Mubadalah.id – Spermisida memiliki bermacam-macam bentuk, antara lain: busa, tablet dan krim atau jeli. Cara pemakaiannya adalah dengan memasukkannya ke dalam vagina sebelum berhubungan seksual. Spermisida bekerja dengan membunuh sel-sel sperma sebelum memasuki rahim.
Dengan kandungan bahan bernama nonoxynol-9, obat ini juga dapat membantu melindungi Anda dari gonore dan klamidia.
Spermisida tidak terlalu ampuh bila digunakan sendirian tanpa bantuan alat kontrasepsi lain. Khasiatnya akan lebih baik bila dipakai sebagai perlindungan tambahan bersama diafragma atau kondom.
Obat ini dapat Anda beli di apotek atau toko obat.
Efek samping:
Beberapa perempuan yang memakainya mengeluhkan rasa gatal atau lecet di dalam vagina. (Lihat bab berjudul Petunjuk Perawatan).
Lalu, kapan memasukkan spermisida?
Pertama, bila spermisida digunakan dalam bentuk tablet yang Anda masukkan langsung ke dalam vagina, masukkan sekitar 10 hingga 15 menit sebelum berhubungan seksual. Spermisida dalam bentuk busa, jeli, atau krim sebaiknya Anda oleskan tepat sebelum berhubungan seksual.
Kedua, bila Anda sudah memasukkan spermisida ke dalam vagina, tetapi lebih dari satu jam telah berlalu dan hubungan seksual belum juga berlangsung, tambahkan lagi tabletnya.
Jika Anda melakukan hubungan seksual berkali-kali secara berurutan, tambahkan spermisida setiap kali melakukan hubungan seksual.
Cara Menggunakan Spermisida
Pertama, cuci tangan Anda dengan air dan sabun.
Kedua, bila memakai spermisida dalam bentuk busa, kocok terlebih dahulu kalengnya dengan cepat sekitar 20 kali. Setelah itu, masukkan isinya ke dalam aplikator.
Bila memakai spermisida dalam bentuk tablet, buka bungkusnya. Gunakan bagian bungkus yang mudah terbuka sebagai alas tablet, kemudian basahi tablet tersebut dengan air bersih atau air ludah (ludahi tablet, bukan memasukkannya ke dalam mulut).
Ketiga, masukkan perlahan-lahan aplikator atau tablet ke dalam vagina sejauh mungkin.
Keempat, bila memakai aplikator, tekan ujung gagangnya sepanjang proses pemasukan (dari saat memasuki vagina sampai mencapai bagian terdalam). Ketika aplikator ditarik keluar, isinya seharusnya sudah kosong.
Kelima, bila memakai aplikator, setelah dikeluarkan harus segera dibilas hingga bersih menggunakan air dan sabun.
Biarkan spermisida tetap berada di dalam vagina setidaknya selama 6 jam setelah hubungan seksual selesai.
Jangan membilas bagian dalam vagina dengan air sebelum 6 jam berlalu.
Bila spermisida meleleh keluar sebelum 6 jam berlalu, gunakan pembalut yang biasa Anda pakai saat haid atau gumpalan kapas/kain agar tidak mengotori pakaian. Jangan mengelap bagian dalam vagina dengan benda-benda penyerap tersebut.
PENTING! Metode KB hormonal tidak melindungi Anda dari penyakit-penyakit yang menular melalui hubungan seksual, termasuk HIV/AIDS. []
*)Sumber Tulisan: Buku Bila Perempuan Tidak Ada Dokter karya A. August Bruns dkk hlm 270.










































