Rabu, 14 Januari 2026
  • Login
  • Register
Keadilan dan Kesetaraan Gender - Mubadalah
Dukung kami dengan donasi melalui
Bank Syariah Indonesia 7004-0536-58
a.n. Yayasan Fahmina
  • Home
  • Aktual
    Nikah Muda

    Romantisasi Nikah Muda dan Sunyinya Bangku Pendidikan

    Tertawa

    Tertawa, Tapi Tidak Setara: Mens Rea, Komedi, dan Ruang Bicara Publik

    Laras Faizati

    Kritik Laras Faizati Menjadi Suara Etika Kepedulian Perempuan

    Natal

    Makna Natal Perspektif Mubadalah: Feminis Maria Serta Makna Reproduksi dan Ketubuhan

    Kekerasan di Kampus

    IMM Ciputat Dorong Peran Mahasiswa Perkuat Sistem Pelaporan Kekerasan di Kampus

    Kekerasan di Kampus

    Peringati Hari Ibu: PSIPP ITB Ahmad Dahlan dan Gen Z Perkuat Pencegahan Kekerasan Berbasis Gender di Kampus

    KUPI yang

    KUPI Jadi Ruang Konsolidasi Para Ulama Perempuan

    gerakan peradaban

    Peran Ulama Perempuan KUPI dalam Membangun Gerakan Peradaban

    Kemiskinan Perempuan

    KUPI Dorong Peran Ulama Perempuan Merespons Kemiskinan Struktural dan Krisis Lingkungan

  • Kolom
    • All
    • Keluarga
    • Personal
    • Publik
    Kerusakan Lingkungan

    Indonesia Hadapi Tantangan Serius Akibat Kerusakan Lingkungan

    Real Food

    Real Food, Krisis Ekologi, dan Ancaman di Meja Makan Kita

    Dampak Polusi Udara

    PBB Soroti Dampak Polusi Udara terhadap Kesehatan dan Ekonomi Global

    Broken Strings

    Broken Strings, Kisah Aurelie Moeremans dan Realitas Child Grooming yang Kerap Tak Disadari

    Lingkungan jadi

    Kerusakan Alam Jadi Ancaman Nyata bagi Masa Depan

    Titik Nol Kehidupan

    Menyusun Ulang Harapan: Kisah Istri di Titik Nol Kehidupan

    Pengelolaan Sampah

    KUPI Dorong Pengelolaan Sampah sebagai Tanggung Jawab Bersama

    Nikah Muda

    Antara SNBP dan Nikah Muda: Siapa yang Paling Menanggung Risiko?

    Tingkat Kultural

    KUPI Dorong Pembumian Fatwa di Tingkat Kultural

    • Keluarga
    • Personal
    • Publik
  • Khazanah
    • All
    • Hikmah
    • Hukum Syariat
    • Pernak-pernik
    • Sastra
    Kitab Ta'limul Muta'allim

    Relevansi Pemikiran Syaikh Az-Zarnuji dalam Kitab Ta’limul Muta’allim

    Penciptaan Manusia

    Logika Penciptaan Manusia dari Tanah: Bumi adalah Saudara “Kita” yang Seharusnya Dijaga dan Dirawat

    Mimi Monalisa

    Aku, Mama, dan Mimi Monalisa

    Romantika Asmara

    Romantika Asmara dalam Al-Qur’an: Jalan Hidup dan Menjaga Fitrah

    Binatang

    Animal Stories From The Qur’an: Menyelami Bagaimana Al-Qur’an Merayakan Biodiversitas Binatang

    Ujung Sajadah

    Tangis di Ujung Sajadah

    Surga

    Menyingkap Lemahnya Hadis-hadis Seksualitas tentang Kenikmatan Surga

    Surga

    Surga dalam Logika Mubadalah

    Kenikmatan Surga

    Kenikmatan Surga adalah Azwāj Muṭahharah

    • Hikmah
    • Hukum Syariat
    • Pernak-pernik
    • Sastra
  • Rujukan
    • All
    • Ayat Quran
    • Hadits
    • Metodologi
    • Mubapedia
    Perempuan Fitnah

    Perempuan Fitnah Laki-laki? Menimbang Ulang dalam Perspektif Mubadalah

    Idul Fitri

    Teks Khutbah Idul Fitri 1446 H: Menjadi Insan Bertakwa dan Mewujudkan Masyarakat Berkeadaban di Hari Kemenangan

    Idul Fitri

    Teks Khutbah Idul Fitri 1446 H: Merayakan Kemenangan dengan Syukur, Solidaritas, dan Kepedulian

    Membayar Zakat Fitrah

    Masihkah Kita Membayar Zakat Fitrah dengan Beras 2,5 Kg atau Uang Seharganya?

