Minggu, 21 Juni 2026
  • Login
  • Register
Keadilan dan Kesetaraan Gender - Mubadalah
Dukung kami dengan donasi melalui
Bank Syariah Indonesia 7004-0536-58
a.n. Yayasan Fahmina
  • Home
  • Aktual
    Aliansi Perempuan Indonesia

    Aliansi Perempuan Indonesia Turun ke Jalan Tolak Kenaikan Harga

    In This Economy

    In This Economy, Perempuan dengan Satu Penghasilan Adalah Kemewahan

    Warga NU

    Di Mubes NU Cirebon Raya, Maria Ulfah Anshor: Abad Kedua NU Harus Berpihak pada Kelompok Rentan

    Mubes Warga NU

    Mubes Warga NU Cirebon Raya: Dorong NU Kembali Menjadi Kekuatan Masyarakat Sipil

    Muharram

    Muharram dan Keberanian Membela Kebenaran: Belajar dari Tragedi Karbala

    Kekerasan Seksual di Pesantren

    Dari Dalam Pesantren: Saatnya Membangun Sistem Perlindungan Santri dari Kekerasan Seksual

    Nilai-nilai Luhur Pesantren

    Ketika Nilai-nilai Luhur Pesantren Berhadapan dengan Kasus Kekerasan Seksual

    Seren Taun Cigugur

    Seren Taun Cigugur Teguhkan Pelestarian Budaya sebagai Prasasti Peradaban Bangsa

    Merawat Pesantren

    MERAWAT Pesantren, Upaya Pesantren Luhur Manhajiy Fahmina Membangun Kesehatan Mental Para Mahasantri

  • Kolom
    • All
    • Disabilitas
    • Keluarga
    • Lingkungan
    • Personal
    • Publik
    Disabilitas Netra

    Di Balik Kesempatan Kerja bagi Disabilitas Netra

    Li Shixing

    Ketika Li Shixing Datang Belajar tentang Pesantren, Tubuh, dan Ruang Aman

    Platonic Love

    Platonic Love Dan Potret Relationship Manusia Hari Ini

    Podcast

    Prinsip Mubadalah dalam Tren Podcast bagi Teman Tuli

    Angelus

    Angelus dan Seni Mengenal Diri Sendiri dalam Tradisi Katolik

    Parfum Perempuan

    Benarkah Islam Melarang Perempuan Memakai Parfum?

    Gender Equality

    Gender Equality dan Gender Equity: Mencari Titik Temu antara Hak dan Keadilan

    Masyarakat Disabilitas

    Cak Fu dan Upaya Mengubah Cara Pandang Masyarakat terhadap Disabilitas

    Dawuh Nyai Noor Chodijah

    Membaca Dawuh Mbah Nyai Noor Chodijah tentang Laku Batin Perempuan

    • Keluarga
    • Personal
    • Publik
    • Disabilitas
    • Lingkungan
  • Khazanah
    • All
    • Hikmah
    • Pernak-pernik
    • Sastra
    Menggunakan Susuk KB

    Susuk KB: Siapa yang Boleh Menggunakannya dan Apa Efek Sampingnya?

    Memilih Susuk KB

    Sebelum Memilih Susuk KB, Kenali Manfaat dan Risikonya Terlebih Dahulu

    Pil KB Mini

    Cara Menggunakan Pil KB Mini yang Benar

    Pil KB Mini

    Tak Cocok dengan Pil KB Kombinasi? Pil KB Mini Bisa Menjadi Pilihan

    Minum Pil KB

    Bagaimana Jika Lupa Minum Pil KB?

    Pil KB

    Cara Menggunakan Pil KB Terpadu

    Pil KB

    4 Gejala yang Mengharuskan Anda Menghentikan Pil KB

    Pil KB

    Pil KB Terpadu: Mengandung Estrogen dan Progestin

    KB Hormonal

    Efek Samping Metode KB Hormonal

    • Hikmah
    • Pernak-pernik
    • Sastra
  • Rujukan
  • Mubapedia
  • Tokoh
    • All
    • Profil
    Prof. Siti Baroroh Baried

    Prof. Siti Baroroh Baried: Guru Besar Perempuan Pertama yang Membuka Jalan Pendidikan Perempuan Indonesia

