Mubadalah.id – Apabila berhubungan seks tidak melibatkan kontak dengan sperma pasangan, risiko penularan berbagai kuman penyebab penyakit, termasuk HIV/AIDS, dapat berkurang secara signifikan.
Di bawah ini akan kami sajikan penjelasan mengenai berbagai praktik seksual yang relatif lebih aman. Hubungan seksual dengan penetrasi penis ke dalam vagina merupakan praktik yang paling umum mereka lakukan. Namun, sebagian pasangan memperoleh dan memberikan kepuasan seksual melalui cara-cara lain.
Jika pasangan Anda enggan menggunakan kondom dan tetap menolak memakainya meskipun telah Anda bujuk. Maka cobalah mengajaknya melakukan praktik seksual yang berbeda dari kebiasaan sebelumnya, terutama jika kebiasaan tersebut memiliki risiko penularan penyakit yang tinggi.
Tunjukkan bahwa praktik yang lebih aman tersebut tetap dapat memberikan kepuasan bagi kedua belah pihak, sekaligus mengurangi kemungkinan penyebaran penyakit.
Ada Cara Berhubungan Seks yang Lebih Aman Dibanding yang Lain
Pertama, ciuman aman. Berciuman dari mulut ke mulut merupakan cara yang aman. Aktivitas ini tetap tergolong aman meskipun dilakukan dengan mulut terbuka atau melibatkan persentuhan lidah.
Namun, hindari berciuman apabila Anda atau pasangan sedang mengalami sariawan, luka, atau gangguan lain pada mulut maupun bibir. Tunggulah hingga kondisi tersebut sembuh terlebih dahulu.
Kedua, sentuhan aman. Yang dimaksud dengan “sentuhan” mencakup sentuhan tangan pada alat kelamin pasangan maupun sebaliknya.
Sentuhan pada dasarnya aman, termasuk ketika dilakukan dengan berbagai gerakan seperti meremas, menggosok, dan sebagainya, selama tidak terdapat luka, pendarahan, atau masalah kulit apa pun pada tangan maupun alat kelamin.
Ketiga, seks oral lebih aman dengan kondom. Seks oral relatif lebih aman daripada seks vaginal maupun seks anal. Namun, jika praktik ini Anda lakukan hingga pasangan mengalami ejakulasi (mengeluarkan air mani), sebaiknya jangan menahan air mani terlalu lama di dalam mulut. Segera telan atau keluarkan, kemudian berkumurlah.
Apabila mulut Anda mengalami luka atau terasa nyeri beberapa hari setelah melakukan seks oral, segera temui tenaga kesehatan terdekat. Gonore dapat menyebabkan infeksi atau luka pada tenggorokan, sementara herpes dapat menimbulkan luka pada rongga mulut dan lidah.
Cara paling aman sebelum melakukan seks oral kepada pasangan adalah meminta pasangan menggunakan kondom terlebih dahulu. []
*)Sumber Tulisan: Buku Bila Perempuan Tidak Ada Dokter karya A. August Bruns dkk hlm 244.





































