Mubadalah.id – Susuk KB terdiri dari enam tabung yang sangat kecil dan lunak. Cara pemakaiannya adalah dengan memasukkan tabung-tabung tersebut ke bawah permukaan kulit pada bagian dalam lengan. Tabung kecil ini berisi hormon progestin, sehingga cara kerjanya sama seperti pil KB mini.
Jika pil KB terkadang lupa diminum, susuk KB tidak memerlukan tindakan apa pun setelah dipasang. Setelah pemasangan, alat ini dapat mencegah kehamilan hingga lima tahun. Pada saat buku ini ditulis, baru tersedia satu merek susuk KB, yaitu Norplant.
Cara menggunakan susuk KB: Susuk KB tidak dapat dipasang sendiri. Jika Anda ingin menggunakannya, kunjungilah petugas kesehatan di klinik keluarga berencana (KB) terdekat. Di sana, petugas kesehatan akan membuat sayatan kecil pada lengan Anda sebagai jalan masuk (atau keluar) susuk KB tersebut.
PENTING! Sebelum Anda memutuskan menggunakan metode ini, pastikan terlebih dahulu bahwa petugas kesehatan di klinik atau pos pelayanan KB terdekat telah terlatih dan bersedia mencopot susuk KB apabila suatu saat Anda tidak lagi menghendakinya.
Susuk KB memang lebih mudah dipasang daripada dicopot. Karena itu, petugas kesehatan yang menangani pemasangan dan pencabutannya harus benar-benar terampil.
Aman Bagi Ibu Menyusui
Bila Anda memiliki masalah dengan hormon estrogen, susuk KB dapat menjadi pilihan karena aman Anda gunakan. Metode ini juga aman bagi ibu yang sedang menyusui.
Namun, jika Anda sedang menjalani pengobatan untuk kejang, sebaiknya gunakan metode tambahan, seperti kondom atau diafragma, agar efektivitas susuk KB lebih dapat diandalkan.
Sebaiknya Anda tidak memakai susuk KB bila:
Pertama, Anda mengidap kanker atau memiliki benjolan keras di payudara. Kedua, Anda sedang hamil atau mengalami keterlambatan haid.
Ketiga, Anda mengalami pendarahan vagina yang tidak normal sebelum menggunakan susuk KB. Keempat, Anda menderita penyakit jantung.
Kelima, Anda berencana hamil dalam beberapa tahun mendatang (ingat, susuk KB dapat mencegah kehamilan selama lima tahun). []
*)Sumber Tulisan: Buku Bila Perempuan Tidak Ada Dokter karya A. August Bruns dkk hlm 276.









