    Ibu menyusui tidak puasa apa hukumnya?

    Ibu Menyusui Tidak Puasa Apa Hukumnya?

    kerja domestik adalah tanggung jawab suami dan istri

    5 Dalil Kerja Domestik adalah Tanggung Jawab Suami dan Istri

    Menghindari Zina

    Jika Ingin Menghindari Zina, Jangan dengan Pernikahan yang Toxic

    Makna Ghaddul Bashar

    Makna Ghaddul Bashar, Benarkah Menundukkan Mata Secara Fisik?

    Makna Isti'faf

    Makna Isti’faf, Benarkah hanya Menjauhi Zina?

    • Ayat Quran
    • Hadits
    • Metodologi
    • Mubapedia
  • Tokoh
    • All
    • Profil
    Kebudayaan

    Pidato Kebudayaan dalam Ulang Tahun Fahmina Institute Ke 25

    Fazlur Rahman

    Fazlur Rahman: Memahami Spirit Kesetaraan dan Keadilan Gender dalam Al-Qur’an

    Idulfitri

    Khutbah Idulfitri: Mulai Kehidupan Baru di Bulan Syawal

    Sa'adah

    Sa’adah: Sosok Pendamping Korban Kekerasan Terhadap Perempuan dan Anak  

    Tahun Baru 2025

    Do’a Tahun Baru 2025

    Umi Nyai Sintho' Nabilah Asrori

    Umi Nyai Sintho’ Nabilah Asrori : Ulama Perempuan yang Mengajar Santri Sepuh

    Rabi'ah Al-'Adawiyah

    Sufi Perempuan: Rabi’ah Al-‘Adawiyah

    Ning Imaz

    Ning Imaz Fatimatuz Zahra: Ulama Perempuan Muda Berdakwah Melalui Medsos

    Siti Hanifah Soehaimi

    Siti Hanifah Soehaimi: Penyelamat Foto Perobekan Bendera Belanda di Hotel Yamato yang Sempat Hilang

  • Monumen
  • Zawiyah
No Result
View All Result
Keadilan dan Kesetaraan Gender - Mubadalah
  • Home
  • Aktual
    Nikah Muda

    Romantisasi Nikah Muda dan Sunyinya Bangku Pendidikan

    Tertawa

    Tertawa, Tapi Tidak Setara: Mens Rea, Komedi, dan Ruang Bicara Publik

    Laras Faizati

    Kritik Laras Faizati Menjadi Suara Etika Kepedulian Perempuan

    Natal

    Makna Natal Perspektif Mubadalah: Feminis Maria Serta Makna Reproduksi dan Ketubuhan

    Kekerasan di Kampus

    IMM Ciputat Dorong Peran Mahasiswa Perkuat Sistem Pelaporan Kekerasan di Kampus

    Kekerasan di Kampus

    Peringati Hari Ibu: PSIPP ITB Ahmad Dahlan dan Gen Z Perkuat Pencegahan Kekerasan Berbasis Gender di Kampus

    KUPI yang

    KUPI Jadi Ruang Konsolidasi Para Ulama Perempuan

    gerakan peradaban

    Peran Ulama Perempuan KUPI dalam Membangun Gerakan Peradaban

    Kemiskinan Perempuan

    KUPI Dorong Peran Ulama Perempuan Merespons Kemiskinan Struktural dan Krisis Lingkungan

  • Kolom
    • All
    • Keluarga
    • Personal
    • Publik
    Kerusakan Lingkungan

    Indonesia Hadapi Tantangan Serius Akibat Kerusakan Lingkungan

    Real Food

    Real Food, Krisis Ekologi, dan Ancaman di Meja Makan Kita

    Dampak Polusi Udara

    PBB Soroti Dampak Polusi Udara terhadap Kesehatan dan Ekonomi Global

    Broken Strings

    Broken Strings, Kisah Aurelie Moeremans dan Realitas Child Grooming yang Kerap Tak Disadari

    Lingkungan jadi

    Kerusakan Alam Jadi Ancaman Nyata bagi Masa Depan

    Titik Nol Kehidupan

    Menyusun Ulang Harapan: Kisah Istri di Titik Nol Kehidupan

    Pengelolaan Sampah

    KUPI Dorong Pengelolaan Sampah sebagai Tanggung Jawab Bersama

    Nikah Muda

    Antara SNBP dan Nikah Muda: Siapa yang Paling Menanggung Risiko?