    Nyai Siti Walidah

    Nyai Siti Walidah: Menjadikan Pendidikan sebagai Jalan Pembebasan Perempuan

    Asih Widyowati

    Asih Widyowati, Membangun Ruang Aman bagi Penyintas Kekerasan Seksual melalui Umah Ramah

    Yosepha Alomang

    Ditangkap hingga Anak Tewas di Pengungsian, Begini Keteguhan Perjuangan Mama Yosepha di Papua

    Nyi Mas Pakungwati Cirebon

    Nyi Mas Pakungwati, Ulama Perempuan di Balik Berdirinya Peradaban Islam Cirebon

    Fatima Mernissi

    Pemikiran Fatima Mernissi tentang Perempuan, Islam, dan Kekuasaan

    Fatimah al-Banjari

    Fatimah al-Banjari, Pelopor Emansipasi Pendidikan Perempuan Banjar

    Nyai Khoiriyah Hasyim

    Nyai Khoiriyah Hasyim: Pelopor Sekolah Perempuan Pertama di Kota Makkah

    Ustazah Mumpuni

    Ustazah Mumpuni: Daiyah Ngapak yang Membumikan Dakwah dengan Humor dan Kepedulian

  • Monumen
  • Zawiyah
No Result
View All Result
Keadilan dan Kesetaraan Gender - Mubadalah
  • Home
  • Aktual
    Aliansi Perempuan Indonesia

    Aliansi Perempuan Indonesia Turun ke Jalan Tolak Kenaikan Harga

    In This Economy

    In This Economy, Perempuan dengan Satu Penghasilan Adalah Kemewahan

    Warga NU

    Di Mubes NU Cirebon Raya, Maria Ulfah Anshor: Abad Kedua NU Harus Berpihak pada Kelompok Rentan

    Mubes Warga NU

    Mubes Warga NU Cirebon Raya: Dorong NU Kembali Menjadi Kekuatan Masyarakat Sipil

    Muharram

    Muharram dan Keberanian Membela Kebenaran: Belajar dari Tragedi Karbala

    Kekerasan Seksual di Pesantren

    Dari Dalam Pesantren: Saatnya Membangun Sistem Perlindungan Santri dari Kekerasan Seksual

    Nilai-nilai Luhur Pesantren

    Ketika Nilai-nilai Luhur Pesantren Berhadapan dengan Kasus Kekerasan Seksual

    Seren Taun Cigugur

    Seren Taun Cigugur Teguhkan Pelestarian Budaya sebagai Prasasti Peradaban Bangsa

    Merawat Pesantren

    MERAWAT Pesantren, Upaya Pesantren Luhur Manhajiy Fahmina Membangun Kesehatan Mental Para Mahasantri

  • Kolom
    • All
    • Disabilitas
    • Keluarga
    • Lingkungan
    • Personal
    • Publik
    Disabilitas Netra

    Di Balik Kesempatan Kerja bagi Disabilitas Netra

    Li Shixing

    Ketika Li Shixing Datang Belajar tentang Pesantren, Tubuh, dan Ruang Aman

    Platonic Love

    Platonic Love Dan Potret Relationship Manusia Hari Ini

    Podcast

    Prinsip Mubadalah dalam Tren Podcast bagi Teman Tuli

    Angelus

    Angelus dan Seni Mengenal Diri Sendiri dalam Tradisi Katolik

    Parfum Perempuan

    Benarkah Islam Melarang Perempuan Memakai Parfum?

    Gender Equality

    Gender Equality dan Gender Equity: Mencari Titik Temu antara Hak dan Keadilan

    Masyarakat Disabilitas

    Cak Fu dan Upaya Mengubah Cara Pandang Masyarakat terhadap Disabilitas

    Dawuh Nyai Noor Chodijah

    Membaca Dawuh Mbah Nyai Noor Chodijah tentang Laku Batin Perempuan

    • Keluarga
    • Personal
    • Publik
    • Disabilitas
    • Lingkungan
  • Khazanah
    • All
    • Hikmah
    • Pernak-pernik
    • Sastra
    Menggunakan Susuk KB

    Susuk KB: Siapa yang Boleh Menggunakannya dan Apa Efek Sampingnya?

