Mubadalah.id – Di seluruh dunia, setiap tahun sekitar 55 juta perempuan menjalani aborsi. Sebagian besar di antaranya dapat bertahan hidup, meskipun aborsi yang Anda jalani tidak selalu sesuai dengan ketentuan hukum di negara masing-masing.
Namun, masih banyak perempuan yang meninggal dunia akibat menjalani aborsi yang tidak aman. Selain kematian, komplikasi seperti infeksi, nyeri yang berlangsung dalam jangka panjang, serta ketidaksuburan atau kemandulan juga dapat terjadi.
Ketika menghadapi kehamilan yang tidak Anda inginkan dan merasa sudah tidak memiliki jalan keluar, sebagian perempuan mungkin bersedia melakukan apa pun agar kehamilan tersebut berakhir.
Namun, keputusan tersebut sering kali harus Anda bayar dengan risiko yang sangat besar, bahkan kehilangan nyawa.
Karena itu, jauhilah cara-cara berikut ini karena sangat membahayakan keselamatan Anda.
Pertama, jangan memasukkan benda tajam ke dalam vagina atau rahim, seperti tongkat, kawat, potongan plastik, atau benda lainnya. Tindakan tersebut dapat menyebabkan robekan pada vagina maupun rahim, memicu perdarahan dan infeksi, serta meningkatkan risiko kemandulan maupun penyakit yang mengancam jiwa.
Kedua, jangan memasukkan jamu-jamuan yang dipercaya sebagai obat “peluntur kandungan” ke dalam vagina atau rahim. Tindakan tersebut dapat menyebabkan luka, kerusakan pada organ reproduksi, infeksi, maupun perdarahan yang berisiko menimbulkan berbagai komplikasi serius.
Ketiga, jangan memasukkan benda atau cairan yang diyakini dapat menggugurkan kandungan, seperti cairan asam, larutan alkali, spiritus, minyak tanah, sabun abu, atau bahan lainnya, ke dalam vagina maupun rahim. Jangan pula meminum bahan-bahan tersebut.
Selain tidak terbukti dapat menggugurkan kandungan, cara-cara ini justru sangat membahayakan kesehatan dan keselamatan Anda.
Jangan Mengonsumsi dan Memasukan Obat ke Vagina
Keempat, jangan mengonsumsi atau memasukkan ke dalam vagina obat-obatan, baik obat modern maupun obat tradisional, dalam dosis besar dengan tujuan menggugurkan kandungan atau merangsang datangnya haid.
Demikian pula, jangan menggunakan obat yang sebenarnya diperuntukkan bagi penyakit tertentu untuk tujuan tersebut. Misalnya, ada perempuan yang berusaha menggugurkan kandungannya dengan mengonsumsi pil kina (obat malaria) dalam jumlah banyak.
Ada pula yang menggunakan obat penghenti perdarahan setelah persalinan, seperti ergometrin atau oksitosin. Padahal, penggunaan obat-obatan tersebut secara tidak tepat dapat membahayakan, bahkan mengancam nyawa, tanpa menyebabkan kehamilan berakhir.
Kelima, jangan memukul-mukul perut sendiri atau meminta orang lain melakukannya. Jangan pula mencoba menjatuhkan diri dari tangga atau melakukan tindakan lain yang serupa dengan harapan kehamilan akan berakhir.
Cara-cara tersebut justru dapat menyebabkan cedera serius pada tubuh Anda, seperti patah tulang atau gegar otak, sementara kehamilan belum tentu mengalami keguguran.
Penting! Jangan sekali-kali memasukkan apa pun ke dalam vagina sebagai upaya menggugurkan kandungan secara mandiri. Jangan pula membiarkan orang yang tidak memiliki pelatihan maupun keterampilan medis melakukan tindakan tersebut. Keselamatan dan nyawa Anda menjadi taruhannya.
*)Sumber Tulisan: Buku Bila Perempuan Tidak Ada Dokter karya A. August Bruns dkk hlm 316.







































