Mubadalah.id – Diafragma berbentuk seperti mangkuk ceper yang terbuat dari karet lunak. Alat ini bekerja dengan cara menutupi mulut rahim sehingga sperma, meskipun mungkin tetap masuk ke vagina, tidak dapat meneruskan perjalanannya ke rahim.
Jeli spermisida yang Anda oleskan pada diafragma akan membantu membunuh sperma, sekaligus melindungi Anda dari kuman penyebab gonore dan klamidia.
Ukuran diafragma bermacam-macam. Beberapa pos pelayanan KB, puskesmas, dan rumah sakit menyediakannya. Untuk mengetahui ukuran yang paling tepat bagi Anda, konsultasikan dengan tenaga kesehatan terlatih yang dapat melakukan pemeriksaan panggul (pelvis).
Diafragma dapat dicuci dan digunakan berkali-kali. Namun, jika sudah digunakan lebih dari satu tahun, sebaiknya tidak dipakai lagi karena kemungkinan sudah bocor.
Kemudian, segara periksalah diafragma Anda secara berkala. Jika terdapat lubang, terasa kering, atau mengeras, gantilah dengan yang baru.
Bila digunakan bersama spermisida, diafragma dapat dipasang segera sebelum berhubungan seksual atau hingga enam jam sebelumnya.
Spermisida
Spermisida memiliki bermacam-macam bentuk, antara lain: busa, tablet dan krim atau jeli
Cara pemakaiannya adalah dengan memasukkannya ke dalam vagina sebelum berhubungan seksual. Spermisida bekerja dengan membunuh sel-sel sperma sebelum memasuki rahim. Dengan kandungan bahan bernama nonoxynol-9, obat ini juga dapat membantu melindungi Anda dari gonore dan klamidia.
Spermisida tidak terlalu ampuh bila digunakan sendirian tanpa bantuan alat kontrasepsi lain. Khasiatnya akan lebih baik bila dipakai sebagai perlindungan tambahan bersama diafragma atau kondom.
Obat ini dapat Anda beli di apotek atau toko obat.
Efek samping:
Beberapa perempuan yang memakainya mengeluhkan rasa gatal atau lecet di dalam vagina. (Lihat bab berjudul Petunjuk Perawatan).
Lalu, kapan memasukkan spermisida?
Pertama, bila spermisida digunakan dalam bentuk tablet yang Anda masukkan langsung ke dalam vagina, masukkan sekitar 10 hingga 15 menit sebelum berhubungan seksual. Spermisida dalam bentuk busa, jeli, atau krim sebaiknya Anda oleskan tepat sebelum berhubungan seksual.
Kedua, bila Anda sudah memasukkan spermisida ke dalam vagina, tetapi lebih dari satu jam telah berlalu dan hubungan seksual belum juga berlangsung, tambahkan lagi tabletnya.
Jika Anda melakukan hubungan seksual berkali-kali secara berurutan, tambahkan spermisida setiap kali melakukan hubungan seksual.
*)Sumber Tulisan: Buku Bila Perempuan Tidak Ada Dokter karya A. August Bruns dkk hlm 267.









