    Memilih Susuk KB

    Sebelum Memilih Susuk KB, Kenali Manfaat dan Risikonya Terlebih Dahulu

    Pil KB Mini

    Cara Menggunakan Pil KB Mini yang Benar

    Pil KB Mini

    Tak Cocok dengan Pil KB Kombinasi? Pil KB Mini Bisa Menjadi Pilihan

    Minum Pil KB

    Bagaimana Jika Lupa Minum Pil KB?

    Pil KB

    Cara Menggunakan Pil KB Terpadu

    Pil KB

    4 Gejala yang Mengharuskan Anda Menghentikan Pil KB

    Pil KB

    Pil KB Terpadu: Mengandung Estrogen dan Progestin

    KB Hormonal

    Efek Samping Metode KB Hormonal

    • Hikmah
    • Pernak-pernik
    • Sastra
  • Rujukan
  • Mubapedia
  • Tokoh
    • All
    • Profil
    Prof. Siti Baroroh Baried

    Prof. Siti Baroroh Baried: Guru Besar Perempuan Pertama yang Membuka Jalan Pendidikan Perempuan Indonesia

    Nyai Siti Walidah

    Nyai Siti Walidah: Menjadikan Pendidikan sebagai Jalan Pembebasan Perempuan

    Asih Widyowati

    Asih Widyowati, Membangun Ruang Aman bagi Penyintas Kekerasan Seksual melalui Umah Ramah

    Yosepha Alomang

    Ditangkap hingga Anak Tewas di Pengungsian, Begini Keteguhan Perjuangan Mama Yosepha di Papua

    Nyi Mas Pakungwati Cirebon

    Nyi Mas Pakungwati, Ulama Perempuan di Balik Berdirinya Peradaban Islam Cirebon

    Fatima Mernissi

    Pemikiran Fatima Mernissi tentang Perempuan, Islam, dan Kekuasaan

    Fatimah al-Banjari

    Fatimah al-Banjari, Pelopor Emansipasi Pendidikan Perempuan Banjar

    Nyai Khoiriyah Hasyim

    Nyai Khoiriyah Hasyim: Pelopor Sekolah Perempuan Pertama di Kota Makkah

    Ustazah Mumpuni

    Ustazah Mumpuni: Daiyah Ngapak yang Membumikan Dakwah dengan Humor dan Kepedulian

  • Monumen
  • Zawiyah
No Result
View All Result
Keadilan dan Kesetaraan Gender - Mubadalah
No Result
View All Result
Home Aktual

War Takjil Nonis: Fenomena Berburu Kerukunan Beragama di Pasar Ramadan

Fenomena war takjil nonis pada momen Ramadan kali ini viral di berbagai media sosial. Di Instagram, Facebook, Tiktok, Youtube, dan lainnya

Moh. Rivaldi Abdul by Moh. Rivaldi Abdul
1 April 2024
in Pernak-pernik
A A
0
War Takjil Nonis

War Takjil Nonis

17
SHARES
826
VIEWS
Share on FacebookShare on TwitterShare on Whatsapp

Mubadalah.id – Tidak hanya Muslim yang sedang puasa, non-Muslim pun ternyata menantikan aneka kuliner pada bulan Ramadan. Hal ini nampak dari fenomena yang viral di berbagai media sosial pada bulan Ramadan ini. Yaitu, war takjil nonis (non-Islam/non-Muslim). Fenomena di mana non-Muslim ikut berburu takjil pada sore hari di pasar-pasar Ramadan.

Konten-konten terkait fenomena ini viral di berbagai media sosial. Satu fenomena yang tidak sekadar kerjaan umat non-Muslim ingin berburu kuliner. Melainkan, aktivitas yang turut menggambarkan giat mereka untuk merekat kerukunan dengan umat Muslim pada bulan Ramadan ini.

Takjil dan Pasar Ramadan

Takjil dapat kita katakan menjadi pernak-pernik yang mewarnai aktivitas puasa umat Muslim pada bulan Ramadan. Umat Muslim punya kebutuhan menyediakan takjil untuk berbuka puasa. Budaya konsumtif ini turut memengaruhi perkembangan tradisi masyarakat.

Sebagaimana dalam ukuran Fungsionalisme Molinowski, atau pandangan tradisi Islam Charles Adams, pemenuhan kebutuhan memengaruhi perkembangan tradisi. Kebutuhan umat Muslim akan takjil pada proses budayanya memunculkan banyak pasar-pasar Ramadan. Pasar yang khusus menjual aneka takjil.

