Mubadalah.id – Apabila Anda mengalami keguguran, sebelum mencoba hamil kembali, sebaiknya lakukan beberapa hal berikut:
Pertama, ikutilah petunjuk tenaga kesehatan mengenai cara mengatasi masalah kesehatan dan menerapkan pola hidup sehat.
Hindari merokok, mengonsumsi minuman beralkohol, serta menggunakan narkotika dan obat-obatan terlarang. Kebiasaan-kebiasaan tersebut dapat meningkatkan risiko terjadinya keguguran.
Kedua, apabila Anda telah mengalami keguguran lebih dari satu kali, terutama jika keguguran selalu terjadi setelah usia kehamilan mencapai tiga bulan, penyebabnya mungkin adalah leher rahim (serviks) yang terlalu lemah.
Dalam beberapa kasus, kondisi ini dapat ditangani oleh dokter dengan memasang semacam pengikat (cerclage) pada leher rahim agar tetap tertutup selama kehamilan.
Namun, pastikan tindakan tersebut dilakukan oleh dokter yang berpengalaman. Ketika mendekati waktu persalinan, pengikat tersebut harus dilepas.
Setelah Anda Hamil Kembali
Setelah akhirnya Anda hamil lagi, ada beberapa hal yang perlu diperhatikan.
Pertama, usahakan untuk tidak mengangkat atau membawa beban yang berat.
Kedua, usahakan untuk tidak berhubungan seksual terlebih dahulu hingga usia kehamilan mencapai sekitar enam hingga delapan minggu, atau sesuai anjuran tenaga kesehatan.
Ketiga, beristirahatlah yang cukup agar tubuh memiliki waktu untuk memulihkan diri dan mendukung perkembangan kehamilan dengan baik.
Menghadapi Perasaan Akibat Ketidaksuburan
Ketidaksuburan dapat menyebabkan perempuan mengalami penderitaan emosional yang mendalam. Seseorang mungkin merasa tidak bahagia, sedih berkepanjangan, cemas, gelisah, merasa terkucil dan kesepian, frustrasi, putus asa, atau marah tanpa alasan yang jelas.
Perasaan-perasaan tersebut merupakan hal yang wajar. Namun, jangan biarkan kondisi itu berlarut-larut. Ingatlah bahwa Anda tidak sendirian.
Bicarakan perasaan Anda dengan orang-orang yang Anda cintai dan yang peduli kepada Anda. Jika memungkinkan, temuilah perempuan lain yang juga mengalami persoalan serupa.
Dengan saling berbagi pengalaman, Anda dapat saling menguatkan, mendukung, dan membantu satu sama lain.
Kisah-kisah pada bagian berikut akan menunjukkan bagaimana beberapa perempuan berusaha menghadapi dan mengatasi persoalan ketidaksuburan. []
*)Sumber Tulisan: Buku Bila Perempuan Tidak Ada Dokter karya A. August Bruns dkk hlm 309.









































