Mubadalah.id – Beberapa jenis suntik KB, seperti Cyclofem dan Mesigyna, mengandung hormon progestin dan estrogen sekaligus. Jika Anda menginginkan siklus haid yang tetap teratur, suntikan jenis ini dapat menjadi pilihan. Anda harus mendapatkan suntikan satu kali setiap bulan.
Sayangnya, suntikan kombinasi ini tidak selalu mudah Anda peroleh dan biayanya juga lebih mahal daripada suntikan yang hanya mengandung progestin.
Bila Anda dianjurkan untuk tidak menggunakan pil KB kombinasi atau tidak cocok menggunakan suntikan progestin, sebaiknya Anda juga tidak menggunakan metode ini.
Jangan memulai penggunaan metode ini ketika Anda sedang dalam masa menyusui.
Efek samping:
Efek samping suntikan kombinasi pada umumnya sama dengan efek samping pil KB kombinasi.
Cara Menggunakan Metode Suntikan KB
Yang paling baik adalah memulai suntikan pertama ketika Anda sedang haid. Dengan begitu, Anda dapat lebih yakin bahwa pada saat itu Anda tidak sedang hamil.
Suntikan akan langsung memberikan perlindungan terhadap kehamilan apabila diberikan dalam waktu lima hari sejak hari pertama haid. Namun, jika haid telah berlangsung selama enam hari atau lebih sebelum Anda mendapatkan suntikan pertama, perlindungan terhadap kehamilan belum optimal. Karena itu, Anda perlu menggunakan kondom saat berhubungan seksual atau menghindari hubungan seksual selama dua minggu setelah suntikan diberikan.
Anda akan menerima suntikan setiap satu, dua, atau tiga bulan sekali, tergantung pada jenis suntikan yang digunakan:
Pertama, Depo Provera: setiap tiga bulan sekali.
Kedua, Noristerat: setiap dua bulan sekali.
Ketiga, Cyclofem atau Mesigyna: setiap satu bulan sekali.
Usahakan untuk tidak terlambat mendapatkan suntikan berikutnya. Semakin lama keterlambatan terjadi, semakin berkurang efektivitas suntikan dalam mencegah kehamilan. []
*)Sumber Tulisan: Buku Bila Perempuan Tidak Ada Dokter karya A. August Bruns dkk hlm 277.










