Semisal, di Jogja, salah satu yang terkenal dan sudah melegenda ada Pasar Tiban Kauman. Pasar Ramadan yang menyediakan aneka kuliner tradisional, seperti Kicak Kauman, Getuk Lindri, dan lainnya yang dapat kita jadikan menu takjil.

Tentu tidak hanya di Jogja, namun umumnya di berbagai daerah Nusantara banyak pasar Ramadan dengan kekhasannya masing-masing. Di Sulawesi Utara, pasar Ramadan umumnya berbentuk tenda-tenda di pinggiran jalan yang menyediakan aneka kukis basah (begitu masyarakat ini menyebut kue), seperti balapis, cantik manis, kueku, biapong, dan lainnya, serta aneka minuman dan makanan. Dan, ragam pasar Ramadan dengan aneka takjilnya di berbagai daerah lain.

Kemunculan pasar Ramadan dengan aneka kulinernya selalu ada di setiap tahun. Sebagaimana kebutuhan berburu takjil umat Muslim yang selalu muncul pada momen puasa Ramadan. Hal ini telah menjadi satu kekhasan dalam tradisi Islam Nusantara.

Kehadiran Nonis di Pasar Ramadan

Fenomena war takjil nonis pada momen Ramadan kali ini viral di berbagai media sosial. Di Instagram, Facebook, Tiktok, Youtube, dan lainnya, konten-konten non-Muslim yang ikut berburu takjil ramai berseliweran di beranda.

Beberapa yang sempat saya lihat, seperti konten seorang non-Muslim yang menggunakan kalung salip tengah memborong takjil di pasar Ramadan.

Ada juga para suster Katolik yang membeli takjil. Bahkan, sampai ada aksi seorang pendeta yang dalam khutbahnya mengarahkan jamaatnya untuk ikut war takjil. “…soal takjil kita duluan,” demikian kata si pendeta. Dan, berbagai konten lainnya yang memperlihatkan kehadiran nonis di pasar Ramadan untuk berburu takjil.

Dalam kasus ini, meski kemunculan budaya berburu takjil dan pasar Ramadan tidak lepas dari pemenuhan kebutuhan berbuka puasa umat Muslim, namun bukan berarti non-Muslim tidak boleh ikut berburu takjil. Sebab, ya, pada dasarnya takjil adalah takjil.

Aneka ragam kuliner yang siapa saja, baik Muslim maupun non-Muslim, punya potensi untuk ingin membelinya. Sehingga, semua kita dapat menjadi orang yang berburu takjil di pasar Ramadan. Syaratnya yang penting punya uang saja. Iya, kan?

Ya kalau pengen gratisan. Berburu takjilnya jangan di pasar Ramadan. Bisa ke masjid atau tempat lain yang menyediakan takjil gratis.

Tentu tidak ada larangan bagi non-Muslim untuk membeli takjil di pasar Ramadan. Meski beda motif, namun kita sama-sama punya kebutuhan akan takjil. Bagi Muslim, takjil tidak lepas dari pemenuhan kebutuhan berbuka puasa. Bagi non-Muslim, mungkin untuk kebutuhan kulineran. Dan lagi penjual takjil juga butuh pembeli. Sehingga, atas dasar pemenuhan kebutuhan masing-masing itu, adalah sah-sah saja untuk kita semua membeli takjil favorit di pasar Ramadan.

Berburu Kerukunan di Pasar Ramadan

Giat war takjil nonis sebenarnya bukan sekadar aktivitas non-Muslim berburu takjil. Namun, lebih dari itu adalah aktivitas non-Muslim yang sedang berburu (menjalin) toleransi bersama umat Muslim di pasar Ramadan.

Kehadiran non-Muslim di pasar Ramadan mengakibatkan terjadinya relasi mubadalah Muslim dan non-Muslim. Kesalingan ini sederhananya berlangsung pada aktivitas non-Muslim yang dengan gembiranya ingin membeli takjil yang ia sukai, dan penjual Muslim yang turut menyambut baik niat non-Muslim itu.

Dalam aktivitas yang mubadalah ini, sadar atau tidak, terjalin ikatan kerukunan antara orang yang berbeda agama. Antara si pembeli non-Muslim, dan penjual Muslim.