    Tingkat Kultural

    KUPI Dorong Pembumian Fatwa di Tingkat Kultural

    • Keluarga
    • Personal
    • Publik
  • Khazanah
    • All
    • Hikmah
    • Hukum Syariat
    • Pernak-pernik
    • Sastra
    Kitab Ta'limul Muta'allim

    Relevansi Pemikiran Syaikh Az-Zarnuji dalam Kitab Ta’limul Muta’allim

    Penciptaan Manusia

    Logika Penciptaan Manusia dari Tanah: Bumi adalah Saudara “Kita” yang Seharusnya Dijaga dan Dirawat

    Mimi Monalisa

    Aku, Mama, dan Mimi Monalisa

    Romantika Asmara

    Romantika Asmara dalam Al-Qur’an: Jalan Hidup dan Menjaga Fitrah

    Binatang

    Animal Stories From The Qur’an: Menyelami Bagaimana Al-Qur’an Merayakan Biodiversitas Binatang

    Ujung Sajadah

    Tangis di Ujung Sajadah

    Surga

    Menyingkap Lemahnya Hadis-hadis Seksualitas tentang Kenikmatan Surga

    Surga

    Surga dalam Logika Mubadalah

    Kenikmatan Surga

    Kenikmatan Surga adalah Azwāj Muṭahharah

    • Hikmah
    • Hukum Syariat
    • Pernak-pernik
    • Sastra
  • Rujukan
    • All
    • Ayat Quran
    • Hadits
    • Metodologi
    • Mubapedia
    Perempuan Fitnah

    Perempuan Fitnah Laki-laki? Menimbang Ulang dalam Perspektif Mubadalah

    Idul Fitri

    Teks Khutbah Idul Fitri 1446 H: Menjadi Insan Bertakwa dan Mewujudkan Masyarakat Berkeadaban di Hari Kemenangan

    Idul Fitri

    Teks Khutbah Idul Fitri 1446 H: Merayakan Kemenangan dengan Syukur, Solidaritas, dan Kepedulian

    Membayar Zakat Fitrah

    Masihkah Kita Membayar Zakat Fitrah dengan Beras 2,5 Kg atau Uang Seharganya?

    Ibu menyusui tidak puasa apa hukumnya?

    Ibu Menyusui Tidak Puasa Apa Hukumnya?

    kerja domestik adalah tanggung jawab suami dan istri

    5 Dalil Kerja Domestik adalah Tanggung Jawab Suami dan Istri

    Menghindari Zina

    Jika Ingin Menghindari Zina, Jangan dengan Pernikahan yang Toxic

    Makna Ghaddul Bashar

    Makna Ghaddul Bashar, Benarkah Menundukkan Mata Secara Fisik?

    Makna Isti'faf

    Makna Isti’faf, Benarkah hanya Menjauhi Zina?

    • Ayat Quran
    • Hadits
    • Metodologi
    • Mubapedia
  • Tokoh
    • All
    • Profil
    Kebudayaan

    Pidato Kebudayaan dalam Ulang Tahun Fahmina Institute Ke 25

    Fazlur Rahman

    Fazlur Rahman: Memahami Spirit Kesetaraan dan Keadilan Gender dalam Al-Qur’an

    Idulfitri

    Khutbah Idulfitri: Mulai Kehidupan Baru di Bulan Syawal

    Sa'adah

    Sa’adah: Sosok Pendamping Korban Kekerasan Terhadap Perempuan dan Anak  

    Tahun Baru 2025

    Do’a Tahun Baru 2025

    Umi Nyai Sintho' Nabilah Asrori

    Umi Nyai Sintho’ Nabilah Asrori : Ulama Perempuan yang Mengajar Santri Sepuh

    Rabi'ah Al-'Adawiyah

    Sufi Perempuan: Rabi’ah Al-‘Adawiyah

    Ning Imaz

    Ning Imaz Fatimatuz Zahra: Ulama Perempuan Muda Berdakwah Melalui Medsos

    Siti Hanifah Soehaimi

    Siti Hanifah Soehaimi: Penyelamat Foto Perobekan Bendera Belanda di Hotel Yamato yang Sempat Hilang

