi perempuan yang mandiri dan menemukan makna dalam hidupnya. Kehadiran pria-pria dalam hidupnya tidak hanya memberinya bunga-bunga cinta, tetapi juga memberinya pengalaman hidup agar ia terus tumbuh.

Yi Mei: Bunga Mawar di Rumah Kaca

Huang Yi Mei (biasa dipanggil Mei Gui oleh keluarganya, yang artinya mawar) terlahir dalam keluarga yang sangat harmonis. Kedua orang tuanya bekerja sebagai akademisi menerapkan pola pengasuhan yang cukup demokratis. Mereka memberi kebebasan kepada Yi Mei untuk mengejar pendidikan di bidang seni yang menjadi minatnya.

Sama seperti namanya yang berarti mawar, Yi Mei punya wajah yang cantik, kepribadian yang supel, dan bakat di bidang seni yang membuat banyak orang tertarik padanya. Meskipun demikian, dia punya sifat emosional dan rebel.

Masa kecil hingga remaja Yi Mei tidak kekurangan kasih sayang, terlebih dari kakak laki-lakinya yang menjaganya layaknya bunga di rumah kaca. Hidupnya juga tidak pernah mengalami kesulitan berarti. Itu sebabnya orang tuanya tidak terlalu setuju ketika Yi Mei ingin bekerja setelah lulus kuliah.

Orang tuanya ingin Yi Mei melanjutkan kuliah S-2 karena tidak yakin apakah anaknya bisa bekerja, mengingat selama ini ia hanya bekerja dan bermain. Karena tekadnya kuat, akhirnya Yi Mei diterima bekerja di perusahaan kurasi seni. Di fase inilah Yi Mei mulai mengenal cinta yang akan membawanya pada perjalanan menemukan identitas dan makna hidup.

Zhuang Guo Dong: Cinta Pertama dan Gairah Usia Muda

Yi Mei bertemu Zhuang Guo Dong (punya nama Barat: Eric) dalam sebuah proyek kerja sama antara Cyan dan perusahaan tempat Eric bekerja. Pertemuan pertama mereka membuat Eric terkesan dengan Yi Mei yang cantik dan cerdas. Demikian halnya Yi Mei terkesan dengan Eric yang tampan, cerdas, mapan, dan lulusan Prancis.

Bersama Eric, Yi Mei merasakan cinta yang romantis dan penuh gairah. Namun sayangnya, mereka masih sama-sama punya hasrat yang besar untuk membangun karier. Keputusan Eric secara sepihak untuk pindah ke Prancis demi karier merupakan awal retaknya hubungan Yi Mei. Kesulitan komunikasi di awal tahun 2000-an membuat mereka sering mengalami salah paham.

Pada fase ini, Yi Mei mengalami patah hati untuk pertama kali. Dengan emosi meledak-ledak, Yi Mei melampiaskan kemarahannya pada Eric. Namun, akhirnya ia tersadar bahwa rasa cinta saja tidak cukup untuk mempertahankan hubungan. Tanpa kompromi dan komunikasi yang baik, mereka tidak akan bisa bersama.

Fang Xie Wen: Ruang Domestik, Komitmen, dan Ekspektasi Sosial

Setelah move on dengan patah hatinya dengan Eric, Yi Mei memutuskan untuk berhenti bekerja. Dia ingin melanjutkan pendidikannya ke jenjang S-2 dengan mempelajari ilmu baru, yaitu psikologi. Hal itu ia putuskan setelah menyelenggarakan pameran lukisan karya anak berkebutuhan khusus. Ia melihat ada korelasi antara seni dan terapi kejiwaan.

Yi Mei meninggalkan zona nyamannya dengan pindah ke Shang Hai dan menjalani kehidupan sederhana sebagai mahasiswa perantau. Di fase inilah Yi Mei bertemu dengan Fang Xie Wen, seniornya di kampus yang belajar ilmu komputer. Fang Xie Wen adalah laki-laki dari keluarga sederhana yang selalu berupaya melindungi Yi Mei secara material maupun nonmaterial.

Melihat kebaikan Fang Xie Wen, hati Yi Mei pun luluh dan memutuskan menikah dengannya. Keputusan ini tidaklah mudah karena Fang Xie Wen baru saja merintis perusahaannya. Di satu sisi, Fang Xie Wen adalah pekerja keras, tetapi di sisi lain dia selalu merasa insecure, terutama dengan Eric, mantan pacar Yi Mei.