Berdasarkan ukuran relasi mubadalah Muslim dan non-Muslim itu, dapatlah kita katakan kalau war takjil nonis termasuk fenomena kerukunan antarumat beragama yang positif. Sepanjang pada kewajarannya tak perlu dipermasalahkan. Apalagi war takjil nonis menjadi satu aktivitas yang dapat merekat kerukunan antarumat Muslim dan non-Muslim dalam masyarakat Nusantara. []

 

 

Tags: Kerukunan Antar Umat BeragamaPasar RamadanPrinsip Relasi MubadalahToleransi beragamaWar Takjil
Konten ini dilisensikan di bawah CC BY-ND 4.0
Previous Post

Energi Terbarukan dalam Perspektif Fikih

Next Post

Memahami Arti Energi

Moh. Rivaldi Abdul

Moh. Rivaldi Abdul

S1 PAI IAIN Sultan Amai Gorontalo pada tahun 2019. S2 Prodi Interdisciplinary Islamic Studies Konsentrasi Islam Nusantara di Pascasarjana UIN Sunan Kalijaga Yogyakarta. Sekarang, menempuh pendidikan Doktoral (S3) Prodi Studi Islam Konsentrasi Sejarah Kebudayaan Islam di Pascasarjana UIN Sunan Kalijaga Yogyakarta.

Related Posts

Takjil
Publik

Budaya Takjil Sebagai Resistensi Sikap Individualisme

9 Maret 2026
Saling Pengertian
Publik

Gus Dur, Gereja, dan Kearifan Saling Pengertian Antarumat Beragama

18 September 2025
Toleransi Muslim dan Kristen
Rekomendasi

Membincang Toleransi Muslim dan Kristen di Momen Idulfitri

3 April 2025
Idulfitri
Featured

Idulfitri, Hari Merayakan Toleransi: Sucinya Hati dari Nafsu Menyakiti Umat yang Berbeda Agama

27 Maret 2025
Bencana Kemanusiaan
Personal

Puasa Sebagai Perisai dari Bencana Kemanusiaan Akibat Perpecahan Antarumat Beragama

19 Maret 2025
Ngabuburit Sosial
Featured

Ngabuburit Sosial: Dari Hiburan ke Aksi Solidaritas di Bulan Ramadan

12 Maret 2025
Next Post
Energi Mubadalah

Memahami Arti Energi

Please login to join discussion
No Result
View All Result

TERBARU

  • Susuk KB: Siapa yang Boleh Menggunakannya dan Apa Efek Sampingnya?
  • Sebelum Memilih Susuk KB, Kenali Manfaat dan Risikonya Terlebih Dahulu
  • Di Balik Kesempatan Kerja bagi Disabilitas Netra
  • Ketika Li Shixing Datang Belajar tentang Pesantren, Tubuh, dan Ruang Aman
  • Cara Menggunakan Pil KB Mini yang Benar

Komentar Terbaru

  • M. Khoirul Imamil M pada Amalan Muharram: Melampaui “Revenue” Individual
  • Asma binti Hamad dan Hilangnya Harapan Hidup pada Mengapa Tuhan Tak Bergeming dalam Pembantaian di Palestina?
  • Usaha, Privilege, dan Kehendak Tuhan pada Mengenalkan Palestina pada Anak
  • Salsabila Septi pada Memaknai Perjalanan Hidup di Usia 25 tahun; Antara Kegagalan, Kesalahan dan Optimisme
  • Zahra Amin pada Perbincangan Soal Jilbab
  • Tentang
  • Redaksi
  • Kontributor
  • Kirim Tulisan
Kontak kami:
[email protected]

Mubadalah.id © 2026 by Mubadalah is licensed under CC BY-ND 4.0

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password? Sign Up

Create New Account!

Fill the forms below to register

All fields are required. Log In

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
No Result
View All Result
  • Home
  • Aktual
  • Kolom
    • Keluarga
    • Personal
    • Publik
    • Disabilitas
    • Lingkungan
  • Khazanah
    • Hikmah
    • Pernak-pernik
    • Sastra
  • Rujukan
  • Mubapedia
  • Tokoh
  • Monumen
  • Zawiyah
  • Login
  • Sign Up

Mubadalah.id © 2026 by Mubadalah is licensed under CC BY-ND 4.0