  • Monumen
  • Zawiyah
No Result
View All Result
Keadilan dan Kesetaraan Gender - Mubadalah
No Result
View All Result
Home Kolom Publik

Broken Strings, Kisah Aurelie Moeremans dan Realitas Child Grooming yang Kerap Tak Disadari

Kisah Aurelie Moeremans dalam Broken Strings membuka realitas child grooming yang sering tak disadari di sekitar kita

Annisa Rendanianti Annisa Rendanianti
14 Januari 2026
in Publik, Rekomendasi
0
Broken Strings

Broken Strings

28
VIEWS
Share on FacebookShare on TwitterShare on Whatsapp

Mubadalah.id – Isu child grooming kembali menjadi perhatian publik ketika Aurelie Moeremans merilis buku memoar berjudul Broken Strings pada 10 Oktober 2025. Meskipun buku ini terbit pada akhir 2025, publik baru ramai membicarakannya sejak awal 2026. Mereka memberikan perhatian luas karena Aurelie membuka kisah nyata perjalanan hidupnya saat menjadi korban child grooming pada usia 15 tahun.

Melalui unggahan di media sosial, Aurelie menegaskan bahwa buku tersebut memuat kisah hidupnya sendiri. Ia menulis bahwa seseorang yang usianya hampir dua kali lipat darinya melakukan grooming sejak ia masih remaja. Ia menceritakan manipulasi, kontrol, serta proses panjang untuk menyelamatkan diri.

Ketika Kekerasan Tak Selalu Berwajah Kasar

Banyak orang masih memaknai kekerasan terhadap anak secara sempit. Banyak orang yang menganggap bahwa kekerasan terjadi ketika tersapat luka fisik atau paksaan yang tampak jelas. Padahal, dalam praktik child grooming, pelaku justru memanfaatkan kelembutan, perhatian, dan kedekatan emosional sebagai alat utama untuk mengendalikan korban, tanpa perlu menggunakan kekerasan secara terang-terangan.

Berangkat dari pemahaman keliru tersebut, pelaku grooming biasanya mendekati anak secara perlahan dan penuh perhitungan. Ia menawarkan perhatian, rasa aman, serta dukungan emosional sehingga anak merasa dipahami dan dihargai.

Seiring waktu, pola ini membentuk ketergantungan emosional, sehingga anak kesulitan menolak, apalagi melawan. Di sisi lain, lingkungan sekitar kerap gagal membaca tanda-tandanya karena relasi tersebut tampak normal, wajar, bahkan sering kali mendapat legitimasi sosial.

Child Grooming dalam Islam dan Hukum Positif

Child grooming merupakan proses manipulasi bertahap yang pelaku lakukan untuk membangun kedekatan emosional dengan anak. Pelaku menciptakan rasa percaya, lalu mengaburkan batasan antara perhatian dan kontrol. Proses ini membuat anak sulit mengenali kekerasan yang ia alami.

Nilai-nilai Islam secara tegas menolak praktik semacam ini. Islam memandang anak sebagai amanah yang harus dijaga, dilindungi, dan dimuliakan. Setiap bentuk relasi yang menyakiti anak melanggar prinsip keadilan dan tanggung jawab moral. Orang dewasa tidak berhak menggunakan posisi kuasanya untuk mengendalikan atau memanipulasi anak atas nama kasih sayang.

Sementara itu, hukum positif juga menempatkan child grooming sebagai bagian dari kekerasan terhadap anak. Walaupun hukum positif belum mengatur child grooming secara eksplisit. Namun, aparat penegak hukum tetap dapat menjerat pelaku melalui Undang-undang Nomor 35 Tahun 2014 tentang Perlindungan Anak.

Pasal 76E secara tegas melarang setiap orang membujuk, menipu, atau melakukan rangkaian kebohongan terhadap anak untuk tujuan seksual. Dalam praktiknya, penegak hukum sering menggunakan pasal ini untuk menindak pelaku grooming, meskipun belum terjadi kontak fisik.

Selain itu, Undang-Undang Nomor 12 Tahun 2022 tentang Tindak Pidana Kekerasan Seksual memperkuat perlindungan hukum bagi korban dengan menekankan pemulihan dan pencegahan.