Dengan jiwa provider-nya, Fang Xie Wen berupaya memenuhi semua kebutuhan Yi Mei dan anaknya sehingga Yi Mei tidak perlu bekerja. Namun, ia lupa bahwa Yi Mei juga punya keinginan untuk bekerja sebagai bentuk aktualisasi diri. Lambat laun, rasa sayang Fang Xi Wen berubah menjadi posesif, bahkan ia mensabotase karier Yi Mei.

Ketika masuk ke kehidupan rumah tangga bersama Fang Xie Wen, Yi Mei semakin kehilangan dirinya. Jiwa seninya tidak lagi mendapatkan ruang untuk berkembang karena waktu dan tenaganya ia habiskan untuk mengurus pekerjaan rumah dan mengasuh anak. Terlebih lagi, Yi Mei harus menghadapi berbagai tuntutan dari masyarakat tentang standar ibu yang ideal.

Yi Mei dan Fang Xie Wen juga semakin tidak sejalan dalam hal pengasuhan Fang Tai Chu, anak perempuan mereka. Puncaknya, Fang Xie Wen kembali mensabotase kesempatan karier Yi Mei karena ia ingin punya anak laki-laki, sementara Yi Mei merasa sudah cukup. Tak ingin terus saling menyakiti, Yi Mei memilih untuk mengakhiri pernikahannya.

Fu Jia Ming: Mencintai dan Melepaskan

Setelah berpisah dari Fang Xie Wen, Yi Mei kembali ke rumah orang tuanya di Beijing. Perlahan Yi Mei menekuni seni kembali sembari mengasuh Taichu. Beruntungnya ia kembali bertemu dengan mantan bosnya. Mereka pun bekerja sama membangun Perusahaan kurasi seni dan membuka galeri seni dengan konsep yang sangat mewadahi idealisme Yi Mei.

Dalam fase ini, Yi Mei bertemu dengan Fu Jia Ming, seorang musisi. Fu Jia Ming membuat komposisi musik untuk lukisan Yi Mei dan membuatnya terkesan. Meskipun awalnya terjadi kesalahpahaman, Yi Mei akhirnya merasakan frekuensi yang sama dengan Fu Jia Ming. Yi Mei semakin menemukan jiwanya dalam seni. Terlebih, Fu Jia Ming juga menerima Tai Chu.

Sayangnya, pertemuan dengan Fu Jia Ming adalah pelajaran berharga bagi Yi Mei bahwa titik tertinggi dalam mencintai ialah melepaskan. Yi Mei harus menerima bahwa terkadang ada hal yang tidak bisa dilawan dalam hidup, yaitu kematian. Pertemuan mereka hanya singkat karena Fu Jia Ming meninggal akibat penyakit kelainan jantung.

He Xi: Ketenangan dan Kemandirian

Di usianya yang menginjak 40 tahun, Yi Mei semakin tenang dan matang secara mental. Kariernya di bidang kurasi seni semakin stabil. Di tengah segala kesibukannya, ia tetap menjalankan co-parenting bersama mantan suaminya. Kedewasaannya juga tampak dari relasinya yang baik dengan mantan kekasih, mantan suami, dan keluarganya.

Secara mental, Yi Mei sangat matang, tetapi jiwa mudanya tetap menyala. Tak lagi mengejar asmara dan karier dengan menggebu-gebu, Yi Mei lebih banyak menghabiskan waktunya untuk terus upgrade diri dan menjajal hal-hal menantang. Dia menjalani hobi baru mengendarai motor, kemudian mengambil lisensi penerbang pesawat.

Dalam fase ini, dia bertemu He Xi, pelatih di kursus penerbangan. He Xi berusia jauh lebih muda daripada Yi Mei, masih 24 tahun. He Xi sebenarnya siswa di sekolah penerbangan, tetapi statusnya ditangguhkan karena tersangkut kasus. Karena nasihat dari Yi Mei, akhirnya He Xi kembali mengurus pendidikannya.

Di mata He Xi, Yi Mei adalah sosok perempuan yang sangat inspiratif. Hal itu yang membuat He Xi jatuh hati padanya. Alih-alih membalas perasaan He Xi, Yi Mei justru meminta He Xi menikmati masa mudanya dan tidak perlu menjanjikan apa-apa. Yi Mei melihat bahwa ia dan He Xi sama-sama memiliki masa depan yang terbuka.

Perjalanan hidup Huang Yi Mei sebenarnya bukanlah kisah yang asing bagi kita. Perjalanannya sangat mewakili kehidupan perempuan pada umumnya yang sering mengalami pasang-surut. Pertemuan dan perpisahan, tangis dan tawa datang silih berganti dalam kehidupan dan perempuan harus tetap menjalaninya dengan tegar.

Huang Yi Mei adalah mawar yang cantik sekaligus berduri sebagai simbol ketegarannya dalam menjalani hidup. Huang Yi Mei telah bertransformasi dari bunga mawar dalam rumah kaca menjadi mawar yang tetap tumbuh di tengah kondisi alam yang tak menentu. Tak membuatnya terpuruk, semua cobaan dalam hidupnya justru memberi makna baru. []

Tags: Co ParentingdracinDrama CinaGenderidentitasperan ibuperempuanThe Tale of Rose
Konten ini dilisensikan di bawah CC BY-ND 4.0
Previous Post

Makna Pakaian dalam Relasi Suami Istri Menurut Al-Qur’an

Next Post

Fungsi Pernikahan dalam Menjaga Kehormatan Manusia

Dewi Surani

Dewi Surani

Dewi Surani adalah alumnus Sastra Indonesia, Fakultas Ilmu Budaya UGM. Masuk 2008 dan lulus 2012 dengan fokus studi linguistik. Saat ini bekerja di salah satu penerbit universitas di Yogyakarta sebagai pemeriksa aksara. Membaca, menari, dan fotografi adalah hobi yang digelutinya.

Related Posts

Poligami
Pernak-pernik

Perkawinan Poligami yang Menyakitkan Perempuan

7 Februari 2026
Pernikahan
Pernak-pernik

Larangan Pemaksaan Pernikahan terhadap Perempuan

5 Februari 2026
Hak Pernikahan
Pernak-pernik

Nabi Tegaskan Hak Perempuan Menentukan Pernikahan

5 Februari 2026
Membela Perempuan
Pernak-pernik

Islam Membela Perempuan

4 Februari 2026
Haji Wada'
Pernak-pernik

Posisi Perempuan dalam Wasiat Nabi di Haji Wada’

4 Februari 2026
Perempuan Shalat Subuh
Pernak-pernik

Hadis Bukhari Catat Perempuan Shalat Subuh Berjamaah di Masjid Nabi

2 Februari 2026
Next Post
Kehormatan

Fungsi Pernikahan dalam Menjaga Kehormatan Manusia

No Result
View All Result

TERBARU

  • Fungsi Pernikahan dalam Menjaga Kehormatan Manusia
  • Satu Mawar, Empat Cinta: Transformasi Karakter Huang Yi Mei dalam Drama Cina “The Tale of Rose”
  • Makna Pakaian dalam Relasi Suami Istri Menurut Al-Qur’an
  • Di Era Digital, Apakah Bertetangga Masih Perlu Etika?
  • Al-Qur’an Tekankan Musyawarah dalam Keputusan Penyapihan Anak

Komentar Terbaru

  • M. Khoirul Imamil M pada Amalan Muharram: Melampaui “Revenue” Individual
  • Asma binti Hamad dan Hilangnya Harapan Hidup pada Mengapa Tuhan Tak Bergeming dalam Pembantaian di Palestina?
  • Usaha, Privilege, dan Kehendak Tuhan pada Mengenalkan Palestina pada Anak
  • Salsabila Septi pada Memaknai Perjalanan Hidup di Usia 25 tahun; Antara Kegagalan, Kesalahan dan Optimisme
  • Zahra Amin pada Perbincangan Soal Jilbab
  • Tentang
  • Redaksi
  • Kontributor
  • Kirim Tulisan
Kontak kami:
[email protected]

Mubadalah.id © 2026 by Mubadalah is licensed under CC BY-ND 4.0

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password? Sign Up

Create New Account!

Fill the forms below to register

All fields are required. Log In

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
No Result
View All Result
  • Home
  • Aktual
  • Kolom
    • Keluarga
    • Personal
    • Publik
    • Disabilitas
    • Lingkungan
  • Khazanah
    • Hikmah
    • Pernak-pernik
    • Sastra
  • Rujukan
    • Ayat Quran
    • Hadits
    • Metodologi
    • Mubapedia
  • Tokoh
  • Monumen
  • Zawiyah
  • Login
  • Sign Up

Mubadalah.id © 2026 by Mubadalah is licensed under CC BY-ND 4.0