Ketika pelaku melakukan grooming melalui media digital, aparat penegak hukum dapat menerapkan Undang-Undang Informasi dan Transaksi Elektronik. Produk hukum terbaru, yakni Kitab Undang-Undang Hukum Pidana Nasional (UU Nomor 1 Tahun 2023) juga menegaskan larangan eksploitasi seksual terhadap anak.

Broken Strings dan Kisah Aurelie Moeremans

Dalam bukunya yang berjudul Broken strings, Aurelie Moeremans membuka pengalaman paling kelam dalam hidupnya. Aurelie, yang merupakan blasteran Belgia-Indonesia, memulai kariernya melalui sebuah ajang bakat yang membawanya ke industri sinetron dan iklan. Pada fase ini, ia masih berusia muda dan belum memiliki pemahaman yang memadai tentang relasi yang sehat dengan orang dewasa di sekitarnya.

Dalam perjalanan kariernya, Aurelie menjalin hubungan dengan seorang pria yang jauh lebih tua, yang dalam buku itu ia sebut sebagai Bobby. Pria ini dengan cepat masuk ke dalam kehidupan pribadi Aurelie dan membangun kedekatan tidak hanya dengannya, tetapi juga dengan keluarganya.

Pada awalnya, hubungan ini hadir dalam wujud yang nyaris tak menimbulkan kecurigaan. Bobby menunjukkan perhatian, menawarkan bantuan, dan memosisikan dirinya sebagai sosok dewasa yang seolah memahami dunia yang baru dimasuki Aurelie.

Seiring waktu, kedekatan itu tidak berjalan sehat. Aurelie menuliskan bagaimana hubungan tersebut berubah menjadi relasi yang timpang. Ia mengalami grooming, sebuah proses manipulasi yang berlangsung pelan tetapi sistematis. Bobby mulai mengendalikan emosi dan pilihan hidupnya seperti dari cara berpikir, pergaulan, hingga keputusan-keputusan penting.

Tekanan tersebut tidak berhenti pada manipulasi emosional. Dalam buku Broken Strings, Aurelie juga mengungkap adanya kekerasan psikologis yang berulang, berupa ancaman, intimidasi, dan perlakuan yang merendahkan.

Kondisi mentalnya terus tergerus, membuatnya hidup dalam kecemasan dan rasa terisolasi. Bahkan, ia menuliskan bahwa hubungan tersebut juga melibatkan kekerasan fisik yang semakin memperdalam trauma yang ia alami sejak usia remaja.

Aurelie juga mengalami berbagai tindakan yang belakangan ia pahami sebagai bentuk kekerasan seksual. Namun, pada saat kejadian, ia tidak menyadari hal tersebut. Pelaku membungkus tindakan tersebut dengan pendekatan emosional dan janji pernikahan, sehingga kekerasan tidak tampak sebagai paksaan. Aurelie baru memahami bahwa dirinya menjadi korban setelah ia beranjak dewasa dan menilai ulang relasi tersebut secara lebih kritis.

Kehidupan Aurelie pun terasa semakin kelam. Namun seiring berjalannya waktu, dengan keberanian dan tekad yang kuat, Aurelie berjuang untuk melepaskan diri, menemukan kembali kebebasannya, dan memulihkan luka traumatis yang membekas di batinnya.

Apa Dampak dari Child Grooming?

Child grooming meninggalkan dampak jangka panjang bagi korban. Kekerasan tersebut tidak selalu meninggalkan luka fisik, tetapi sering memunculkan kecemasan, rasa bersalah, dan kesulitan membangun hubungan yang sehat. Pengalaman ini juga membuat korban terbiasa dengan kontrol dan tekanan emosional, sehingga batas aman dalam relasi menjadi kabur.

Salah satu dampak paling serius dari grooming adalah normalisasi kekerasan. Anak yang tumbuh dalam relasi manipulatif cenderung menganggap kontrol, tekanan emosional, atau rasa takut sebagai bagian wajar dari kedekatan. Akibatnya, mereka lebih rentan terjebak kembali dalam hubungan yang tidak sehat karena pola tersebut sudah tertanam sejak dini.

Karena itulah, mengenali tanda-tanda grooming menjadi langkah penting. Pelaku biasanya mendekat lewat perhatian berlebih, sikap protektif, atau bantuan yang terus-menerus. Ia membangun kedekatan emosional, lalu perlahan memosisikan diri sebagai figur yang paling dipercaya. Dalam tahap ini, anak mulai bergantung dan merasa tidak memiliki pilihan lain.

Kisah Aurelie Moeremans dalam Broken Strings mengingatkan bahwa kekerasan terhadap anak bisa tumbuh dari relasi yang tampak wajar. Pengalaman tersebut mengingatkan bahwa pencegahan tidak cukup dilakukan setelah kekerasan terjadi. Kesadaran, kepekaan lingkungan, dan keberanian untuk mempertanyakan relasi yang tampak “terlalu dekat” antara orang dewasa dan anak menjadi kunci untuk memutus rantai kekerasan sejak awal. []

Tags: Advokasi Kekerasan SeksualAurelie MoeremansBroken StringsChild GroomingKasus Kekerasan Berbasis Gender
Annisa Rendanianti

Annisa Rendanianti

Terkait Posts

Seksisme
Publik

Melihat Ancaman Seksisme di Kehidupan Perempuan

17 Desember 2025
Hak Anak
Keluarga

Hak Anak atas Tubuhnya: Belajar Menghargai Batasan Sejak Dini

5 November 2025
Pelecehan Seksual
Personal

Stop Menormalisasi Pelecehan Seksual: Terkenal Bukan Berarti Milik Semua Orang

9 Juli 2025
Squid Game
Film

Kisah Jun-hee dalam Serial Squid Game dan Realitas Perempuan dalam Relasi yang Tidak Setara

3 Juli 2025
Menemani Laki-laki dari Nol
Personal

Bagaimana Mubadalah Memandang Fenomena Perempuan yang Menemani Laki-laki dari Nol?

25 Juni 2025
Kim Soo Hyun
Publik

Kim Soo Hyun, Relasi Kuasa, dan Luka Child Grooming yang Tak Terlihat

17 Maret 2025
No Result
View All Result

TERPOPULER

  • Titik Nol Kehidupan

    Menyusun Ulang Harapan: Kisah Istri di Titik Nol Kehidupan

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Kerusakan Alam Jadi Ancaman Nyata bagi Masa Depan

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Antara SNBP dan Nikah Muda: Siapa yang Paling Menanggung Risiko?

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Pentingnya Pencatatan Perkawinan sebagai Bentuk Perlindungan Hak Anak dan Perempuan

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • KUPI Dorong Pengelolaan Sampah sebagai Tanggung Jawab Bersama

    0 shares
    Share 0 Tweet 0

TERBARU

  • Indonesia Hadapi Tantangan Serius Akibat Kerusakan Lingkungan
  • Real Food, Krisis Ekologi, dan Ancaman di Meja Makan Kita
  • PBB Soroti Dampak Polusi Udara terhadap Kesehatan dan Ekonomi Global
  • Broken Strings, Kisah Aurelie Moeremans dan Realitas Child Grooming yang Kerap Tak Disadari
  • Kerusakan Alam Jadi Ancaman Nyata bagi Masa Depan

Komentar Terbaru

  • dul pada Mitokondria: Kerja Sunyi Perempuan yang Menghidupkan
  • Refleksi Hari Pahlawan: Tiga Rahim Penyangga Dunia pada Menolak Gelar Pahlawan: Catatan Hijroatul Maghfiroh atas Dosa Ekologis Soeharto
  • M. Khoirul Imamil M pada Amalan Muharram: Melampaui “Revenue” Individual
  • Asma binti Hamad dan Hilangnya Harapan Hidup pada Mengapa Tuhan Tak Bergeming dalam Pembantaian di Palestina?
  • Usaha, Privilege, dan Kehendak Tuhan pada Mengenalkan Palestina pada Anak
  • Tentang
  • Redaksi
  • Kontributor
  • Kirim Tulisan
Kontak kami:
redaksi@mubadalah.id

© 2025 MUBADALAH.ID

Selamat Datang!

Login to your account below

Forgotten Password? Sign Up

Create New Account!

Fill the forms bellow to register

All fields are required. Log In

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In

Add New Playlist

No Result
View All Result
  • Account
  • Home
  • Khazanah
  • Kirim Tulisan
  • Kolom Buya Husein
  • Kontributor
  • Monumen
  • Privacy Policy
  • Redaksi
  • Rujukan
  • Tentang Mubadalah
  • Zawiyah
  • Login
  • Sign Up

© 2025 MUBADALAH.ID